TERPESONA BOSS MUDA

TERPESONA BOSS MUDA
Kekasih dadakan.


__ADS_3

Kiki langsung pergi meninggalkan mereka berdua, Ika cuma bisa pasrah Mika sangat menjengkelkan. Dia tidak bisa berbuat apa-apa jika menyangkut dengan nilai. Ika tidak ingin gara-gara satu pelajarannya mempengaruhi lPK dia yang selalu cumlaude.


"Alika, kenapa diam?" tanya Mika ketika melihatnya tidak menanggapinya. "Aku tak ingin menjadi sekertaris kamu," Ika dengan ragu-ragu mencoba menolaknya. "Jika kamu menolak sebagai sekretaris aku maka kamu harus bisa menerimaku menjadi kekasihmu, aku memberimu dua pilihan, memilih menjadi sekertaris aku atau menjadi pacarku."


Perkataan Mika itu mampu membuat jantungnya bergetar padahal dia masih mencoba mencerna tentang tingkahnya yang memaksanya untuk menjadi sekretarisnya. Satu masalah belum dapat dia selesaikan.


Kini Mika menambahkan satu masalah lagi yang sama sekali bukan keinginannya. Mika betul-betul membuat pikirannya harus bekerja keras. "Apa kamu sedang bernegosiasi denganku?"


"Tidak, aku memang ingin menjadikan kamu kekasihku, aku akan segera meresmikan hubungan kita kalau bisa akan aku resmikan di kampus ini," wajahnya seperti tidak ada keraguan saat mengatakan itu malah Ika yang mendengarnya sampai menjadi shock. "Kamu ingin Membunuhku dengan memaksa untuk melakukan semua ini."


"Mana mungkin aku ingin membunuhmu malah aku ingin memilikimu dan melindungi kamu," Mika betul-betul santai dengan ucapannya. "Bagaimana kamu bisa melindungi aku jika kamu sendiri yang menciptakan masalah itu."


"Aku tidak menciptakan masalah untukmu tapi aku melakukan semua ini karna aku menyukaimu," ucapan Mika seperti sebuah skenario baginya. "Hehehe," Ika langsung tertawa lucu mendengar Mika berbicara seperti itu sedangkan mereka baru kenal beberapa hari yang lalu. Sekarang Mika mengakui menyukainya, tentu saja itu hanya lelucon baginya.


"Kamu kenapa tertawa ini baru pertama kali aku mengucapkan perasaanku, sebelumnya aku tidak pernah melakukan hal bodoh kayak gini."


"Apa kamu belum pernah pacaran sama sekali?" Ika malah heran dengannya. "Pernah," Ika malah tambah bingung. "Bagaimana kamu bisa pacaran jika tidak pernah mengucapkan perasaan kamu."


"Mereka akan mengatakan sendiri padaku, aku hanya perlu menerima jika menurutku menarik jika tidak, aku akan menolak, aku juga tidak terlalu tertarik dengan masalah pacaran, aku lebih fokus dalam pekerjaanku."

__ADS_1


"Jika tidak suka kenapa malah memintaku untuk pacaran denganmu, apa kamu ingin mencoba mempermainkan aku."


"Tidak, aku merasa dengan kamu berbeda, aku sudah bersusah payah menghapus bayanganmu dalam pikiranku tapi bayanganmu makin menjadi-jadi, aku kenal kamu baru dua hari tapi isi dalam pikiranku kamu terus."


Ika yang sedang minum langsung menyemburkan minum yang berada di mulutnya ke wajah Mika. Mendengar kalimat yang dilontarkannya, sungguh di luar dugaannya, Ika berpikir Mika hanya ingin bermain-main dengannya saat mengatakan ingin menjadi kekasihnya.


"Aku menyukai kamu pada pertemuan pertama kali denganmu tanpa sengaja kemudian perasanku muncul pada pertemuan kita kedua kali tanpa sengaja, pada pertemuan ketiga ini, aku ingin kamu menjadi pasanganku."


"Kamu jangan mengarang cerita terus," Ika tidak tidak yakin dengan kata-katanya. "Aku tidak mengarang ini nyata adanya dalam diriku jika kamu belum bisa menerimaku coba belajarlah untuk menerimaku, aku akan memberikan kamu waktu."


