TERPESONA BOSS MUDA

TERPESONA BOSS MUDA
Kesal


__ADS_3

Duh! Apa yang harus aku katakan padanya. Belum mengetahui saja, Herry sudah berani bertindak luar biasa padaku apalagi jika tau aku pacaran dengan Mika. Aku tidak yakin Herry akan menerima begitu saja, batinnya.


"Kenapa cuma diam, baru kali ini aku perhatikan kamu mengabaikan aku, apa permasalahannya sangat rumit?"


"Maaf aku belum bisa menjelaskan padamu saat ini, aku butuh waktu terlebih dahulu untuk memahaminya semua ini."


"Oke, aku tunggu," Herry langsung meninggalkan Ika yang masih dalam keadaan berantakan karna kelakuannya.


Tapi Ika tidak menyalahkannya, dia malah merasa serba salah karna sikapnya yang tidak bisa terbuka dengannya. Biasanya apapun masalah yang sedang ia hadapin, Ika tidak akan sanggup menahannya untuk tidak mengatakan pada Herry.


Hari ini bahkan Ika merasa telah mengecewakannya, Ika tidak mampu menjelaskan seperti yang diinginkannya. Dia juga tidak yakin bisa terus-terusan menutupi darinya dengan menyembunyikan masalah sebesar itu.


Apalagi Herry satu-satunya orang yang telah membuatnya menaruh kepercayaan penuh dalam dirinya. Dia juga telah menganggapnya sebagai keluarganya yang semestinya dia jadikan tempat untuk mengadu setiap masalah yang datang padanya.


Sore ini demi menebus kesalahannya. Ika berinisiatif ingin menyiapkan makan malam untuk Herry sebagai permohonan maaf selain itu Ika juga ingin menyenangkan hatinya supaya lebih mudah mengatakan padanya tentang masalah hubungannya dengan Mika.


Setelah meletakkan semua barang-barang yang melekat pada tubuhnya di atas sofa di ruang tamu. Ika langsung menuju ke dapur ternyata di sana sudah ada bibi yang lagi sibuk menyusun bahan-bahan belanjaannya.


Dengan semua bahan-bahan yang telah bibi belikan itu, Ika berniat ingin mengolah menjadi makanan kesukaannya dengan keahliannya meskipun ini untuk pertama kalinya dia memasak untuk seseorang dalam hidupnya.


"Bibi untuk makan malam biar alika saja yang menyiapkannya."


"Tapi non belum pernah masak, emang non bisa masak?" bibi seperti meragukannya. "Ika bisa memasak," Ika mencoba menyakinkan bibi.


Sebetulnya memasak itu Ika ahlinya, apalagi Ika selalu mengikuti les memasak di samping sekolahnya dulu. Saat di sekolah jika ada waktu ruang, dia mencoba menghabiskan dengan mengisi les memasaknya.


Selain itu Ika juga paling ahli dalam mengolah berbagai macam makanan sendiri. Memasak juga merupakan salah satu hobinya makanya dia sengaja mengikuti les itu untuk menyalurkan hobinya yang tidak sempat dia lakukan di rumah karna kesibukannya.


"Biarkan bibi saja yang masak, non tunggu di kamar saja."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, biar Alika saja yang memasak."


"Tapi non," bibi seperti tidak yakin memberikan dapur itu untuknya. "Sudahlah, bibi istirahat aja."


Dengan ragu-ragu bibi meninggalkannya di dapur, berkali-kali bibi berpaling ke belakang sebelum menghilang dari pandangannya, bibi seperti tidak merelakan untuk meninggalkan Ika sendiri di dapur. Bibi seakan mengkhawatirkan Ika akan menghancurkan dapur kesayangannya yang sudah bertahun-tahun menemaninya.


Wajarlah seumur-umur hidup, baru kali ini Ika mau menginjak kakinya di dapur demi untuk memasak, biasanya paling dia cuma makan dan minum yang sudah disediakan.


"Alika, apa yang kamu lakukan?" tiba-tiba Herry nongol dari kamarnya ketika dia sedang sibuk-sibuknya bertempur dengan peralatan dapur.


Mata Herry terus menyelidiki bahan-bahan belanjaan bibi tadi dari pasar yang terletak berserakan di lantai karna permintaan Ika agar dia mudah mengambilnya saat ingin mengolahnya. "Memasak."


"Kenapa kamu yang masak?"


"Aku yang menginginkannya."


"Kamu belum pernah masak jangan main-main di dapur nanti kamu bisa terluka."


