The Antagonist

The Antagonist
BAB 58


__ADS_3

Xu Ye Han sedanglah asyik berbincang dengan ayah Yifei.


Ya, ternyata tak terjadi hal apapun pada ayah Yifei. Ayahnya itu hanyalah terlalu fokus dalam belajarnya.


"Terima Kasih telah menjaga anakku Xu Ye Han." ucap ayah Yifei.


"Tak perlu sungkan Tuan, lagipula tujuan kami jugalah sama." jawab Ye Han.


"Sebenarnya untuk apa kau mencari bunga biru ?." tanya ayah Yifei.


Ia sebenarnya terkejut karena perbuatan Ye Han, laki-laki muda itu sudahlah memotong banyak bunga biru.


Sampai-sampai ia tak bisa menghitung lagi berapa banyak yang Ye Han bawa.


"Hanya sebuah tugas kecil Tuan." jawab Ye Han singkat.


"Mana mungkin kecil, kau membawa bunga-bunga berharga ini pastilah untuk hal besar." ucapnya dengan penuh curiga.


"Ayah sudahlah, jangan terus menanyai Ye Han, kau membuat suasana menjadi canggung." ucap Yifei.


Yifei sendiri sadar kalau Ye Han tak nyaman jika terus-menerus ditanya soal perbuatannya ini.


Meskipun ia sendiri penasaran, namun lebih baik ia memendam rasa ingin tahunya itu.


"Ya...ya...baiklah maafkan aku." ucap ayah Yifei.


Xu Ye Han pun tersenyum, tiba-tiba saja ia bangkit dan berpamitan kepada Yifei dan juga ayahnya.


Ia memanglah sangat terburu-buru.


"Tuan, Yifei...aku haruslah segera pergi, kalian berdua jagalah diri baik-baik." ucap Ye Han.


Yifei tentunya terkejut, karena mereka baru saja tiba.


Ia masih memaklumi kalau Ye Ha langsung mencari bunga biru, namun langsung pergi begitu mendapatnya, apa dia gila ?.


Apa lelaki itu tak lelah ? Membawa pulang bunga sebanyak itu jugalah tak mudah.


"Kau akan langsung pergi ? Ye Han...kita baru saja bertemu setelah sekian lama." ucap ayah Yifei.


"Benar yang dikatakan ayahku, kita juga baru saja tiba, kau juga harus beristirahat dulu." ucap Yifei.


"Pokoknya kau harus beristitahat dulu Ye Han, kau harus menemaniku berbincang dulu." ucap ayah Yifei lagi.


"Ya! Sebagai gantinya aku akan menemanimu kembali besok, aku akan membantu membawa bunga-bunga ini." ucap Yifei.


Ye Han yang merasa tak enak pun akhirnya mengangguk mengiyakan.


"Baiklah, aku akan pergi besok pagi." ucapnya.


Pada akhirnya mereka pun terus berbincang sambil menikmati ikan bakar yang dibuat oleh Yifei.


■■■■■□□□□□

__ADS_1


Keesokan paginya, mereka sudahlah bersiap-siap untuk kembali.


Ayah Yifei sendiri tak ikut kembali karena masih ingin mempelajari bunga biru.


"Segeralah kembali ayah, aku akan menunggumu." ucap Yifei.


"Kami pamit dulu Tuan." pamit Ye Han.


"Berhati-hatilah dijalan, aku minta bantuanmu lagi untuk menjaga putriku Ye Han." ucap ayah Yifei.


Setelah keluar dari gua, mereka langsung menuju ke desa terdekat untuk menyewa sebuah kereta kuda.


Bunga yang mereka bawa sangatlah banyak, Ye Han sangat takut bunga-bunga itu rusak karena jika ia membawanya dengan menunggang kuda.


"Jadi kita tak menuju sekte Xu ?." tanya Yifei yang baru mengetahuinya.


"Ya Nona Yifei." jawab Jin Ling.


Yifei pun mendekati Ye Han yang tengah mengawasi beberapa pekerja yang tengah memasukkan bunga kedalam kereta.


"Ye Han..." panggilnya.


"Ada apa Yifei ?." tanya Ye Han seraya membuka kipas yang berada ditangannya.


"Siapa Lian'er itu ? Apa dia kekasihmu ?." tanya Yifei.


Ye Han pun mengernyitkan dahinya, mengapa tiba-tiba Yifei menanyakan soal wanita itu.


