
Harus melayani Meixi dengan sungguh-sungguh adalah pilihannya. Meskipun ia selalu merasa jijik saat memanggil wanita itu sebagai pemiliknya.
Yahh....walaupun begitu ia tetap bersyukur diperbolehkan membersihkan kediaman Wei Lian sesekali..
"Liuli..." panggil Meixi.
Liuli yang tengah menidurkan Zi Yu pun segera melangkah mendekati Meixi.
Ia menunduk dan menayanyakan mengapa wanita itu memanggil dirinya yang tengah sibuk.
"Ya Nyonya, mengapa and memanggilku ?." tanya Liuli.
"Apa kau tak tahu dimana Wei Lian menyimpan buku-buku berharganya ?." tanya Meixi.
Liuli diam sebentar, ia nampak berpikir keras.
"Buku apa yang anda cari ?." tanya Liuli balik.
"Tentu saja buku yang berisi jurus-jurus sekte Wei. Lebih tepatnya jurus tapak darah, dimana wanita itu menaruhnya ?." tanya Meixi.
Ah.
Akhirnya Liuli mengerti, namun ia sendiri juga tak tahu buku itu berada, bahkan Wei Lian sendiri juga tak tahu itu berada dimana.
"Maaf Nyonya, tapi aku tak tahu buku itu berada dimana. Mendiang Nyonya Wei Lian juga mencarinya selama ini." jawab Liuli.
Meixi pun menyipitkan kedua matanya, ia sedikit tak percaya dengan jawaban Meixi.
Namun Liuli yang menyadari itu pun menjelaskannya kembali.
Waktu Wei Meng Fan dan Wei Lian masih hidup, hubungan mereka berdua tidaklah akur.
Apalagi Nyonyanya itu juga tak tertarik berkultivasi, jadi Wei Meng Fan tidak mewariskan buku-buku itu pada Wei Lian.
Namun saat Yuan Zi Lan menginginkan buku itu, ia dan Wei Lian sudahlah menggeledah sekte Wei berkali-kali.
Hasilnya pun nihil, entah dimana buku itu berada.
Meixi hanya bisa mendengus kesal, suaminya sangatlah menginginkan buku itu, namun entah dimana buku itu di sembunyikan.
"Baiklah, kau bisa pergi sekarang, besok temani aku pergi keluar." ucap Meixi.
Liuli pun mengangguk mengiyakan.
Dengan cepat ia meninggalkan kediaman Meixi dan menuju ke kediaman Wei Lian.
Disana sudahlah ada seseorang yang tengah menunggu kedatangannya.
Tak salah lagi, yang menunggunya adalah Xu Ye Han.
Lelaki itu sedanglah berbaring di atas ranjang sembari menutupi matanya dengan lengannya sendiri.
__ADS_1
"Jadi apa yang kau dapatkan hari ini Liuli ?." tanya Xu Ye Han.
Ya, apapun yang ia dapatkan saat berada di kediaman Meixi dan juga Zi Lan, pastilah itu akan sampai di telinga Xu Ye Han.
"Mengapa kau kelihatan ragu ? Apa kau menjadi tulus melayaninya ?." tanya Ye Han sekali lagi.
Huh!.
Mana mungkin dirinya itu mengkhianati Wei Lian, dia hanyalah berpura-pura saja melayani Meixi.
"Ck! Mana mungkin aku seperti itu Tuan." ucap Liuli.
"Tuan, dia menanyakan padaku soal buku tapak darah." ucap Liuli.
Xu Ye Han yang tadinya berbaring pun langsung bangun, ia langsung tersenyum.
"Sangat serakah." ucap Ye Han.
"Tuan....sebenarnya mengapa dia dan Tuan Zi Lan sangat menginginkan buku itu ? Maksudku mereka sudahlah menjadi pemimpin sekte saat ini, untuk apa lagi jurus itu ?." tanya Liuli.
"Liuli....semakin diatas seseorang semakin banyak juga yang mereka inginkan. Apalagi orang-orang seperti mereka pastilah tak akan pernah puas." ucap Ye Han.
Padahal selama ini Nyonyanya tak menginginkan apapaun selain cinta suaminya. Tapi beraninya wanita dan lelaki jahat itu menginginkan hal-hal berharga milik Nyonyanya.
"Walaupun kau tahu itu berada dimana, jangan sampai kau membuka mulutmu itu Liuli." ucap Ye Han.
