
Bai Li terlihat mondar-mandir didalam kamar, sejak pagi Wei Lian sudahlah pergi meninggalkan dia sendirian.
Dia hanya meninggalkan sebuah surat kalau dia akan pergi untuk melaksanakan misi balas dendamnya.
Ya, dia tau kalau Wei Lian sudahlah membaik dan sudah berlatih kultivasi.
Namun tubuhnya itu masih lemah, dia juga belum pernah bertarung dengan sesungguhnya.
Ia takut kalau Wei Lian akan tertangkap saat melakukan aksi balas dendamnya.
"Bai Li." panggil seseorang.
Bai Li langsung membuka pintu kamarnya dengan cepat, dia sangat bersyukur melihat keadaan Wei Lian baik-baik saja.
"Kak." ucap Bai Li.
Wei Lian pun langsung masuk ke dalam kamar, dan Bai Li menutup pintu kamarnya dengan rapat.
"Kak...kenapa kau tak mengajakku ? Apa kau tahu betapa khawatirnya aku sejak tadi ?." ucap Bai Li.
Wei Lian pun melepas cadar yang sedari tadi ia pakai, dan kini senyum dibibirnya itu sudah terlihat dengan jelas.
"Maaf Bai Li, tidurmu tadi sangat nyenyak, aku tak tega membangunkanmu." ucap Wei Lian.
Bai Li terlihat masih cemberut walaupun Wei Lian sudah menjelaskannya.
"Harusnya kau tetap membangunkanku kak, kau tahu bukan semua orang dari sekteku pasti akan mengikuti perintahmu. Jadi jangan pernah pergi sendirian." ucap Bai Li.
"Terima kasih." ucap Wei Lian.
Wei Lian pun tahu kalau bawahan Bai Li pasti akan mengikuti perintahnya.
Sebenarnya Bai Li bukanlah ketua sekte, ia hanyalah putri tunggal dari pemimpin sekte Honghai.
Dia hidup dengan dimanjakan oleh ayahnya, namun Bai Li tak seperti Wei Lian yang selalu membangkang dan membuat banyak masalah.
Bai Li benar-benar berlatih kultivasi dengan baik, bahkan saat menemukan dirinya satu tahun lalu, dia sedanglah berlatih kultivasi.
Walaupun begitu tak semua orang dari dari sekte Honghai mengetahui soal siapa ia sebenarnya.
Hanya pelayan setia dan juga ayahnya lah yang mengetahui bahwa Jian Mei adalah Wei Lian.
Ya, Bai Li memang jujur terhadap ayahnya, dia meminta bantuan pada ayahnya untuk mengatakan bahwa Jian Mei adalah saudara jauh mereka.
Tentunya dia juga berbohong pada ayahnya itu, Bai Li mengatakan bahwa Wei Lian menyelamatkan hidupnya.
Dan Bai Li adalah orang yang tak suka berhutang budi, itulah kenapa dia akan membantu Wei Lian.
__ADS_1
Namun Wei Lian tak ingin memanfaatkan dengan serakah kebaikan Bai Li itu.
Dengan hanya ditemani dan dilatih oleh Bai Li, itu sudah cukup baginya.
"Jadi kak, apa yang kau temukan hari ini ?." tanya Bai Li penasaran.
"Lelaki itu menginginkan jurus tapak darah ayahku." jawab Wei Lian.
Bai Li pun terpenjerat, dia tahu bahwa jurus tapak darah adalah jurus berharga milik sekte Wei.
"Kak...itu adalah jurus berharga milik ayahmu. Jurus itu sangat hebat, wahh....mantan suamimu itu benar-benar tamak." ucap Bai Li.
Wei Lian terdiam, yang dikatakan Bai Li dan Xu Ye Han memang benar.
Dulu suaminya memang menginginkan jurus itu agar bisa diangkat sebagai kepala sekte.
Namun dia sudahlah menjadi kepala sekte saat ini, apalagi yang dia inginkan ?.
Semua yang dia punya sudahlah dimiliki oleh Yuan Zi Lan dan Lu Meixi saat ini.
"Kak...pastinya Tuan Wei Meng Fan membuat buku jurus tapak darah itu. Kau harus menyembunyikannya dengan baik, jangan sampai lelaki bej*t itu mendapatkannya." ucap Bai Li.
