
Vivian akhirnya bisa bernafas lega kala mendengar kabar bahwa Ibu tiri Renata dan Alexa di hukum maksimal 15-20 Tahun penjara, Membuat Alexa dan Mamanya langsung menjatuhkan tubuhnya.
Mereka berharap kalau Renata belum meninggal, sehingga memiliki harapan untuk bisa bebas.
"Pak, apakah kami masih punya kesempatan untuk bebas, mayat Renata belum di temukan, jika ia masih hidup, apakah hukuman kami bisa di hapus,?" tanya Mamanya Renata pada Pengacara nya.
"Kemungkinan itu bisa, Nyonya, asalkan Nona Renata mau mencabut tuntutan itu, tapi jika tidak, tetap hukuman anda selama itu, karena itu merupakan pembunuhan berencana," papar pengacara Mamanya Alexa
"ma, Alexa tidak mau di penjara, Ma. Kak Adam, bukankah kakak berjanji akan membantu Lexa, kenapa kakak diam saja,!" teriak Alexa saat melihat Adam hendak pergi dari ruang sidang itu.
Sejenak Adam melihat kearah Vivian yang sudah menatap tajam kearahnya.
__ADS_1
Hanya saja, Vivian memilih pergi, ia tak ingin lama-lama bertatapan dengan Adam, ia sudah merencanakan kepergiannya.
"Alexa, aku pasti akan membantumu, tapi tidak untuk saat ini, aku masih harus menemukan Diva, kau tenanglah, dan pikirkan Kesalahanmu itu," ucap Adam, setelah itu ia berlalu meninggalkan Alexa dan Mamanya, yang mana mereka sudah di bawa oleh petugas kepolisian ke penjara.
Raungan demi raungan dari kedua wanita itu makin tak terdengar, Akhirnya Vivian bisa bernafas lega, ia merentangkan kedua tangannya seraya menghirup udara yang awalnya selalu terasa mencekik baginya, Tapi setelah semua yang menimpa Renata terungkap, udara terasa begitu segar di rasa.
Meskipun dugaannya tentang Renata yang masih hidup masihlah sangat besar, biarlah ia pergi dengan jauh, berharap ia akan bertemu dengan sahabat nya itu.
"Bisakah kita bicara,?" tanya Adam
"Tak ada yang harus kita bicarakan lagi, semuanya sudah usai, aku terbukti tidak membunuh sahabat ku, lalu apalagi yang akan kita bicarakan, balas dendam apalagi yang ingin kau lakukan padaku, Tuan Adamshon," ucap Vivian seraya menatap kearah Adam
__ADS_1
"Aku tidak ingin membahas itu, tapi ... bisakah kita duduk dan bicara," ucap Adam
"Tidak," ucap Vivian seraya melepaskan tangannya Adam, setelah itu, Vivian berlalu dari hadapan Adam, yang mana bersamaan dengan itu, ponsel Adam berdering.
"Tuan, kami menemukan nya," ucap orang di seberang sana
"Tetap pantau, aku akan segera kesana," ucap Adam seraya mengakhiri panggilan itu, dan bergegas menuju ke tempat dimana anak buahnya mengirim kan lokasi keberadaan nya saat ini. Ia sudah melupakan apa yang ingin ia katakan pada Vivian, ia melupakan bahwa ia ingin berdamai dan hidup berdampingan dengan Vivian, tapi itu tidak berlaku pada Vivian, itu sudah terlambat baginya.
*****
"Tunggu aku di Bandara, aku akan terbang malam ini," ucap Vivian pada seseorang yang sudah ia hubungi.
__ADS_1