The Destined Seeker

The Destined Seeker
BAB 11 : Hari Biasa?


__ADS_3

Tit, tit, tit! Tit, tit, tit!


Bunyi jam weker analog canggih Luna membangunkannya. Ia mengucek mata dan mengumpulkan nyawanya. Setelah berusaha mengumpulkan niat untuk bangun akhirnya ia beranjak dari kasur. Luna kemudian memasuki kamar mandinya dan mencuci muka.


Semalam tidurnya sangat nyenyak. Dan ia tak tahu sebabnya mengapa. Tapi jika kalian adalah orang yang susah bangun tenang saja, karena Luna juga begitu. Ia sangat susah bangun kalo sudah tidur.


Luna keluar dari kamar mandinya dan mengambil handuk dekat meja belajar kemudian masuk kembali ke kamar mandi lagi. Ini juga merupakan satu kebiasaan Luna yang sampai sekarang belum hilang. Yaitu selalu melupakan handuk di luar saat ingin mandi.


Ia bersiap-siap seperti biasanya. Memakai seragam sekolah dan menyiapkan buku-buku yang akan di bawa. Tak ingin lupa seperti kemarin, ia mengambil kalung liontin batu berlian merah miliknya dan memakainya di leher. Setelah itu ia keluar dari kamar dan turun ke dapur.


Seperti sebelumnya, hidup ini monoton. Ya memang hidup ini akan terus begitu setiap harinya. Kadang terselip kejutan, kadang juga ya biasa saja. Kadang seru, kadang membosankan.


Luna duduk di kursi makan berdampingan dengan ayahnya.


“Hai gadis kecil ayah” sapa ayahnya ramah. Tampak memang ia tak marah lagi. Fred memang orangnya pemaaf. Ia sebenarnya tak suka memperpanjang masalah, tapi ia sangat dramatis. Jadi jangan heran kalo Luna suka terbawa karena itu memang turunan dari ayahnya.


“Hai yah” sapa Luna balik sambil mengambil roti yang telah dihidangkan oleh ibunya dan mengolesnya dengan selai.


“Ayah hari ini tidak kantorkan?” tanya Luna setelah melihat ayahnya yang masih berpakaian rumahan.


“Iya. Kau pergi sendiri tak apa ya? Ayah ingin bersantai dulu” Fred terkekeh. Weekend memang waktunya untuk bersantai seperti ini.


“Ya tak apa ayah” Luna sedikit melirik ke jam dinding. Jam itu menunjukkan pukul 06.45. Sudah mau pukul tujuh.


“Ayah aku berangkat dulu-“


“Heh, habiskan dulu sarapanmu” tegur Kate. Ia selalu tegas tentang waktu dan makanan. Baginya sarapan itu sangat penting. Jadi lebih baik tak makan siang daripada tak sarapan.


“Oh iya maaf bu” Luna segera memakan habis rotinya dan meminum susunya.


Tet-tet-tet


Ponsel Fred berbunyi. Fred mengambil ponsel tersebut dari saku dan membaca nama si penelepon.


Ekspresinya tampak agak terkejut.


Ia kemudian beranjak dari kursi dan pergi ke pojok ruangan tanpa mengatakan apapun. Hal itu kemudian membuat bingung Luna. Ada apa di sini?


Setelah beberapa menit, Fred kembali sambil mengayunkan ponselnya dengan mahir. Ia tampak baik-baik saja dan sangat santai. Dan ia kembali duduk di kursi.


“Siapa?” tanya Kate sambil fokus memotong sayur-sayuran dengan telaten. Dari tadi sebenarnya ia ingin menanyakannya namun belum sempat karena Fred yang langsung pergi.


“Siapa apa?” bukannya menjawab Fred malah kembali bertanya.


“Yang telepon ayah. Siapa yang telepon?” Luna ikut menjawab karena penasaran.

__ADS_1


“Oh itu. Hanya teman ayah. Omong-omong, Luna berangkat sama ayah saja ya”


“Loh, kenapa? Kan Luna mau pergi sendiri“


“Kebetulan ayah ingin ketemu teman. Untung ayah baru ingat ada janji”


“Tapi-“


“Sudah ayo. Sudah selesaikan makannya? Ayo cepat nanti terlambat lagi. Duluan ya” kata Fred sambil melambai tangan kepada Kate tanda untuk pamit. Dan tanpa aba-aba, ia menarik pergelangan tangan Luna yang membuatnya langsung beranjak dari kursi. Fred kemudian terus berjalan dan sampai ke halaman rumah.


Ia membuka kunci mobil dan mereka berdua masuk ke mobil.


Sebenarnya Luna merasa aneh. Tadi iakan rencananya mau pergi sendiri, kenapa sekarang jadi diantar? Belum lagi sikap ayahnya yang mencurigakan. Setelah terima telepon itu, ia langsung berubah pikiran. Siapa sih penelepon itu?


Tapi untuk saat ini Luna tak mau ambil pusing. Mungkin saja ayahnya tak bohong. Mungkin orang itu adalah orang yang ingin menemui ayah dan sudah buat janji. Dan ia ingin mengingatkan ayah lagi. Bisa jadi begitukan. Iya kan?


Benar sekali. Untuk saat ini ia harus berpikir positif.


 


***


Hari ini hari Sabtu. Jadwal tak terlalu padat dan hari ini akan ada rapat, jadi Luna akan pulang cepat.