"Oke, terserah kamu."


Setelah meneguk beberapa kali minumannya yang berada di tangannya, Herry kembali lagi ke kamar dengan mengacuhkannya.


***


Setelah lelah bertempur dengan peralatan dapur, akhirnya makanan itu selesai juga dia olah dengan baik. Kemudian Ika langsung bergegas ke kamar untuk membersihan seluruh tubuhnya yang terasa lengket karna keringat.


Setelah selesai mandi dia kembali lagi ke dapur berencana untuk menghidangkan makanan yang dia masak tadi. Tapi Ika malah terkejut melihat Herry yang justru menunggu kedatangannya dengan semua makanan itu telah tersusun rapi di atas meja makan.


"Apa kamu yang memasak semua ini," Herry tanpa takjub dengannya karna Herry sendiri belum pernah melihat Ika memasak. "Iya."

__ADS_1


"Sejak kapan kamu pandai memasak, dari tadi aku sampai tidak percaya kamu bisa memasak makanan sebanyak ini, apalagi makanannya tanpa mewah mengalahkan makanan yang berada di hotel berbintang, makanan ini seperti buatan chef profesional."


Padahal aku baru membuat udang saus mangga, kepiting asam manis, beef steak, chicken cheese, sup buntu dan makanan pengganti lasagna, spaghetti bolognese, macaroni carbonara cheese serta makanan penutup lumpia, cupcake coklat dan pudding susu tidak lupa juga minumannya es blewah serut dan smoothies strawberry tapi Herry memujiku sangat berlebihan, batinnya.


"Ini juga baru pertama kalinya aku memasak di rumah."


"Wow, berarti aku sangat beruntung dong bisa menikmati makanan ini."


"Aku memasak khusus untukmu," Ucapku.


"Oh ya," sahut Herry sangat tersanjung. "Kalau begitu kenapa hanya di lihatin, ayo makanlah!" kemudian Herry langsung menaruh nasi ke dalam piringnya dan juga ke piring Ika. "Iya."


Sejujurnya Ika betul-betul bingung bagaimana caranya memberitahu Herry, Ika sangat berharap Herry tidak mempersulit tentang hubungannya dengan Mika. Apapun konsekuensi yang diberikannya, Ika sudah siap menerimanya.


"Aku dengan Mika telah resmi pacaran," tanpa pikir panjang lagi di sela-sela Herry sedang fokus menikmati minumannya setelah menghabiskan makan malamnya, secara tiba-tiba Ika langsung mengatakannya.


Prang! Gelas yang berada di tangannya terlepas dan jatuh berantakan di lantai, Herry menatap Ika dengan tajam tanpa memperhatikan pecahan beling yang mengenai dirinya, mata terbelalak ke arahnya.


"Apa lelaki itu yang menggandeng tanganmu tadi di kampus?" suaranya tanpa lemah. "Iya."


Setelah mendengar jawaban darinya Herry langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan meja makan, dia sama sekali tidak mengorek lebih tentang perkataan Ika. Sesaat kemudian terdengar bunyi mobilnya yang meninggal kediaman tersebut.


Setelah menghilang suara mobil itu, baru Ika menyadarinya. Herry telah pergi meninggalkan rumah tanpa memberitahunya. Herry tidak biasanya pergi begitu saja tanpa pamit, Ika semakin merasa bersalah padanya. Dia mencoba menelpon Herry tapi nomornya tidak dapat di hubungin, tiba-tiba hatinya sangat mencemaskan Herry.


Ika tidak mengerti kenapa dia tidak sanggup melihat Herry meninggalkannya dalam keadaan seperti itu. Herry pergi tanpa mengatakan apapun padanya seakan hatinya teriris dan tenggorokannya terasa ada yang hambar.


Dia tidak ingin Herry selalu mengkawal dirinya tapi dia juga tidak bisa berbohong untuk tidak bisa jauh darinya. Herry pergi meninggalkannya seperti ini, membuatnya hatinya terasa menyayat.


Sekarang Ika merasa tidak pernah menghargainya, Herry telah memberikan kepercayaan penuh padanya tentang masalah pergaulannya di kampus. Herry bahkan mempertahankan dirinya untuk tidak mengontrol dia di kampus. Tapi sekarang dia malah mengecewakannya berulang kali.

__ADS_1


Padahal Herry ingin Ika melaksanakan pendidikannya tanpa pengawasan darinya, dia menginginkan...


Selanjutnya...


__ADS_2