Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 7 Menikah Tanpa Cinta


__ADS_3

Vivian kini berlalu dari hadapan Adam dan segera menuju ke kamar yang sudah di siapkan oleh pelayan tadi, jangan di tanya Adam kini mandi malam untuk menahan gejolak yang semakin membuat junior nya berontak.


"Sial ... ! kenapa ini bereaksi saat amarah ku bergejolak, aku tidak pernah merasa seperti ini meski bersama Diva" rutuk Adam di bawah guyuran shower.


Sedang kan Vivian menatap sekeliling kamarnya, ia melihat foto Renata di sisi ranjang.


"apakah ini kamar Renata saat menginap disini ... ? aku sangat ingat, kalau Renata pernah cerita bahwa ia sudah beberapa kali menginap di rumah tunangan nya, alasannya adalah karena kakek sakit, benar kah kakek begitu menyayangi Renata ... ?" ucap Vivian pada foto Renata yang kini sudah ia pegang.


"Ren ... aku akan menemukan pelaku pembunuh mu, aku tidak akan tenang jika masih belum menangkap mereka, kau jangan khawatir ... aku tidak akan membiarkan orang yang telah menyakiti mu bisa hidup nyaman, sudah cukup mereka bersenang-senang di atas penderitaan mu" ucap marah Vivian.


Vivian pun meletakkan foto itu kembali pada tempatnya, Renata terlihat begitu cantik di foto itu, senyum yang seakan-akan tidak ada beban yang ia pikul, ia sangat pandai menyembunyikan luka dan kesedihan nya di hadapan semua orang kecuali di hadapan Vivian.


Akhirnya Vivian terlelap dalam lelahnya.


Pagi telah menyapa dengan begitu cerah, Vivian sudah ada di bawah, ia terlihat melamun seraya menatap taman yang ada di hadapannya.


Sebentar lagi ... sebentar lagi pernikahan itu akan terjadi, Vivian mengepal kedua tangan nya dalam dekapannya, ia tahu sebesar apapun ia menolak maka ... akan ada orang lain yang akan menanggung akibatnya, dia adalah lelaki yang begitu ia cintai.


"Nona Vivian masuklah ... perias sudah datang" ucap pembantu yang Vivian kenal dengan nama Mei mei.


Tanpa menjawab Vivian hanya berjalan melewati nya, rasanya ia enggan sekali bersuara, tatapannya kosong, hatinya terluka, ia harus mengkhianati kekasih nya tanpa ia inginkan.


Vivian adalah wanita biasa, setegar apapun dia, sekuat apapun dia ... hatinya pasti akan rapuh, air mata adalah hal sejati saat hati sedang terluka.


"Apakah anda sudah melepaskan Daniel tuan ... ?" tanya Vivian tanpa menoleh kearah Adam.


"Kau akan tahu nanti" jawab Adam tanpa menoleh kearah Vivian juga.


'Daniel aku harap kau memaafkan aku, memaafkan aku atas semua hal yang telah menimpamu, aku mencintaimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, semoga setelah ini ... kau bisa menemukan sosok yang jauh lebih baik dariku, aku akan bertarung sendiri tanpa melibatkan orang yang aku sayangi, jaga paman dan bibi, bahagia kan mereka seperti mimpi kita selama ini'


Air mata Vivian jatuh melewati pipi yang sudah terpoles oleh makeup.

__ADS_1


Ia menatap pantulan wajah dan tubuhnya di cermin besar, tubuh **** dan wajah cantiknya sangat pas dengan gaun itu, mengapa sangat pas ... bukan kah diri nya dan Renata tingginya tidak sama ... ?


Pertanyaan itu yang muncul di fikiran Vivian, namun lagi-lagi Vivian seolah mengerti semuanya sudah Renata persiapkan.


Bik Lasmi ... yang sebagai kepala pelayan perempuan mewakili sebagai keluarga dari mempelai wanita.


"Nona sudah siap ... ?" tanya bik Lasmi yang melihat ketegangan di wajah calon Nona mudanya


"Apakah bibik menyukai Renata ... ?" tanya Vivian.


"Siapa yang tidak menyukai orang sebaik Nona Renata Nona, dia sangat baik dan peduli sama kakek, dia sangat ramah pada kami, dia juga ... tidak membedakan kami yang kedudukannya sebagai pembantu di sini" Bik Lasmi berkata dengan air mata.


