Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 6 Sisi Berbeda Vivian


__ADS_3

Alexa mendatangi mamanya dan mengadukan semua yang telah terjadi, mamanya tahu ... tidak ada yang bisa mengubah keputusan Adam.


"Apakah kau sudah tahu, siapa wanita pengganti sialan itu?" tanya mamanya Alexa


"Kalau aku tahu, udah aku cincang tuh cewek, Ma" ucap Alexa seraya menyendekap kan tangannya di dada.


"Kamu jangan cemas, tetaplah tampakkan wajah semanis Renata, setidaknya para stasiun televisi masih mengundang mu dalam segala acara sebagai ganti Renata" ucap mama nya Alexa


"Tapi, Ma ... menikah dengan Adam adalah cita-cita Alexa, percuma kita lakuin semua ini ke Renata jika Alexa tetap tidak bisa menikah dengan nya" rutuk Alexa karena kesal.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, sudah banyak karyawan yang pulang, begitu juga dengan Daniel namun ... mobil yang Daniel bawa tiba-tiba terhenti saat sebuah mobil lain menghalangi mobilnya.


*****


"Selamat berjumpa lagi Nona Vivian" sapa salah satu anak buah Adam yang tadi pagi mengantarkan gaun ke rumah Vivian.


"Untuk apalagi kalian kemari, bilang kan ke boss kalian, Disini bukan tempat penyumbangan hati yang harus bisa ia ambil secara paksa, dan .... !! bilang padanya, sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria tidak tahu diri seperti nya" ucap Vivian seraya menunjuk-nunjuk dengan jati telunjuknya.


Suara tepuk tangan terdengar dari arah belakang beberapa anak buah Adam.


"Aku akui ... kau dan Renata sangat jauh berbeda dalam segi temperamen, tapi aku Adam ... selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, kau ... kau tidak punya pilihan selain menikah denganku, atau kekasihmu akan langsung ku tebas lehernya tepat di hadapan mu" ucap Adam seraya menunjukkan vidio dimana Daniel telah terikat di atas kursi sedangkan di lehernya ada seseorang yang memegang pisau.


"Bajingan kau Adam, kenapa kau melibatkan orang yang tidak tahu apa-apa, lepaskan Daniel ... atau akan ku laporkan pada polisi" ancam Vivian


"Lapor polisi, silahkan saya akan tunggu sekarang juga, tapi ingat nyawa Daniel ada di tangan mu, bawa dia sekarang .... kakek sudah menunggunya, dan Kau ... ingatlah bersikap baik di hadapan kakek, kalau tidak ... !!! akan ku pastikan anak buah ku akan melakukan hal itu tanpa ragu lagi" ucap Adan seraya berlalu.


Sedangkan anak buah adam membawa Vivian secara paksa.


Vivian menatap Adam penuh dengan kebencian, ia mengepal tangannya saat ia sudah duduk di sisi Adam.

__ADS_1


'Aku tidak boleh lemah, Daniel maafkan aku ... Renata maafkan aku, aku harus menikahi pria brengsek demi membalas dendam kematian mu, tapi aku janji ... setelah dendamku selesai aku akan pergi meninggalkan pria bajingan ini' Gumam Vivian dalam hati sedangkan matanya terus menatap Adam yang memejamkan matanya.


Tidak butuh waktu yang lama, Adam dan Vivian sudah sampai di mansion utama, tempat kakeknya Adam tinggal.


Adam menarik tangan Vivian dan harus memulai drama yang membosankan bagi Adam.


"Malam kakek, ini adalah Vivian yang Renata katakan akan menjadi pengganti nya untuk menjadi pengantinku" ucap Adam pada kakeknya.


Mendengar kata itu, Vivian melihat kearah Adam, apa maksud nya adalah keinginan Renata, sebesar apapun Renata penasaran ... tapi ia tidak punya keberanian untuk bertanya saat ini, ia harus diam meredam amarahnya, mungkin jika masuk dalam anggota keluarga Adamson, ia bisa lebih memiliki kekuasaan untuk menjalankan rencananya.


Tapi lagi-lagi ingatannya kembali pada Daniel, orang yang kini ada dalam bahaya karena dirinya.


