TERPESONA BOSS MUDA

TERPESONA BOSS MUDA
CEO muda Wijayakusuma company.


__ADS_3

Dengan sedikit ragu Ika melangkah menuju ke meja makan. Sejenak dia melihatnya yang lagi memasukkan bubur Kemangkon, sesaat kemudian meletakkan di depannya. Ika dengan terpaksa meraih mangkok bubur tersebut.


"Makanlah buburnya tidak usah takut aku tidak memasukkan racun kedalamnya." Ika yang masih ragu-ragu menyuapkan bubur itu ke mulutnya, akhirnya perlahan dia memasukan bubur itu ke mulut sedikit.


Ternyata rasanya sangat enak. Rupanya dia juga pandai memasak makanan yang lezat meski hanya bubur biasa tambah kagum aja dengannya, batinnya.


Hingga tanpa terasa bubur itu ludes tidak tersisa di mulutnya, benar kata orang dari mulut turun ke hati tapi dia sepertinya dari perut naik ke hati. Setelah selesai makan, Ika melirik pria itu sejenak ternyata dia sedang memperhatikannya sambil meletakkan gelas berisi air putih depannya. "Apa buburnya mau ditambah lagi?" ketika mendapati mangkoknya telah bersih. "Tidak, sudah kenyang."


"Hay bro!" sapaan seseorang tiba-tiba di depan pintu masuk ketika Ika hendak meninggalkan meja makan. Sejenak dia menoleh kearah pintu, tampak seorang lelaki yang seumuran dengan pria di depan pintu sedang menuju ke arahnya.


"Bro, siapa gadis cantik ini, sejak kapan kamu punya simpanan cadangan?" tanya lelaki itu tiba-tiba. "Maaf kalau ngomong bisa nggak sopan sedikit," sahut Ika kesal merasa tidak terima dengan ucapan lelaki itu. "Seenaknya saja baru datang langsung mengatai aku simpanan, cadangan pula, kirain aku wanita panggilan."


"Wow, ternyata cantik-cantik galak, jangan marah-marah dong nanti luntur cantiknya," sahut lelaki itu. "Emangnya aku kain bisa luntur segala," balas Ika emosi. "Hehehe," lelaki itu tertawa mendengar Ika mengomelinya.


"Kenalkan namaku Riky Ghufran Pratama," lelaki itu memperkenalkan dirinya pada Ika dengan mengangkat tangan ke arahnya untuk berjabat. "Biasanya aku di panggil kiki, aku temannya Mika."


"Ohh," balas Ika dengan cuek, dia menganggap lelaki itu sok ramah baru datang langsung mempromosi dirinya sedangkan pria di depannya yang sudah seharian bersamanya sama sekali tidak mengatakan namanya malah lelaki itu datang menyebut namanya.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya lelaki itu lagi melihat Ika seperti tidak berniat menyebut namanya. "Alika," sahutnya cuek. "Kenal darimana kalian?" pria itu hanya melirik sebentar kemudian berlalu sambil membawa mangkok bekas bubur tadi ke dapur tanpa menghiraukannya.


"Berikan uang untukku maka aku akan menjawab pertanyaan kamu," sahut Ika kemudian. Pria itu memandanginya sebentar lalu tersenyum. Kiki tanpa heran menatap ke arahnya. Ika malah tidak mempedulikan mereka. Dia sengaja mengatakan itu supaya punya alasan untuk meminta uang pada temannya dan dia berpikir untuk bisa cepat pergi dari situ.


"Apa Mika tidak memberimu uang bukankah dia seorang CEO," rupanya Kiki tidak langsung menyerahkan uang padanya dia malah mempromosi sahabatnya lagi. "Aku tidak peduli siapa dia, aku hanya lagi membutuhkan uang untuk pergi meninggalkan tempat ini," sahut Ika. "Hah, tidak kenal?" Kiki heran menatapnya. "I-ya."


"Aku menemukan dia tadi pagi di lokasi gang pembangunan proyek restoran tanteku karna kasihan makanya aku bawa kesini," tiba-tiba pria itu bersuara dengan santainya mengatakan pada temannya itu seperti Ika barang temuannya, tentu saja dada Ika sesak menanggapinya. "Aduh," sontak saja pria itu terkejut tiba-tiba Ika menginjak kakinya dengan keras.


