TERPESONA BOSS MUDA

TERPESONA BOSS MUDA
Lagi-lagi.


__ADS_3

Stop..stop..stop.


Setelah lelah berdebat dengan Herry yang ujung-ujungnya malah makan hati. Akhirnya mereka sampai juga pada alamat yang di kirim Hetty. Sebuah restoran yang bernuansa jepang. Biasanya Ika dan Hetty suka berkumpul di cafe yang berbeda agar bisa menemukan suasana yang baru. Hetty adalah sahabatnya yang paling dekat dengannya saat ini dan Hetty juga sekretarisnya.


"Oke, kamu masuk aja terus ke dalam aku tidak ikut karna aku harus ke kantor sebentar untuk memeriksa bahan-bahan yang akan di kirim untuk proyek baru," Herry seperti sangat berat meninggalkannya tapi Ika senang tanpa wajahnya cerah, secerah mentari pagi.


"Wajah kamu terlihat berseri-seri, apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu senang aku tidak bisa ikut bersama denganmu? Tapi kamu jangan khawatir, aku hanya sebentar di kantor, setelah itu aku akan menyusul kamu ke sini," Herry seperti mematahkan semangatnya, wajahnya yang tadinya cerah kini berubah menjadi suram. Ika langsung turun dari mobil meninggalkannya.


"Aduh," keluh Ika, baru juga mau masuk ke cafe kini kembali ada yang menabrak tubuhnya hingga dia terjatuh lagi dan kakinya kembali tergelincir. Tapi kali ini sebelah kanan, lengkap sudah penderitaannya. Satu kaki kanannya belum sembuh, satu kaki kirinya menyusul.


Ketika wajahnya mendongak ke atas, matanya langsung terbelalak. "Kamu!" Ika tanpa terkejut. "Kamu!" lagi-lagi Mika yang kembali menabrak dirinya untuk kedua kali. "Apa pekerjaanmu hanya untuk menabrak orang?" tanya Ika dengan wajah masam. "Apa yang kamu lakukan disini? Apa ada yang luka?" Mika terlihat sangat khawatir terus memeriksanya sambil berjongkok tanpa peduli dengan Ika yang heran dengan tingkahnya terlalu berlebihan.


"Aw...sakit," keluh Ika ketika Mika menyentuh kaki kanannya. "Sepertinya kaki kamu terluka lagi di sebelahnya," Mika seakan merasa bersalah dan menyesal, kembali mendapati Ika jatuh karna dirinya. "Apa kamu sengaja?" Ika malah mencurigainya yang bukan-bukan. "Bagaimana aku bisa sengaja menabrak kamu sampai terluka, tentu saja aku tidak mau kejadian seperti ini." Mika masih berjongkok mencoba membantunya tapi Ika menepisnya, kemudian dia mencoba berdiri sendiri.


Bruk! Kini dia malah terjatuh menindihnya, sesaat pandangan mereka bertemu dan saling menatap. "Apa yang kalian lakukan disini?" hingga seseorang datang dan menariknya dari atas tubuh Mika. Tapi sayang, Ika malah terjatuh lagi saat akan berdiri karna kakinya tidak kuat menahan tubuhnya akibat terluka. Namun dengan sigap Mika menangkap dirinya hingga dia terjatuh ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Dig dig dig! Jantung Ika langsung bunyi ketika berada dalam pelukan Mika. Ika mencoba melepas tapi ternyata Mika malah mencoba menariknya kembali. "Kaki kamu lagi sakit bagaimana kamu bisa berdiri, tetap seperti ini biar kamu tidak kembali terjatuh."


"Apa yang kalian lakukan? Apa aku tidak terlihat disini?" tanya seseorang, Ika langsung menoleh ke sumber suara itu ternyata Hetty sahabatnya. "Ika, kamu tidak apa-apa kenapa kamu memegang pria itu terus-terusan?" Hetty bingung melihat Ika seakan terus berpelukan dengannya. "Hesty tolong aku, kakiku terluka tidak bisa berdiri," Hetty malah sibuk menatap Mika tanpa berkedip dengan mengacuhkannya.


