Tetanggaku, Pramugari

Tetanggaku, Pramugari
Dipersulit Pak Tua Kamto


__ADS_3

Apa?


Vonny, si primadona cantik, meminta izin keluar kelas adalah untuk menemui Wilson, si siswa buruk?


Ketika pria di kelas tiga 02 mendengar ini, mereka seolah-olah tersambar petir, rasa sakitnya tak tertahankan!


Tadi Vonny tidak sengaja masuk ke pelukan Wilson, mereka masih bisa tahan, paling cuman iri pada Wilson. Tapi sekarang Vonny mengatakan bahwa dia minta izin keluar bukan karena ada urusan penting, melainkan untuk mencari Wilson yang terlambat?


Hal ini membuat semua pria di kelas tiga 02 merasa sangat tidak senang dan tidak puas. Jika orang yang dimaksud Vonny adalah pria tampan yang terkenal di sekolah, mereka palingan hanya akan cemburu dan kagum pada pria tersebut, tidak akan merasa begitu kesal.


Namun, orang yang disebut Vonny sekarang adalah Wilson, siswa buruk. Penampilannya biasa-biasa saja dan prestasi akademiknya menempati posisi terakhir. Semua pria di kelas merasa diri mereka lebih baik berkali-kali lipat dari Wilson. Vonny pun tidak pernah mengobrol dengan mereka, sekarang malah begitu peduli pada Wilson. Tadi dia bahkan ... diam-diam bersandar di pelukan Wilson.


"Tuan Alfiandi ... beraninya Wilson menggoda primadona sekolah. Bukankah ini sama saja dengan menentangmu? Bagaimana mungkin sampah seperti dia bisa dibandingkan dengan Tuan Alfiandi!"


Di dalam kelas, Jonathan juga menatap Wilson dengan iri dan kesal. Dia sengaja mengadu domba di dekat telinga Alfiandi.


Benar saja. Tatapan Alfiandi pada Wilson menjadi sangat ganas, seolah akan terbakar. Dia mengepalkan tinjunya dan berkata, "Beraninya dia menggoda wanita yang aku sukai ... Wilson benar-benar sudah bosan hidup. Sial ... apa yang terjadi dengan Vonny? Aku memberinya bunga dan surat cinta, dan dia tetap tidak mau mengobrol denganku …  Sekarang dia malah begitu peduli pada Wilson si sampah itu!"

__ADS_1


Demi mengejar Vonny, Alfiandi benar-benar mengerahkan banyak usaha. Dia bahkan sengaja pindah kelas dengan mengandalkan kekuasaan pamannya yang merupakan wakil kepala sekolah, padahal ini waktu-waktu terpenting sebelum Ujian Nasional. Tapi segala pengorbanan dan usahanya malah hanya mendapatkan penolakan dari Vonny. Dia bahkan tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Vonny secara pribadi.


Apa yang terjadi sekarang? Wilson yang merupakan siswa buruk bagi Alfiandi sepertinya telah membuat Vonny gugup, juga membuat Vonny jatuh ke pelukannya secara tidak sengaja. Bagaimana mungkin Alfiandi bisa diam saja?


"Prestasi akademikku selalu stabil di peringkat 50 teratas. Aku juga salah satu pria tampan yang diakui seluruh orang di sekolah ... Sedangkan Wilson sepertinya adalah siswa peringkat terakhir di kelas! Aku malah kalah darinya?"


Awalnya Alfiandi tidak memiliki kesan apa pun tentang Wilson. Dia tidak pernah menganggap penting siswa buruk seperti Wilson. Tapi sekarang dia telah menganggap Wilson sebagai musuh cintanya. Tidak peduli apakah Vonny menyukai Wilson atau tidak, Alfiandi telah memutuskan bahwa dia akan cari kesempatan untuk menghajar Wilson.


Semua pria sangat iri dan benci pada Wilson. Sementara gadis-gadis di kelas pada menatap Wilson dengan heran. Mereka semua heran kenapa Wilson yang bahkan tidak bisa menarik perhatian mereka malah bisa dipedulikan oleh primadona sekolah, Vonny. Apa yang istimewa darinya?


