The Antagonist

The Antagonist
BAB 59


__ADS_3

Butuh waktu 2 hari bagi Xu Ye Han untuk sampai ke daerah dimana sekte Wei berada.


Ia sama sekali tak membuang waktunya selama di perjalanan.


Namun begitu sampai ia terus mendengar hinaan-hinaan yang dicurahkan untuk Wei Lian.


"Tuan Nyonya....apa anda mengenalnya langsung ?." tanya Ye Han.


"Tidak...aku tak mengenalnya."


"Aku juga tak mengenalnya secara langsung."


Ye Han pun tersenyum sinis, "Kalau begitu kenapa anda sangat mudah mengatakan hal-hal buruk soal Wei Lian ? Seolah kalian mengenalnya."


Orang-orang itu pun heboh, mereka heboh karena merasa aneh dengan perkataan Xu Ye Han.


Memangnya siapa yang tak tahu rumor soal Wei Lian ?.


Bagi mereka semua hal buruk dan hina didunia ini adalah Wei Lian.


"Anak muda kau berasal darimana ? Dari dialekmu sepertinya kau bukan berasal dari sini, apa benar ?."


Ye Han pun mengangguk mengiyakan, "Ya, aku berasal dari daerah lain." jawabnya.


"Pantas saja kau tak mengenalnya."


"Walaupun kami tak mengenalnya secara langsung, tapi semua yang kami katakan adalah kebenaran."


"Apa kau tahu kalau dia itu gila ? Dia itu sangat suka menyiksa dan membunuh orang."


"Ya, untungnya anak kecil yang malang itu selamat."


Ye Han pun kebingungan, apa yang ia lewatkan kali ini ?.


Apakah Wei Lian terlibat hal berbahaya lagi ?.


"Apa maksud ucapan anda ? Anak kecil yang selamat ?." tanya Ye Han.


"Ya, Wei Lian iblis itu hampir saja membunuh anak tirinya, untung saja anak kecil itu bisa diselamatkan." jawabnya.


Ye Han pun merasa kesal mendengarnya, ia sangatlah yakin kalau ini pastilah rumor yang dibuat-buat oleh Meixi.


"Aku mengenal Wei Lian dengan baik, dia bukanlah orang seperti itu." bela Ye Han.


Ye Han justru mendapat omelan dari orang-orang itu.


Bagaimana mungkin dia membela Wei Lian ? Pastilah ia sudah ditipu oleh Wei Lian.


"Anak muda aku sangat kasihan padamu."


"Syukurlah kau tak akan bertemu dengannya lagi, bijaklah dalam menilai orang."


"Ya benar, syukur sekali wanita itu sudah mati, jadi dia tak akan bisa menipu orang lagi."


Kedua pupil mata Xu Ye Han pun membesar.

__ADS_1


Ia tak salah dengar bukan ?.


"Wei Lain mati ?." tanya Ye Han memastikan.


"Kau ini bagaimana, kau bilang mengenalnya tapi tak tahu kalau dia sudah mati."


"Dia itu bunuh dari karena merasa bersalah."


"Ck....biarpun merasa bersalah, dewa juga tak akan mengampuninya."


Tak percaya dengan apa yang ia dengar, Xu Ye Han pun langsung terbang menuju ke sekte Wei.


Ia haruslah memastikan dengan mata kepalanya sendiri.


■■■■■□□□□□


Sekte Wei


Begitu tiba, Ye Han memanglah melihat banyak pendekar yang berada disana.


Tentunya kedatangan Xu Ye Han tak mengejutkan mereka.


"Dimana Wei Lian ?." tanya Ye Han pada salah satu pendekar.


"Dia sudah mati." jawab pendekar itu.


"Jangan bermain-main denganku, jawablah dengan jujur!." teriak Ye Han.


"Hahh!! Baru saja tiba sudah membuat orang marah! Pergilah dan kau lihat sendiri di dalam!." ucap pendekar itu.


Ye Han pun langsung memasuki aula sekte Wei, dengan kedua matanya itu dia memanglah melihat sketsa wajah dan juga papan nama Wei Lian terpajang.


"Kau sedang berkabung atau sedang merasa senang ?." tanya Meixi lagi.


"Apa yang sebenarnya terjadi ?." tanya Xu Ye Han.