"Mana mungkin Tian, lagipula aku juga tak tahu dimana buku itu berada." jawab Liuli.
Mereka berdua pun terdiam sejenak, telarut dalam pikiran masing-masing.
"Liuli...sebenarnya ada yang ingin aku ketahuin selama ini." ucap Ye Han.
Liuli pun menautkan kedua alisnya, ia sendiri juga penasaran dengan apa yang ingin Xu Ye Han ketahui.
Ia sudahlah melaporkan semuanya pada Xu Ye Han, bahkan sangat lengkap dan detail.
"Ini soal Zi Lan." ucap Ye Han.
"Soal Tuan Zi Lan ?." tanya Liuli bingung.
Huh!.
Suara helaan nafas Xu Ye Han terdengar lagi.
"Kau pasti tahu dari awal bukan soal kedekatan Wei Lian dan lelaki kepar*t itu." ucap Ye Han.
Liuli pun mengangguk mengiyakan.
"Apa kau tahu darimana lekaki itu berasal ?." tanya Ye Han.
Siapa yang tak mengenal guru Zi Lan, gurunya itu adalah salah satu kultivator segenerasi dengan Wei Meng Fan.
__ADS_1
"Aku tahu kalau itu Liuli, maksudku apa kau mengetahui dari keluarga mana ia berasal ? Pastilah sebelum menikah, guru Wei Meng Fan akan menanyakannya." jelas Ye Han.
Liuli pun terdiam berpikir, ia mengetahui dari Wei Lian kalau Yuan Zi Lan adalah yatim piatu, namun ia tak tahu dari keluarga mana ia berasal.
"Tuan...yang aku tahu Tuan Zi Lan berasal dari keluarga biasa saja, karena alasan itulah gurunya sangat menyayangi dirinya." jawab Liuli.
Raut muka Xu Ye Han pun langsung sendu, ia benar-benar tak bisa menggali lebih dalam masa lalu dari Yuan Zi Lan.
"Memangnya kenapa Tuan ?." tanya Liuli.
"Aku hanya curiga saja Liuli, tak usah kau pikirkan." jawab Ye Han.
Setelah cukup mendengar semua laporan Liuli, Ye Han pun berpamitan untuk pergi meninggalkan sekte Wei.
"Liuli...aku harus segera pergi, kau beristirahatlah dan lakukan misimu dengan baik besok." pamit Ye Han.
Namun Liuli pun mencegah kepergian lelaki itu, ia barulah mengingat kalau ada hal yang belum ia sampaikan pada Xu Ye Han.
"Tuan tunggu." teriak Liuli.
"Ada apa lagi Liuli ?." tanya Ye Han tanpa membalikan badannya.
"Ada yang lupa ku sampaikan, tadi aku juga mendengar kalau Meixi bertengkar dengan teman perempuan anda, nona Yifei." ucap Liuli.
Ye Han pun membalikkan badannya, ia ingin mendengar cerita Liuli lebih lengkap.
Namun ternyata Liuli tak mendengarnya dengan jelas, jadi ia tak bisa bercerita dengan menyeluruh.
"Aku hanya tahu kalau Nyonya Meixi bertengkar dengan Nona Yifei karena pendekar Bai dan temannya Tuan. Alasan mereka bertengkar aku tak mengetahuinya." ucap Liuli.
"Bai Li ? Dia berada disini ?." ucap Ye Han tak percaya.
"Begitulah yang kudengar Tuan." jawab Liuli.
"Baiklah, terima kasih Liuli." ucap Ye Han lalu pergi terbang meninggalkan sekte Wei.
Dengan buru-buru ia kembali ke tempat tinggalnya.
Ia haruslah menggali informasi dari Yifei.
Ia jugalah ingin bertemu dengan teman lamanya yakni Bai Li.
Wanita itu sudahlah menghilang lama dengan alasan untuk meningkatkan kultivasinya.
Sesekali ia hanya mendapat kabar dari bawahannya kalau wanita itu muncul untuk membeli banyak kebutuhan.
Namun ia hanya datang sendirian tanpa mengajak pelayan pribadinya.
Begitu tiba di kediamannya, ia langsung menuju ke kamar Yifei.
Sepertinya wanita itu juga belum tidur, karena dari luar ia masih melihat cahaya lilin yang belum padam.
__ADS_1