Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku

Terpaksa Menikahi Tunangan Sahabat ku
Bab 27 Lingkaran Adam dan Vivian


__ADS_3

Semua yang ada di ruang pertemuan itu tidak menyangka kalau Vivian karyawan biasa, bisa memberikan presentase yang luar biasa. Queen yang memang sudah terbakar emosi karena Daniel memujinya, kini semakin membuat ia tak suka dengan Vivian.


'Ini tidak mungkin, macam mana ... wanita rendahan seperti dirinya bisa mengetahui hal semacam ini, pasti dia di buatkan oleh orang lain,atau ... ia tahu saat bersama Adam, ah sial! aku tidak ingin di kembali ke Adam karena jika ia kembali ke Adam, otomatis kedudukan nya akan jauh lebih tinggi dariku, tapi ... jika ia disini, bukankah akan semakin membuatnya dekat dengan Daniel,' bathin Queen seraya menatap tak suka pada arah Vivian.


Rapat itupun berlangsung begitu lama, Tuan Arka sangat puas dengan apa yang sudah perusahaan itu berikan. Terutama presentase yang Vivian berikan, Bahkan ia yang sebagai pembisnis belum pernah berfikir untuk mencari Mitra dan menjajakan produk secara lapangan.


Namun ... langkah kaki Tuan Arka terhenti kala ia mendengar suara seseorang menyebutkan nama Vivian.


"Viv ... tunggu!" panggil Queen pada Vivian


"Iya, Nona " jawab Vivian sopan


"Aku ingin bicara denganmu, tapi rahasia kan ini dari Daniel, kau sedang hamil 5 bulan sekarang, dan juga ... aku gak tega jika kau bekerja keras seperti ini, lebih baik kau di rumahkan saja, nanti kalau sudah lahiran, kau boleh kerja lagi," ucap Renata


Sejenak Vivian terdiam, ia sudah senang dengan pekerjaan ini, selain ia bisa mendapatkan penghasilan, teman-teman di tempat kerjanya semuanya baik.


"Apakah itu akan mempengaruhi perusahaan,Nona?" tanya Vivian


"Sangat, kau tahu ... di kota ini, kau tidak ada suami, tentu kehormatan mu di pertanyakan, tapi bukan itu juga masalah nya,Viv. Kesehatan janin mu adalah yang terpenting, Bukan. Sekarang sudah 5 bulan yang berarti akan sangat terlihat di saat perutmu membesar, Aku harap kau mengerti maksudku, aku adalah satu-satunya penerus perusahaan ini, jadi aku ingin yang terbaik, tapi. .. nanti saat kau sudah lahiran, kau boleh bekerja disini lagi, perusahaan ini selalu terbuka untukmu," ucap Queen dengan berusaha mempertahankan senyumnya.


Vivian faham dengan apa yang Queen katakan, benar ... di kota ini tidak ada yang tahu jika Vivian sudah menikah, selain Daniel dan teman satu ruangannya.


"Berarti saya di pecat, Nona?" tanya Vivian

__ADS_1


"Bukan di pecat,Viv. tapi di rumahkan sementara, kau tenang saja ... perusahaan akan memberikan bonus, yang mana uang itu tidak akan habis selama 10 bulan kedepan, sebagai tanda terimakasih karena telah memberikan presentase yang sangat bagus di akhir hari kerja kamu disini," ucap Queen dengan wajah berbinar, membayangkan Vivian sudah tidak ada lagi di dekat Daniel, itu adalah hati dimana ia akan bisa meluluhkan Daniel, Apapun akan Queen lakukan untuk mendapatkan Daniel, pria incarannya selama masa sekolah dulu


Sakit, tentu Vivian sakit hati, tapi apa yang bisa ia lakukan, Apa yang di katakan Queen juga ada benarnya.


'Adam, meskipun aku jauh darimu, tapi kesialan mu selalu mengikuti ku,' bathin Vivian, Ia mengepal kan kedua tangannya di balik tubuhnya.


"Baiklah, Nona. Kalau begitu ... saya akan membereskan barang-barang saya," ucap Vivian


"Terimakasih pengertian nya, Viv. kalau begitu ... aku akan langsung transfer uangnya ke rekening mu, Aku janji ... kau tidak akan kekurangan uang selama di rumahkan, Oke" ucap Queen seraya tersenyum bahagia pada Vivian. Vivian ikut tersenyum melihat senyuman Queen. Vivian berfikir, kalau Queen perduli padanya, padahal kenyataannya ... ini lah yang Queen inginkan, menjauhkan Vivian dari Daniel.


