
Jin Ling sedanglah menemani Tuannya untuk bertemu dengan teman lama.
Sebenarnya ia juga tak sabar seperti Tuannya itu, sudah lama sekali ia tak melihat pendekar Bai Li.
"Jin Ling kau pergilah untuk menemui Liuli, baru saja aku menerima pesan darinya." ucap Ye Han.
"T-tapi Tuan anda bagaimana ?." tanya Jin Ling.
"Aku tak apa, pergilah sekarang, lagipula aku tak bertemu dengan musuh, aku bertemu dengan teman Jin Ling." jawab Ye Han.
Jin Lin pun mengangguk, dia pun menunduk berpamitan pada Tuannya itu.
Tak lama orang yang ia tunggu-tunggu sudahlah tiba. Namum Ye Han sedikit tertegun karena melihat penampilan Bai Li yang tak seperti biasanya.
"Tuan Muda Xu Ye Han." sapa Bai Li.
"Pendekar Bai." sapa Ye Han balik.
Mereka pun sama-sama menunduk untuk memberi salam.
"Duduklah pendekar bai." ucap Ye Han.
Pandangan Ye Han pun teralihkan pada seseorang yang berada di samping Bai Li.
Wanita bercadar itu sendiri hanya menunduk, seolah tak sadar jika pandangan Ye Han terus mengarah padanya.
"Ahh...Tuan Muda Xu Ye Han, perkenalkan dia adalah sepupu jauhku, namanya Jian Mei." ucap Bai Li.
Wei Lian pun mendongak dan menatap Ye Han yang berada di depannya.
"Salam kenal Tuan Muda Xu Ye Han." ucap Wei Lian.
Ye Han pun menyipitkan kedua matanya, namun tak lama dia langsung bersikap biasa saja.
"Salam kenal Nona Jian Mei." jawab Ye Han.
Ye Han pun langsung mengarahkan pandangannya pada Bai Li.
Rasa penasaran tentunya tak bisa ia tutupi lagi, Bai Li sendiri jugalah mengetahui hal itu.
"Aku tak pernah tahu kau memiliki seorang sepupu jauh pendekar Bai." ucap Ye Han.
"Aku saja juga baru mengetahuinya Tuan, sangat panjang jika aku harus menceritakannya." jawab Bai Li.
Xu Ye Han hanya tersenyum tipis saat mendengar jawaban itu.
Sedangkan Jian Mei sendiri masih terus mengabaikan Xu Ye Han.
Sebenarnya ia tak ingin datang kemari, namun Bai Li terus memaksa dirinya untuk ikut.
Ia sendiri sebenarnya juga terkejut mengetahui Xu Ye Han sudahlah tinggal disini selama satu tahun.
__ADS_1
Bai Li pun berusaha memancing Xu Ye Han untuk membicarakan apa yang terjadi selama setahun ini.
Dia terbatuk beberapa kali, "Tuan...selama satu tahun aku pergi untuk melatih kultivasi, begitu aku kembali banyak hal terjadi, aku sampai tak habis pikir."
Ye Han terdengar menghela nafas, "Huhh....kau benar Bai Li, banyak sekali yang terjadi disini."
"Apa benar Yang Mulia Wei Lian bunuh diri Tuan ? A-aku tak percaya." ucap Bai Li.
"Dia memang tak bunuh diri Bai Li." jawab Ye Han.
Bai Li dan Wei Lian pun berpura-pura terkejut, akting mereka berdua juga terlihat sangat natural.
"Wei Lian itu wanita yang terus kau bicarakan itu bukan Bai Li ?." tanya Jian Mei pada sembari memandang Bai Li.
"Benar kak." jawab Bai Li.
"Kalau dia tak bunuh diri apa dia dibunuh ?." tanya Jian Mei.
Bai Li pun memandang ke arah Ye Han, ia sangat mengarap Ye Han akan menjawab rasa penasaran di benaknya itu.
"Ya, dia memanglah dibunuh Bai Li." ucap Ye Han dengan mudahnya.
"Siapa yang membunuhnya Tuan ? Berani sekali mereka melakukan kejahatan itu." ucap Bai Li sembari menunjukkan raut muka marah.
