Tetanggaku, Pramugari

Tetanggaku, Pramugari
Pahlawan


__ADS_3

"Benar ... gadis cantik, kamu akan sangat beruntung jika ikut bersama Bang Theo ..."


"Kakak ipar! Haha ... Kedepannya primadona sekolah adalah Kakak ipar kita ..."


"Bang Theo, maju! Kakak ipar agak malu ... kamu harus berinisiatif untuk menciumnya ..."


...


Beberapa preman di belakang Theo mulai berteriak. Theo pun semakin menjadi-jadi. Dia berjalan ke arah Vonny selangkah demi selangkah, air liur nyaris mengalir keluar, tatapan terlihat sangat mesum. Dia mengeluarkan penghasilannya hari ini, ratusan ribu rupiah, melambai-lambaikannya di hadapan Vonny, dan berteriak: "Bagaimana? Cantik ... Ikut bersama aku, aku tidak akan merugikanmu. Cium aku hari ini sebagai bentuk dari janji cinta kita dan uang ini pun akan menjadi milikmu. ..."


Sambil berkata, Theo menyodorkan ratusan ribu itu. Tetapi Vonny menepiskan tangannya dengan jijik, berkata: "Siapa yang mau uangmu! Lepaskan aku ... aku tidak akan menciummu ..."


Vonny bergerak mundur dengan ketakutan. Melihat Wilson dan Si gendut Melvin yang semakin mendekat, dia segera berteriak, "Tolong ...Tolong ..."


"Celaka ... Lihat ... Theo menggertak Vonny! Orang gila, kita harus cari cara untuk menyelamatkan Vonny ..."


Si gendut Melvin awalnya mau langsung bayar saja. Setelah melihat primadona sekolah digertak oleh Theo, dia tidak bisa tahan lagi dan hendak bergegas maju. Tetapi begitu dia melihat 7 sampai 8 preman di sisi Theo, dia langsung merosot kembali dan berbalik untuk melihat Wilson dengan tak berdaya.


"Theo sangat keterlaluan. Dia tidak hanya memungut biaya penggunaan jalan dari siswa SMA Eminen, tetapi juga mau melecehkan teman sekelas kita ... Ini sungguh tak termaafkan!"


Wilson sudah lama tidak senang pada Theo. Setelah melihat Vonny, primadona sekolah, terjebak bahaya, dia bergegas maju dan menghalang di depannya, berteriak pada Theo, "Theo, apa yang mau kamu lakukan?"


“Bocah brengsek dari mana ini, beraninya kamu panggil Theo saja? Kamu harus panggil Bang Theo, paham? Bang Theo suka dengan primadona sekolahmu. Sekarang Bang Theo mau mempersuntingnya jadi Kakak ipar kami … brengsek! Awas, jangan rusak hal baik Bang Theo..."


Seorang preman di sisi Theo merokok sambil berjalan maju, ingin mengusir Wilson. Pada saat ini, Vonny agak ketakutan. Dia memandang Wilson yang berdiri di depannya, merasa sangat familiar. Baru kemudian dia ingat bahwa ini adalah Wilson, siswa peringkat terakhir di kelasnya. Wilson yang selalu dipandangnya sebagai siswa yang hanya bisa merugikan kelas mereka malah mau membantunya sekarang.

__ADS_1


"Bocah brengsek! Awas. Apa aku harus lapor padamu sebelum melakukan sesuatu? Sebelum aku berubah pikiran, bayar uang dan pergi sekarang juga! Tidak usah sok jadi pahlawan!"


Theo memandang Wilson dengan ekspresi hina. Untuk menghadapi Wilson yang kurus tak berotot, dia cukup asal tunjuk salah seorang bawahan untuk memukulinya sampai mampus.


"Bang Theo ... Bang Theo ... ini sobatku, kami bayar ... bayar ... dan langsung pergi ..."


Pada saat ini, dengan kecutnya si gendut Melvin memasang senyum menyanjung dan menyerahkan 40 ribu ke bawahan Theo.


"Dasar gendut, bukankah kamu baru saja bilang kalau kamu mau menyelamatkan primadona sekolah? Kenapa kamu tiba-tiba mengecut ..."


