TERPESONA BOSS MUDA

TERPESONA BOSS MUDA
Masih ragu dengan apa yang terjadi.


__ADS_3

Sebenarnya Ika takut tidak tau bagaimana caranya mengatakan pada Herry tentang hubungannya yang baru terjadi begitu saja dengan Mika, semua itu di luar dugaannya.


Selama ini Herry menjaga dia melebihi dari segalanya meskipun Ika suka sekali menantangnya dengan cara melakoni berbagai bisnis di mana-mana hingga membuat Herry harus bekerja ekstra untuknya.


Tapi Herry tetap lebih mementingkan dia di bandingkan dengan dirinya sendiri. Herry tetap membiarkan Ika melakukan semua keinginannya dengan satu syarat darinya, Ika tidak di perbolehkan pacaran olehnya sebelum dia sendiri yang mengizinkannya.


Ika tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengannya jika Herry mengetahuinya tiba-tiba dia pacaran dengan Mika tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu. Bahkan Herry bersusah payah melindunginya dari semua manusia yang berjenis laki-laki tersebut. Ika malah dengan beraninya menentang syarat darinya. Apalagi saat mengingatkan Herry yang sangat posesif menjaga dirinya dari setiap laki-laki yang ingin mendekatinya. Sekarang justru dia sendiri yang memilih laki-laki itu untuk berada di dekatnya.


Dengan terpaksa Ika harus merelakan pikirannya tersiksa karna terlanjur berpikir keras dengan tindakan ajaibnya itu yang memilih untuk menjalin kasih tanpa berpikir konsekuensinya terlebih dahulu.


Ika sendiri juga masih enggan menghadapi Mika yang tiba-tiba berubah menjadi kekasihnya. Namun, dia juga tidak bisa mengelak lagi. Semua sudah terjadi, yang bisa Ika lakukan hanyalah memaksa dirinya untuk menjalaninya meskipun belum ada perasaan yang sebenarnya dia rasakan.


Ketika Ika memutuskan untuk menerima Mika sebagai kekasihnya dalam ingatan dia tidak terngiang tentang Herry, hilang begitu saja tentangnya. Ika masih belum mengerti tentang apa yang sedang terjadi padanya yang sangat begitu berani menerima dia bahkan Mika sempat memberikan waktu untuk menunggu Ika siap menerimanya tapi Ika tetap bersikeras untuk mengiyakannya.


"Apa yang kamu pikirkan, sayang?"


Deg! Kalimat yang keluar dari mulut Mika itu mampu menyadarkannya, Mika betul-betul begitu serius menganggap hubungan mereka di saat dia sendiri hampir setengah mati memikirkan kisah cintanya bersama dengannya yang semestinya penuh persiapan terlebih dahulu sebelum terjadi. "Aku merasa canggung denganmu."


"Kamu tidak perlu canggung aku akan mengajarkan semua padamu," ucapan Mika tanpa jelas terlihat di benaknya seperti tersimpan ide jahil untuk menjahilinya. "Kamu akan menambahkan mata kuliahku untuk belajar semua itu."


"Kamu lucu hal seperti itu tidak perlu di berikan dalam mata kuliah, aku akan mengajarkan khusus untukmu."


"Hal seperti apa yang ingin kamu ajarkan untukku?" Ika terlihat begitu lugu dan polos, dia menanggapinya dengan serius. Ika memang sama sekali tidak mengerti tentang permasalahan dalam sebuah hubungan percintaan tersebut. Dia merasa ide Mika ada bagusnya untuk dia tau supaya dapat memahami tentang ketentuan dalam hubungan itu seperti apa apalagi dia tidak pernah dekat dengan seorang lelaki manapun selain Herry asistennya itu.

__ADS_1


"Aku akan mengajarkan semuanya agar kamu tidak kaku lagi denganku terutama aku akan mengajarimu cara bersikap romantis, termaksud cara mempraktekkannya langsung padaku, kamu harus memelukku setiap hari dan memberikan kiss di bibirku."


