
"Aduh! Benar-benar kelas Pak Tua Kamto. Orang gila... kita sial sekali hari ini..."
Satu menit sebelum Vonny mengangkat tangan untuk meminta izin, Wilson dan Si gendut Melvin sudah mendekati kelas. Setelah memastikan bahwa kelas pertama mereka memang kelas Bahasa Indonesia yang diajar Pak Tua Kamto, Si gendut Melvin sontak cemberut. Dia melangkah mundur, lalu menyemangati Wilson untuk maju, "Aku tidak berani masuk, bagaimana kalau … kamu yang pimpin jalan? Aku ikut kamu di belakang..."
"Dasar gendut, kamu selalu mengorbankanku untuk dimarahi ... Dan setiap kali ada hal baik, kamu selalu lari pertama!"
Wilson menoleh dan memelototi si gendut Melvin. Kemudian dia hanya bisa mengumpulkan keberanian dan berjalan menuju pintu kelas, mempersiapkan diri untuk dimarahi Pak Tua Kamto, lalu dihukum berdiri selama jam pelajaran.
Namun apa yang tidak diduganya adalah ketika dia hendak masuk ke kelas, bukan Pak Tua Kamto yang menyambutnya, melainkan sosok gadis yang cantik dan polos.
"AHH……"
Wilson dan Vonny pun bertabrakan di depan semua orang. Keduanya berteriak dengan kaget secara bersamaan, terutama Wilson. Dia tidak menyangka Vonny akan muncul di hadapannya dengan cara seperti ini ... Oh bukan ‘muncul di hadapannya’ ... tapi ‘masuk ke pelukannya’.
"Ini ... apa yang terjadi? Aku jelas terlambat ... bukannya dihukum ... aku malah diberikan hadiah sebesar ini, diberikan primadona yang berinisiatif masuk ke pelukanku?"
Setelah bertabrakan, awalnya Wilson sangat ingin mengutuk karena kesal. Tapi begitu dia memeluk tubuh lembut dan mencium aroma feminim yang harum, dia sontak menundukkan kepala dan segera mengenali bahwa orang di dalam pelukannya adalah primadona yang menjadi dewi impian semua pria di sekolah, Vonny. Hatinya langsung berbunga-bunga.
Tadinya pria di kelas masih menebak-nebak untuk apa Vonny izin keluar. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menebak bahwa Vonny mungkin mau pergi ke toilet karena permasalahan wanita. Tapi detik berikutnya, mereka melihat dengan mata kepala sendiri, primadona sekolah, putri es, dewi impian yang mereka sukai selama tiga tahun masuk ke pelukan siswa buruk di sekolah.
Pada saat ini, waktu seolah terhenti.
Di kelas tiga 02, hampir semua siswa matanya terbelalak. Para siswi juga sangat terkejut, mereka menutupi mulut mereka dengan tangan. Bahkan Pak Tua Kamto yang selalu bertampang serius pun tercengang saat melihat ini.
__ADS_1
"Untuk apa kamu berdiri di depan pintu ... Masuk! Cepat atau lambat, kita akan tetap dimarahi ..."
Melvin yang mengikuti Wilson di belakang tidak bisa melihat kejadian barusan di mana Vonny dan Wilson saling bertabrakan. Ketika dia melangkah maju dan ingin mendesak Wilson masuk ke kelas, dia tiba-tiba melihat Wilson sepertinya sedang memeluk seseorang. Setelah dilihat lebih cermat, sepertinya itu seorang gadis. Dilihat lebih jelas lagi, dia semakin kaget. Gadis ini adalah primadona sekolah, Vonny.
"Kamu ... kamu ... kamu ... kenapa kamu ... peluk primadona ... astaga!"
Melvin yang baru melihat pemandangan ini menunjukkan reaksi yang sama dengan pria lainnya. Mereka sangat iri dan benci pada Wilson!
Ini primadona sekolah, Vonny!
Dalam tiga tahun terakhir, berapa banyak pria hebat dan tampan yang ditolak olehnya!
Berapa banyak pria yang bermimpi untuk bisa memegang tangannya!
