The Destined Seeker

The Destined Seeker
BAB 7 : Ketahuan (1)


__ADS_3

HAPPY READING


“Semua perhatikan. Ini adalah pintu masuk utama. Para pelanggan akan masuk ke sini. Selain pintu masuk di depan ada pintu darurat dan pintu khusus karyawan yang terletak di belakang. Kita akan terbagi menjadi beberapa tim saat akan melaksanakan rencana ini” Wanita itu menunjuk-nunjuk kertas berisi denah dengan sebuah potongan kayu yang dijadikan tongkat.


Wanita itu tengah menjelaskan rencana perampokan uang secara besar-besaran di bank nasional Broside City.


Luna sesekali terpaku dengan wajah dan mata wanita itu seperti yang terjadi pada sore tadi. Ia memiliki alis yang agak tebal dan bibir yang tipis. Ia juga mempunyai bulu mata yang lentik. Ia memakai kacamata yang bermodel seperti kacamata ibu guru bahasa Inggris, namun bedanya yang ini sedikit di modifikasi dengan gaya tren zaman sekarang.


Mungkin Luna kemarin tidak terlalu memperhatikan wajahnya karena matanya yang sangat tajam dan auranya yang kuat. Namun sekarang ia benar-benar melihat wajah wanita itu sepenuhnya.


Luna benar-benar tak menyangka. Ternyata semua dugaannya benar. Ternyata hipotesisnya benar! Tadi sore itu wanita ini pasti sengaja mendorong Luna agar tak mengikuti si pria ini. Pasti sebelumnya wanita ini telah mengirim pesan untuk tidak berbalik karena ada orang yang mencurigainya. Dan pada saat itulah si pria menatap layar ponselnya. Selain itu, ia juga menyuruh pria ini untuk lari secepatnya setelah si wanita mengalihkan perhatian Luna dengan cara mendorongnya.


“Kita dibagi menjadi tiga tim. Ada tim penjaga, tim pengalih perhatian, dan tim pencuri. Masing-masing berisi empat orang”


“Apa rencanamu?” tanya si pria tinggi tersebut.


Wanita itu terdiam. Kemudian ia berbicara kembali.


“Jangan menyelaku. Apa kau tidak lihat aku sedang menjelaskan?”


“Kau tidak usah berbelit-belit. Bukankah dia telah memberi rencananya? Tidak perlu repot mengubahnya. Tinggal bacakan saja.”


Dia? Dia siapa. Apakah ada orang yang lebih tinggi dari mereka berdua?


“Aku lebih suka perubahan. Kau tau itu kan Yinx?”


Oh. Pria ini bernama Yinx.


“Terserah kau, Ren”

__ADS_1


Dan wanita ini namanya adalah Ren. Yinx dan Ren. Nama itu akan Luna ingat dalam kepalanya dan tidak akan pernah melupakannya.


“Baiklah. Seperti yang kalian tau, bos telah memberi rencana yang ini” tongkat kayu yang Ren pegang beralih dari kertas ke kertas lainnya. “Tapi aku akan mengubahnya sedikit. Jadi jika di sini, terdapat empat tim. Namun aku akan membuat tiga tim saja.


“Perampokan ini akan dilakukan tanggal 17 Februari pada siang hari. Hari di mana bank sedang padat-padatnya menurut penyelidikan”


Tanggal 17 Februari. Luna harus mengingat tanggal pelaksanaan perampokan ini.


“Pertama, tugas tim penjaga. Tim penjaga berjumlah empat orang. Kalian akan menyebar di sekitar luar bank dan tugas kalian adalah mengawasi. Kalian akan melakukan penyamaran. Upayakan membaur dengan masyarakat di sana dengan menggunakan pakaian yang tidak mencolok. Kalian akan berjaga apakah ada polisi atau pengawas yang lewat. Secara ini bank nasional, pasti akan lebih ketat pengawasannya”


“Masing-masing anggota tim penjaga harus membawa sebuah kain atau serbet yang dilumuri dengan obat bius. Kalau-kalau ada orang yang curiga, cepat bekap mereka dan bawa ke tempat yang tersembunyi


