The Antagonist

The Antagonist
BAB 55


__ADS_3

Wei Lian begitu kesal karena suaminya itu tak percaya bahwa Meixi lah yang membunuh putra mereka yakni Xian'er.


Padahal ia sudah menjelaskan bahwa Meixi sendiri yang mengatakannya.


"Lian'er...mana mungkin Meixi melakukan hal seperti itu, dia juga seorang ibu Lian'er, membunuh anak lain sama saja membunuh anaknya sendiri. Lagipula Xian'er juga anakku." eyel Zi Lan pada Wei Lian.


"Aku mendengarnya sendiri suamiku, Meixi juga mengakuinya." ucap Wei Lian.


"Aku tak mempercayainya Lian'er, pasti dia hanya bercanda." ucap Zi Lan.


"Kau lah yang sedang bercanda saat ini suamiku, jelas-jelas aku sudah mengatakannya, Meixi itu telah meracuni putra kita. Itulah yang membuat putra kita mati!." ucap Wei Lian marah.


Tangis Wei Lian semakin pecah, ia sangatlah sedih dan kesal karena Zi Lan terus membela Meixi.


Ia pun menebak kalau suaminya itu pasti tak setuju kalau Meixi dihukum.


"Pergilah, esok pagi kita akan menemui Meixi bersama, dengarkanlah sendiri pengakuannya." ucap Wei Lian.


Zi Lan terlihat sangat khawatir, "Aku akan mengajak Zi Yu, dia akan tidur nyenyak disampingku."


Wei Lian pun dengan tegas menolaknya, entah kenapa ia merasa takut.


Takut kalau suaminya itu akan membawa Zi Yu pergi bersama Meixi.


"Zi Yu akan bersamaku. Dia juga nyaman tidur bersamaku." ucap Wei Lian.


Wei Lian pun langsung masuk kembali kedalam kamarnya, Zi Yu sendiri terduduk manis diatas ranjang seolah memang menunggu kedatangan Wei Lian.


"Mengapa kau masih terjaga ?." tanya Wei Lian sembari mengusap air matanya.


Dia pun berjalan mendekat ke arah ranjang. Di elusnya dengan pelan kedua pipi Zi Yu.


"Xian'er." gumam Wei Lian.


Dengan tangan kecilnya itu, Zi Yu mengusap mata Wei Lian.


"Ibu." ucap Zi Yu.


"Kau pasti merindukan ibumu." gumam Wei Lian.


"Ayo kita tidur Zi Yu, banyak hal yang harus kulakukan besok." ucap Wei Lian.


Zi Yu kecil pun mengangguk, akhirnya mereka berdua pun tertidur pulas, Wei Lian sendiri benar-benar mendekap Zi Yu dengan erat.


Di sisi lain Zi Lan, ia barulah ingat kalau meninggalkan Dongfang didepan.


"Tuan Dongfang, maafkan aku karena meninggalkan anda sendirian." ucap Zi Lan.


Zi Lan pun mengarahkan Dongfang menuju kamar tamu.

__ADS_1


"Tuan Zi Lan maafkan aku karena ikut campur, tadi aku mendengar para pelayan sedang bergosip, apa benar Nyonya Meixi di penjarakan oleh Nyonya Wei Lian ?." tanya Dongfang dengan hati-hati.


Zi Lan pun menjadi canggung mendengarnya.


"Ya, benar Tuan, maaf karena setiap anda datang, selalu saja terjadi masalah didalam sekte ini." jawab Zi Lan.


"Tuan Zi Lan, maaf sebelumnya...tapi siapapun sudahlah tau kalau Nyonya Wei Lian itu menjadi tak waras setelah kematian putranya."


"Aku sangat kasihan pada anda dan juga Nyonya Meixi." lanjut Dongfang.


Dongfang memperhatikan wajah Zi Lan yang tampak sangat kelelahan.


Pastilah lelaki itu sangat pusing harus bertahan dengan wanita gila.


"Wei Lian seperti itu karena masih tak bisa melupakan kesedihannya Tuan." ucap Zi Lan.


Dongfang pun terlihat sangat prihatin sekaligus kagum dengan Zi Lan.


Sebenarnya ia juga mendengar pelayan-pealyan tadi bergossip bahwa Wei Lian sudah melakukan percobaan pembunuhan pada Zi Yu.


"Tuan....sebaiknya anda mengurung Nyonya Wei Lian, jika dia tetap dibebaskan seperti itu...aku takut dia akan terus-terusan menyakiti dan menyusahkan orang lain." ucap Dongfang.