Wilson sangat tak berdaya setelah melihat aksi teman bodohnya, Melvin.


"Theo adalah preman dari Geng Hercules, kita tidak bisa melawannya ... Lihat 7 sampai 8 preman di sisinya, apakah kita lawan mereka?" Si gendut Melvin hanya bisa berbisik kepada Wilson dengan tak berdaya, "Apa kamu tidak lihat, tidak satu pun pria dari sekolah kita yang berani melawan Theo? Meskipun primadona sekolah cantik ... tapi kalau kamu melawan Theo demi primadona sekolah, dia bakal menyuruh bawahannya mencacatimu atau bahkan membunuhmu ..."


Kata-kata Melvin tidak hanya didengar oleh Wilson, tetapi juga oleh Vonny yang sedang dilindungi oleh Wilson. Awalnya Vonny masih merasa bersyukur karena ada yang datang menyelamatkannya, tapi begitu mendengar kata-kata Melvin, suasana hatinya langsung memuram. Dia tahu kekuasaan Theo di daerah ini, agaknya Wilson juga tidak akan berani melawan Theo untuk menyelamatkannya.


Theo melangkah maju dengan sombong, menepuk pipi Wilson dengan satu tangan, mengusirnya.


Namun, Wilson bukan Si gendut Melvin. Menghadapi penghinaan seperti ini, dia tidak mungkin bisa tahan. Dia perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat tampang arogan Theo, kemudian tiba-tiba mengangkat kaki dan menendang perut bagian bawah Theo: "Persetan ... Ini wilayah SMA Eminen, kamu yang seharusnya pergi..."


PONG...


Theo tidak menyangka Wilson berani memukulnya, apalagi tendangan yang begitu kuat. Seluruh tubuhnya bahkan terbang mundur ke belakang. Bawahannya juga tercengang. Mereka telah lama mengikuti Theo untuk meminta uang di daerah ini. Mereka pernah bertemu orang yang agak sulit dihadapi, tetapi belum pernah lihat orang seperti Wilson yang langsung main tangan.


"Sial... beraninya kamu tendang Bang Theo, cari mati saja..."

__ADS_1


"Sobat, hajar dia ... biar dia tahu konsekuensi dari menendang Bang Theo..."


"Habisi dia! Beraninya dia tendang Bang Theo ..."


...


Para preman segera mengepung Wilson. Beberapa dari mereka memegang tongkat besi, ada pula yang mengeluarkan pisau lipat dari saku.


"AHH……"


Primadona sekolah, Vonny, adalah siswa yang baik di sekolah. Dia sama sekali tidak pernah bertemu kejadian seperti ini. Alhasil, dia sangat ketakutan dan mulai berteriak. Sementara sahabatnya, Felicia, memanfaatkan kesempatan ini untuk menarik Vonny menuju sekolah.


"Vonny, cepat... ambil kesempatan ini, ayo lari..."


"Felicia, tapi... tapi Wilson... dia sedang terjebak bahaya..."


Ketika Vonny tersadar kembali, dia sudah diseret Felicia keluar dari gang. Mereka sudah tiba di gerbang sekolah. Sekarang pukul 7:59, bel sekolah akan segera berbunyi.


"Tidak sempat peduli banyak lagi, Vonny. Lagipula Wilson dan Melvin adalah siswa buruk ... bertengkar bukan masalah besar bagi mereka ... Ayo cepat ke kelas! Kalau tidak, kita benar-benar akan terlambat ... "


Felicia terengah-engah. Setelah menarik Vonny yang khawatir dan merasa bersalah sampai dia pun langsung berjalan ke kelas tiga 02.


Setelah menendang Theo dan melihat 7 sampai 8 preman bergegas ke arahnya, Wilson baru menyadari betapa seriusnya konsekuensinya.


"Astaga! Kamu benar-benar gila, beraninya kamu tendang Theo ... Kita bakal mampus ... Bengong apaan? Cepat lari ..."

__ADS_1


Melihat para preman berlari mendekat, si gendut Melvin buru-buru menarik Wilson untuk melarikan diri.


__ADS_2