Vivian tersenyum mendengar semua itu, hanya orang yang tidak punya hati yang tidak menyukai Renata, gumam Vivian dalam hati.


"Baiklah Nona, acara akan segera di mulai, Tuan juga sudah menunggu Nona, mari kami akan membantu Nona" ucap Bik Lasmi


Vivian tersenyum lalu memeluk Bik Lasmi.


"Kau pengganti Ibuku di sini, doakan agar semua berjalan dengan baik" ucap Vivian yang membuat semuanya terharu.


Adam bahkan tidak menyangka kalau itu adalah Vivian, Vivian yang aslinya tidak menyukai make up setelah di makeup ia bagaikan bidadari dunia.


Alexa dan mama nya terkejut dengan pengantin pengganti yang di maksud Adam saat itu, termasuk papanya Renata.


"Kenapa wanita kampungan itu, Ma ... " ucap kesal Alexa pada mamanya dengan setengah berbisik.


"Entahlah ... dasar anak kampungan, kalau tahu begini ... sekalian saja kita biarkan dia menemani Renata, mereka bersahabat kan ... ? tentu Renata akan senang jika kita juga mengirim sahabat nya untuk menemani nya" ucap sang mama penuh dengan rencana.


Kini Vivian sudah ada di samping Adam, mereka sudah mengucapkan janji untuk hidup saling melengkapi.


Pernikahan itu berjalan dengan sangat lancar, Semua tamu undangan memberikan kata selamat untuk mempelai.

__ADS_1


"Selamat ya kak Adam ... semoga bahagia " ucap Alexa menyalami Adam


dan bergantian ke Vivian.


"Selamat Vivian, kau hebat ... kau berhasil mengambil tunangan sahabat mu, kau pasti bahagia kan dengan kematiannya ... ?" bisik Alexa di telinga Vivian.


"Tentu ... karena dengan begini ... aku bisa menangkap pelaku yang sebenarnya, Alexa tunggu saja waktunya, saat dimana kalian akan membusuk di penjara" balas Vivian dalam bisikan nya.


Tentu itu membuat Alexa terdiam dan langsung pergi menjauh dari Vivian.


Kini tinggal Mama nya Alexa. Ibu tirinya Renata menatap sinis ke arah Vivian, namun ... Vivian selalu tersenyum pada arah ibunya Alexa, senyum bukan mengartikan keramahan nya, tapi menunjukkan arti kebencian nya dan balas dendam nya.


Ibunya Alexa memeluk Vivian seraya berkata


" Kau licik juga ternyata ... tapi .. akan ku buat kau menemui sahabatmu" bisik Mamanya Alexa


"Tidak akan ku biarkan semuanya terjadi dengan kesalahan yang sama" balas Vivian.


"Tante ... pelaku yang sebenarnya ... tidak akan ku biarkan hidup nyaman, mereka harus merasakan kematian yang Renata dapat kan, tentu ... karena aku akan membuat mereka hidup tak nyaman matipun enggan" balas Vivian membuat bulu kuduk Mamanya Alexa berdiri.


Vivian menatap sinis kedua manusia itu.


"Nak, selamat ... kau yang terpilih menjadi istrinya Adam sebagai pengganti Renata, Om harap ... kau mau berbaik hati untuk membawa suamimu ini berkunjung kerumah kami " ucap papanya Renata


"Pasti, Om ... saya pasti akan membawanya " ucap Vivian dengan senyum yang banyak rencana.


Pandangan sengit Vivian berubah sendu saat melihat pria yang begitu ia cintai berdiri di hadapannya.


Pandangan mereka terkunci, ingin sekali rasanya Vivian berhambur memeluk Daniel, tapi ... disini banyak keluarga sang suami.


"Jangan menangis ... kau tidak akan cantik lagi nanti ... " goda Daniel dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Maafkan aku, karena tidak bisa membantu mu keluar dari pernikahan ini " ucap sesal Daniel


"Tidak apa, kau baik-baik saja aku sudah bahagia" ucap Vivian seraya tersenyum pada Daniel namun dengan air mata yang terus jatuh.


__ADS_2