
Adam menyandarkan tubuhnya dengan lemas kala mendengar nama itu di sebutkan, Kemarahan yang baru saja ia redam, kini kembali ia rasa.
Bagaimana mungkin Diva memiliki niatan membunuh Renata, padahal Renata sudah ia abaikan demi dirinya.
"Kami di datangi oleh Diva saat itu, ia tahu ... kalau kak Renata akan menghadiri acara besarnya. Diva memberikan uang yang banyak pada Mama, tentu ... Mas tidak bisa menolak uang itu, apalagi ... kami memang tidak menyukai kak Renata," ucap Alexa.
Ya ... kita tidak akan berdaya jika kita menghadapi orang yang kita cintai, seperti Alexa yang mencintai Adam, semua pertahanan nya seketika melebur, dan ia mengungkapkan dalang dari pelakunya.
"Kak, kak Adam mau kemana,!" teriak Alexa saat Adam pergi tanpa kata sepatah pun.
"Aku akan membantumu tapi ... kau juga harus di hukum," ucap Adam sebelum keluar dari ruangan itu.
******
"Adam tahu, Adam berhasil membuat Alexa mengatakan siapa orang ketiga itu,!" ucap Vivian pada Mario
"Ya, dan sekarang ... Adam memerintahkan beberapa orangnya untuk menangkap nya," ucap Mario
"Siapa orang itu,?" tanya Vivian
"Aku tidak tahu, Adam bilang ... kalau kau ingin tahu, kau bisa datang langsung padanya," ucap Mario
"Licik," umpat Vivian dengan penuh kekesalan.
Vivian pergi hendak ingin mendatangi Adam, sayangnya ... ia mendapat kan telfon dari Papanya Renata. Vivian pun mengurungkan niatnya untuk datang pada Adam dan lebih memilih untuk datang pada Papanya Renata.
*****
"Ah sial! Adam memutuskan hubungan nya denganku dan sekarang kedua wanita bodoh itu sudah tertangkap, Tidak boleh, aku tidak boleh tertangkap, aku harus bisa meloloskan diri, ya ... tidak mungkin jika Adam akan mengejar ku dan membuat ku mendekam di penjara, setidaknya ... ia.masih sangat mencintai ku,, dia marah padaku, ya ... pantas dia marah, karena dia cemburu padaku, setelah kecemburuan itu selesai, dia akan datang lagi padaku, aku yakin itu, aku hanya butuh berlutut padanya, menunjukkan bahwa aku masih sangat mencintai nya, dan kejadian itu hanyalah khilafku sesaat, Diva ... kau adalah Diva dalam hatinya Adam, gunakan akal mu untuk membuat Adam kembali yakin padamu," ucap Diva pada diri sendiri.
"Nona, Sebaiknya anda pergi dari sini, carilah tempat yang aman, Tuan Adam pasti akan mencari anda saat ini," ucap sopir Diva
"Tuan Adam masih marah pada anda, tidak menutup kemungkinan ini akan menambah kemarahan tuan Adam," ucap sopir itu lagi.
"Kau benar, tapi kemana aku harus pergi ... " ucap Diva dengan cemas.
__ADS_1
"Ke tempat yang tidak pernah Tuan Adam pikirkan," ucap sopir itu yang membuat Diva tersenyum puas.
"Kau pintar juga Joel, baiklah ... aku tahu aku harus kemana," ucap Diva dengan rencana liciknya.
*****
"Terakhir kita kesana, Nona Diva masih ada Tuan, tapi dua keesokan nya, ia berada di Kota xx dan sekarang ia sudah check out lagi, tapi lacaknya sudah tidak bisa kita temui, Tuan." ucap anak buah Adam
"Nona Diva sudah tahu akan semua ini, jadi ia sudah melakukan persiapan yang matang," ucap Anak buah Adam
"Kalian benar, tapi ... aku tidak suka dengan kata kegagalan, cari dia sampai ketemu!" ucap Adam seraya berdiri dari duduknya.
"Baik, Tuan" ucap anak buahnya Adam.