Tapi bagi Luna jika ia ikhlas menjalani semua hari dengan semangat, pasti semuanya terlewati!


Sekarang ia sedang menyusuri koridor sekolahnya dan menuju kelasnya di lantai dua. Ia sedang berjalan santai sambil menyanyikan musik favoritnya.


Saat sudah membuka pintu kelas, ia sempat melirik sebentar, dan setelah itu melihat ke arah mejanya. Ia melihat kursi di sebelah tempat duduknya alias kursi Natasha. Ia kemudian mengerutkan kening karena belum ada sosok Natasha sedang duduk di sana. Tumben sekali.


Ia kemudian duduk di kursinya dan mengeluarkan beberapa buku sekolah. Luna mengeluarkan ponselnya dan benda berbentuk segi empat kecil. Luna menekan bagian tengah benda itu dan muncul sebuah layar proyeksi hologram. Ia kemudian menekan layar hologram dan ponselnya. Tampak sedang menghubungkan layar itu dengan layar ponselnya seperti via bluetooth. Ia kemudian menekan tombol on untuk musiknya di ponsel dan menekan sesuatu lagi di layar hologram.


Tampak sebuah proyeksi headset yang berbentuk hologram. Luna kemudian mengambil headset hologram itu dan memakainya layaknya headset biasa. Dan ia pun bisa mendengar musiknya.


Canggih memang. Hampir seluruh peralatan telah diubah dalam bentuk hologram yang sangat membantu manusia. Masyarakat Broside City telah banyak membantu kota-kota lain dengan ciptaannya yang menarik. Hal ini membuat Broside City sebagai pusat teknologi dan peradaban memiliki daya tarik sendiri.


Luna asyik mendengar musiknya. Omong-omong musik di masa ini lain dari yang lain. Musik ini tak ada liriknya. Ia hanya sebuah melodi dari benda yang serupa dengan kotak dj . Namun pengaplikasiannya menggunakan hologram.


Saat tengah asyik mendengar lagu, tiba-tiba suara yang cukup keras dari sampingnya menyadarkannya.


Luna kemudian melepas headset-nya dan menoleh. Dan ia melihat Natasha di sana.


“Luna, dari tadi aku memanggilmu tau” ucap Natasha sambil duduk di kursi.


“Oh ya. Maaf aku tidak mendengar. Omong-omong kenapa kau datang telat?”

__ADS_1


“Ah tadi ibu guru suruh bawa berkas dari ruangannya ke kelas” mendengar hal itu Luna menoleh ke meja guru dan mendapati tumpukan berkas yang ada di meja.


Ibu guru yang masuk kemudian membuat kelas yang awalnya bising itu menjadi sangat senyap.


“Anak-anak sebelum kita memulai pembelajaran, ibu guru ingin menyampaikan sesuatu. Dua minggu lagi akan dilaksanakan ujian kelulusan tepatnya tanggal 1 Mei (hari Senin). Jadi kalian belajar lebih giat ya” titah ibu guru.


Dengan penyampaian singkat, pelajaran pun di mulai.


 


***


Sekolah telah selesai. Kali ini Luna sedang di rumahnya. Bersantai. Akhirnya ada juga waktu santai yang sebenarnya. Ia bisa rehat sejenak dari segala keanehan yang terjadi.


Ya sebenarnya ini juga termasuk hari yang aneh. Soalnya ini adalah hari yang biasa. Iya. Setelah hari yang penuh ketegangan kemarin, sekarang semua berubah menjadi biasa. Kok bisa? Itulah anehnya.


Ya mungkin beberapa pertanyaan memang belum bisa di jawab sekarang. Ia akan menunggu sampai waktu ia harus tau.


Mungkin ia memang hari ini diberikan waktu untuk santai. Luna akan menikmati dan memanfaatkannya. Ia akan beristirahat sebelum kembali bekerja besok di hari Minggu menjual majalah.


bersambung***


halo semua. The Destined Seeker telah update. Mungkin bakal jarang up karena lagi sibuk in rela life. makasih udah mampir.


Baca dengan sepenuh hatiii. Like vote komen and gift belakangan tapi jangan dilupa. makasih udah baca~~~~


*************


Maaf sebesar-besarnya untuk para pembaca The Destined Seeker, karena aku akan berhenti untuk SEMENTARA buat menulis episode berikutnya.


Alasannya adalah ini sudah memasuki bulan ujian, dan aku pasti harus belajar. Kalo disuruh buat nulis lagi kayaknya jadwal akan tubrukan dan aku tak bisa melakukan semuanya.


Jadi, untuk episode berikutnya mars tidak bisa update.


Tolong para pembaca masih setia menunggu up berikutnya dari cerita ini. Karena jujur mars sendiri alias penulis tak tau sampai kapan mars bisa menulis lagi. Soalnya akan mulai ujian dari Maret sampai April. Jadi akan sangat sibuk.


Mohon dukungannya ya semua untuk mars menjalani ujian.(◍•ᴗ•◍)❤


Mohon maaf sekali lagi untuk para pembaca. Stay buat nunggu ya. Jangan lupa Like vote gift dan komen. Dukung terus karya ini.


SALAM DARI THE DESTINED SEEKER


Dan kalo kalian mau tau lanjutan buat cerita ini nanti bercerita tentang action jadi tetap nunggu bye bye.


 

__ADS_1


__ADS_2