
Pak Tua Kamto yang pemarah jarang disukai para siswa. Siswa pria di kelas tiga 02 juga tidak pernah memiliki kesan baik terhadapnya. Tapi setelah melihat dia mempersulit Wilson, mereka seketika merasa bahwa dia sebenarnya cukup menyenangkan juga!
Tentu saja! Alasan mengapa Pak Tua Kamto menjadi menyenangkan bagi mereka sepenuhnya adalah karena dia mempersulit Wilson yang sangat dibenci mereka sekarang. Mereka berharap Pak Tua Kamto bisa memarahi Wilson habis-habisan.
“Haha! Tuan Alfiandi, lihat … Pak Tua Kamto sudah emosi! Biasanya bahkan siswa unggulan juga akan dihukum ketika terlambat … apalagi sekarang orang yang terlambat adalah Wilson. Terlebih lagi, Pak Tua Kamto sedang kesal. Agaknya dia tidak hanya akan dihukum berdiri, tapi juga akan dimarahi habis-habisan oleh Pak Tua Kamto, kemudian dilaporkan ke Bu Nydia ... "
Jonathan bersenang-senang atas kemalangan Wilson. Alfiandi memeluk kedua lengan di depan dada, menantikan Wilson dimarahi oleh Pak Tua Kamto.
"Vonny, kamu ... Apa kataku tadi ... Jangan minta izin. Wilson dan Melvin adalah siswa buruk. Untuk apa kamu mengkhawatirkan mereka ... Lihat apa yang terjadi sekarang. Kamu memedulikan dia dan bahkan minta izin untuk mencarinya, tapi dia malah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, memelukmu … Sekarang semua orang di kelas mengira kamu menyukai Wilson..."
Ketika Vonny kembali ke tempat duduknya, Felicia langsung menariknya dan menegur dengan suara rendah. Di antara semua siswa di kelas, agaknya hanya Felicia yang tahu mengapa Vonny tiba-tiba menjadi "peduli" pada Wilson. Namun, Felicia tetap merasa tidak senang untuk Vonny. Bagaimanapun, Vonny adalah dewi impian para pria di sekolah. Sekarang reputasinya malah rusak karena Wilson.
"Felicia, bukan seperti itu ... Wilson bukan sengaja memelukku..."
__ADS_1
Vonny sendiri tidak merasa dirugikan. Sebaliknya perasaannya saat berada di pelukan Wilson sangat baik, dia sendiri yang tidak rela meninggalkan pelukannya. Namun sebagai seorang gadis, dia tidak mungkin bisa mengucapkan kata-kata ini. Alhasil, dia hanya bisa membela Wilson dengan cara ini.
"Bukan sengaja? Vonny, tadi aku lihat dengan jelas, ketika Wilson memelukmu ... dia diam-diam tersenyum. Entah seberapa senangnya dia. Menurutku ... siswa buruk seperti dia yang berpenampilan biasa-biasa saja dan tidak memiliki keahlian khusus benar-benar terlalu beruntung ... untuk bisa memelukmu. Entah betapa irinya pria-pria di kelas kita terhadap Wilson ... "
Bagi Felicia, Wilson hanyalah siswa buruk tak berguna. Jadi dia tentu merasa bahwa Vonny telah sangat dirugikan karena pelukan barusan. Namun, semakin Felicia berkata demikian, semakin Vonny merasa bersalah pada Wilson.
Apalagi ketika dia tahu bahwa Wilson telah menjadi musuh publik semua pria di kelas karena pelukan barusan. Wilson juga mungkin akan menjadi musuh publik semua pria di sekolah. Dia semakin mengkhawatirkan Wilson dan merasa bersalah. Hal ini pasti akan menyebabkan banyak masalah bagi Wilson.
Terlepas dari hal lain, melihat situasi sekarang, Wilson yang hanya sekadar terlambat malah harus menanggung kemarahan dahsyat dari Pak Tua Kamto. Vonny semakin cemas.
