
Hubungan ikatan pernikahan, bukanlah sebuah hubungan yang dengan mudah di putuskan atau di tinggalkan. Akan banyak hal yang akan kita ingat dalam masa pernikahan itu. Meskipun kita tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, tapi sumpah yang kita ambil bukan hanya sumpah pada manusia saja, tapi pada Tuhan sang pencipta kita.
Kakeknya Adam yang jatuh sakit pas tahu Vivian pergi, kini sudah jauh lebih baik. hanya saja, ia menyayangkan kepergian cucu menantunya itu. Bahkan Vivian meninggalkan semua fasilitas yang telah mereka berikan.
Apapun yang telah terjadi, semuanya tak bisa kita sesali.
"Tuan besar, saya rasa ... saat ini, Tuan Adam tidak seperti dulu, banyak hal yang berubah pada dirinya, Ia menjadi gila bekerja saat ini, bahkan kadang lupa akan waktu makan siang dan istirahat nya," ucap pelayan setia kakeknya Adam
"Itu karena dia merasa kehilangan sekali atas diri Vivian. Saat kematian Renata, Dia tidak seperti saat ini," tutur Kakeknya Adam
"Apa mungkin, Tuan Adam benar - benar mencintai Nona Vivian?" tanya Pelayan itu
"Seperti nya begitu, orang akan merasa kehilangan saat orang itu sudah tak ada di dekat kita, aku sudah memberi kesempatan untuk Adam bersama dengan wanita yang baik, hanya saja ... ia tak bisa menjaga keduanya, aku ingin istirahat sejenak, " ucap Kakek nya Adam.
Berdebar ...hati Adam berdebar kala ada di dekat Vivian, ya ... itu yang Adam rasakan. Rasa yang tak pernah Adam rasakan sebelumnya tapi ia rasakan saat ada di sisi Vivian. Kemarahan Vivian, wajah menantang Vivian, adalah hal yang tak pernah ia lihat di semua wanita manapun. Hanaya Vivian yang mampu menerima sensasi yang berbeda dalam setiap hal.
Bahkan sentuhan badan yang ia kira akan menyiksa nya, Vivian malah menantang dengan memberinya suka rela, namun dengan tatapan kebencian dan amarah yang besar. dan akhirnya ... ia benar-benar pergi tanpa jejak apapun.
'Kemana aku haru mencarimu,' bathin Adam
__ADS_1
'Kau memang tak berguna,Adam. bahkan kau belum menemukan jasad Renata dan sopir nya, sekarang ... kau mau menemukan Vivian, itu mustahil, orang mati saja ... tak bisa kau temukan, apalagi orang yang masih hidup,' bathin Adam lagi, ia merutuki setiap kegagalan yang pernah ia lakukan.
Awal kepergian Vivian, semua pekerjaan kantor terbengkalai, dua harinya makin tak karuan, karena Adam hanya bis melamun dan melamun, hari ketiga ... ia maik merutuki setiap moment yang terlintas di ingatannya, tentang Des*Han yang selalu Vivian keluarkan, setiap amarah dan kebencian yang terpencar di matanya.
Hari keempat, semua anak buah yang ia utus untuk mencari Vivian tidak menemukan jejak apapun, bahkan di setiap bandara tidak ada nama Vivian yang terpampang di daftar penumpang pad malam itu. semua usaha sudah Adam lakukan.
"Minta setiap daftar nama yang terbang pada malam itu, semuanya tanpa terkecuali," perintah Adam.
"Tuan Adam, semua anak buah sudah kita kerahkan, tapi Taka da satupun jejak Nona Vivian berada, Tuan ... perusahaan juga butuh dirimu, semua klien banyak yang mengeluh, bisa-bisa saham kita turun, dan ... jika semuanya tak terurus, bagaimana Tuan akan mencari Nona Vivian?" ucap asisten Adam yang kini sudah tak tahan dengan Tuannya itu.