"Kami tak perlu menjelaskannya padamu Tuan Muda Xu Ye Han." ucap Zi Lan.


"Dan sebaiknya kau buang bunga ditanganmu itu." ucap Zi Lan.


Ye Han pun merasa sangat kesal dengan Meixi dan juga Zi Lan.


"Aku tak percaya kalau Wei Lian sudah mati, aku juga tak percaya kalau dia bunuh diri." ucap Wei Lian.


Semua orang pun memperhatikan keributan yang dibuat oleh Xu Ye Han.


Dia memanglah tengah berdebat dengan Meixi dan juga Zi Lan.


"Kalian pastilah menjebak dan menyakiti Wei Lian! Katakan apa yang sebenarnya kalian lakulan terhadapnya ?!." teriak Ye Han.


Meixi yang mendengarnya pun juga merasa tak senang. Namun ia tentunya sangat percaya diri.


Ia sangat percaya kalau semua orang pastilah membela dirinya.


"Tuan Muda Kedua Xu...bagaimana bisa anda mengatakan hal seperti itu ? Mengapa anda sangat berpikiran buruk padaku dan juga suamiku."

__ADS_1


"Anda benar-benar jahat." ucap Meixi.


"Kaulah yang jahat Meixi, jangan dikira aku tak tahu apa yang kau lakukan. Kau itu selalu menyiksa Wei Lian!." teriak Ye Han.


Zi Lan pun tak bisa diam lagi, ia haruslah menghentikan Xu Ye Han agar lelaki itu tak membuat masalah besar.


"Jaga ucapan anda Tuan Muda Xu, apa anda tak tahu kalau kami sedang berkabung ?! Benar-benar tak tahu sopan santun!." teriak Zi Lan.


Xu Ye Han pun tertawa mendengarnya, baru kali ini merasa aneh dicemooh oleh seseorang.


"Istrimu dan kaulah yang tak tahu sopan santun Tuan, seorang tamu haruslah bersikap seperti tamu, bukan berlagak seperti pemilik rumah!." ucap Ye Han tegas.


"Apa tata krama seperti itupun kalian tak tahu ?!." lanjutnya.


Ucapan Ye Han benar-benar membuat semua orang terkejut.


Mereka menyebut Ye Han sangatlah berani dan juga lancang.


Ia benar-benar menunjukan ketidaksukaannya itu dengan jelas.


"Jaga mulutmu Tuan Muda Xu, haruskah aku mengucapkan sendiri hal buruk apa yang dilakukan kakakku itu sebelum kematiannya ?!." teriak Meixi yang merasa tersindir dengan ucapan Ye Han.


"Kau!!..."


Ye Han pun langsung menyerang Meixi dihadaoan semua orang.


Matanya itu memerah karena ia benar-benar marah.


Dicengkramnya dengan kuat leher Meixi dengan tangannya itu.


"Xu Ye Han!!!!." teriak Zi Lan.


Zi Lan pun menyerang Ye Han agar ia melepaskan cengkramannya itu.


Dihadapan semua orang mereka berdua benar-benar bertarung serius, seolah tak akan berhenti jika tak ada yang mati.


"Tuan Zi Lan berhenti!."


"Tuan Muda Xu Ye Han berhentilah!."


Semua orang terus berteriak dan berusaha memisahkan mereka berdua.


Prangggg!!!!!


Mereka berdua barulah berhenti bertarung begitu seseorang melempar sebuah guci.


"Apa kalian berdua tak tahu sopan santun ? Harusnya kalian malu melakukan hal seperti ini dihadapan mendiang Nyonya Wei Lian." ucap seorang perempuan.


"Lihat! Banyak sekali orang yang memperhatikan kalian berdua." lanjutnya lagi.


"Tuan." panggil Jin Ling.


Ya, perempuan yang membuat mereka berhenti bertarung adalah Yifei.


Mereka sebenarnya tak datang bersamaan dengan Xu Ye Han.

__ADS_1


Saat baru tiba dan tengah beristirahat Jin Ling mendengar desas-desus tak mengenakan soal Wei Lian, seolah tahu Tuannya itu pergi untuk memastikan kebenarannya, ia pun langsung menarik Yifei untuk menuju ke sekte Xu.


Awalnya Yifei bingung, namun begitu melihat apa yang terjadi barulah ia mengerti dengan sendirinya.


__ADS_2