"Hey!" Ika mencoba menyadarkan Hetty yang Masih tercengang. "I-iya," Hesty tanpa tergagap. "Apa yang kamu pikirkan? Kenapa tidak menolong aku?" Ika nampak kesel dengan sahabatnya itu. "Darimana kamu menemukan pangeran itu, pantesan kamu peluk terus, aku memanggilmu dari tadi, kamunya tidak menyahut, aku mau dong kenalan," bisik Hetty di telinga Ika sambil tersenyum.


"Ehem, ehem," bisikan Hetty malah tembus ke telinga Mika yang sedang memegangnya. Ika langsung menyetak kening Hetty dengan jarinya, bisa-bisanya di otak sahabatnya hanya memikirkan Mika bukan menolongnya. "Kamu mau berjalan sendiri apa harus aku gendong lagi, itupun jika kamu mau," kini Mika juga ikut-ikutan berbisik di telinganya.


Apa Mika mencoba merayuku? Pertama kali dia menabrak aku, dia berinisiatif menggendongku tanpa bertanya, padahal jelas-jelas aku masih bisa berjalan sendiri waktu itu. Tapi sekarang dia malah bertanya lagi, sudah tau aku tidak dapat berjalan lagi, kedua kaki terluka, pikirnya.


Tapi Mika justru langsung menggendongnya dan membawanya masuk, setelah itu mendudukkannya di kursi kemudian menyuruh Hetty mengambil es batu serta kain di bagian barista. Sesaat datang Hetty dengan membawakan es batu serta kain dan menyerah kepada Mika.


***


Ika terkesima, Mika mengompres kakinya secara lembut. Bahkan Mika mencoba memijit jari-jari kakinya dengan sangat rileks, tanpa terasa nyeri di kakinya perlahan-perlahan menghilang. "Bagaimana kakinya, apa masih sakit?" Mika merasa cemas. "Sudah agak membaik," sahut Ika. "Apa perlu kita ke rumah sakit?"

__ADS_1


"Aku sudah tidak apa-apa, tidak perlu ke rumah sakit," sahut Ika. "Kalau begitu aku akan mengantar kalian pulang," Mika tidak ingin Ika berjalan sendiri dulu dalam keadaan masih terluka. "Tidak perlu," Ika malah menolaknya sambil memberi kode pada Hetty. "I-ya, tidak apa-apa kami akan di jemput," sepertinya Hetty paham dengan kode yang diberikannya.


"Baiklah nanti aku akan call kamu setelah itu kamu simpan nomor aku, jika kamu berubah pikiran, kamu bisa call aku kembali, aku akan menghantar kalian," kemudian Mika berlalu menuju ruang VIP. Terlihat teman-temannya ramai sedang berkumpul disitu, mereka menyambutnya dengan antusias.


Selang beberapa detik kemudian Herry datang menghampiri Ika dan Hetty. "Kenapa kalian belum memesan makanan? Apa aku yang terlalu cepat kemari?" mereka hanya menggeleng-geleng kepala, tidak tahu mau jawab apa.Mereka juga baru menyadarinya dari tadi belum memesan apa-apa karna sibuk dengan kecelakaannya yang tiba-tiba. Ika tidak mungkin menceritakan kejadiannya kepada Herry bisa-bisa Herry akan membawanya kembali ke rumah atau akan membawanya ke mana dia pergi.


Akhirnya Herry tidak lagi bertanya dengan mereka setelah Ika dan Hetty meresponnya dengan anggukan, dia langsung memesannya. "Kalian tadi pasti keasyikan ngobrol hingga melupakan pesanan kalian atau kalian hanya ingin diet tidak ingin minum dan makan sesuatu," ejek Herry tapi Ika dan Hetty hanya tersenyum, linglung.


"Dari tadi aku bertanya dan mencoba bercanda tapi sama sekali tidak ada tanggapan dari kalian, apa yang sedang terjadi?" Herry terus menatapnya dan Hetty curiga. "Tidak terjadi apa-apa, kami baik-baik aja," sahut Hetty. Dari kejauhan Mika terus melihat ke arah Ika seperti ingin mengintimidasinya.


"Ika sepertinya wajah kamu terlihat pucat, apa kamu sakit?"Herry terlihat khawatir dengannya sambil menyentuh keningnya mengecek tubuhnya. "Aku baik-baik," sahut Ika.


Kring...kring...kring...


Selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2