
"Itu ... Kak Fopi, aku ... aku pulang dulu ... bye ... bye-bye!"
Setelah tersadar kembali, Wilson yang kehilangan akal buru-buru pamit dan pulang ke rumah.
"Aku...aku pukul pantat Kak Fopi? Aku...aku benar-benar pukul pantat Kak Fopi?"
Wilson duduk di kursi belajar, meletakkan buku bahasa Inggris di atas meja. Dia benar-benar tercengang oleh tindakannya sendiri.
Siapa Fopi itu? Dia adalah wanita paling kasar di daerah ini. Meski sekarang dia telah menjadi pramugari yang anggun sehingga orang tidak tahu sifat aslinya, tapi Wilson tahu betul bahwa Kak Fopi masih merupakan "setan wanita" yang mengerikan itu.
Dia sudah terbiasa diganggu dan dilindungi oleh Kak Fopi ini sejak kecil. Dia masih ingat ketika dia berusia 6 tahun, si gendut di sebelah rumahnya merebut kelerengnya. Dia menangis dan mengadu kepada Fopi. Siapa tahu Fopi langsung ambil sapu dan mengejar si gendut itu. Setelah pantat si gendut dipukul sampai bengkak, barulah Fopi merebut kembali kelerengnya.
Hari ini entah apa yang terjadi pada Wilson. Mungkin kesadaran pria di dalam jiwanya telah terbangun, sehingga dia berani melawan Fopi, bahkan memukul pantatnya.
"Mampus! Mampus... Kali ini sepertinya aku benar-benar bakal mampus. Aku memukul pantat Kak Fopi. Agaknya ... setelah Kak Fopi sadar, dia bakal memukulku sampai tidak dapat dikenali orang tua ..."
Pada saat ini, Fopi yang cantik dan elok sama sekali tidak dipandang sebagai pramugari anggun dan lembut oleh Wilson. Dia telah sepenuhnya menjadi "setan wanita" bagi Wilson. Wilson selalu merinding dan menggigil begitu memikirkan tampang Fopi yang murka.
"Aduh! Terserah deh... Aku mau lihat kelereng ajaibku dulu..."
__ADS_1
Melihat waktu sudah hampir pukul 6, Wilson bertiarap di lantai dan buru-buru mengeluarkan kotak kertas elok yang tersimpan di bawah ranjang. Tadi dia bilang bahwa dia punya urusan penting. Ini bukan alasan yang dicarinya untuk melarikan diri. Dia buru-buru pulang adalah untuk melihat kelereng ajaib yang disimpannya di bawah ranjang.
"1, 2 ... 22 ... 23! Benar, masih kurang 1 menit sebelum jam 6. Sudah ada 23 kelereng di dalam kotak. Berdasarkan pola sebelumnya ... Begitu jam 6 tiba, kelereng di dalam kotak akan bertambah menjadi 24 butir!"
Dengan mata terbuka lebar, Wilson pertama-tama menghitung jumlah kelereng terlebih dahulu, kemudian terus mengamatinya tanpa berkedip sekali pun. Kelereng di kotak ini adalah kelereng yang direbut oleh si gendut ketika dia berusia 6 tahun. Hanya ada satu butir pada saat itu, tetapi dia mendapati bahwa setiap setengah tahun, jumlah kelerengnya akan bertambah satu butir. Awalnya dia tidak peduli, tetapi kejadian yang sama berulang setiap tahun setelah itu. Dia semakin heran dan penasaran. Jadi dia pun menyembunyikan kelereng ini di bawah ranjang secara diam-diam.
Dalam 12 tahun terakhir, kelereng ajaib ini telah berubah dari 1 menjadi 23. Pukul 6 sore ini adalah waktunya penambahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika tidak ada perubahan, maka kelereng di dalam kotak akan bertambah menjadi 24 butir hari ini.
TIK TAK!
TIK TAK...
Tepat pukul jam 6. Benar saja! Wilson menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, salah satu kelereng "melahirkan" kelereng baru.
Sekali lagi memverifikasi peristiwa ajaib ini, Wilson benar-benar tidak bisa tenang. Selama bertahun-tahun, dia selalu menyimpan rahasia ini dan tidak memberi tahu siapa pun. Karena dia merasa bahwa kelereng ini pasti merupakan harta karun. Namun, setelah menunggu selama bertahun-tahun, selain peristiwa penambahan satu kelereng setiap enam bulan, tidak ada kejadian lain sama sekali. Sekarang, sudah ada 24 kelereng.
"24? Ada harta apa yang punya 24 butir mutiara?"
Wilson, yang menyukai mitologi klasik Tiongkok, tiba-tiba teringat sesuatu setelah melihat jumlah kelereng yang dimilikinya sekarang. Dia tiba-tiba berteriak: "Mutiara Samudra! Benar ... Jumlah Mutiara Samudra ada 24 butir ..."
__ADS_1
Begitu kata-katanya terucap, 24 butir Mutiara Samudra di dalam kotak seolah-olah terpanggil. Air keluar dari setiap butir kelereng, tumpah keluar dari kotak, dan akhirnya bahkan buku-buku di meja pun basah kuyup.
"Ah...banjir...ini...apakah ini benar-benar Mutiara Samudra?"
Melihat kelereng membanjiri meja, Wilson bergegas maju untuk menyimpannya. Tapi siapa tahu 24 butir Mutiara Samudra langsung terbang masuk ke mulutnya dengan kecepatan tinggi. Kemudian Wilson langsung menelan mereka secara tidak sengaja.
"Um ... Aku baru saja telan 24 butir Mutiara Samudra?"
Wilson tercengang. Dia jelas merasakan 24 butir Mutiara Samudra memasuki perutnya. Kemudian dia hanya menarik napas biasa, air yang membanjiri meja malah langsung terhisap semua olehnya hingga kering. Bahkan tetesan air di buku Bahasa Inggris yang basah kuyup juga diserap habis olehnya.
"Aku...apa yang terjadi padaku? Mungkinkah...setelah makan 24 butir itu, aku langsung punya ... kemampuan untuk mengendalikan air?"
Wilson sangat terkejut dengan kemampuan supranatural yang didapatkannya secara tiba-tiba. Hatinya tergerak. Dia menargetkan gelas air di atas meja, lalu menggumamkan "serap" di dalam hati. Benar saja... air di dalam gelas membentuk aliran dan terserap hingga kering olehnya.
Pada saat ini, di rumah keluarga Etenia, Fopi menyentuh pantat bundarnya yang baru saja ditampar Wilson. Dia sangat malu, dan juga marah. Sifat pemarahnya membuatnya langsung emosi: "Dasar Wilson, beraninya kamu pukul pantat Kakak! Benar-benar keterlaluan ... Aku bakal menghajarnya habis-habisan!"
Sebagai wanita cantik yang terkenal kasar, Fopi selalu menjadi ketua dari kelompok anak-anak sejak dia kecil. Dia tidak pernah dianiaya atau diganggu siapa pun. Tapi, hari ini dia malah dipukul pantatnya oleh Wilson. Ini sungguh memalukan.
Fopi yang marah tidak peduli lagi kalau dirinya masih mengenakan seragam pramugari. Dia menginjak sepatu hak tinggi burgundy, menyerbu ke kamar Wilson dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Wilson! Dasar bocah brengsek, keluar ... Aku bakal menghancurkan pantatmu ..."
PONG. Wilson yang ada di dalam kamar masih terfokus dalam kemampuan kontrol air yang baru saja diperolehnya. Tanpa diduga setan wanita, Fopi, tiba-tiba menendang pintu kamarnya hingga terbuka.