"Maksudmu?" tanya Adam
"Tuan kuasai dunia, maka dnegan mudah Tuan akan menemukan Nona Vivian, Jika dunia sudah ada di bawah kendali Tuan, apapun bisa Tuan dapatkan dengan mudah," ucap Asisten itu.
Sejak saat itulah Adam menjadi gila akan kerja dan kerja. Sehingga ia selalu memenangkan tender di berbagai negara.
Lima bulan telah berlalu setelah kepergian Vivian, Renata juga sudah dinyatakan sembuh, wajahnya pun kembali mukus dengan obat yang Renata gunakan dengan laten. Ia juga sekarang tinggal bersama Khai di Kuala Lumpur.
Di dalam kesendirian itu, Adam selalu mengingat akan Vivian dan Vivian saja, kadang ia meneruskan air mata saat mengingat penyesalan itu, Setelah merasakan sakit hatinya karena rindunya, Lagi dan lagai Adam menyibukkan diri dengan pekerjaan, sehingga bayang Vivian hilang tak bermain lagi di ingatan nya.
__ADS_1
"Giat bekerja itu bagus, tapi jika begini ... itu akan membuat tubuhmu lelah," ucap sang kakek saat masuk kedalam ruang bekerja,Adam.
"Kakek, kaan kakek datang? bagaimana kabar kakek, Apakah susah sehat?" tanya Adam seraya menghentikan pekerjaannya
"Kakek sudah jauh lebih baik, tapi kau yang tak baik, Adam. kakek mendengar kau selalu ada di ruang kerja, kantor, ruang kerja lagi," ucap sang kakek
"Semua itu setimpal dengan pencapaian Adam saat ini kan kakek, dalam waktu lima bulan, Adam sudah bisa menaikkan rating perusahaan kita di nomor 8 se Asia ini," papar Adam dengan bangga
"Lalu ... apa hatimu puas dengan pencapaian itu! Adam ... bukan ini yang menjadi incaranmu, pencapaian ini hanyalah lompatan agar kau menemukan wanita itu, Tapi ... tidak semestinya kau begini juga, menghukum diri sendiri dan kau mengunci semua akses tentang dirimu," ucap sang kakek
Adam berdiri dari duduknya, Ia berjalan mendekati rak buku dan pandangan nya terus mengedar ke setiap buku yang kini menjadi satu-satunya teman saat Adam tak ada pekerjaan.
"Kakek, benar. Tujuanku untuk mencapai semua ini hanya demi menemukan dia, tapi ... keberadaan nya sungguh sudah tak bisa aku temukan lagi, aku sudah kehilangan semua jejak tentangnya," ucap Adam seraya mengambil satu buku yang ternyata adalah buku harian tentang Renata.
"Aku gagal menjadi seorang pria, Sampai saat ini, aku belum menemukan Jasad Renata, Entah Renata masih hidup atau tidak, seperti yang Vivian katakan, bahwa Ia sangat yakin jika Renata masih hidup, saat ini ... mungkin semua ucapannya adalah benar, tidak ada apapun yang membuktikan bahwa Renata sudah meninggal," ucap Adam
"Apa kau juga menginginkan Renata saat ini?" tanya Kakeknya
Terlihat Adam yang tersenyum dengan berbalut sedih.
__ADS_1
"Mana mungkin aku mencintai dua wanita sekaligus, Kek. Bersama Renata ... aku tidak pernah merasakan getaran seperti yang aku rasakan saat ada di dekat Vivian, Renata baik, dan sempurna sebagai wanita, tapi cinta ... itu tak bisa aku berikan, Tapi aku benar-benar menyesal akan semua yang aku lakukan padanya," ucap Adam Seraya menatap lurus mengingat semua sikap abai yang ia lakukan pada Renata.
"Renata wanita lembut dan penuh kasih sayang, tapi Vivian ... dia kebalikan nya dari Renata, tapi hatiku menyukainya,Kek. hatiku menginginkan nya," ucap Adam yang kini menundukkan pandangan nya. menatap gambar dimana Renata dan Vivian saling berpelukan.