Sambil berkata, Vonny hendak berdiri untuk membela Wilson. Tapi Felicia buru-buru menghentikannya, berbisik: "Vonny, apa kamu gila? Tadi kamu sudah menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan terhadap Wilson. Kalau kamu berdiri untuk membela Wilson lagi, seluruh kelas bakal benar-benar mengira ada sesuatu antara kamu dan Wilson ... Setelah seluruh sekolah tahu, reputasimu sebagai primadona sekolah yang suci dan polos pun akan hancur. Semua orang akan berkata ... primadona sekolah yang pintar malah menyukai siswa buruk. Nantinya kamu bakal sangat malu ..."
"Tapi, Felicia ... aku tidak boleh membiarkan Wilson dihukum dan dimarahi Pak Kamto karena aku..."
__ADS_1
Vonny ragu-ragu sejenak, amat dilema.
"Vonny, kamu tenang saja. Meskipun Pak Kamto memang pemarah, tapi dimarahi dan dihukum adalah hal biasa bagi Wilson yang merupakan siswa buruk. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ... Pak Kamto tidak akan memukulnya juga ..." Kata Felicia acuh tak acuh. Dia juga berencana untuk menyaksikan adegan ini, berkata, "Hehe ... tapi kurasa dia pasti akan dimarahi habis-habisan, kemudian dihukum berdiri selama jam pelajaran! Siapa suruh dia berani memeluk primadona sekolah? Dia pantas dihukum!"
"Felicia! Bagaimana boleh kamu berkata seperti itu? Jelas-jelas Wilson menyelamatkan kita sehingga ... Hais! Kuharap Pak Kamto tidak terlalu mempersulit Wilson..."
Vonny yang gugup menatap Pak Tua Kamto yang sedang sangat marah. Tatapannya penuh kekhawatiran terhadap Wilson.
Pada saat ini, Pak Tua Kamto memang sangat marah. Tapi, dia justru menjadi lebih rasional dari biasanya. Dia tiba-tiba mendapati bahwa sepertinya para pria di kelas mengharapkan dirinya memarahi si Wilson.
"Biasanya para siswa selalu mengatakan bahwa saya pemarah. Tetapi apakah saya adalah orang yang tidak rasional? Oke! Kali ini saya akan bertindak dengan lebih bermoral agar semuanya tahu bahwa Pak Kamto bukan orang yang asal menghukum orang."
Setelah memutuskan untuk bertindak lebih bermoral, Kamto mengangkat-angkat kacamata, kemudian berbatuk di hadapan semua siswa yang sedang menyaksikan drama di depan kelas, berkata kepada Wilson dan Melvin yang terlambat: "Sudahlah selalu mendapatkan nilai jelek, kalian berdua juga selalu terlambat. Saya paling benci orang yang terlambat. Seharusnya saya menghukum kalian berdiri selama jam pelajaran ..."
__ADS_1
Sambil berkata, Pak Tua Kamto menepuk-nepuk buku teks Bahasa Indonesia, melanjutkan: "Tapi ... jangan bilang saya tidak memberi kalian berdua kesempatan. Kebetulan kita baru saja membahas artikel ini. Kalau salah satu dari kalian bisa melafalkan salah satu paragraf di dalamnya … saya pun tidak akan mempermasalahkan keterlambatan kalian lagi!"
Begitu kata-kata itu terucap, para pria di bawah semakin senang. Jangankan artikel yang memang tidak pernah disuruh hafal, bahkan artikel yang sudah pernah dipelajari pun tidak mungkin bisa diingat Wilson dan Melvin. Mereka merasa bahwa cara hukum Pak Tua Kamto sangat mantap! Dari luar, dia terlihat seperti sedang memberi Wilson dan Si gendut Melvin kesempatan. Tetapi sebenarnya dia melakukan sesuatu yang lebih kejam daripada menghukum mereka berdiri, yaitu mempermalukan mereka di depan kelas …