Wei Lian pun menghela nafasnya dengan panjang.
"Huh.....aku tak tahu dimana ayahku menyimpan buku itu Bai Li. Dulu aku juga selalu mencarinya, namun aku sedikit senang saat ini." jawab Wei Lian.
Buku itu tak berada ditangannya, bagaimana bisa dia merasa senang ?.
Apa dia tak takut kalau buku itu dicuri oleh seseorang ? Buku itu adalah milik ayahnya, tentunya itu kini menjadi miliknya.
"Kak...buku itu tak ada ditanganmu, bagaimana bisa kau senang ?." tanya Bai Li.
"Aku tak peduli buku itu berada ditangan siapa Bai Li. Selama buku itu tak berada ditangan orang-orang jahat itu, aku tak peduli." jawab Wei Lian.
■■■■■□□□□□
Yuan Zi Lan sedanglah menghabiskan waktu di tempat pelacuran.
Tentunya ia datang dengan penyamaran, ia adalah pemimpin dari sekte terkenal.
Apa jadinya kalau ketua sekte sepertinya digossipkan buruk oleh seluruh orang.
Namun Zi Lan tak datang sendirian, ia datang dengan para bawahan setianya.
Dengan ditemani para wanita yang duduk dipangkuan, mereka meneguk arak dengan sangat bahagia.
Entah sudah berapa banyak arak yang sudah Zi Lan teguk.
__ADS_1
Kepalanya saat ini sudahlah terasa sangat berat, dengan rayuan yang begitu manis.
Wanita dipangkuannya itu mengajak Zi Lan menuju ke sebuah kamar.
Tentunya wanita itu berpikiran jahat, orang yang ia layani ini adalah orang yang sangat kaya.
Dengan membuatnya mabuk dan sedikit merayunya, pastilah dia akan berhasil membawa lelaki itu ke atas ranjang dan memoroti hartanya.
"Ahhh...Tuan..aku sangat kedinginan disini, aku ingin anda memelukku." ucap wanita itu.
Zi Lan yang sudah kehilangan kesadarannya pun memeluk wanita itu.
Namun wanita itu justru menghindar dan membuat Zi Lan kebingungan.
"Bukankah kau ingin aku memelukmu Lian'er ?." tanya Zi Lan.
Awalnya wanita itu kebingungan memikirkan apa yang di ucapkan oleh Zi Lan.
Ah...tak peduli.
Lian'er atau siapapun nama yang keluar dari mulut pria itu, dia akan membawa pria itu ke kamarnya.
"Ahhh...Tuan...Lian'er mu ini sangat malu di peluk dihadapan banyak orang. Maukah kau pergi ke tempat sepi agar kita bisa berpelukan ?." tanya wanita pelacur itu.
"Dimana tempat sepi itu Lian'er ? Ayo kita segera pergi..." ucap Zi Lan.
Wanita itu pun turun dari pangkuan Zi Lan, dia berdiri dan menarik Zi Lan menuju ke kamarnya.
Sesekali Zi Lan hampir roboh karena ia sudah sangat mabuk.
"Kemarilah Tuan, disini kita akan berpelukan dan bercumbu." ucap wanita itu.
Zi Lan lagi-lagi tersenyum nakal, begitu menutup pintu, ia mendorong wanita itu ke atas ranjang.
Wanita itu sendiri tersenyum malu-malu.
"Kau sangat tampan Tuan." ucap wanita itu.
"Kau juga sangat cantik Lian'er. Aroma tubuhmu juga sangat wangi, aku benar-benar tak bisa menahan diri lagi.", ucap Zi Lan.
Dengan ganas Zi Lan pun mencumbu bibir wanita pelacur itu.
Sesekali ia berhenti untuk mengambil nafas dan memanggil nama Wei Lian.
"Lian'er..." racaunya sembari merobek pakaian yang dipakai oleh wanita itu.
"T-tuan bersabarlah, biarkan aku membuka pakaian anda." cegah wanita itu dengan tersenyum jahat.
__ADS_1
Pelacur itu pun melucuti pakaian Zi Lan, dan mengambil semua uang yang Zi Lan bawa di bajunya itu.