The Antagonist

The Antagonist
BAB 62


__ADS_3

"Sepertinya buku itu benar-benar penting, anda terus melihatnya setiap hari. Bahkan di hari anda terjatuh, anda juga membawanya." ucap Bai Li sembari menatap Wei Lian yang sedang asyik membaca buku.


Wei Lian pun tersenyum tipis mendengarnya, buku ini memanglah sangat penting bagi dirinya.


"Ini bukan sebuah buku novel cabul, ini buku kultivasi." ucap Wei Lian.


Bai Li pun terlihat terkejut, ia tak menyangka kalau Wei Lian tertarik pada buku-buku seperti itu.


"Maaf Nona...kalau anda tertarik pada buku semacam itu mengapa kultivasi anda sangat buruk ?." tanya Bai Li.


Ia sedikit takut kalau Wei Lian akan merasa tersinggung dengan pertanyaannya itu.


"Karena kultivasiku buruk makanya aku ingin belajar dengan buku ini pendekar Bai Li." jawab Wei Lian.


Bai Li pun menunjukkan raut muka sedih, apa mungkin Wei Lian bisa berkultivasi lagi ?.


Wanita itu sudahlah terluka parah, dia bisa tetap hidup dan berjalan saja itu sebuah keajaiban.


Namun kini ia ingin berkultivasi dengan badan selemah itu ? Keinginannya itu akan menghancurkan dirinya lagi.


Wei Lian pun memperhatikan Bai Li diam-diam.


Ia sendiri seolah mengerti apa yang sedang Bai Li pikirkan, namun ia tak akan menyerah begitu saja.


Ia akan melakukan cara apapun agar bisa membalaskan dendam-dendamnya itu.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan pendekar Bai. Kau pasti berpikir sangat mustahil bagiku untuk berkultivasi lagi bukan ?." tanya Wei Lian.


Bai Li pun terlihat sangat canggung begitu mendengarnya.


"M-maaf Nona....tubuhmu itu sudahlah rusak, akan sangat sulit bagimu untuk berkultivasi lagi." ucap Bai Li.


"Aku pasti bisa melakukannya, kalaupun aku harus menjual jiwaku pada iblis, aku akan melakukannya." ucap Wei Lian.


Ucapannya itu benar-benar sangat meyakinkan.


"T-tapi nona....aku takut anda akan semakin terluka." ucap Bai Li khawatir.


Wei Lian pun menundukan kepalanya, dihembuskan nafasnya cukup keras.


Ia pun kembali menatap ke arah Bai Li, "Kalaupun aku terluka nantinya, luka-luka itu tak akan sebanding dengan luka yang kuterima di masa lalu."


Wei Lian pun turun dari tempat duduknya, dia pun bersujud kepada Bai Li.


"Apa yang anda lakukan ? Cepatlah berdiri, jangan seperti ini." ucap Bai Li sembari membantu Wei Lian untuk bangkit.

__ADS_1


Namun Wei Lian sama sekali tak ingin beranjak dari tempatnya itu.


"Pendekar Bai aku sangat berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan nyawaku." ucap Wei Lian.


"Bukankah sudah ku bilang jangan mengatakan hal itu terus-terusan." jawab Bai Li.


"Pendekar Bai bolehkah aku merepotkan dirimu lagi ?." tanya Wei Lian.


Bai Li pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya diinginkan oleh Wei Lian saat ini, sampai-sampai membuat wanita itu bersujud kepadanya.


"Nona Wei Lian sebenarnya anda menginginkan apa ? Jangan bertindak seperti ini, lagipula anda lebih tua dariku." ucap Bai Li.


"Apakah anda mau membimbingku untuk berkultivasi lagi ?." tanya Wei Lian.


Bai Li pun terdiam, mana mungkin ia berani berbuat lancang seperti itu.


"Nona...." belum selesai Bai Li menjawab, Wei Lian sudahlah memotong ucapannya itu.


"Aku tak akan berkultivasi dengan ilmu dari sekte anda. Aku tetap akan berkultivasi dengan jurus dari sekteku. Anda hanya akan melihat apakah gerakanku sudah tepat atau belum, semua ada di buku ini." ucap Wei Lian.


Bai Li pun terdiam, ia benar-benar bingung sekaligus terkejut mendengar ucapan Wei Lian.


