Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 11 Diva Berkhianat


__ADS_3

Sedangkan keluarga Renata sudah seakan-akan melupakan kecelakaan yang menimpa Renata, Papa Renata yang sudah sibuk dengan urusan perusahaan nya, dan Ibu tirinya yang memang sangat membenci Renata.


"Ma, Tidak kah, mama cemas? mayat Renata dan sopir itu belum juga di temukan, bagaiamana kalau mereka masih hidup? Bagaiamana jika mereka mengungkapkan dalang dari kecelakaannya? Ma ... Alexa tidak ingin mendekam dalam tahanan" ucap Alexa pada sang Mama.


"Kau jangan cemas, kasus ini sudah papa mu tutup, meskipun nanti Akan terungkap, tapi itu juga butuh waktu yang lama, Kau jangan cemas ... akan ada orang yang menggantikan kita di dalam tahanan," ucap sinis Mama to tirinya Renata.


*****


Sedangkan Adam kini masuk kedalam kamarnya, ia menatap Vivian yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Mari kita pindah dari sini, Dendam dan Hasrat mu, hanya aku dan kamu yang tahu, jangan libatkan kakek dalam hal ini" ucap Vivian saat menyadari keberadaan Adam.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, besok ... bersiaplah, kita akan keluar dari rumah ini, sejak itulah ... kau akan mengalami kehidupan mu yang sebenarnya" ancam Adam.


Tapi itu tidak membuat Vivian takut, ia malah tersenyum menatap Adam, Vivian mendekati Adam dan berdiri tepat di depannya.


"Penyiksaan yang bagaimana yang akan anda lakukan, apakah seperti tadi malam ... ?" tanya Vivian seraya membelai pipi Adam dengan jari tengahnya, ia berlagak sebagai mana wanita penggoda.


Namun di saat Adam memejamkan matanya, Vivian mendorong tubuh Adam hingga terjungkal ke lantai.


"Kau begitu tertarik padaku ... ? apakah ini yang kau namakan ingin membalas ku ... ? begitu maksud mu, Tuan Adam ... berhenti lah berhenti lah menggangguku ... !" teriak Vivian sekencang mungkin.


Vivian membuka satu persatu kancing bajunya.


"ini kan yang kau maksud dengan dendam mu ...? aku bisa melakukannya sendiri Tuan Adam" ucap Vivian


Vivian memberanikan diri untuk mencium bibir Tuan Adam, seperti hipnotis Tuan Adam hanya diam saat menerima serangan yang mendadak dari Vivian.

__ADS_1


bahkan sekarang Vivian sudah duduk di atas tubuh tuan Adam.


dengan emosi Vivian meluapkan semua rasa yang ia miliki pada Tuan Adam,melewati tindakannya ia memaksa membuka kancing kemeja Tuan Adam.


mencium seluruh dada dan perut Tuan Adam bertubi-tubi, Vivian memberikan serangan yang mampu membangkitkan gelora di dalam tubuh Tuan Adam.


jika di malam pertama Adam melakukan secara paksa pada Vivian, Tapi kini Malam kedua adalah Vivian yang melakukan kehendaknya, ia tidak ingin selalu disiksa oleh tuan Adam yang ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa berlaku seperti itu juga.


Kini Vivian sudah melakukan penyatuan tubuh, namun ia berusaha tidak ingin mendapatkan kepuasan, karena ia ingin sekali merendahkan Tuannya.


Beberapa saat Adam sudah tidak bisa menahan Lava yang akan hendak menyembur.


Lava itu sekarang sudah mulai mengalir di jalan itu, namun ... Vivian bangkit dan mengatakan.


"Wanita j*lang mu ini bisa kan memuaskan mu, bahkan wanita ini ... sudah mampu melepaskan calon bayimu, kau sudah menaruh sperm* dalam rahimku dan itu sudah dua kali" ucap Vivian lalu bangkit dari atas tubuh Adam, lalu langsung membersihkan diri di kamar mandi.


"Ah, Sial ... kenapa aku selalu bergair*ah saat bersama nya, seharusnya ini menjadi balas dendam ku, tapi kenapa aku berkahir dengan penghinaan ini " bathin Adam.


Adam bangkit karena melihat Vivian yang keluar dari kamar mandi, ia mengering kan rambutnya dengan mengabaikan Adam yang sedari tadi menatap nya, Vivian pun duduk di sofa sekaligus ranjang tidur baginya.


Di saat Vivian ingin berbaring, layar ponselnya menyala, ada pesan yang masuk.


Pesan itu dari pembantu rumah Renata, ia memberi kabar bahwa ia sudah berhasil memasang cctv di segala tempat, termasuk tempat Mamanya Renata dan juga Adiknya Renata.


"Terima kasih, Bik ..." Vivian membalas dengan emoji senyum


"Sama-sama Nona, kalau ada hal yang harus bibi lakukan, Nona katakan lah, bibi siap membantu" balas pembantu setia Renata

__ADS_1


"Baiklah bik," balas vivian


Vivian pun meletakkan kembali ponselnya.


Lalu ia membaringkan tubuh nya, menutup seluruh tubuhnya hingga ke bawah wajah, saat Adam sudah keluar dari kamar mandi, ia melihat kearah Vivian.


Ada rasa aneh yang ia rasakan, rasa bersalah semakin membuat nya melihat kearah Vivian.


"Tuan, sudah saat nya anda melihat Nona Diva " pesan singkat dari seseorang yang tidak Adam kenali nomor nya.


Di pesan itu juga terlihat gambar Diva bersama seorang pria di sebuah pantai, Pakaian terbuka Diva dan rangkulan mesra pria itu membuat Adam mengepalkan tangan nya.


Ia segera memakai bajunya dan keluar kamar,ia langsung menelfon Asisten nya untuk melakukan penerbangan malam ini ke tempat dimana Diva berada.


Tentu Asisten nya sangat lah terkejut, pasti ada hal yang terjadi, namun ... ia hanyalah bawahan yang harus menuruti semua perintah atasannya.


"Tuan, ada apa ... ? kenapa mendadak seperti ini ... ? tunggu setengah jam lagi Tuan" ucap Asisten nya yang mengatur nafasnya karena berlarian


"Diva, dia berkhianat ... !" amarah Adam sudah sangat jelas terlihat.


Baru tadi siang ia mentransfer uang ke rekening Diva sebesar 20 juta, tapi saat ini ia sudah di berikan hadiah olehnya.


Adam terlihat mondar-mandir seraya menunggu penerbangan nya, ia sangat gelisah bercampur marah, ia sudah tahu dimana Diva tinggal, tentu di hotel milik keluarganya.


Asisten nya sedikit tersenyum, karena ia juga berharap kalau tuannya segera sadar akan cinta butanya, namun ... Asisten nya sangat menyayangkan, karena wanita yang baik, dan benar-benar mencintai Tuannya kini telah tiada.


Tidak ada wanita yang benar-benar tulus mencintai Adam selama ini, Hanya Renata, Ya ... Hanya Renata yang tulus namun di abaikan. Sifat Egois dan keras kepala Adam telah membuat nya benar-benar kehilangan sosok wanita yang lemah lembut dan perhatian.

__ADS_1


Renata ... Dia malah memberikan sahabat nya.


__ADS_2