
Di kelas tiga 02, selain primadona sekolah, siapa lagi yang bernama "Vonny"?
Ada juga aroma samar di surat ini, bukankah ini aroma khas Vonny?
Jelas sekali bahwa surat ini ditulis oleh Vonny untuk Wilson.
"Pengakuan cinta? Gendut, kamu terlalu banyak berpikir ... Lihat ..."
Wilson tidak merasa citra pahlawan yang tidak terlalu berhasil itu bisa membuat Vonny yang dingin dan angkuh jatuh cinta padanya, apalagi menulis surat cinta untuknya. Jadi dia sama sekali tidak memeluk harapan apa pun. Dia langsung membuka surat dan menemukan ucapan terima kasih yang sangat biasa dan sederhana di dalamnya.
"Lihat! Dia cuman mengucapkan terima kasih dengan sopan ... Pengakuan cinta! Sudahlah ... Gendut, kalau kamu bosan ... mending kamu berpikir untuk dirimu sendiri ... "
Meskipun Wilson berkata sambil tersenyum, tapi dia juga agak sedih. Namun, realita adalah realita. Meski dia punya harapan, harapan itu juga akan hancur.
“Ini … walau ini cuman ucapan terima kasih yang sederhana, tapi … kamu harus pikir dulu … ini surat dari Vonny, primadona sekolah! Selama tiga tahun ini, aku belum pernah lihat Vonny menulis surat kepada siapa pun. Kamu satu-satunya ... "
Melvin mengambil surat yang beraroma wangi, berkata dengan keras kepala, "Coba kamu cium, ada aroma primadona sekolah di atasnya!"
__ADS_1
"Kalau kamu merasa bagus ... simpan saja. Lagian ini cuman surat biasa, tidak menandakan apa-apa ..."
Wilson tersenyum sambil menggelengkan kepala, lalu tidak menghiraukan si gendut Melvin lagi. Dia memejamkan mata dan berpura-pura tidur, tapi sebenarnya dia sedang merenungkan semua isi otaknya. Dia mulai mencerna semua materi yang masuk ke otaknya dengan kecepatan tinggi.
Dua puluh empat Mutiara Samudra yang ajaib memberi Wilson kemampuan luar biasa. Saat ini kemampuan pertama yang dimilikinya adalah kemampuan untuk mengendalikan air. Dia dapat mengontrol cairan apapun secara bebas dengan memanfaatkan Mutiara Samudra. Kedua, kemampuan yang berasal dari "Teknik Aliran Air Dunia" di Mutiara Samudra dapat meningkatkan kebugaran fisiknya. Sekarang pendengaran, penglihatan, kecepatan, dan semua kekuatan fisik Wilson telah mengalami perubahan luar biasa.
Satu hal lagi yang penting adalah setelah Wilson mempelajari dengan cermat, dia mendapati bahwa setiap butir Mutiara Samudra memiliki kemampuan yang luar biasa. Kemarin dia hanya bisa mengaktifkan salah satu dari mereka. Dengan ini saja dia sudah mendapatkan kemampuan untuk mengingat segala hal.
Kemampuan “mengingat segala hal” inilah yang memungkinkan Wilson mengingat semua materi dari semua buku SMA dan buku les dalam satu tarikan napas. Ini juga yang membuatnya bisa mengejutkan seluruh kelas.
Kelas Bahasa Indonesia sudah berlangsung separuh. Pak Tua Kamto menyuruh para siswa belajar sendiri. Wilson pun memejamkan matanya dengan santai, fokus mencerna semua materi yang telah diserap otaknya.
"Ini ... bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin Vonny akan memberikan surat kepada Wilson? Apa yang tertulis … di surat itu? Mungkinkah ... Vonny benar-benar menyatakan perasaannya pada Wilson melalui surat itu?"
Sebagai seorang pelamar yang berulang kali mengirim surat pengakuan cinta kepada Vonny, tetapi selalu dibuang ke tempat sampah, Alfiandi tentu akan sangat marah dan cemburu ketika melihat dewi impiannya memberi surat kepada Wilson.
"Tuan Alfiandi, Wilson pasti menggunakan cara tercela untuk menggoda Vonny. Kalau tidak ... bagaimana mungkin Vonny yang selalu dingin dan cuek akan mengirim surat ke dia?"
__ADS_1
Jonathan segera mengadu domba lagi, "Kita harus cari cara agar Vonny bisa mengenal tampang asli Wilson, nantinya … Vonny pasti tidak akan memperhatikannya lagi!"
"Benar! Jonathan, sampah seperti Wilson selalu berposisi di peringkat terakhir, penampilannya biasa-biasa saja, latar belakang keluarganya juga kalah jauh dari aku ... Demi apa dia bisa merebut Vonny dariku? Demi apa Vonny memedulikannya tetapi mengabaikan aku? Kita harus cari cara supaya dia mempermalukan dirinya sendiri di depan Vonny, lalu menampakkan tampang aslinya ..."
Alfiandi berkata dengan galak. Dia menyipitkan mata untuk menatap Wilson, otak memikirkan strategi-strategi licik untuk mencelakai Wilson.
Saat ini, suasana hati Vonny sangat aneh. Dia kira setelah mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Wilson, perasaan panik dan aneh di hatinya pun akan menghilang. Tapi setelah surat itu terkirim ke Wilson, dia malah menjadi semakin panik.
"Akan seperti apa reaksi Wilson setelah melihat surat itu? Apa yang akan dia pikirkan? Apa dia akan berpikir aku benar-benar peduli padanya? Atau... dia hanya akan menganggap surat ucapan terima kasih itu sebagai surat biasa? Aduh ... tapi aku ... aku mau dia menganggap itu sebagai surat biasa, atau … kenapa hatiku begitu kacau? Ap ... apa yang aku inginkan?"
Surat yang sudah terkirim terus mengganggu hati Vonny. Dia bahkan sewaktu-waktu menoleh untuk melihat reaksi Wilson. Namun, apa yang mengecewakannya adalah Wilson sedang memejamkan mata, sepertinya sedang tidur dan beristirahat, sama sekali tidak menganggap serius surat darinya ...
"Astaga! Bagaimana boleh kamu begitu acuh tak acuh? Ini adalah kesempatan yang sangat bagus ... Vonny mengirimimu surat, kenapa kamu tidak membalasnya?"
Si gendut Melvin dengan iri melihat kembali surat yang diberikan oleh Vonny, lalu mendorong Wilson untuk memberi balasan. Namun Wilson sama sekali tidak berniat memedulikannya. Dia hanya fokus mencerna semua materi di otaknya.
"Kamu tertidur? Lupakan deh! Hais ... Padahal ini kesempatan bagus! Hmm! Sebagai sahabatmu, aku tidak akan membiarkanmu kehilangan kesempatan besar untuk menyatakan perasaanmu pada Vonny ... Tadi kamu menyelamatkan aku dari Pak Tua Kamto, aku tentu harus berbalas budi … Aku akan membantumu menyatakan perasaanmu pada Vonny ... "
__ADS_1
Melvin yang selalu bercanda gurau tiba-tiba menyipitkan mata dengan serius. Dia mengangguk-angguk dan mengambil pena. Setelah berpikir sejenak, dia menulis dengan serius di bawah tulisan Vonny:
"Vonny, sebenarnya ... aku sudah menyukaimu sejak lama..."