Sifat dasar wanita memang seperti gitu, layaknya sifat mereka terhadap barang mewah. Mereka tidak akan tertarik pada sesuatu yang tidak diinginkan orang-orang. Barang-barang murah juga tidak akan bisa menarik perhatian mereka. Tapi begitu ada sesuatu yang disukai wanita yang lebih cantik dari mereka, mereka akan langsung mengikuti tren dan menjadi tertarik.


Tapi sekarang Vonny, yang diakui sebagai primadona sekolah, terlihat begitu peduli terhadap Wilson. Gadis-gadis di kelas tiga 02 tentu akan mulai mengamati Wilson yang dulunya tidak mencolok.


Sebenarnya jika dilihat dengan serius, meskipun Wilson memang bukan pria tampan, tapi dia juga tidak jelek. Dia beralis tebal, berhidung mancung, berfitur wajah rapi, bergaya rambut botak yang apik, dan berbibir tebal yang menandakan keloyalannya. Selain itu, Wilson memang sedikit berbeda hari ini.


Karena "Teknik Aliran Air Dunia" yang dia latih sepanjang malam kemarin, dia sudah memiliki aura khusus yang samar dan menarik di tubuhnya. Aura ini membuat orang mudah untuk menemukan rasa nyaman darinya. Tadi Vonny juga termabuk-mabuk oleh rasa nyaman ini saat berada di pelukan Wilson, membuatnya sangat ingin bersandar di pelukan Wilson selama sisa hidupnya.

__ADS_1


Tentu saja. Sekarang orang yang paling kesal dengan kemunculan Wilson mungkin bukan pria-pria yang cemburu dan benci padanya, tetapi Pak Tua Kamto yang sudah sangat emosi.


Awalnya Pak Tua Kamto sudah sangat kesal karena kebisingan kelas. Vonny yang selama ini selalu menjadi siswa teladan juga kehilangan fokus dan meminta izin untuk keluar. Kemudian sekarang dia sudah tahu bahwa Vonny minta izin untuk mencari Wilson yang terlambat. Agaknya sudah dapat dibayangkan bahwa Pak Tua Kamto pasti akan melampiaskan semua amarah dan emosinya kepada Wilson.


“Vonny, bukankah kamu minta izin untuk keluar? Kenapa kamu belum keluar?”


Pak Tua Kamto yang sedang emosi tidak langsung menyerang Wilson, melainkan menginterogasi pada Vonny terlebih dahulu.


"Ah? Pak Kamto ... saya ... saya tidak ada urusan lain lagi ... Saya tidak perlu keluar lagi ..."


Vonny berkata dengan gugup, menundukkan kepala dengan gelisah. Dia tidak berani melihat Wilson lagi. Setelah menjawab, dia buru-buru kembali ke tempat duduk.


Vonny yang berkata demikian semakin membuktikan bahwa dia minta izin memang karena mau cari Wilson. Begitu Vonny kembali ke tempat duduknya, tinggal Wilson sendiri yang di depan pintu kelas. Dia seketika menjadi sasaran tatapan publik. Semua orang, termasuk Pak Tua Kamto, menatap tajam ke arahnya.


"Um ... ada apa ini? Saya hanya terlambat belasan menit? Perlukah kalian..."


Menghadapi begitu banyak tatapan tajam, Wilson merasa sangat tertekan. Terutama ketika melihat Pak Tua Kamto yang memang sudah ditakutinya sejak dulu.

__ADS_1


"Itu ... Pak Kamto, maaf ... saya terlambat karena ada urusan ... saya bukan sengaja mau terlambat ..."


Wilson, yang mengetahui sifat aneh Pak Tua Kamto, sudah bersiap untuk dimarahinya. Para pria di kelas juga menyaksikan adegan ini dengan asyik, menantikan pelampiasan emosi dari Pak Tua Kamto kepada Wilson.


__ADS_2