
Pria ini sangat aneh. Bagaimana bisa ia ke sini? Dan mengapa? Kau sudah membaca tentang toko majalah dan alun-alun kota kan. Jarak dua tempat itu sangat jauh. Kenapa ia harus ke sini? Untuk apa?
Luna terus memperhatikannya dengan bersembunyi dari balik jendela. Penampilan pria itu masih sama. Memakai pakaian serba hitam dan memakai kacamata hitam. Ia juga membawa tas hitam yang ditentengnya. Namun kali ini model tas itu agak berbeda. Entah ke mana tas satunya dan kenapa ia menggantinya.
Luna semakin takut. Entah kenapa badannya terasa kaku semua. Orang ini pasti memiliki tujuan datang ke sini. Jika ia rela datang ke sini dari alun-alun kota, tempat yang ia akan kunjungi ada di sini.
Tapi kenapa Luna yang terus menyaksikannya.
Luna tetap di sana. Ia melihat pria itu masuk ke dalam sebuah gang kecil yang berada di sebrang jalan. Kemudian ia keluar dan sekarang ia tidak memegang tas yang di tentengnya.
Pasti tas itu telah diberikan pada orang lain!
Batin Luna. Ia terus memperhatikan pria itu jika ia melewati toko majalahnya. Hal baru yang baru ia sadari adalah pria ini sedari tadi memakai masker. Jadilah Luna tidak bisa melihat wajahnya. Namun Luna tidak bisa lupa pada postur tubuhnya dan rambutnya yang berwarna hitam pekat. Ia juga tidak bisa lupa matanya yang seperti ingin menghipnotis.
Pria itu kemudian datang lagi. Dia kali ini membawa tas hitam yang berbeda lagi.
Rasa penasaran Luna kali ini tidak tertahankan. Sudah cukup dengan hal yang memusingkan. Ia akan meluruskan akan tahu segalanya dan menyingkirkan kejanggalan ini. Sekarang Luna harus mengikutinya. Harus!
Ia kemudian menoleh ke meja konter. Ia melihat Lis masih asyik mendengar lagu dari earphone. Bahkan mungkin Lis tidak menyadari bahwa dari tadi Luna berdiri di sini. Sepertinya Luna tidak akan ketahuan jika keluar dari sini.
Ia melangkahkan kakinya pelan agar Lis tidak mendengarnya. Ia keluar perlahan dan sangat perlahan. Setelah keluar ia sengaja tidak menutup pintu agar Lis mengira bahwa tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Luna kemudian membalikkan tubuhnya dan segera berjalan pelan. Ia harus sedikit mengendap-endap untuk mendekati pria itu. Butuh langkah yang pas agar menyesuaikan dengan langkah kaki lelaki itu yang cepat namun tetap dalam senyap. Luna bersembunyi di balik semak-semak dan tanaman yang dapat menyembunyikan tubuhnya. Sehingga jika sesekali pria itu merasa ada yang aneh, ia tidak akan curiga.
Luna terus mengikutinya. Untung sekarang lagi sepi jadi tidak ada orang yang melihatnya. Saat sudah hampir sampai ia memilih untuk menyeberang di tempat lain yang jauh dari tempat pria itu menyeberang.
Setelah selesai menyeberang ia kembali membuntuti pria ini. Ia agak mendekat namun tetap tak ketahuan. Saat di depan gang ia melihat pria ini berhenti sebentar. Kemudian kembali maju ke depan. Luna mengikutinya. Pria ini terus saja berjalan ke depan dan belok ke kanan.
Luna terus mengikutinya dan ikut berbelok juga. Dan sekarang di lihatnya pria itu sedang masuk ke sebuah rumah kosong yang lama dan sudah tua. Setahu Luna rumah ini tidak ada pemiliknya dan sudah rusak juga. Tidak ada yang ingin masuk ke dalamnya. Katanya banyak hantu dan apapun itulah. Bahkan orang lewat di sini sangat jarang. Ya karena mitos angkernya itu.
