The Antagonist

The Antagonist
BAB 56


__ADS_3

Dongfang sendiri berusaha menenangkan suasana yang kian memanas.


Ya, Wei Lian dan juga Zi Lan masih terus berdebat.


"Nyonya Wei Lian dan Tuan Zi Lan...maaf karena aku ikut campur, namun sebaiknya kalian dua berhenti berdebat dan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin." ucap Dongfang.


"Kurasa sudahlah cukup, Meixi sendiri sudah mengaku padaku, aku menunda hukumannya karena ingin kau tahu sendiri suamiku. Namun dia malah berbohong dan kau mempercayai kebohongannya itu."


"Aku sudah memutuskan untuk memenggal kepalanya dengan tanganku sendiri nanti." ucap Wei Lian dengan tegas.


Zi Lan pun menjadi semakin emosi mendengar perkataan Wei Lian. Ia pun masih mencoba menghalangi Wei Lian melakukan hal kejam itu.


"Aku menentangnya Lian'er, Meixi tidak bersalah jadi jangan bertindak sembrono." ucap Zi Lan.


Zi Lan pun berniat untuk melepaskan ikatan di tubuh Meixi.


Namun Wei Lian menepis tangan Zi Lan.


"Apa kau tak akan patuh padaku Yuan Zi Lan ?!." teriak Meixi sambil menatap tajam ke arah Zi Lan.


Zi Lan sendiri terkejut karena Wei Lian berani berkata seperti itu padanya.


Kemana perginya Wei Lian yang lembut, tunduk dan patuh padanya ?.


Mengapa istri pertamanya itu benar-benar berubah ?.


"Lian'er apa maksudmu ? Aku adalah kepala keluarga disini, lagipula semua ucapanmu itu tak ada buktinya. Jadi kumohon berhentilah membual, kau benar-benar membuatku sedih." ucap Zi Lan.


Zi Lan sendiri menunjukkan raut muka memelas, ia berharap hati Wei Lian kembali luluh padanya.


Namun nyatanya harapannya itu sia-sia. Wei Lian justru membuat Zi Lan terpojok.


"Kau memanglah kepala keluarga suamiku, namun akulah ketua sekte disini. Aku berhak menghukum siapapun yang bersalah disini." ucap Wei Lian dengan menekankan setiap kata dalam ucapannya.


Zi Lan pun terdiam, ia tak bisa lagi mendebat Wei Lian.


Ia diam karena menahan rasa kebenciannya, ia sangatlah tak suka direndahkan seperti itu.


"Selama ini suamiku lah yang mengurus sekte ini, dialah ketua sesungguhnya Wei Lian!." teriak Meixi.


Plakkkk!!!


Meixi membelalakan matanya itu, bahkan semua orang yang berada disitu juga ikut terkejut karena Zi Lan menampar Meixi cukup keras.


Mata Meixi sendiri menjadi berkaca-kaca, "Mengapa kau menamparku ?."


"Diamlah Meixi, yang dikatakan Wei Lian memanglah benar, dia adalah ketua sekte, dia menghukummu atau tidak itu terserah dia." ucap Zi Lan.


"Mengapa kau berkata seperti itu suamiku ? Kau harusnya mempercayai dan melindungiku." ucap Meixi dengan berlinang air mata.


Tak menggubris rintihan Meixi, Zi Lan pergi begitu saja meninggalkan Wei Lian, Meixi dan juga ibunya itu.


Dongfang sendiri kebingungan karena Zi Lan tiba-tiba saja berubah.


"Tuan Zi Lan...apa yang kau lakukan ? Apa kau menyerah begitu saja ? Kalau Nyonya Meixi memang tak bersalah, harusnya kau membelanya ."


"Bukannya malah membiarkan Wei Lian itu semakin semena-mena." ucap Dongfang.

__ADS_1


Zi Lan pun menghembuskan nafasnya kasar.


"Hahhh.....aku tak menyerah Tuan Dongfang, aku akan membebaskan istri keduaku itu." ucap Zi Lan.


"Lalu apa maksud tindakanmu saat ini ?." tanya Dongfang.


Zi Lan pun tiba-tiba bersujud kepada Dongfang, "Tuan...bisakah anda membantuku ?."


Dongfang kembali dibuat terkejut oleh Zi Lan.


Apa sebenarnya yang direncanakan anak ini.


"Tuan...bantulah aku menyelamatkan istriku yang tak bersalah itu." ucap Zi Lan lagi.


Di sisi lain Wei Lian tengah tertawa terbahak-bahak.