Pada saat ini, si gendut Melvin benar-benar sangat menyesal! Kenapa tadinya dia suruh Wilson jalan di depan? Kalau dia jalan di depan, bukankah dia yang akan memeluk primadona sekolah?
"Astaga! Kamu benar-benar gila hari ini ... Sungguh beruntungnya dirimu ..."
Melvin yang kesal hanya bisa berdiri di samping sambil menyaksikan Wilson memeluk Vonny.
Selain merasakan tubuh lembut Vonny yang ada di pelukan, Wilson juga bisa merasakan puluhan tatapan iri yang tertuju padanya dari dalam kelas. Hampir semua pria di kelas menatap dirinya dengan penuh niat membunuh, seolah sedang menatap musuh yang membunuh orang tua mereka.
"Aduh ... mampus! Bisa memeluk primadona memang sangat memuaskan … tapi aku sepertinya seketika … mendapat banyak musuh di kelas. Selain itu … kalau hal ini tersebar keluar … aku bisa saja menjadi musuh semua pria di sekolah ini … "
__ADS_1
Sebagai orang yang juga pernah menjadikan Vonny sebagai kekasih impian, Wilson sangat dapat memahami suasana hati pria di kelasnya saat ini. Dia tahu betapa iri dan bencinya mereka terhadap dirinya sekarang. Tapi hal ini telah terjadi, mereka sudah berpelukan, kebencian juga sudah terbentuk, Wilson tidak bisa berbuat apa-apa. Dia berpikir mending dirinya peluk primadona lebih lama saja!
"Ah ... aku ... aku tabrak Wilson dan masuk ke pelukannya? Wilson? Dia ... dia baik-baik saja? Dia kembali dengan selamat ..."
Tinggi Vonny hanya 1,6-an meter, sementara tinggi Wilson 1,76 meter yang satu kepala lebih tinggi dari Vonny. Vonny yang buru-buru minta izin untuk melihat kondisi Wilson juga tidak menyangka dirinya akan bertabrakan dengan Wilson di depan pintu kelas.
Pada saat ini, hati Vonny berdebar-debar. Dia terbengong di tempat dan kehilangan akal. Ini pertama kalinya dia memiliki kontak yang begitu intim dengan seorang pria. Apalagi ini Wilson yang baru saja melindunginya dengan berani, seperti pahlawan yang menyelamatkannya dari para preman. Mereka bertabrakan dan berpelukan secara kebetulan. Mencium bau maskulin dari tubuh Wilson yang enak dicium, Vonny agak mabuk.
Untuk pertama kalinya dia mengalami detak jantung yang kencang, panik, kehilangan akal, dan tersipu.
"Wilson, aku..."
Vonny sedikit mendongak, menatap Wilson dari bawah dengan sudut 45˚. Dia terlalu panik hingga tidak bisa berkata-kata.
"Itu ... maaf! Ketua kelas, aku tidak tahu kenapa ... Aku mau masuk kelas, tapi kamu tiba-tiba menabrakku, jadi aku ..."
Melihat Vonny sudah merespons, Wilson tentu merasa tidak enak untuk memeluknya lebih lama lagi. Dia melepaskan tangannya, kemudian menjelaskan dengan diiringi senyuman kering. Sebenarnya Wilson agak bangga karena bisa memeluk Vonny di depan teman-teman sekelasnya, tetapi dia juga sedikit gelisah. Dia takut Vonny akan marah karena dia memeluknya. Jadi dia buru-buru menjelaskan.
"Hah? Bukan ... maaf. Wilson, itu aku... aku terlalu terburu-buru untuk keluar dan mencarimu, ini aku malah menabrakmu..."
Ketika Vonny dilepaskan Wilson dan keluar dari pelukannya, entah kenapa dia merasakan semacam kehilangan. Dia seketika merasa hatinya mengosong. Ternyata perasaan dipeluk dan dilindungi oleh seseorang begitu indah, tapi sayangnya pelukan yang singkat dan hangat sudah berakhir ...
Kata-kata yang dilontarkan Vonny sontak membuat heboh seluruh kelas tiga 02. Ternyata Vonny yang baru pertama kali meminta izin keluar selama tiga tahun ini adalah untuk mencari Wilson yang terlambat?
__ADS_1