"Kamu gila Itu sama aja kamu menyuruh aku menodai diriku sendiri, aku tidak mau dengan ide gila kamu itu jika kamu ingin mempraktekkannya jangan denganku, aku tidak mau melakukan itu."


***


Ika benar-benar terkejut dengan kata-kata yang diutarakannya, dia tidak mengerti dengan permintaannya itu. Ika tidak ingin mengikuti prinsip jika di tetapkan padanya. Kini Ika tidak lagi mempedulikan pikirannya yang sudah bercabang-cabang ke mana-mana akibat kelakuan langkanya.


"Aku tidak tertarik dengan yang lain aku ingin melakukan itu denganmu."


Ika tidak mau menanggapinya lagi, lebih baik dia menganggap Mika mengatakan untuk mencoba merayunya, hatinya betul-betul gelisah. Ika merasa tidak perlu melakukan semua itu jika Mika menginginkan seperti itu lebih baik hubungan ini berakhir saja dari pada dia harus mengorbankan bibirnya di sentuh olehnya untuk pertama kali dalam hidupnya apalagi saat Ika mengingat Mika juga baru menjadi kekasihnya dengan cara dadakan juga karenanya. "Aku tidak menginginkan semua itu."


"Oke, aku tidak akan melakukannya, sekarang kamu ikut denganku, aku akan pergi memeriksa hotel," Mika tanpa tersenyum menanggapi Ika yang begitu serius dengan permintaannya. "Aku harus ikut."


"Apa aku selalu harus mengikuti keinginanmu?" Ika juga tidak berani menolaknya langsung mungkin dia harus mengikuti semua keinginan pasangannya pikirnya. "Tidak juga tapi yang aku inginkan kamu harus selalu mengabarkan padaku tentang semua kegiatanmu setiap hari."


"Apa serumit itu?"


"Sepertinya aku harus menambahkan satu pembelajaran lagi padamu, kalau kita saling terbuka maka itu akan menciptakan kepercayaan antara satu sama lain."


Ika seperti ingin mempermalukan diri sendiri dengan kalimat yang Mika lontarkan padanya, percuma dia memiliki nilai tinggi jika dia sendiri tidak dapat menyelesaikan perkara yang mudah seperti itu. "Ohh."


"Ayo kita pergi sekarang!"

__ADS_1


Duh! Ika baru teringat tentang teman-temannya yang masih menunggunya di kantin. Dia tidak berani mengatakan padanya, Ika takut Mika akan memintanya ikut ke kantin menemui teman-temannya.


Ika tidak sanggup membayangkan reaksi mereka yang sudah pasti terkejut dengan tindakannya jika tiba-tiba membawa Mika bersamanya karna selama ini dia sama sekali tidak pernah menginginkan di dekati dengan lelaki manapun bahkan Ika selalu mempertahankan sikapnya yang cuek.


Belum lagi jika mereka tau Mika kekasihnya, bukan hanya terkejut mungkin teman-temannya itu bisa terkena tekanan batin. Gara-gara kehadiran Mika yang tidak ada dalam angan-angan mereka sama sekali.


Dengan terpaksa Ika memilih untuk mengirimkan pesan saja pada Amel dan Sisi untuk memberitahukan mereka supaya tidak menunggunya yang belum tentu jadi menyusul mereka ke kantin


"Iya."


Dengan keraguan yang makin bertambah dia terus mengikuti arah jalan Mika dengan setengah bimbang, tapi Ika tetap memenuhi permintaan Mika untuk ikut bersamanya walaupun dalam ingatannya masih tersimpan keraguan penuh padanya.


"Kenapa berjalan di belakangku?"


Belum sempat Ika melangkah ke arah sampingnya, Mika sudah duluan menggandeng tangannya. Dengan perasaan malu dia terpaksa membiarkan tangannya berada dalam genggamannya.


"Apa kamu tidak merasa malu berjalan kayak gini di area kampus?"


"Tidak, kampus ini juga sudah sepi tidak ada jam kuliah lagi."


Deg! Baru juga dia melangkah ke area parkir, Ika di kejutkan dengan kehadiran Herry yang sepertinya datang ingin menjemputnya. Herry berdiri...


Selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2