"Nona....dengan aku mengajari anda sama saja aku akan mengetahui jurus dari sekte Wei, itu adalah hal rahasia Nona." ucap Bai Li.


Wei Lian pun tetap teguh, ia sama sekali tak masalah jika jurus dari sekte Wei diketahui oleh orang luar.


"Aku tak masalah, sekte Wei sekarang sudahlah tak bisa disebut seperti itu karena aku sudah dianggap mati oleh mereka." ucap Wei Lian.


"Kalau anda ingin kembali, aku pasti akan mengantar anda dengan selamat Nona." ucap Bai Li.


Wei Lian pun menggelengkan kepalanya, "Aku hanya ingin kembali dengan membawa dendam dan kematian untuk mereka pendekar Bai." ucapnya dengan suara bergetar dan mata yang memerah.


Akhirnya Bai Li pun mendapat sebuah jawaban.


Selama ini ia memanglah curiga kalau Wei Lian tak bunuh diri melainkan di bunuh.


"Pastilah selir Meixi yang melakukan hal sekeji itu, sungguh malang sekali nasib anda Nona." ucap Bai Li.


"Bukan hanya dia, mereka berdua mengkhianatiku ahh tidak....mengkhianati Wei Lian selama ini.


"Selain kematian tak ada lagi hadiah lebih indah untuk mereka."


Bai Li pun terkejut, ia mengetahui kalau Yuan Zi Lan telah jatuh cinta dengan Meixi.


Namun selama berada di sekte Wei, ia tahu kalau Zi Lan juga berusaha melindungi Wei Lian.

__ADS_1


"Apa benar yang anda katakan tadi Nona ? Tuan Zi Lan juga membunuh anda ?." tanya Bai Li tak percaya.


Buliran air mata pun keluar dari mata cantik Wei Lian.


"Pedang yang ia tusukkan di dadaku ini, aku tak akan melupakannya." ucap Wei Lian.


Bai Li pun menyamakan tingginya dengan Wei Lian.


Tanpa disadari, ia jugalah ikut menitihkan air mata.


"Baiklah, aku akan mengawasi anda selama berlatih kultivasi." ucap Bai Li sembari memeluk Wei Lian.


Wei Lian pun membalas pelukan Bai Li, "Terima kasih pendekar Bai." ucapnya tulus.


Setelah cukup lama berpelukan, mereka berdua pun melepasnya.


"T-tapi aku punya sebuah permintaan Nona." ucap Bai Li tiba-tiba sembari tersenyum lebar.


"Permintaan apa itu pendekar Bai ?." tanya Wei Lian penasaran.


"Permintaanku sangatlah mudah, bahkan anda bisa mengabulkannya saat ini juga." ucap Bai Li.


Wei Lian pun sangat penasaran, kalaupun Bai Li menginginkan harta, saat ini ia tak memiliki apapun.


Kalaupun menginginkan jurus rahasia sekte Wei, dia akan mengetahuinya nanti.


Ya, meskipun tak ada jurus tapak darah didalamnya.


"Apa itu ?." tanya Wei Lian.


"Bolehkah aku memanggil anda kakak ? Aku juga ingin anda memanggilku adik. Sebenarnya selama ini aku sangat mengagumi anda." ucap Bai Li malu-malu.


Wei Lian pun juga terlihat malu-malu, namun ia jugalah kebingungan.


Ya, selama ini Wei Lian terkenal dengan reputasi buruknya, apa yang bisa Bai Li kagumi dari dirinya ?.


"Mengagumiku ?." tanya Wei Lian tak percaya.


"Ya, anda sangatlah cantik dan baik hati." jawab Bai Li.


Wei Lian pun tak dapat menahan tawanya lagi, sepertinya Bai Li sudahlah gila.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan memanggilmu adik, ketika kita hanya berdua panggillah aku sebagai kak Wei Lian, tapi ketika ada orang lain panggil aku sebagi kak Jian Mei ." ucap Wei Lian.


Bai Li pun tersenyum senang mendengarnya. Dipeluknya Wei Lian dengan sangat erat.

__ADS_1


"Kak Lian'er." ucap Bai Li.


Kini ia benar-benar terlihat seperti anak kecil. Melihat itu membuat Wei Lian teringat dengan Liuli, pelayan setianya.


__ADS_2