Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 18 Sosok Khai Bahar


__ADS_3

Lama Khai terdiam seraya memikirkan apa yang bapak-bapak itu katakan. Jika memang ini adalah percobaan pembunuhan, Khai harus bisa merahasiakan keberadaan mereka sebelum kedua orang itu sembuh total.


Khai juga tamu di kota ini, ia tidak ingin terjadi masalah apapun, baik pada dirinya ataupun pada kedua orang itu.


"Tuan jangan cemas, jika memungkinkan, saya akan membawa kalian ke Negara ku dan bisa berobat disana sampai kalian bisa sembuh total," ucap Khai Bahar membalas pegangan tangan bapak-bapak itu.


"Bapak jangan cemas, saya akan pastikan Nona itu baik-baik saja, bisa saya tahu nama Nona dan nama Bapak?" tanya Khai


"Nama Nona itu, Renata, Dia adalah model yang kini sedang naik daun, kasihan sekali nasibnya, selama ini ia harus berpura-pura bahagia dalam kondisi hidupnya yang selalu di kekang oleh mama tiri dan adik tirinya, Tuan ... Saya mohon, jaga Nona saya,"ucap sopir Renata


Sejenak Khai terdiam, ia juga tahu berita tentang artis bernama Renata itu, ternyata dialah yang ia tolong. Nasib baik belum tentu mendapatkan kebahagiaan.


"Kasusnya sudah di buka lagi, sahabatnya yang berjuang untuk keadilan Renata, beritanya sudah menyebar luas, Pak," ucap Khai


"Nona Vivian, aku tahu dia akan melakukan ini untuk Nona, Tuan ... bagaimana kelanjutan beritanya,?" tanya Sopir Renata


"Dua tersangka utama sudah ada dalam penanganan, hanya sisa satu orang, sopir yang mengendarai truk itu juga sudah di tahan," ucap Khai

__ADS_1


"Bapak bisa menjadi saksi mata saat sidang itu terjadi, kalau mau ... saya juga bisa membantu hal itu, Pak" ucap Khai


"Lalu, Nona?" tanya Sopir Renata


"Keberadaan nya akan tetap aman, selama proses kita akan mengatakan pada polisi bahwa Sanya Renata belum kita temukan, bapak cukup menjadi saksi mata atas kecelakaan itu saja," ucap Khai


"Terimakasih, Tuan. Saya yakin, anda adalah orang yang baik," ucap sopir itu


"Tapi identitas Renata di rumah sakit ini di pertanyakan, Pak. Jika kita mendaftar kan Nama Renata dengan namanya, kemungkinan besar orang ketiga yang belum di temukan itu akan tahu keberadaan Renata, kita harus memakai identitas baru," ucap Khai


"Tas Nona, ada dimana, Tuan" tanya Sopir itu


"Pakai identitas anakku saja, Tuan. Dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, ini adalah KTP nya," ucap Pak sopir itu seraya mengambil KTP sang anak dari dalam dompetnya.


"Bagus, Pak. Baiklah ... saya akan membicarakan hal ini dengan pihak rumah sakit, bapak istirahat lah, jika sudah saat nya ... kita akan pergi ke kota dimana kalian tinggal," ucap Khai


"Sekali lagi terima, Tuan " ucap sopir Renata

__ADS_1


*****


"Kenapa kau mengatakan tentang Diva, bagaimana jika ia menghabisi kita,!" ucap Mamanya Alexa


"Apa yang harus Alexa katakan, Ma. Saat kak Adam yang menginterogasi Alexa, Kak Adam berjanji akan membantu meringankan hukuman Alexa jika Alexa berkata jujur, lagian Ma ... dia enak di luar sana, kita ... malah harus menghadapi polisi-polisi ini, jika kita terjatuh, dia juga harus terjatuh, dia yang sudah banyak mengambil keuntungan dari meninggalnya kak Renata," ucap Alexa


"Kematian Renata masih misteri, Lexa. Mama mengatakan bahwa kemungkinan besar, Renata masih hidup, tidak ada tanda-tanda Renata meninggal, bahkan sopir nya pun tidak di temukan,"ucap Mama nya Alexa


"Nah, itu ma ... makanya kita katakan saja yang sebenarnya, nanti jika kak Renata kembali kita bisa berpura-pura baik, tapi Ma ... kak Adam sudah menikah dengan Vivian, sahabatnya sendiri, bukankah itu bagus jika Kak Renata masih hidup, si Vivian belagu itu bisa di kasih pelajaran oleh Kak Renata," ucap Alexa dengan percaya diri sekali.


"Jangan mengambil kesimpulan semudah itu, Lexa. Ini tak semudah itu, bukankah kau ingat, Adam mengatakan kalau yang meminta Vivian menjadi pengganti Renata adalah Renata sendiri, jadi kemungkinan besar, Renata sudah mengetahui rencana kita, Ah .. sial, ternyata anak itu tak sebodoh yang aku kira,!" cebik Mamanya Alexa


"Ternyata kalian masih belum sadar juga, udah tahu mau di penjara, masih saja mencaci orang lain," ucap Vivian yang datang ke kantor polisi


"Eh, cewek belagu, sok pahlawan, meskipun kami di penjara, kak Adam sudah menjanjikan, bahwa itu hanya sementara,Karena aku sudah mengatakan siapa orang ketiga itu, Jadi ... dengarkan aku baik-baik, Vivian. Kak Adam tidak pernah menganggapmu ada, karena kau bukanlah pengganti dari kak Renata, tapi aku ... akulah pengganti kak Renata bagi kak Adam," ucap Alexa dengan sombongnya namun hanya di balas senyuman oleh Vivian.


"Hahahhaha, oh iya ... benarkah, bantuan yang bagaimana yang Adam janjikan padamu, mengurangi masa hukumanmu, dikurangi berapa? 1 detik, 1 jam, 1 hari, 1 Minggu? karena aku, Vivian ..n akan melawan siapapun yang akan membantu kalian dari jerat hukum, termasuk melawan Adam sekalipun, dan dengarkan aku baik-baik Alexa, aku Vivian, tidak tertarik sedikit pun pada pria yang kau puja itu, pria yang mengaku sok berkuasa, nyatanya pria yang paling bodoh yang aku kenal," ucap Vivian dengan sangat keras, bahkan suaranya terdengar oleh anak buah Adam.

__ADS_1


Mereka bukannya marah atasannya di hina, tapi mereka bangga, karena Vivian lah satu-satunya wanita yang menolak Adam bahkan sangat membenci Adam.


__ADS_2