
Sesampainya Vivian di apartemen nya, Ia Segera merebahkan tubuhnya di kasurnya, lelah kini ia rasa, ia tidur miring mengingat perut nya yang sudah membesar.
'Sabar ya sayang, Maafkan Mama karena sudah menjauhkan mu dari Papamu, tapi percayalah ... Mama akan membuat mu bahagia, Mama akan membuat mu tidak bertanya siapa Papa mu, Mama akan menjadi Maman sekaligus Papa untukmu, Sayang ... Mama harap kau memahami keadaan Mama, Mama tidak mencintai Papamu, begitu juga dengan Papamu, dia juga tidak mencintai Mama, Kau hadir tanpa adanya cinta antara kami, tapi Mama akan memberikan seluruh cinta Mama untukmu,Mama mencintai mu, sayang' bathin Vivian
*****
Waktu akan terus berlalu, seiringnya kita melalui kisah kita, Adam dan Alka yang sudah selesai membahas bisnis mereka, tiba-tiba dapat kabar, bahwa salah satu anak buah Adam melihat wanita yang mirip Renata di Malaysia, Adam langsung berbicara serius dengan anak buahnya, ia memerintahkan agar ia selalu mengikuti wanita itu, jangan sampai kehilangan jejak, begitulah perintah Renata.
Mungkin jika ia menemukan Renata, ia juga bisa menemukan Vivian, biar bagaimanapun ... Renata adalah sosok yang paling Vivian sayangi.
"Apa ada masalah?" tanya Alka
"Tidak, kau masih ingat Renata, mantan tunangan ku yang kecelakaan itu,kan? anak buahku baru saja menemukan wanita yang mirip dengan nya di Malaysia, mungkin inilah petunjuk bagiku untuk menemukan Istriku," ucap Adam
"Ya, kau pernah bercerita kalau istrimu hilang, boleh tahu gambar istri mu, karena setahuku ... tidak ada medua yang menyorot akan gambarnya," ucap Alka
"Karena aku tidak ingin dia kesulitan, dia membenci ku, Al" ucap Adam putus asa
"Lihatlah, wanita yang sedikit tomboi ini, tapi dialah yang mampu menggetarkan hati ini, Al" ucap Adam seraya menyerahkan gambar Vivian pada Alka
Sejenak Alka terkejut, karena wajahnya begitu mirip dengan wanita yang baru saja ia ceritakan pada Adam
"Apakah istrimu hamil?" tanya Alka seraya terus menatap gambar di ponsel Adam
"Tidak, dia tidak hamil," ucap Adam
'Kalau begitu, bukan dia orangnya, tampilannya juga berbeda, tapi wajahnya ... kenapa mirip sekali,' bathin Alka
"Hei, kenapa kau melamun, ini yang aku tidak suka, kau terus menatap wajah istriku, kau pasti tertarik padanya," ucap Adam seraya meraih ponsel nya dengan cepat
"Bukan begitu, Dam. Aku pernah melihat wanita ini, tapi dia feminim, dan sekarang lagi hamil besar, sekitar 7 bulanan lebih lah," ucap Alka
__ADS_1
"Pasti bukan istriku, Baiklah ... kalau kau lihat, aku pasti akan memberikan kau hadiah besar," ucap Adam seraya berdiri dari duduknya
"Kau yakin akan langsung terbang ke Malaysia,?" tanya Alka
"Ini penting dalam hidupku,Al. Kalau begitu ... aku pergi dulu, Kapan-kapan mainlah juga ke tempat ku," ucap Adam seraya menepuk bahu Alka.
"Pasti, dan pada saat itulah aku akan membawa istrimu kehadapan mu, dan kau siapkan hadiah mu," ucap Alka
"Pasti," jawab Adam seraya melangkah kan kakinya yang di ikuti oleh Asisten nya
"Kau sudah memesan tiket nya?" tanya Adam seraya terus melangkah
"Sudah Tuan," ucap Asisten Adam
"Bagus, kita akan berangkat saat ini juga," ucap Adam penuh dengan semangat.
