The Antagonist

The Antagonist
BAB 60


__ADS_3

Xu Ye Han terlihat memandangi kediaman Wei Lian.


Dia terduduk diatas genteng sambil menikmati seguci arak ditangannya.


"Huhhh.....kediaman ini jadi sangat sepi karena tak ada kau lagi Lian'er." gumam Ye Han sambil tersenyum kecut.


Ye Han pun turun ke gazebo dimana Wei Lian sering melamun sambil memandang kolam.


Ia pun duduk disitu membayangkan lagi Wei Lian berada didepannya sembari mengomeli dirinya.


"Kau ini apa tak tahu dimana letaknya pintu ? Selalu saja turun dari atas genteng, memangnya kau itu kucing!." omel Wei Lian waktu itu.


Tanpa disadari mata Xu Ye Han memerah, ia benar-benar merasa bersalah karena tak bisa melindungi wanita itu.


"Harusnya aku datang lebih cepat, maafkan aku Lian'er." gumam Xu Ye Han.


Hiksss....hiksss


Tiba-tiba saja Ye Han mendengar suara seorang wanita yang tengah menangis.


Suara itu berasal dari dalam kamar Wei Lian, sejenak ia berpikir mungkinkah itu hantu ? Hantu Wei Lian ?.


Xu Ye Han pun mendobrak dan memasuki kamar Wei Lian, tindakannya itu mengejutkan Liuli yang tengah menangis.


Ya, ternyata itu adalah suara Liuli.


"Astaga.." teriak Liuli.


"Liuli."ucap Ye Han.


Liuli pun menjamu Xu Ye Han di gazebo, dia menyajikan kudapan dan teh yang biasa ia sajikan untuk Wei Lian.


"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Liuli, baru beberapa hari aku pergi, namun tiba-tiba saja....huh." Ye Han tak sanggup melanjutkan perkataannya itu.


Liuli pun tak dapat menahan air matanya lagi, dengan isak tangis ia menceritakan apa yang terjadi pada Wei Lian.


"Tuan....hari itu aku berlatih beladiri dengan Nyonya, namun begitu kembali Tuan Zi Lan dan Nyonya Meixi memergoki kami, jadi mereka berdua menghukumku dan juga Nyonya."


Xu Ye Han mendengarkan cerita Liuli dengan sangat serius. Ia tak ingin melewatkan hal apapun dari cerita itu.


"Saat menemuiku Nyonya berkata kalau Meixi lah yang membunuh mendiang Tuan Muda Xian'er. Jadi dia ingin menghukum selir itu. Baru itu Nyonya menggunakan otoritasnya sebagai ketua sekte, namun...aku sendiri tak tahu Tuan apa yang sebenarnya terjadi di tebing itu." ucap Liuli dengan sedih.


Ia sangatlah menyesal, seharusnya waktu itu ia menemani Wei Lian bukannya menjaga Zi Yu.


Tampak sekali jika Ye Han berusaha menahan amarahnya.


"Aku yakin kalau Nyonya dibunuh Tuan, meskipun beberapa kali dia mencoba bunuh diri, tapi...hari itu aku benar-benar melihat keinginannya untuk hidup demi membalas dendam." ucap Liuli.


"Aku juga yakin kalau Wei Lian dibunuh Liuli." jawab Ye Han.

__ADS_1


Mereka berdua pun terlarut dalam pikiran masing-masing.


Namun tiba-tiba saja Liuli mengucapkan sesuatu yang membuat Xu Ye Han kebingungan.


"Kenapa anda tidak datang saat itu Tuan ?." tanya Liuli.


Xu Ye Han pun mengernyitkan dahinya itu, "Apa maksud perkataanmu itu Liuli ? Aku tak datang ?."


"Ya Tuan, ketika kami berdua dihukum, diam-diam Nyonya menyelinap keluar dan meminta bantuan anda....Tapi anda tak pernah datang." ucap Liuli dengan nada sedih.


Sebenarnya ia kecewa terhadap Xu Ye Han yang tak menepati janjinya itu terhadap Wei Lian.


Ye Han yang mendengarnya pun langsung menggebrak meja dan membuat Liuli terkejut lagi.


Brakkk!!!.


"Liuli...kau tetaplah disini menjaga semua milik Wei Lian. Aku akan datang lagi nanti." ucap Ye Han.