Namun pria ini malah memasukinya. Semakin aneh saja. Kemudian Luna mendekati rumah kosong itu.
Sebenarnya malas juga memasuki rumah kosong ini. Bukan karena mitosnya, tapi tentang kondisi rumah ini yang membuat Luna sangat geli dan takut. Rumah ini atapnya sudah mau jatuh. Dindingnya lembab dan bagian rumahnya yang terbuat dari besi berkarat. Benar-benar miris. Karena mitos itu, rumah seperti ini jadi makin tak terawat.
Luna kemudian mengelilingi rumah tersebut dan mendapati sebuah jendela dengan kaca yang sudah pecah. Ia kemudian mengintip lewat jendela tersebut. Dan ia menemukan pria itu menuju ke arah sekelompok orang yang sedang bercakap-cakap.
Suara yang lagi-lagi dan lagi-lagi familier. Pandangan Luna sontak mengarah ke pemilik suara. Orang itu memakai topeng. Sehingga Luna tak dapat melihat wajahnya.
Di dalam rumah tua itu terdapat sekitar 12 orang. Luna memperhatikan mereka semua. Mereka semua kecuali sosok bertopeng dan pria ini memiliki tubuh yang besar-besar dan sepertinya sangat kuat menandakan mereka rajin ke gym dan berolahraga.
Jarak antara jendela ini dan mereka cukup dekat. Hanya berkisar dua meter. Namun Luna agak sedikit merunduk agar tidak ketahuan. Jadi hanya matanya saja yang mengamati sekelompok orang ini
Luna menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Tampaknya mereka semua memakai penutup wajah. Sial, aku jadi tak bisa melihat muka siapa pun deh.
Batinnya dalam hati. Orang bertopeng tersebut berjalan ke arah pria ini dan mengambil tas yang ditentengnya. Diletakkannya di atas meja besar yang tua dan berdebu. Di atas meja itu juga terdapat banyak kertas-kertas yang berhamburan dan beberapa miniatur kecil. Entah apa yang mereka sedang lakukan.
Sosok bertopeng kemudian membuka tas itu. Isinya sama dengan di atas meja, yaitu lembaran-lembaran kertas. Dari sini Luna samar-samar melihat gambar denah-denah di atas kertas itu. Namun ia tidak tau denah apa itu.
Sang sosok bertopeng lalu meletakkan kertas-kertas itu dan menyebarnya di atas meja dibantu oleh sang pria bermasker itu.
Menurut Luna, Sosok bertopeng ini seperti layaknya pemimpin geng atau semacam bos dari sekelompok orang ini. Dan pria tadi yang ia buntuti sekaligus bertemu dengannya pada sore hari ini mungkin semacam asisten atau pembantu pribadi si sosok bertopeng. Karena selain mereka berdua, yang lain tidak ada yang berani menyentuh kertas yang ngomong-ngomong sepertinya penting itu.
Eh sebentar. Bicara tentang kertas....
Luna sedikit mendongak agar dapat melihat isi kertas yang berada di atas meja dengan jelas. Setelah usaha itu ia akhirnya bisa melihatnya. Kertas itu berisi denah tentang bank nasional yang ada di kota ini.
“Baik. Ayo mulai diskusi rencana perampokan ini”
Sosok bertopeng yang tadi mengucapkan hal itu seketika mengangkat tangannya ke depan wajahnya dan membuka topengnya.
Dan Luna melihat sosok perempuan tinggi yang berumur sekisar 40-an. Memiliki tubuh yang agak kurus dan ramping. Ia mempunyai rambut yang panjang lurus dan berwarna hitam legam. Berwajah datar dan berkulit putih yang sedikit pucat.
Ya. Itu adalah wanita yang ia lihat tadi sore.
__ADS_1
bersambung***
maaf lama ngga update ya