Ia sudahlah tak menangis lagi, ia benar-benar merasa sangat bahagia saat ini.


Akhirnya suaminya itu tak melindungi Meixi lagi.


Plakkk....plakkk...plakk.


Di tamparnya Meixi berkali-kali dengan sangat keras.


Pipi putihnya itu sampai memerah dan bercap tangan.


"Tunggulah Meixi, sebentar lagi aku akan membunuhmu ditempat dimana kau membuat nyawa anakku itu dalam bahaya." ucap Wei Lian.


Wei Lian saat ini tengah bersiap-siap didalam kamarnya.


"Aku berhias dan berpakaian bagus seperti ini untuk merayakan kematiannya itu Liuli." ucap Wei Lian.


"Nyonya...anda benar-benar seperti orang jahat saat ini." ucap Liuli dengan terkekeh kecil.


Wei Lian pun tersenyum mendengarnya, ia pun berbalik dan memegang kedua tangan Liuli.


"Liuli....putraku itu pasti bahagia bukan ?." tanya Wei Lian.


Liuli pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Wei Lian.


"Mendiang Tuan Muda Xian'er pasti sangat bahagia Nyonya." jawab Liuli.


Wei Lian pun menatap Zi Yu kecil yang sedang asyik bermain di ranjang.


Senyuman dibibirnya itu langsung menghilang begitu melihat anak itu.


"Sebentar lagi anak itu akan membenciku Liuli." ucap Wei Lian.


"Nyonya...mana mungkin dia membenci anda, anda sendiri mengatakan akan membesarkan Zi Yu dengan baik."


"Bahkan dia memanggil anda ibu saat ini." lanjut Liuli.


Wei Lian hanya tersenyum kecut mendengarnya.


"Ambilkan pedangku Liuli, pastikan Zi Yu tak mengikuti nanti." ucap Wei Lian.


■■■■■■■□□□□□□□

__ADS_1


Wei Lian menarik Meixi dengan sangat kasar.


Bahkan Meixi sendiri sampai terjatuh berkali-kali.


Mereka kini sedang menuju ke sebuah tepi jurang di gunung. Jian Mei ingat, ditempat itulah para bandit mengambil kalung giok es.


Sejak kehilangan kalung itu, kesehatan Xian'er berangsur-angsur memburuk.


Begitu tiba, Wei Lian langsung mengacungkan pedangnya itu ke leher Meixi.


Zi Lan jugalah mengikuti mereka, ia berusaha menahan diri ketika melihat perbuatan Wei Lian.


"Suamiku...aku akan membunuh wanita iblis ini dan membalaskan dendam putra kita!." ucap Wei Lian.


"Teruslah bermimpi Wei Lian!." ucap Meixi.


Tiba-tiba saja ada sebuah serangan yang mengarah pada Wei Lian.


Tentunya Wei Lian berusaha menghindari serangan itu.


Seorang lelaki bercadar hitam muncul dihadapannya.


"Siapa kau ?." tanya Wei Lian.


"Kau tak perlu tahu." jawab lelaki itu.


"Jangan menggangguku kalau tak ingin mati." ucap Wei Lian.


Lelaki itu melepaskan ikatan ditangan Meixi lalu kembali menyerang Wei Lian yang tengah terkejut.


Wei Lian sendiri menyadari kalau ia bukanlah tandingan lelaki itu, ia bisa mati dengan mudah ditangannya.


Sringg....sringg


"Suamiku bantulah aku, aku harus segera membunuh Meixi!." teriak Wei Lian.


Namun entah mengapa Zi Lan tak membantunya dan hanya terdiam mematung.


"Apa yang kau lakukan suamiku ?." teriak Wei Lian.


"Kaulah yang akan mati Wei Lian!." teriak Meixi.


Meixi pun ikut menyerang Wei Lian.


Begitu Wei Lian terpojok, lelaki bercadar tadi pun mundur.


"Apa yang akan kau lakukan Wei Lian ? Kau sudah hampir jatuh ke jurang itu." ucap Meixi.


"Suamiku cepat bantu aku!." teriak Wei Lian.


Zi Lan pun berjalan mendekat ke arah dirinya dan juga Meixi.


"Aku memanglah membunuh putramu itu Wei Lian." ucap Meixi.


"Kau mendengarnya bukan suamiku ? Kau dengar bukan ?! Cepat selamatkan aku dan bunuh dia suamiku." teriak Wei Lian.


Meixi justru tertawa keras mendengarnya dan membuat Wei Lian kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2