"Ya ? Baiklah Tuan." jawab Liuli meskipun ia tak paham.


Ye Han pun langsung pergi meninggalkan sekte Wei dengan buru-buru.


Ya, dia akan kembali ke penginapan untuk mencari kebenaran.


"Jangan sampai jawaban itu membuatku kecewa." gumam Ye Han.


Begitu tiba, Ye Han langsung disambut dengan sebuah senyuman lebar.


"Tuan." ucap Jin Ling, Ah Ran dan juga Xuan Yi bersamaan.


Namun Ye Han sama sekali tak memberi tatapan ramah pada semua orang.


"Jin Ling ajak Yifei keluar kamar dulu." ucap Ye Han.


"Baik Tuan." jawab Jin Ling.


Yifei pun mengikuti Jin Ling keluar kamar, namun ia menunggu diluar pintu karena ingin tahu apa yang terjadi.


"Kita tunggu disini Jin Ling, sepertinya Ye Han sedang dalam suasana kacau." ucap Yifei.


Di dalam Ye Han menatap tajam ke arah Ah Ran dan juga Xuan Yi.


Kedua anak itu tentunya ketakutan, Tuannya baru saja kembali tapi mengapa ia terlihat marah seperti ini.


"Berikan sebuah benda atau apapun itu yang diberikan oleh seseorang untukku." ucap Ye Han.


Ah Ran dan juga Xuan Yi pun saling berpandangan.


"Tak ada apapun Tuan." jawab Ah Ran.

__ADS_1


"Kalian tahu bukan aku tak menyukai kebohongan!." ucap Ye Han.


Ah Ran pun terlihat ketakutan, ia pun sudah paham kalau Ye Han pasti mencari surat pemberian Wei Lian.


"Ambilkan itu Ah Ran." titah Ye Han.


Dengan segera Ah Ran pun mengambil dua buah surat yang ia sembunyikan.


Tangannya itu gemetaran saat menyerahkan surat-surat itu pada Ye Han.


Xuan Yi sendiri kebingungan karena ia sama sekali tak tahu soal surat-surat itu.


Dibuka dan dibacanya salah satu surat itu, begitu selesai ia langsung memandangi Xuan Yi dengan tajam.


"Apa aku melakukan kesalahan Tuan ?." tanya Xuan Yi.


"Mengapa kau tak melaksanakan tugasmu Xuan Yi ?." tanya Ye Han.


"Ya ? Aku melakukannya Tuan, aku bergantian mengunjungi tabib Chu dengan kak Ah Ran." jawab Xuan Yi.


Ye Han pun meremas dan melempar surat ditangannya itu pada Xuan Yi.


"Baca surat itu baik-baik Xuan Yi!." teriak Ye Han.


Di pungutnya surat itu, Xuan Yi langsung membelalakan matanya begitu membaca surat itu.


Dia pun bersujud dan memohon ampunan pada Ye Han, "Tuan...maafkan aku, tapi aku sama sekali tak tahu soal surat ini. Aku baru membacanya Tuan."


"Surat ini ada disini Xuan Yi! Bagaimana mungkin kau tak membacanya. Keteledoranmu itu membuat seseorang mati." teriak Ye Han.


Teriakannya itu membuat Yifei dan Jin Ling yang berada diluar ikut terkejut.


"Tuan...aku benar-benar tak tahu kalau Nyonya Wei Lian menulis surat untukku." jelas Xuan Yi.


Tubuh Ah Ran pun semakin bergetar hebat, ia tak menyangka kalau Tuannya itu benar-benar marah besar.


Ah Ran pun langsung bersujud dihadapan Xu Ye Han.


"Angkat kepalamu itu Ah Ran." ucap Ye Han.


Ah Ran pun mengangkat kepalanya, wanita itu terlihat menahan tangis.


"Mendekatlah Ah Ran." titah Ye Han.


Ah Ran pun mendekat ke arah Tuannya itu.


Plakkkk!!!!


Xu Ye Han menampar Ah Ran dengan sangat keras, Xuan Yi pun kembali memohon pada Tuannya itu.

__ADS_1


"Tuan...ampuni kak Ah Ran." mohon Xuan Yi.


Plakkkk!!! Plakkk!!!


__ADS_2