“Berikutnya ada tugas tim pengalih. Tigas tim pengalih adalah untuk mendekstraksi orang-orang dan menipu pikiran mereka. Jadi tugas kalian adalah untuk berpura-pura menjadi perampok yang ingin mencuri uang. Kalian akan berpakaian layaknya perampok sungguhan dan masuk secara menyelinap ke dalam bank. Di sini juga sebagian tim penjaga akan membius para pengawas keamanan bank agar tim pengalih bisa masuk


“Tim pengalih nanti akan menyandera orang-orang dan mengancam pegawai bank untuk memberikan uangnya. Buat ini seolah-olah menjadi perampokan betulan dan tidak ada yang curiga bahwa sebenarnya “perampok” lain juga sedang mencuri”


“Maaf Nyonya. Bagaimana dengan pengamanan bank? Tidak akan semudah itu merampok di bank nasional kan” tanya salah satu pria lainnya di ruangan.


“Itu sebabnya aku mengubah rencananya”


Ren itu kemudian berjalan mengelilingi meja persegi panjang tersebut. Suara sepatunya seakan menggema di seluruh rumah.


“Saat kalian berpura-pura menjadi perampok pasti ada saja pegawai yang langsung menekan alarm darurat atau memanggil polisi. Namun itu tak akan terjadi karena kita mempunyai orang dalam”


Ren tersenyum sinis melihat Yinx mengernyitkan kening.


“Salah satu pegawai di sana adalah temanku. Ia sudah kurancang masuk ke dalam perencanaan perampokan ini. Ia akan memprovokasi orang-orang di tempat kerjanya dan menyuruh mereka untuk melakukan apa yang kita suruh. Kau tidak pernah menduga seluruh itu kan Yinx?”


Pria yang ditanya tersebut hanya memelas sambil mengumpat. Ren tersenyum geli.

__ADS_1


“Lanjut lagi. Setiap tim pengalih harus membawa pistol dan senjata agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa kalian adalah ancaman dan perhatian mereka akan teralih. Disaat itulah kami tim pencuri masuk”


Ren menggeser sebuah bidak berwarna biru ke dekat pintu belakang.


“Kami akan masuk lewat pintu belakang dan langsung bersembunyi. Saat tim pengalih meminta kunci berangkas, di saat itu juga tim pencuri mendekat di dekat berangkas dan mengambil kuncinya. Saat pintu berangkas terbuka kami akan masuk dan mengambil seluruh uang. Sedangkan tim pengalih masih menjaga orang di dalam bank. Setelah kami mengambil semua uang kami akan membaginya sedikit dengan tim pengalih agar tidak dicurigai. Tim pencuri pergi disusul oleh tim pengalih. Setelah itu kita akan memberi kode ke tim penjaga untuk ikut kabur”


“Sudah selesai?” Yinx bersuara.


“Sejauh itu rencananya telah selesai. Namun sepertinya kita harus menambah satu bagian hebat dalam rencana yang tak boleh terlewatkan dan sangat penting” ucap Ren sambil melirik ke Yinx.


“Orang yang ada di bank pasti akan lari dan melapor ke polisi” kata Yinx.


“Dan sebelum itu bagian terhebat dilakukan” Ren tersenyum licik dan mengambil pistol dari kantungnya. “Kita akan membunuh semua orang di dalamnya”


Ingin rasanya Luna berteriak mendengar hal itu. Ia kaget melihat rencana jahat orang-orang ini. Sungguh tidak manusiawi.


Benar-benar sudah gila!


Luna kemudian menendang tembok rumah yang sangat keras itu dengan kakinya. Rasa sakit kemudian menjalar seketika. Luna meringis tertahan dan langsung refleks memegang kakinya yang sakit. Karena hanya berdiri dengan satu kaki, Luna yang tak seimbang melompat-lompat sambil tetap memegang kaki kirinya yang sakit karena menendang tembok keras.


Saat sedang kesakitan dan melompat-lompat dalam kesunyian itu, kaki kanan Luna tiba-tiba menginjak sebuah batu kecil yang cukup untuk membuat Luna terjatuh karena terpeleset.


Alhasil badan Luna yang jatuh menimbulkan suara yang sangat keras. Suara itu mampu membuat orang yang Luna perhatikan menyadari ada orang yang menguping pembicaraan terahasia mereka.


“Siapa di sana?!!”


Bersambung***


Thanks for reading.

__ADS_1


jangan lupa baca like dan komen agar aku update episode baru🌠🌠🌠


 


__ADS_2