The Antagonist

The Antagonist
BAB 74 : Pertemuan (2)


__ADS_3

Yifei terlihat sedang mengambilkan beberapa lauk untuk Ye Han santap.


Pemandangan itu tentunya sangat asing bagi Wei Lian dan juga Bai Li.


"Apa kalian sepasang kekasih ?." tanya Bai Li.


Yifei pun langsung menganga saat mendengar pertanyaan itu. Dia juga langsung salah tingkah dan membuat Wei Lian semakin kesal.


"Bukan." jawab Ye Han singkat.


"Y-ya kita berdua memang bukan sepasang kekasih." lanjut Yifei.


"Tapi kalian terlihat seperti itu." ucap Bai Li.


Ye Han hanya diam tak menjawab perkataan Bai Li. Baginya ia sudah tak perlu lagi menjelaskan sesuatu. Yang terpenting ia sudahlah mengatakan kalau ia dan Yifei tak memiliki hubungan seperti itu.


Yifei sendiri sempat melirik ke arah Ye Han, namun lelaki itu hanya menatap lurus kedepan.


Laki-laki itu tak ingin menjawabnya.


"Itu karena kami kenal sejak kecil, jadi kami cukup dekat." jawab Yifei.


"Aku tak pernah tahu anda punya teman wanita tuan Xu Ye Han." ucap Bai Li.


"Yifei memang sudah lama tak berada di kota. Sebenarnya aku juga tak pernah tahu anda mempunyai seorang sepupu Bai Li." ucap Xu Ye Han balik.


Bai Li sendiri tak merasa gugup mendapat pertanyaan itu.


Namun ada sedikit rasa penyesalan dalam dirinya karena harus membohongi Xu Ye Han.


"Sama seperti nona Yifei, sepupuku ini sudah lama tinggal di desa, kesehatannya tak begitu baik jadi dia membutuhkan suasana yang tenang untuk pengobatan." jelas Bai Li.


Meskipun masih menaruh rasa curiga, Xu Ye Han hanya mengangguk sembari tersenyum tipis.


"Apa itu yang membuatmu terus memakai cadar, nona Jian Mei ?." tanya Yifei penasaran.


Jian Mei pun mengangguk mengiyakan, sesuai yang Bai Li ucapkan, ia harus meneruskan sandiwara ini.


Namun Wei Lian pun sedikit menambahi bumbu dalam sandiwaranya ini agar terlihat lebih meyakinkan.


"Ya, tabib mengatakan aku harus mengenakan cadar terus agar penyakitku tak semakin parah karena debu halus." ucap Wei Lian.


"Aku punya kenalan seorang tabib hebat, kalau anda mau aku bisa mengenalkannya." sahut Ye Han.


Mata Wei Lian pun langsung membulat saat mendengarnya.

__ADS_1


Tentunya ia tahu siapa tabib yang Xu Ye Han maksud, tabib itu adalah orang yang telah menyelamatkan dirinya dulu.


Namun apa yang dikatakan Xu Ye Han selanjutnya membuat ia lebih terkejut lagi.


Ternyata lelaki ini tak melupakannya, namun kenapa ia tampak begitu sedih saat mengatakannya ?.


"Tabib itu pernah menyelamatkan salah seorang teman wanitaku juga, Lian'er." ucap Ye Han dengan tatapan kosong dan sendu.


"Kalau anda berkata tabib itu memang hebat, pasti teman anda pasti sudah benar-benar sembuh." jawab Wei Lian.


Xu Ye Han pun tersenyum kecut saat mendengarnya.


Sembuh apanya ? Bahkan obat-obat yang susah payah ia cari itu belum pernah di minum sama sekali.


Yifei sendiri tampak sedikit kesal, namun ia haruslah memecah suasana tak mengenakan ini.


"Sayang sekali nyonya Wei Lian itu sudah meninggal nona Jian Mei." ucap Yifei.


Bai Li pun memotong ucapan Wei Lian yang akan menjawab ucapan Yifei itu.


"Tuan, sebenarnya aku masih tak percaya biarpun bawahanku sudah melaporkan hal yang sama. Namun aku harus mendengarnya sendiri, apa itu benar kalau Yang Mulia Wei Lian sudah tiada ?." tanya Bai Li serius.