"Kau terus memanggilnya saat tertidur." ucap Yifei.


Dia juga tak tahu mengapa memimpikan wanita itu.


"Kurasa benar, sepertinya kau membawa bunga-bunga ini juga untuknya." ucap Yifei.


Terlihat sekali senyuman yang tadinya terukir di bibirnya kini menghilang.


"Tuan...semuanya sudah siap." ucap Jin Ling.


"Baiklah, kau kawal mereka Jin Ling, aku akan pergi membawa beberapa tangkai bunga dengan kudaku." ucap Ye Han.


"Kau akan pergi sendiri Ye Han ?." tanya Yifei.


Ye Han pun mengangguk, ia mengatakan kalau Jin Ling lah yang akan menjaga Yifei selama perjalanan.


Lalu ia langsung menaiki kudanya itu, dan memacunya dengan sangat cepat.


Begitu ia sudah tak terlihat oleh mereka, Yifei pun menghela nafas sangat panjang.


"Huhhh....hatiku sedikit terluka." ucapnya.


Tentu saja Jin Ling sedikit bingung mendengarnya, namun ia hanya terdiam.


Ye Han benar-benar bergerak dengan cepat.

__ADS_1


Ia sama sekali tak peduli meskipun beberapa kali ranting pohon menggores tubuhnya.


"Aku akan segera kembali Lian'er." gumam Ye Han.


■■■■■□□□□□


Di sisi lain, Ah Ran sudahlah mendengar soal kematian Wei Lian.


Ia terlihat sangat kebingungan dan cemas.


"Apakah dia mati karena aku tak membantunya ?."


"Tapi itu adalah karmanya, dia hampir saja membunuh seorang anak."


"Tapi bagaimana jika Tuan tahu dan marah ?."


"Ya...dia mati bukan karena aku." pikir Ah Ran.


"Kak!!." teriak Xuan Yi.


Xuan Yi pun baru saja tiba didalam kamar, anak itu datang dengan berlarian.


Keringat benar-benar mengucur deras dari tubuhnya.


"Jaga penampilanmu itu Xuan Yi." ucap Ah Ran.


"Kak...k-kau pasti juga tahu kan kalau Nona Xiao Wu...ah tidak, maksudku Nyonya Wei Lian mati." ucap Xuan Yi terbata-bata.


Ah Ran pun mengangguk, "Ya, aku tahu."


"Dia tak mungkin mati bunuh diri kak." ucap Xuan Yi heboh.


"Pelankan suaramu itu Xuan Yi." ucap Ah Ran dengan raut muka serius.


"Lagipula untuk apa kau membicarakan wanita jahat itu ? Dia hampir saja membunuh anak tirinya, pastilah dewa menghukumnya." ucap Ah Ran.


Xuan Yi pun menggaruk kepalanya dengan kasar, "Nyonya Wei Lian bukanlah orang seperti itu."


"Huhh....hanya karena dia membelikanmu daging bukan berarti dia orang baik Xuan Yi." ucap Ah Ran.


Xuan Yi pun terus mendebat Ah Ran, dia sangatlah percaya kalau Wei Lian tak seperti yang orang-orang bicarakan.


"Kak aku berkata begini bukan karena daging. Kau tahu kan aku itu sangat ahli menilai orang ? Dan kau tahu aku sangat yakin kalau Nyonya Wei Lian bukan bunuh diri, tapi dia DIBUNUH." bisiknya pada Ah Ran.


"Jangan membual Xuan Yi, ingat untuk menjaga ucapanmu itu didepan orang. Aku tak ingin Tuan kita menjadi bahan perbincangan orang-orang." ucap Ah Ran.


"Aku tak membual kak, aku tadi menyelinap ke sekte Wei, aku mendengar kalau Nyonya Wei Lian itu tak akur dengan selir suaminya, bahkan aku mendengar kalau selir itu membunuh anaknya." ucap Xuan Yi dengan semangat.


Ah Ran pun memegang kepalanya, ia benar-benar frustasi mendengar ocehan Xuan Yi.


"Xuan Yi, kau itu benar-benar akan membuat Tuan Xu Ye Han dalam masalah, kalau kau ingin selamat ingatlah jangan sampai Tuan tahu soal perbuatanmu ini." ancam Ah Ran.


"Memangnya kenapa ?." tanya Xuan Yi dengan entengnya.

__ADS_1


"Karena kau akan mati!." jawab Ah Ran.


__ADS_2