Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 30 Renata Sudah Move On


__ADS_3

Perjalanan Adam untuk menujuk ke tempat Renata membutuhkan waktu yang cukup lama, Hingga Adam memutuskan untuk beristirahat di hotel terlebih dahulu sebelum menemui Renata. Adam semakin yakin bahwa wanita yang di temukan oleh anak buahnya adalah Renata mantan tunangan nya.


"Aku ingin istirahat sejenak, kalian pergilah," ucap Adam seraya menutup pintu kamarnya


Adam segera melepaskan jas yang selalu membalut tubuh indahnya. Banyak wanita yang tergila-gila akan tubuh kekarnya, Namun ... ia tak bisa melihat wanita manapun kecuali sang istri.


'Mengapa cinta ini datang saat dia sudah pergi, kau keterlaluan,Vivian ... kau meninggalkanku aku saat aku sudah terpesona denganmu, benar-benar wanita licik,' bathin Adam seraya menjatuhkan tubuhnya di ranjang King Size itu.


'Vivian ... Kau sangat pintar memainkan hati, memanipulasi perasaan, Sedang sayang- sayang nya aku padamu, Kau malah pergi tanpa pamit, Kau membuat ku terlena ... lalu bersamaan dengan itu kau membuatku terjatuh. Apa artinya cinta ini, tanpa adanya dirimu lagi, Haruskah aku mengubur rasa ini, jika kau tak kunjung ku dapati,' bathin Adam seraya menatap langit-langit kamarnya.


Ingin menyerah mencari sosok Vivian, tapi rada rindu selalu mendatanginya. Ingin rasanya Adam menjadi lelaki yang bejat yang akan selalu berganti pasangan untuk menuntaskan hasrat dan birahinya.


*****


"Vivian, Kau sudah istirahat ?" tanya Daniel dari luar kamar Vivian


"Belum kak, ini lagi ganti baju" ucap Vivian yang mana ternyata ia merasakan sakit di perutnya, sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Kau kenapa,Viv ... jangan bohongi aku, aku tahu kau di falam sedang tidak baik-baik saja kan sekarang ? buka pintunya Viv, kita kerumah sakit," ucap Daniel dari luar kamar Vivian.


Benar saja ... Vivian mengalami pendarahan yang banyak, sehingga kini ia duduk bersandar di dekat pintu kamar mandinya.


"Kakak ... tolong aku ... " ucap Vivian yang sudah tak tahan, ia sangat terkejut saat melihat darah yang semakin keluar dari jalan bayi nya. Kecemasan makin terasa, Daniel yang juga sudah panik, kini langsung mendobrak pintu kamar Vivian, Benar saja ... Daniel langsung melihat Vivian yang sudah bersimbah darah.

__ADS_1


"Vivian ... Oh Tuhan ... " ucap Daniel seraya mengangkat tubuh Maira dan segera membawanya kerumah sakit terdekat.


"Bertahan lah Viv, apa yang terjadi sebenarnya dengan mu, Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku," Daniel sangat panik, ia menyetir mobil nya dengan satu tangan, sedangkan tangan satunya memegang tangan Vivian


Waktu berjalan dengan begitu cepat, akhirnya pihak rumah sakit mengatakan bahwa bayi Vivian harus di keluarkan saat ini. Kecemasan Daniel makin terasa saat mendengar bahwa batu Vivian harus di keluarkan, padahal kandungan Vivian masih berusia 32 Minggu.


"Bagaimana,Pak? apakah bapak setuju ..." tanya dokter itu lagi membuat Daniel sadar akan lamunan nya.


"Berikan yang terbaik, dokter " hanya kata itu yang keluar dari bibir Daniel. Ia tidak tahu ... Apakah keputusan ini benar atau salah, hanya saja ... Daniel juga belum tahu akibat Vivian yang tiba-tiba mengalami pendarahan dan harus melahirkan secara prematur.


Dokter juga belum mengatakan alasan pendarahan itu karena Vivian terburu tidak sadarkan diri.


*****


Ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi padanya, namun ... ia masih bisa bernafas lega, karena anaknya masih selamat.


*****


"Selamat pagi," ucap seseorang saat pintu yang di ketuk telah terbuka.


"Pagi, cari siapa Tuan?" tanya seorang wanita paruh baya


"Benarkah ini kediaman Tuan Khairul Bahar?" tanya lelaki berjas hitam

__ADS_1


"Benar, Tuan ... Mati silahkan masuk " ucap wanita itu


"Silahkan duduk,Tuan" ucap wanita itu saat sudah berada di ruang tamu


"Terimakasih," ucap lelaki tampan nan gagah itu, ya ... dialah Adam yang kini sudah berada di rumah Khai. Ia melihat segala penjuru ruangan itu, bisa di lihat ... jika pemilik rumah ini sangat menyukai musik, Namun .... tatapannya terhenti pada sebuah bingkai foto.


Ya ... foto Renata dengan rambut terbaru nya, rambut sebahu dengan poni.


Di tambah dengan hadirnya sosok yang kini turun dari tangga, dengan dress di atas lutut, dan senyum yang ceria, Namun ... senyum itu hilang saat tatapan nya terhenti dan berpadu dengan tatapan sang tamu.


'Apakah aku bermimpi, Apakah karena aku terlalu memikirkan kak Adam, sehingga aku seolah melihatnya saat ini' bathin Renata


"Renata, itukah kau?" tanya Adam seraya mendekati Renata yang perlahan turun dari tangga.


"Kak Adam, kau_" ucap terkejut Renata, bersamaan dengan itu, Khai datang dari tas dan berdiri di dekat Renata.


"Selamat pagi,Tuan Adam. Akhirnya anda sampai di tempat ku," ucap Khai seraya mengulurkan tangannya, Adam menerima uluran tangan itu.


"Mari silahkan duduk,Tuan" ucap Khai seraya duduk di sofanya, Renata mengikuti dimana Khai duduk.


"Langsung saja,Tuan Khai. Saya rasa anda adalah pria cerdas yang tahu akan maksud kedatangan saya kemari, Renata ... Kenapa kau tidak muncul, bisakah kau beri aku penjelasan ?" ucap Adam seraya menatap Renata dengan tatapan mengintimidasi


"Kak ... aku,"

__ADS_1


"Mungkin kau banyak alasan untuk hal ini,, tapi bisakah kau mengembalikan sahabat mu padaku, kau yang memberikannya padaku kan, bisakah aku memintanya lagi," ucap Adam dengan nada yang putus asa.


__ADS_2