Xu Ye Han pun menghela nafas panjang, tentunya ia juga masih tak percaya bahwa Wei Lian sudah tiada.


"Begitulah kata mereka." jawab Ye Han singkat.


"Bukankah anda berkata teman anda itu diobati oleh tabib yang hebat ? Kalau begitu mengapa dia meninggal ?" Tanyanya.


Xu Ye Han tersenyum kecut, tabib Chu memang hebat namun dirinya lah yang lemah.


Ia yang tak bisa melindungi Wei Lian.


"Sebenarnya penyakit apa yang diderita oleh Yang Mulia Wei Lian, Tuan Ye Han ?" Tanya Bai Li.


Xu Ye Han pun menghembuskan nafas panjang, ia pun memerintahkan Yifei untuk menutup semua ruangan rapat-rapat.


Wei Lian sendiri berlagak penasaran, mana mungkin ia tak tahu penyakitnya sendiri.


Xu Ye Han pun mengatakan yang sebenarnya pada Bai Li, karena memang Bai Li adalah salah satu rekannya yang bisa dipercaya.


"Sebenarnya ia tak pernah menderita penyakit langka Bai Li. Namun orang-orang biadap itu lah yang bekerja sama untuk meracuni Wei Lian." Ucap Ye Han.


Bai Li dan Wei Lian pun terkejut.


Ia tak mungkin salah dengar, Xu Ye Han pun juga tak akan berbohong.

__ADS_1


Lelaki didepannya ini selalu membantunya, ia juga tahu kalau lelaki ini hancur setelah kematiannya walaupun ia tak tahu mengapa lelaki ini bisa seperti itu.


"Racun ? Bekerja sama ? Apa maksud anda Tuan ?" Tanya Bai Li kebingungan.


Ye Han pun akhirnya menjelaskan kalau selama ini Wei Lian telah diracuni oleh Yuan Zi Lan, Meixi dan juga ibu tirinya.


"K-kalau begitu mengapa tabib tak bisa mendeteksinya ? Bukankah anda bilang racun itu diberikan setiap hari ?" Tanya Wei Lian penasaran.


Jantungnya berdegup kencang menanti jawaban yang akan diucapkan oleh Xu Ye Han.


"Itu karena tabib keluarga Wei juga bekerja sama dengan mereka." Jawab Ye Han.


Deg!


Mata Wei Lian memanas, tangannya bergetar hebat, dadanya pun terasa sangat sesak.


Ia tahu soal tabib kenalan Xu Ye Han, dulu pun ia mengkonsumsi obat yang diberikan tabib itu.


Namun alasan yang dikatakan Liuli hanyalah obat yang diberikan lebih manjur daripada obat dari sekte Wei.


"Apa benar itu Tuan ? Kalau benar berarti selama ini mereka semua telah menipu Yang Mulia Wei Lian!"


"Benar-benar kejam!" Lanjut Bai Li.


"Mereka pantas mati." Ucap Wei Lian dengan isakan tangis.


Yifei dan Ye Han pun terkejut karena tangisan itu.


"Nona Jian Mei, mengapa anda menangis, tubuh anda bahkan bergetar hebat, apa penyakit anda kambuh ?" tanya Yifei penasaran.


"A-ah itu karena Jian Mei tak pernah tahan dengan penindasan seperti itu." Jawab Bai Li.


"Kak Jian Mei keluarlah sebentar untuk menghirup udara segar." Titah Bai Li.


Ia pun segera bangkit dan keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa.


Begitu tiba di luar dan berdiri diatas jembatan, tubuhnya terjatuh lemas, tangisnya pun pecah.


Wei Lian pun terus memukul dadanya yang terasa sangat sakit itu.


Ia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu bodoh selama ini.


Laki-laki yang selama ini ia cintai, bukan hanya menyakitinya karena menikahi wanita lain. Namun lelaki itu juga berniat membunuhnya selama ini.


"Hikss...hiksss...kalau begitu apakah Xian'er juga diracuni oleh mereka ? Kalau ya, kau tak pantas dipanggil ayah oleh putraku itu Zi Lan!" Batin Wei Lian.

__ADS_1


Yifei yang menyusul Wei Lian pun merasa heran melihatnya.


Mengapa wanita itu memukuli dadanya sendiri ?.


__ADS_2