Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
bab 14 Adam Bertindak


__ADS_3

Mendengar ucapan sinis Vivian, Adam menatap langkah demi langkah Vivian yang kini hilang dari pandangan nya, sesaat Adam terdiam, lalu ia menatap Mario yang ada di dekatnya, tatapan seakan ingin menembus jantung Mario.


"Jangan melotot begitu, apa yang di katakan Vivian ada benarnya juga, tapi Tuan Adam, aku baru menyadari, bahwa ada orang yang berani padamu,bahkan dia seorang wanita , hebat sekali dia, ingin sekali aku berguru padanya," ucap Mario dengan tingkah bodohnya


"Kau jangan mengalihkan perhatian, Bukti apa saja yang sudah dia kumpul kan untuk kasus Renata?" tanya Adam


"Banyak, tapi ada satu orang lagi yang terlibat selain Ibu tiri dan Alexa," ucap Mario


"Masih ada satu lagi, Siapa?" tanya Adam


"Seharusnya itu tugasmu, kau sudah menuduh Vivian kan? seharusnya kau berfikir ... apa mungkin, wanita yang begitu Renata sayangi dan yang begitu mencintai Renata, bisa tega melakukan hal kejam itu, Adam ... kau mengaku kalau kau sangat berpengaruh dan berkuasa, tapi ... sejauh ini, Vivian yang banyak bertindak.


"Kalau aku jadi kamu, aku malu Dam, Tunangan macam apa kau ini," ucap Mario seraya meninggalkan Adam yang masih termangu oleh ucapannya.


'Aku berkuasa tapi seolah tak punya kuasa, Renata ... aku akan cari satu pelaku itu, agar aku bisa memberimu satu bukti agar kau tenang di sana' bathin Adam seraya menatap langit dengan penuh penyesalan.


Sedangkan Vivian ... ia menatap langit yang begitu terang, menatap seolah banyak harapan, berharap akan hidup nya Renata, Semangat yang selalu ia lontarkan perlahan menyusut kala ia tak menemukan jejak orang ketiga dari rencana kecelakaan itu.


"Alexa, Kau dan Mama mu akan mengungkapkan siapa pelaku ketiga nya, besok polisi akan datang menjemput kalian, carilah banyak alasan, tapi bukti yang sudah aku dapat kan sudah cukup untuk membuat kalian mendekam dalam penjara" ucap Vivian dengan tangannya mengepal, dadanya penuh sesak menahan amarah. Ia ingin sekali melabrak Alexa dan Mamanya, hanya saja Mario mencegah nya.


'Kau akan mendapat masalah dengan melakukan kekerasan itu pada mereka, tahan Vi ... setelah mereka di tetapkan sebagai tersangka, barulah kau melabrak mereka, ingin mencekik merekapun aku gak akan melarang' ucapan Mario yang selalu Vivian ingat.

__ADS_1


Sedangkan Daniel, ia tidak di perbolehkan ikut campur sedikit pun dalam hal ini oleh Vivian. Bahkan Daniel kini telah berada di luar Negri, Ia menunggu Vivian di sana, Vivian berjanji akan lari dari kehidupan Adam setelah semua masalah Renata selesai. Bukan maksud Vivian berselingkuh, begitu juga dengan Daniel.


Daniel memang sudah di pecat oleh Adam sehingga membuat Daniel mencari pekerjaan lain.


Dan di sana ia bertemu dengan teman lamanya yang menawarkan pekerjaan bagus di perusahaan nya.


Daniel akan berusaha menjaga Vivian jika benar Vivian akan pergi dari sisi Adam, tapi apakah mungkin Vivian bisa?


*****


"Tuan, Nona Vivian sudah melaporkan hal itu, dan semua bukti sudah kami kantongi, Besok kami akan membawa kedua tersangka untuk segera di interogasi" ucap polisi yang kini Adam datangi.


"Bukti apa saja yang sudah Nona Vivian berikan?" tanya Adam


"Lakukan yang terbaik, aku akan berusaha mencari orang ketiga itu," ucap Adam


"Kemungkinan besar orang ketiga itu adalah orang yang dekat dengan Tuan dan juga Nona Renata, karena dari pengakuan Nona Alexa, mereka tidak akan pernah menyangka siapa pelaku itu," ucap polisi itu yang membuat Adam berfikir keras siapa orang itu. Adam tidak tahu siapa yang dekat dengan Renata, tapi orang yang dekat dengannya juga tidak sedikit.


"Baiklah, Pak. terimakasih atas waktunya" ucap Adam seraya berlalu dari ruangan polisi itu.


"Semoga segera di temukan, Tuan. Dan juga ... kami berharap, Kalau Nona Renata masih hidup, karena sampai sekarang pun, kami belum menemukan bukti kematiannya" terang polisi itu yang membuat Adam mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ... saya permisi,Pak," ucap Adam, lalu meninggalkan ruangan itu.


Semua kenangan dengan Renata pun bermain di pelupuk mata Adam, ia seakan melihat senyum Renata yang selalu ia abaikan. Bersamaan dengan itu ... terlihat raut wajah Vivian yang penuh dengan amarah. Dua sosok yang memiliki kepribadian yang berbeda, kini sama-sama terlihat di mata Adam. Namun ... herannya, wajah yang penuh amarah itulah yang mampu menghidupkan birahinya.


Renata wanita yang lemah lembut, serat murah senyum, beda dengan Vivian.


*****


"Mayat Renata belum di temukan, Ma. Apa itu tandanya, Renata masih hidup,?" tanya Alexa pada Mama nya


"Mama tidak tahu, sayang. Tapi yang pasti ... besok, kita jangan sampai mengakui apapun, kita hanya berkata, 'Tidak tahu' jangan berkata apapun lagi selain itu," ucap Mamanya Alexa dengan raut wajah yang begitu cemas saat menerima surat panggilan itu.


"Apapun pertanyaan nya, jawaban nya hanya tidak tahu, itu saja" Mamanya Alexa terlihat begitu cemas, apalagi satu orang yang terlibat dalam rencana itu, sudah tak bisa di hubungi. Jika bukan karena sarannya, Mamanya Alexa dan Alexa juga tidak berani melakukan tindakan jauh itu, Orang itu lah yang mengatakan bahwa ia yang akan menanggung semuanya, nyatanya ... saat ini ia tidak bisa di hubungi, sungguh Mama nya Alexa kini bukan hanya di rundung rasa cemas dan takut.


[Kau pasti cemas kan saat ini, lebih baik kau katakan siapa orang ke tiga itu, siapa tahu ... hukuman mu bisa di kurangi] pesan dari seseorang yang kini masuk ke ponsel Mamanya Alexa


[Kau, siapa kau! Aku tahu ... kau hanya menipuku kan,? aku tidak tahu apapun masalah kecelakaan, Renata] balas Mamanya Alexa


[Oh, iya, Benarkah? lalu ... lihatlah bukti yang aku kirimkan padamu] balas orang itu.


Dengan mata melotot, dan mulut menganga, Mamanya Alexa menatap layar ponsel nya. Yang mana di sana ... Ia terlihat memberikan uang pada seseorang yang kini ada di penjara, dan juga beberapa jumlah transferan uang di rekening orang yang bernama Jamrud. Yang mana Jamrud itu adalah orang yang sudah ada di penjara sebagai sopir truk yang menabrak mobil Renata.

__ADS_1


[Bagaimana, Apakah kau mau mengatakan siapa orang ketiga itu, atau ... akan menerima hukuman berkali-kali lipat] pesan orang itu sebagai akhir dari pesannya.


__ADS_2