" Vivian, duduklah, Nak" ucap sang kakek yang hanya di balas senyuman oleh Vivian.


"Kakek bicaralah dengannya, aku akan ganti baju sebentar" ucap Adam dengan lembut pada sang kakek.


"Cepatlah, kau juga harus makan malam bersama Vivian" ucap kakek


Terlihat Adam menaiki tangga rumahnya, Vivian mukai gugup, ia meremas ujung bajunya jika merasa khawatir ataupun gugup.


"Tenanglah jangan gelisah, kakek tahu ... kau tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ini adalah wasiat terakhir Renata sebelum ia pergi, ia bilang ada yang ingin membunuh nya ia sudah memprediksi semuanya sebelum benar-benar pergi, Nak ... Renata ingin kau yang menikah dengan Adam, dia tidak ingin Adam di miliki orang lain, selain dirinya dan orang yang ia kenal, dan itu adalah kamu" ucap Kakeknya Adam


"Tapi, kek ... mengapa harus aku ... ?


apa kakek tahu ... aku ... aku masih belum menerima kematian Renata, aku ingin membalas semua yang sudah menyakiti nya Kek" ucap Vivian, di situlah kakeknya mengerti kenapa Renata ingin agar Vivian yang menikah dengan Adam, Balas dendam harus Vivian laksanakan.


"Menikahlah dengan Adam, Kakek akan membantu mu untuk membalas kan dendam mu, dengan masuk dalam keluarga ini, kau akan punya wewenang dalam segala hal" ucap sang kakek.


Pembicaraan mereka terhenti saat melihat Adam turun dari tangga, ia terlihat lebih tampan dengan baju santainya.

__ADS_1


"Ayo, Nak ... kita akan makan malam bersama sebelum pernikahan kalian besok" ajak sang kakek.


Tanpa membantah Vivian berdiri dan mengikuti kedua pria asing di hadapannya, Vivian duduk


dengan instruksi sang kakek.


Pembantu pun membantu mereka semua untuk menuangkan beberapa makanan dalam piring mereka.


Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya suara paduan piring dan sendok yang terdengar.


Sesekali Adam melirik ke arah Vivian, wajah yang selalu tampak emosi terhadap nya kini rileks tak ada emosi sama sekali.


"Baiklah, aku akan menerima pernikahan ini dengan syarat, pernikahan ini tidak boleh di publikasikan, Tuan Adam tidak boleh membatasi kehidupan pribadiku, tuan Adam tidak boleh ikut campur dengan sehari-hari ku, dan lepaskan orang-orang ku" ucap Vivian menatap sinis pada arah Adam.


Begitulah kata pertama yang keluar saat Kepergian sang Kakek untuk istirahat.


"Hahahhahah kau yakin sekali dengan kata-kata mu, aku juga tidak ingin pernikahan itu di publikasikan, kau tahu ... aku menikahi mu hanya karena ingin menyiksamu" ucap sengit Adam.


Vivian mendekat lalu berkata


"Benarkah ... seberapa besar penyiksaan mu terhadap ku, atau sebaliknya ... aku akan membuat Tuan Adam menyesal karena telah memaksaku untuk menikah dengan mu Tuan" ucap Vivian tepat di depan wajah Adam.


Nafas Vivian jelas sangat terasa di wajah Adam, ia menjauh sedikit karena lagi-lagi sesuatu di bawah perut nya bereaksi di luar keinginan nya hanya karena deru nafas Vivian.


Terlihat Vivian tersenyum sinis ke arah Adam yang terdiam.


" Sebelum pernikahan itu di mulai, aku ingin Daniel sudah dilepaskan, kalau tidak jangan salahkan aku jika besok aku akan membuat nama baik keluarga Tuan akan hancur" ancam Vivian yang berhasil membuat Adam terkejut.


Seharusnya dialah yang mengancam Vivian agar nurut padanya, tapi kenapa malah terbalik.

__ADS_1


mengapa dirinya selalu kalah dalam bicara dengan Vivian.


Vivian bukanlah seperti wanita biasanya, ia memiliki Aura yang tidak bisa di tebak, ada kekejaman dalam dirinya, beda dan jauh beda dengan Renata.


__ADS_2