"Viv, tunggu!" ucap Queen saat melihat Vivian melangkah kan kaki nya


"Rahasiakan dari Daniel, jika aku yang meminta mu untuk berhenti sementara, aku gak enak kediĆ”," ucap Queen


Tanpa mereka sadari ada 2 pasang telinga yang mendengar pembicaraan itu.


"Bodoh, melepaskan berlian hanya karena ego nya, rekrut ia setelah ini, aku yakin ... wanita itu akan membawa keberuntungan bagi kita," ucap orang itu yang tak lain lagi adalah Tuan Alka.


"Baik,Tuan. Saya akan mengatur semuanya," ucap Asisten Alka


"Jangan sampai terlepas," Ucap Alka seraya melangkah kan kakinya dengan senyum smiriknya.


*****

__ADS_1


"Tuan, kita sudah sampai di perusahaan Tuan Alka yagnik, Tapi beliau masih ada dalam perjalanan," tutur Asisten Adam


"Tidak apa-apa, kita tunggu saja," ucap Adam yang kini masuk kedalam perusahaan Alka.


Teman bisnis Adam yang kini mulai bekerja sama kembali setelah beberapa lamanya tak bekerja sama.


"Tuan, Tuan Adam sudah sampai di perusahaan," ucap Asisten Alka.


"Percepat, kita tak boleh mengecewakan Adam, dia kini menjadi orang terpenting dalam perusahaan kita, Sampaikan pada Monic, untuk memberi jamuan terbaik untuk Tuan Adam," titah Alka yang kini sudah ada dalam perjalanan kembali ke Perusahaan nya.


Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, tapi .... setelah ada perpisahan lalu ada pertemuan lagi, itu adalah sebuah kesempatan agar kita bisa memperbaiki apa yang salah di masa lalu. Kisah yang belum usai, harus di selesaikan.


Adam kini ada di ruang tunggu, lengkap dengan jamuan yang sudah Alka perintahkan. bahkan wine juga tersedia. Beberapa makanan dan cemilan serta buah juga sudah di sediakan. Hanya saja, Adam tidak menatap hidangan itu sama sekali, Asisten nya yang merasa tidak nyaman pada para staf Perusahaan Alka, mengambil buah yang sudah di kupas dan sudah di potong lalu menyuapi nya pada Adam yang fokus pada Ponselnya. Adam membuka mulutnya tapi tatapannya masih tetap ke arah ponsel. Entah apa yang menjadi pusat perhatian Adam saat ini, tapi semua staf yang ada di ruangan itu kagum dengan pesona seorang Adamshon.


"Kalian boleh pergi," ucap Asisten Adam.pada beberapa staf yang masih berdiri di ruangan itu. Mendengar perintah.itu, Monica segera membawa karyawan nya untuk keluar.


"Apa mereka hanya fokus menatap ke arahku,? Aku tidak suka dengan tatapan mereka," ucap Adam setelah memakan beberapa potong buah kiwi dan apel.


"mereka kagum padamu,Tuan. Tidak ada salahnya jika ... anda membuka hati lagi pada wanita lain," ucap Asisten nya


"Wanita hanya merepotkan, Mereka akan pergi saat kita sudah nyaman, Mereka.hnaynbisa menyiksa saat kita benar-benar menginginkannya, Bukankah kau yang mengatakan, Jika aku sudah punya kekuasaan, Wanita itu akan dengan mudah ku temukan ?" tanya Adam pada Asisten nya itu.


"Benar,Tuan. Nona Vivian akan segera di temukan, dan dia pasti akan bertekuk lutut karena kuasa anda," ucap Asisten Adam

__ADS_1


"Dia bukan wanita seperti itu, Dia bahkan meninggal kan semua kartu ATM yang aku dan Renata berikan, aku tidak tahu, dia bisa bertahan hidup apa tidak , tanpa uang yang ku berikan," ucap Adam penuh dengan penyesalan, Di saat gundah begini, Adam mengambil minuman yang ada di hadapannya lalu meneguknya hingga habis.


__ADS_2