*****
"Ada apa paman mencari ku?" tanya Vivian
"Vivian, kau begitu membenci paman saat ini,?" tanah Papanya Renata
"Marahlah, marahlah pada Paman, kau pantas marah, bahkan di saat kematian Renata, paman tidak bisa melakukan apapun untuknya," ucap Papanya Renata
"itu karena Paman pengecut, paman sudah di bodohi oleh istri dan anak tiri paman, Aku sangat mengasihi Renata, semoga jika di beri kesempatan hidup, Renata bisa keluar dari keluarga toxic ini,!" ucap Vivian seraya berlalu
"Tunggu, Vi! Paman juga ingin mengetahui perkembangan kasus Renata?" ucap Papanya Renata
"Kalau paman ingin tahu, datanglah ke kantor polisi, disana anak dan istri paman akan mengatakan semuanya," ucap Vivian seraya berlalu dari rumah Renata.
Ya ... Vivian dan Renata berbeda jauh dari segi penampilan dan sifat, Renata yang feminim, dan Vivian yang sedikit tomboi.
Terlihat jelas penyesalan di wajah Papa nya Renata. Ia ingat saat ia abai tentang Renata yang kelelahan namun masih terus mengerjakan pekerjaan rumah, karena perintah sang Mama tiri, dengan dalih memberi pelajaran buat Renata yang akan menikah, Papanya menyetujui semua didikan Mama tirinya, mana lagi ... Renata harus bekerja sebagai model terkenal.
Renata anak yang baik yang penurut, jatuh cinta pada Adam yang tak mencintai nya, sungguh kehidupan yang tak adil bagi Renata.
*****
__ADS_1
"Kau masih belum pulih sepenuhnya, berbaringlah dan jangan banyak bergerak," ucap seorang pemuda pada sosok yang berbaring dengan banyak luka di sekujur tubuhnya
"Aku dimana? dan kau siapa?" tanya orang itu
"Aku Khairul Bahar, kau bisa panggil aku Khai, aku menemukan mu beberapa Minggu yang lalu, seperti nya kau mengalami kecelakaan, kau koma," ucap Lelaki yang bernama Khai itu.
Terlihat wanita itu meringis kesakitan seraya memegang kepalanya, berusaha mengingat apa yang telah terjadi padanya, Tapi ... semakin ia berusaha mengingat nya, semakin sakit yang ia rasa.
"Kalau tidak ingat apapun, jangan dipaksa, perlahan saja, kau sudah sadar seperti ini, ini adalah keajaiban," ucap Khai
"Terimakasih, Terimakasih," ucap orang itu yang mana lagi dan lagi ia kembali tidak sadarkan diri.
Dengan segera Khai memanggil dokter dan mengatakan bahwa ia sempat sadar, dan bicara beberapa kata.
"Tuan jangan cemas, itu adalah hal yang wajar bagi orang yang baru sadar dari koma nya," ucap dokter itu
"Apakah kemungkinan_"
"Tidak, Tuan. Kemungkinan kehilangan ingatannya itu sedikit, karena benturan di kepala tidak terlalu serius, tapi jika hilang ingatan itu terjadi, kemungkinan hanya sementara tidak permanen" ucap dokter itu lagi menjelaskan pada Khai.
"Syukurlah kalau begitu, dokter." ucap Khai dengan lega
"Kalau begitu, kami permisi dulu, ada perkembangan sedikit saja, kabari kami," ucap dokter itu seraya menepuk pundak Khai
Khai tersenyum dan melihat langkah dokter yang sudah keluar dari ruangan orang yang ia tolong.
Setelah puas memandang wajah wanita itu, Khai keluar dari ruangan itu dan masuk keruangan yang lainnya.
"Bagaimana kabar bapak,Apakah bapak sudah merasa baikan?" tanya Khai.
"Tuan, saya sudah sangat baik, lalu ... bagaimana dengan Nona saya? Apakah dia sudah sadar?" tanya seorang pria yang juga di tolong oleh Khai.
"Dia sempat sadar tadi, tapi ... setelah beberapa saat, ia kembali tak sadarkan diri," ucap Khai dengan sedih, namun .... berusaha tersenyum pada sosok lelaki yang berbaring di atas brangkar rumah sakit.
"Tuan, saya harap, jika Tuan mendapatkan berita apapun, rahasiakan keberadaan Nona ku, ku mohon," pinta lelaki paruh baya itu. Membuat Khai membenarkan apa yang ia fikirkan, bahwa kecelakaan yang menimpa kedua orang itu bukanlah kesengajaan, tapi sudah di rencanakan.
__ADS_1