
Disisi lain, Malam ini Vivian tidak bisa istirahat dengan nyenyak. Ia masih teringat akan anaknya.
'Apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa hanya diam disini,' bathin Vivian.
Sedangkan Daniel susah menghubungi nya jika keadaan sang anak makin turun, membuat Vivian berdekah untuk mendatangi Adamson.
Dengan ragu, Vivian mengetuk pintu kamar Adams.
Tok... Tok.... Tok
Setelah mengetuk pintu kamar Adams, Vivian meremas jari-jemarinya, Ketika Vivian masih dengan wajha yang cemas, pintu itupun terbuka yang mana Adam hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh bagian bawahnya. Tentu Adam tersenyum melihat kedatangan Vivian. spaonyanb begitu ia rindukan selama ini.
''Masuklah! ini kamarmu juga, '' ucap Adams dengan senyuman yang tampak mempesona, namun Ada faham jika wajah Vivian menyimpan kecemasan yang sangat luar biasa.
"Apa kau punya masalah?" tajau Adam
"Ya, anakkku" ucapan Vivian tercekat di tenggorakan, sedangkan Adams sangat terkejut dengan Vivian menyebut anakku.
"Kau sudah punya anak? dengan siapa, apakah dengan Daniel?" tanya Adam dengan guratan amarah.
"Jika kau hanya ingin membicarakan anakmu dengan pria lain, lebih baik kau pergilah!" ucap Adam.
__ADS_1
"Bajingan kau Adam, itu anakku denganmu, gan saat injd ia sedang dalam masa kritis, kenapa kahbthdak berubah, kau tetap sama, Adam yang selalu melakukan semaunya, mengucapkan sesuatu sesukamu, Anakmu saat ini kritis, dan di bituh ayah biologisnya untuk membuatnya sembuh, aku mohon bantulah anakku keluar dari masa kritisnya, " ucap Vivian seraya mengagumkan kedua tangannya di depan dadanya, at matanya sudah tak bisa ia tahan, sekuat apapun Vivian mencoba untuk kuat, tapi tetap saja ia habiskan wanita lemah dan ibu untuk anaknya.
"Anakku, kau melahirkan anakku?" tanya Adam tak percaya.
"Ya, aku pergi dari sini dalam keadaan hamil, aku kira semuanya baik-baik saja, aku kira anakkku akan sehat-sehat saja, tapi kenyataannya beda, Dia tidak ingin jauh dari kamu, dia yang memaksaku untuk kembali mencarimu, aku mohon bantulah dia, sekarang hidupnya tergantung dirimu, aku mohon!" punya Vivian seraya memberanikan diri menatap Adams.
Adam langsung menarik tubuh Vivian dan memeluknya dengan begitu erat.
"Maafkan aku, Jangan menagis aku mohon jangan menangis! Malam ini kita akan bertemu dengan anak kita, tunggulah, aku akan kesana, Oh Tuhan... aku sudah punya anak, " ucap Adams saya melepaskan pelukannya, Ia langsung berpakaian dan menghubungi sang Assisten untuk menyiapkan penerbangannya.
Vivian menatao punggung kekar itu, ternyata tak seburuk yang ia bayangkan, Adam benar-benar perduli dengannya. Semua yang ia fikirkan tentang nya dan Renata ternyata tidak benar.
Setelah itu Adam menggenggam tangan Vivian dan membawanya keluar dari kamarnya. Vivian tersenyum membayangkan anaknya akan sehat seperti anak biasanya.
"Bisa, " ucap Vivian yang langsung menghubungi dokter yang menangani anaknya.
"Ini" ucap Vivian seraya menyerahkan ponselnya.
"Hallo, saya adalah ayah dari bayi ...... ?" tatapan Adam. langsung tertuju pada Vivian, isyarat untuk menanyakan nama putra mereka.
"Karlina" ucap Vivian
__ADS_1
"Saya ayah dari baby Karlina, saya Adhamson... Berikan perawatan yang istimewa untuk anakkku, aku akan segera sampai disana untuk melakukan operasi itu, '' ucap Adam pada sang dokter, tentu sang dokter tahu siapa Adhamson. Namun.... dokter berfikir sekitar bukan Adhamson yang ada dalam. pikirannya yang akan datang.
Waktu berjalan dengan begitu cepat, dengan melalui waktu yang begitu lama Akhirnya mereka sudah sampai di rumah skaitbtemoat anaknya di rawat, Tau paan Adhamson langsung tertuju oadabFanie dan wanita cantik yang ada di dekatnya, namun... saat ini yang paling penting adalah putrinya.
Dokter susah mengatur waktu untuk operasi itu, dan hati itu salah esok, dan saat ini, mereka hanya bisa menunggu.
''Putri papa akan sembuh, Jika putri Papa tidak sembuh, Papa akan pastikan rumah sakit ini akan rata dengan tanah, '' gunam Adam seraya menatap putrinya yang ada diruang khusus.
''Dia suaminya? Oh Tuhan, apa yang aku nk aku akan padanya, '' Ucap Queen pada Daniel.
''Kenapa kau tidak mengatakan jika suaminya adalah orang hebat, Kenapa juga usah punya suami hebat tapi dia amalh mencari kerja, apa dia bodoh?'' gerutu Queen seraya menyandarkan kepalanya di lengan Daniel..
''Dalam rumah tangga pasti akan ada ujian masing-masing, tapi.... anak adalah pengikat yang kuat, mereka akan kembali dengan hadirnya Karlina, '' ucap Daniel. Kini Vivian berdiri di samping Adam, menatap putrinya secara bersamaan.
''Kau pasti sangat menderita selama ini, aku bahkan mecarimu kemana-mana, '' ucap Adam.
''Maafkan aku, Kau sudah mengatakan egoku, Mungkin jika aku tidak kabur, semua ini tidak akan terjadi, '' ucap Vivian.
Adam membuat Vivian bersandar ke tubuhnya, memberi kehangatan dan kekuatan pada wanita yang selalu terlihat kuat.
Waktu telah berlalu, Adam sudah melakukan operasi sesuai dengan interuksi dokter dan operasi berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Vivian menatap wajah Adam yang kini terbaring di ranjang. Hatinya menghangat ketika Adam tanpa bertanya dan tanpa ragu mengakui jika Karlina adalah anaknya.
Dengan hadirnya Karlina, Kini Vivian dan Adam bersatu kembali. Memberikan kasih sayang yang lengkap padan sang Baby. berharap hubungan itu akan terus bahagia hingga mereka menyadari jika mereka saling mencintai satu sama lain..