Siapa suruh bicara seperti itu, emangnya aku kucing. Bisa-bisanya mengatakan itu pada temannya tanpa merasa bersalah padaku. Padahal jelas-jelas kejadiannya tadi dia yang salah berani-beraninya menabrak aku, keselnya. Kiki malah tersenyum melihat tingkah Ika pada temannya itu.


"Kamu bilang tidak mengenalku," ucap pria itu setelah puas mengejeknya. "Namaku Mika," Kiki nampak bingung dengan temannya itu. Dia heran, kenapa Ika bisa masuk ke apartemennya sedang pemiliknya tidak mengenal dia sama sekali dan juga temannya itu malah memperkenalkan dirinya sesingkat itu.


Memang, ia tahu perusahaan Wijayakusuma company yang meliputi berbagai macam bisnis mulai dari mana-mana yang meliputi bisnis hotel, restoran, mall dan berbagai properti lainnya. Tapi Ika belum tau sama sekali bahwa CEO perusahaan itu seorang pria muda, tampan dan lembut seperti Mika.


Bahkan Ika pernah menolak bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Bukan apa, Ika cuma takut kurang waktu untuk kuliah dan mengurus bisnisnya yang lain. Apalagi dia sangat hobi nongkrong dengan teman-temannya. Kalau dia mengurus proyek-proyek besar seperti itu, pasti waktunya habis terkuras di situ.


Selama ini dia hanya menerima pesanan dalam skala kecil seperti pembangunan wisma, restoran, rumah makan dan lain-lain dari perusahaan peninggalan orangtuanya. Namun perusahaan tersebut sampai sekarang tetap berdiri kokoh dan jaya di bawah pimpinan asistennya Herry yang tidak luput dari pengamatannya sendiri karna semua izin harus darinya. Herry tidak mau mengurus jika dia tidak ikut serta pada setiap proyek yang terlibat itu. Jika masalah pengecekkan Herry tidak terlalu melibatkannya.

__ADS_1


***


Tok...tok...tok.


Tiba-tiba bunyi seseorang mengetok pintu depan apartemen yang sedang mereka tempati. "Siapa?" tanya Kiki sedang berada di ruang tamu. Mika sendiri sudah masuk ke kamarnya setelah dia mengatakan ingin menghantarkan Ika balik. Sedangkan Ika masih di kamar yang dia tempati itu untuk bersiap-siap pulang. "Ada pesanan tuan," kembali terdengar suara dari luar. "Iya pak, tunggu sebentar."


"Bro, apa kamu memesan sesuatu?" Kiki langsung menggedor pintu kamar Mika. "I-ya," sahut Mika sambil membuka pintu kamarnya. "Apa pesanannya sudah datang?" tanya Mika sesaat setelah pintu kamarnya terbuka. "Iya, itu luar."


Mika langsung menuju kearah pintu keluar untuk mengambil pesanan itu. Sesaat kemudian dia kembali dengan membawa paperbag di tangannya menuju ke arah Ika yang baru dari kamarnya.


Hem, Ika dapat merasakan aroma maskulin dari tubuhnya saat dia mulai mendekatinya yang berhasil memabukkan indra penciumannya hingga paling dalam. Wanginya mampu membuat suasana hatinya klepek-klepek sepertinya Mika baru selesai mandi ketika keluar dari kamarnya.


"Ini ambil dan cepatlah mandi aku tunggu disini," Mika menyerahkan paperbag itu ke tangannya. "Apa ini?" Ika tanpa penasaran. "Apa itu?" Kiki malah ikut-ikutan penasaran tapi Mika malah tidak mengatakan apapun tentang isi paperbag itu.


Ika langsung menuju ke kamar untuk mandi tanpa peduli lagi kedua manusia itu. Ketika sampai di kamar Ika langsung membuka paperbag itu, ternyata pakaian untuknya. Lengkap dengan satu set pakaian dalam, semua pas di badannya.


Darimana dia tau ukurannya? Jangan-jangan waktu aku tertidur tadi dia melihat semua. Bagaimana ini, Ika panik tanpa pikir panjang dia langsung...

__ADS_1


Selanjutnya...


__ADS_2