"Tapi anda akan kelelahan,Tuan. perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 17 jam," ucap Assisten Adam
*****
"Nona, kau yakin akan kembali ke tempat asal mu?" tanya Khai yang susah merasa nyaman dengan keberadaan Renata di sisi nya
"Tapi tidak untuk saat ini,Tuan. Tapi suatu saat aku pasti akan kembali kesana, masih ada seorang Ayah yang harus ku temui," ucap Renata seraya menatap kosong kearah pemandangan yang ada di hadapan nya.
Ya ... Kini Renata dan Khai sedang menikmati jalan-jalan di sekitar Menara Kembar.
"Saya sudah sangat merepotkan Tuan Khai selama ini," ucap Renata
"Saya tidak pernah merasa di repot kan olehmu,Nona. Malah saya merasa senang, Karena ada temannya, Nona ... aku suka kau ada disini," ucap Khai seraya menoleh kearah Renata yang ada di sampingnya, begitu juga dengan Renata, mendengar ucapan itu, Renata langsung menoleh kearah Khai.
Renata tersenyum begitu juga dengan Khai, Rasanya ... sangat lah senang jika ada orang yang sejalan dengan kita, sepemikiran dengan kita.
__ADS_1
"Apakah Tuan tahu, impian ku dan Vivian hanyalah datang ke kota Cappadocia, Apalagi semenjak ada film layangan putus, rasa penasaran kami makin terasa, hehheh," ucap Renata di selingi dengan tawanya.
"Hanya saja ... sekarang aku dan dia sudah lama tak bertemu, aku sudah memberikan dia penderitaan selama ini dengan memintanya menikah dengan Kak Adam, Apakah saya masih bisa di maafkan,Tuan?" tanya Renata seraya menatap manik mata Khai.
"kau sahabat terbaik nya, dia sudah banyak melakukan hal untukmu, tentu dia sudah memaafkan mu, malah dia sudah berjuang untuk keadilan mu, itu sudah menujuk kan bahwa dia masih sangat perduli dengan mu," ucap Khai seraya mengusap air mata Renata.
"Berhentilah menyalahkan diri sendiri, Aku yakin ... sahabat mu itu pasti tidak mau melihat kau bersedih," imbuh Khai
*****
"Vi ... kau ada di dalam?" suara Daniel bersamaan dengan suara ketukan pintu di apartemen Vivian, tentu Vivian tahu ... Jika Daniel mencemaskan dirinya saat ini.
Mendengar suara itu, lantas Vivian dengan segera berjalan menuju ke pintu, dan membukakan pintu untuk Daniel.
"Vi ... kau tidak apa-apa kan? kau tidak ada yang sakit kan? Apakah kau mau periksa?" Tanya Daniel dengan penuh kecemasan, Vivian tidak menjawab, ia hanya menarik tangan Daniel agar masuk dan tidak membuat keributan di depan Apartemen nya.
"Hei, jawab dulu," ucap Daniel yang kini sudah duduk di meja ruang tamu Vivian
"Sekarang, temani aku makan ya, Kau tahu ... kak Daniel pasti belum makan, kan?" ucap Vivian seraya berlalu dari hadapan Daniel dengan berjalan santai, Daniel tahu ... bhawa Vivian menuju ke dapur nya, Daniel mengikuti langkah Vivian
"Baiklah ... baiklah, biar aku yang menyiapkan makanannya di meja,Oke. aku akan makan bersama mu," cegah Daniel saat melihat Vivian hendak mengangkat makanan yang sudah ada di nampan.
"Nah begitu, jangan lempar pertanyaan dulu padaku,Kak. Aku jadi semakin lapar kalau begini," ucap Vivian dengan bibir manyun
Daniel pun meletakkan nampan di atas meja dan menata masakan Vivian. sungguh baunya sangat mengunggah selera.
"Ayo, kakak makan yang banyak juga, ini masakan aku semua loh," ucap Vivian seraya mengambil piring dan mengisi nya dengan nasi serta lauk.
"Kau merindukan masakan Indonesia, ya?" Tanya Daniel
"Pasti lah kak," jawab Vivian seraya tersenyum pada Daniel
__ADS_1