"Anda dan Nyonya Meixi juga berhak bahagia." lanjutnya.


■■■■■■■■■■■■■■


Esoknya Zi Lan kembali menemui Wei Lian dengan ditemani oleh Dongfang.


Wei Lian hanya tersenyum, ia mengingat Dongfang sebagai orang yang sangat tak menyukai Xu Ye Han.


"Suamiku, sebentar lagi kita akan pergi." ucap Wei Lian.


Zi Lan melihat mata Wei Lian yang bengkak, pastilah istrinya itu tak berhenti menangis tadi malam.


"Dimana Zi Yu ?." tanya Zi Lan.


"Dia sedang bermain dengan Liuli." jawab Wei Lian.


"Panggil Liuli, aku sangat ingin menggendong Zi Yu." titah Zi Lan.


"Nanti saja, aku tak ingin Zi Yu mendengar ibunya itu mengakui dosa-dosanya." ucap Wei Lian.


Tak lama mereka pun pergi ke tempat dimana Wei Lian mengurung Meixi dan juga ibunya.


Tampak sekali tatapan kebencian dari mata Meixi dan juga ibunya.


Penampilan mereka berdua sudahlah compang-camping.


Wei Lian hanya berpikir mungkin penampilan mereka seperti itu karena memberontak tak ingin dikurung.

__ADS_1


"Suamiku.." panggil Meixi.


Zi Lan pun langsung mendekat, dan menyamakan tingginya dengan Meixi.


Digenggangnya tangan istrinya itu.


"Kau pasti kesusahan disini, maafkan aku karena baru menemuimu istriku." ucap Zi Lan.


Meskipun sesak mendengarnya, namun Wei Lian berusaha tenang, karena sebentar lagi Meixi akan menghilang dari kehidupannya dan juga Zi Lan.


"Keluarkan mereka dahulu Lian'er." ucap Zi Lan.


"Aku tak akan mengeluarkannya suamiku." tolak Wei Lian.


"Wei Lian! Kau benar-benar kejam!." teriak Meixi.


"Kau lah yang kejam Meixi! Cepat akui kejahatanmu itu!." teriak Wei Lian balik.


Meixi pun mendengus kesal mendengarnya.


"Suamiku....Wei Lian ini sudah benar-benar gila, ia memfitnah diriku. Dia menuduhku membunuh Xian'er, padahal dialah yang mencoba membunuh Zi Yu." ucap Meixi.


"Jangan berbohong Meixi, kemarin dengan mulutmu sendiri kau mengakui kejahatanmu itu. Suamiku jangan percaya padanya, dia ini sangatlah jahat." ucap Wei Lian.


"Suamiku...semua orang jugalah tau kalau anaknya itu penyakitan, toh Wei Lian sendiri yang selama ini merawatnya, mana mungkin aku membunuh Xian'er..."


"Lagipula dia adalah anakmu, mana mungkin aku membunuh darah dagingmu sendiri suamiku." ucap Meixi.


Wei Lian benar-benar sangat terpukau dengan sandiwara Meixi.


Bahkan sekarang wanita itu menangis dihadapan Zi Lan.


Namun dirinya jugalah sakit hati karena suaminya itu lebih percaya pada Meixi.


Zi Lan sendiri juga mengatakan kalau Wei Lian sudahlah kehilangan akalnya karena kesedihan yang ia pendam.


"Yang dikatakan oleh Meixi memanglah benar, tak mungkin ia menyakiti Xian'er, lagipula kau lah yang hendak menyakiti Zi Yu, Lian'er." ucap Zi Lan.


"Semua orang mengetahui itu Lian'er, kumohon jangan kehilangan semua kewarasanmu itu. Aku takut tak bisa melindungimu lagi Lian'er." ucap Zi Lan.


"Aku tak gila suamiku, Meixi memanglah yang membunuh putra kita." ucap Wei Lian.


"Wei Lian!!!! Kaulah yang hendak membunuh putraku! Aku sudah kehilangan Xian'er, tapi kau hendak membunuh putraku yang lain! Bahkan sekarang kau memenjarakan Meixi dan hendak membunuhnya juga. Apa kau tak tahu betapa berharganya nyawa mereka ?!." ucap Zi Lan marah.


Wei Lian sendiri juga terkejut karena tiba-tiba saja Zi Lan berteriak dan memarahinya.


"Apa nyawa Xian'er itu tak berharga?!." teriak Wei Lian balik.


■■■■■■■■■

__ADS_1


Mampir juga yuk ke novel baru author yang berjudul "Love Contract", terima kasih ♡~


__ADS_2