"Zi Lan dan Meixi." jawab Ye Han singkat.
"Kalau begitu mengapa dia menjadi kepala sekte Tuan ? Pembunuh seperti mereka harusnya dihukum bukannya dipuja seperti itu." ucap Bai Li.
Mendengar hal itu membuatnya sangat marah, namun dia haruslah menahan diri saat ini.
"Tenanglah Bai Li, setiap perbuatan buruk pastilah akan mendapat karma buruk juga." ucap Wei Lian sembari mengelus pelan pundak Bai Li.
Bai Li pun tersenyum mendengarnya, "Kau benar kak, pasti sebentar lagi mereka akan mendapat balasannya."
"Bai Li apa aku bisa meminta bantuanmu ?." tanya Ye Han.
Bai Li sendiri bertanya-tanya, bantuan apa yang dibutuhkan oleh teman lamanya itu.
"Bantuan apa Tuan ?." tanya Bai Li.
Belum sempat menjawab pertanyaan Bai Li. Xuan Yi dan juga Yifei pun datang dengan membawa beberapa makanan.
Mereka pun menyajikan makanan itu diatas meja.
Saat melihat tamu-tamu Xu Ye Han, Yifei pun cukup terkejut. Tamu-tamu itu adalah wanita yang sempat bertengkar dengannya di toko pakaian.
Ia tak menyangka kalau mereka benar-benar teman baik dari Ye Han.
Bai Li dan Wei Lian tentunya lebih terkejut lagi. Mereka berdua tak pernah melihat wanita ini sebelumnya.
Untuk Xuan Yi tentu saja mereka masih mengingatnya.
__ADS_1
Xuan Yi sendiri terlihat terus memelototi Wei Lian.
"Nona Xiao Wu." ucap Xuan Yi.
Ah!.
Wei Lian pun teringat dulu saat menyamar saat keluar dari sekte Wei, dia bertemu dengan Xuan Yi. Pastilah penampilannya ini tak asing di mata Xuan Yi.
Namun itu sudahlah berlalu lama, bagaimana mungkin lelaki itu masih mengingatnya ?.
"Siapa Nona Xiao Wu, Xuan Yi ?." tanya Bai Li penasaran.
Xuan Yi pun menunjuk wajah Wei Lian, namun semua orang masih terdiam kebingungan dengan tingkahnya itu.
"Apa anda bukan Nona Xiao Wu ?." tanya Xuan Yi pada Wei Lian.
Wei Lian pun menggelengkan kepalanya, "Aku Jian Mei, kau salah orang Tuan."
Xuan Yi pun juga menggeleng, ia tak mempercayai jawaban Wei Lian itu.
Walaupun hanya bertemu 2 kali di masa lalu, tapi kenangan bersama Wei Lian yang menyamar saat itu sangat membekas dalam hidupnya.
Ia tak mungkin salah orang.
"Tapi anda benar-benar seperti Nona Xiao Wu, apa anda bangkit dari kematian ?." tanya Xuan Yi.
Ye Han pun menggebrak meja didepannya.
Brakkk!!
"Jaga sopan santunmu Xuan Yi, dia adalah Nona Jian Mei, dia baru pertama kali datang kemari, jadi mana mungkin kau mengenalnya." ucap Ye Han.
Xuan Yi pun terdiam, namun pada akhirnya ia meminta maaf pada wanita yang dipanggil Jian Mei itu.
Walaupun begitu ia masihlah yakin bahwa wanita itu adalah Xiao Wu yang ia kenal.
"Kita bertemu lagi nona-nona." ucap Yifei.
Bai Li dan Wei Lian pun mengangguk.
"Aku tak menyangka bahwa kalian adalah teman baik Ye Han." ucap Yifei.
"Ahhh....iya, perkenalkan aku adalah Yifei, aku juga orang terdekat Ye Han." ucap Yifei.
Meskipun berkata ramah, tapi Yifei mengatakannya dengan menyiapkan makanan untuk Ye Han.
Benar-benar tak sopan sama sekali.
Wei Lian sendiri terlihat sangat kesal, ia sangat tak menyukai pemandangan didepannya ini.
"Apa kalian sepasang kekasih ?." tanya Bai Li.
__ADS_1