Ika sebenarnya ragu dengan perasaan Mika tapi dai seperti ada rasa juga dengannya, walaupun dia belum yakin apa itu karna cinta atau hanya sekedar sedang mengaguminya. "Aku tidak ingin kamu menjadi pasanganku tanpa ada cinta."


"Bagaimana kamu tau jika kamu Mencintaiku," Ika betul-betul bingung dengan Mika. "Aku merasa denganmu seperti telah menemukan ritme sesungguhnya, denganmu aku dapat merasakan kehangatan serta memahami arti sebuah kerinduan."


"Kamu terlalu cepat mengucapkannya mungkin kamu terobsesi denganku," Ika seperti Mika tidak benar-benar tau dengan perasaannya. "Tidak, aku yakin aku memeng mencintaimu aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, aku selalu ingin melihat kamu."


"Tapi kamu tidak pernah menemui aku," Mika seperti ingin bermain perasaan dengannya. "Aku masih meragukan perasaanku, aku belum yakin untuk menemui kamu tapi akhirnya takdir mempertemukan kita di sini sekarang aku merasa yakin kamu orang yang telah mengisi ruang yang kosong di hatiku."


Kini perkataan Mika mampu membuat pipinya merah merona dan detak jantungnya ikut berdenyut cepat tanpa beraturan. Ika masih belum memahami isi hatinya sendiri tapi wajahnya mulai terasa merah, dia tidak berani menatap Mika lagi dengan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus. "Alika, pandang aku."

__ADS_1


Deg! Jantungnya seakan berhenti berdetak, mendengar permintaan Mika yang seperti sebuah perkara yang begitu sulit untuk dia lakukan padahal cuma melihat wajahnya tapi seluruh tubuh Ika sudah bergetar, jika dia mempunyai sayap mungkin Ika akan lebih memilih terbang menjauh dari situasi yang menegangkan ini. "Alika, tatap aku."


Ika mencoba mendongak wajahnya ke hadapan Mika, kini bukan tubuhnya saja yang bergetar tapi hatinya ikut tersihir dengan tatapan Mika yang begitu menyentuh di kalbunya. "Aku mencintaimu, Alica Fadhilla Johanna."


Ika langsung terkesima, Mika menyebut namanya yang bagaikan berada dalam Ijab kabur. Ika seakan tidak mampu mengedipkan matanya, dia terus menatapnya. Kalimat yang Mika sampaikan sangat menyentuh relung hatinya. Ika malah berharap supaya Mika mengulangi lagi kembali kalimat itu padanya. "Apa kamu belum percaya juga dengan perasaanku?"


"A-ku ti-dak bi-sa menolak kamu," Ika malah tergagap tanpa sadar mengucapkan hal yang membuatnya sangat malu. Tapi Mika tanpa bahagia mendengarnya, sejujurnya Ika berniat untuk menolaknya tapi hatinya malah menginginkannya hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Apa itu artinya kamu menerimaku?"


"I-ya," Ika tidak bisa mengelak lagi. Mendengar jawabannya, Mika langsung memeluknya. Ika bisa merasakan kehangatan dari dalam pelukan itu. Saat Ika mencoba menarik diri dari pelukannya ternyata begitu sulit. Mika memeluknya begitu erat hingga dia kesusahan untuk melepaskannya, Mika terus saja memeluknya tanpa ingin melepaskan sama sekali. "Biarkan aku memelukmu seperti ini jangan coba melepaskan sebelum aku izinkan."


Ika harap pasrah, dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Ika hanya mampu menuruti perkataannya. Ika merasa seperti dia yang paling menginginkannya bukan lagi Mika yang menginginkannya.


"Mulai hari dan seterusnya kamu kekasihku, aku ingin kamu selalu berada di dekatku, aku tak ingin sedikitpun kamu jauh dariku."


"Tapi aku juga punya kegiatan sendiri, aku tidak bisa berada di dekatmu terus," Ika mencoba menolaknya karna dia harus bekerja. "Aku akan mencoba berada di dekatmu jika kamu tidak bisa berada di dekatku."


"Itu arti sama aja kita selalu bersama," sebenarnya dia juga takut tidak tau bagaimana caranya mengatakan pada Herry tentang hubungannya yang baru terjadi begitu saja dengan Mika, semua itu di luar dugaan.


selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2