The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 10


__ADS_3

" Ethan!! " Teriak Grace yang terkejut melihat Ethan terkena pecahan kaca dari lampu besar itu.


" CEPAT SINGKIRKAN LAMPU ITU DAN SELAMATKAN ORANG ORANG YANG TERLUKA." Teriak Kaisar memberi instruksi pada semua pasukan istana. Semua pasukan langsung menyingkirkan lampu besar yang jatuh itu, dan menyelamatkan para korban yang terluka. Ethan yang masih mendekap Duchess juga putri mahkota berusaha untuk bangun dari posisinya. " Nah Tuan putri sekarang sudah aman tidak papa." Ucap Ethan, " Anda bisa membuka mata anda sekarang." Sambungnya.


Putri Mahkota membuka matanya perlahan, dia terkejut saat melihat sekitar nya. " Kakak berdarah, Kakak tidak papa? " Tanyanya dengan wajahnya yang polos dan khawatir.


" Saya tidak papa putri, Terimakasih sudah mengkhawatirkan saya." Ucap Ethan sambil tersenyum.


" Ayo obati dulu luka kakak." Ucap putri kecil itu.


Entah kenapa saat itu Ethan merasa sangat lega melihat Putri kecil itu selamat, Apa karena usianya sama dengan adiknya. Intinya Ethan sangat bersyukur melihat tuan putri selamat, Melihat putri Mahkota yang gemetar sambil mengkhawatirkan nya dia mencoba menenangkan tuan putri kecil itu. Sambil menggenggam tangan putri Agneta yang kecil, " Anda tidak perlu khawatir tuan putri, Sebelum bertanya pada orang lain baik baik saja atau tidak. Lebih baik Pastika diri anda sendiri apakah anda baik baik saja? Jika anda takut maka bilang saja takut, Jika sakit bilang saja sakit, Jangan menahannya anda terlalu kecil untuk menahan rasa sakit itu sendiri." Ucap Ethan dengan nada lembut sambil menahan rasa sakit dari pecahan kaca yang menancap di tubuhnya, "Nah.. Sekarang berdirilah. " Sambungnya.


Agenta yang terus menatap Ethan sambil mendengarkan semua ucapan nya, perlahan menangis. Karena baru pertama kalinya dia mendengar perkataan seperti itu dengan sangat lembut. " Stt.. sudah jangan menangis putri." Sambil mengelus-elus bahunya.


" Agenta!!" Teriak Kaisar sambil berlari ke arah nya.


" Huaa....." Suara putri menangis, " Ayah aku takut." Ucapnya yang langsung memeluk kaisar. Kaisar mengendong putri kecil nya itu dan menenangkan nya.


" Ah aku hampir lupa, Ternyata masih ada ibu di sini." Ucapnya dalam hati sambil melihat Duchess yang masih menangis.


Ethan meraih tangan itu perlahan, " Anda tidak perlu menangis lagi Nyonya Duchess, Saya baik baik saja." Ucap Ethan mencoba menenangkan ibunya, Namun tetap harus menyamar. " Duchess terus menangis tanpa berkata apapun.


" Ethan!!! Teriak Grace sambil berlari ke arah nya, dan langsung memeluk nya sambil menangis,


" Ethan kenapa kau bisa sampai seperti ini, Harusnya aku tidak membiarkanmu pergi sendiri."


Ucap Grace merasa bersalah.


Lalu di susul Count yang langsung menghampiri Duchess yang masih terdiam sambil menangis.


" Retha kau tidak papa?" Tanya Count.


"Ya aku tidak papa." Balas Duchess dengan suara lirih.Count membantu Duchess untuk berdiri.


" Nyonya Anda tidak papa ! " Teriak dua kesatria yang datang bersamanya.


" Tidak , Aku tidak papa." Balasnya.


"Kalian tolong jaga Retha sebentar." Tegas nya.


Lalu menghampiri Ethan, " Ethan ayo obati lukamu dulu, Jika terus di biarkan kau bisa kehilangan banyak darah. Ayo aku akan membantu mu berdiri." Ucap Count. " Grace kamu menyingkir lah sebentar." Grace berdiri perlahan dan melangkah mundur.


" Eryk, Bawa dia ke kamar tamu aku akan panggil dokter istana. " Ucap Banginda kaisar yang masih berdiri di sana.

__ADS_1


" Terimakasih Banginda." Balas Count.


" Ayo Ethan, Kau bisa bangun kan?"


" Pertanyaan macam apa itu tuan, Saya baik baik saja." Balas Ethan sambil meringis kesakitan.


" Dasar anak ini, Kalau mau sombong nanti saja, Lihat dirimu yang sekarang." Ucap Count geram. Lalu membawa Ethan untuk di obati.


Semua mata di ruangan itu langsung tertuju pada Count Yang memapah Ethan dengan tubuh yang terluka pecahan kaca di punggung nya.


...****************...


Count terus memantau Ethan selama di obati, dia merasa kesal melihat Ethan yang seperti itu. Bagaimana dia biasa abai dengan keadaan sampai seperti ini, Rasa bersalah juga kesal terus menyelimuti dirinya.


" Kau ini, Kau pikir tubuhmu baja? Dengan tubuh seperti itu kau melindungi mereka." Ujar count mengomeli Ethan.


" Heh." Ethan Terkekeh, " Lalu aku harus membiarkan orang orang tertimpa lampu besar itu, Terlebih lagi tepat di bawah lampu itu ada Duchess dan Putri mahkota." Sambungnya menceritakan


" Tapi kau yang langsung pasang badan seperti itu juga berbahaya."


" Sudahlah tuan, aku tidak papa. " Ujar Ethan.


Count langsung menghampiri Ethan sambil menarik Telinganya. " Anak ini , Tidak papa,tidak papa. Kau pikir aku percaya, Kau bisa mati kehabisan darah bodoh." Ucapnya dengan kesal.


" akh, Sakit tuan."


" Baiklah , Terimakasih ya." Ucap Ethan. " Maaf atas ketidak nyamanan nya." Sambung nya.


"Sama sama tuan, Saya pamit undur diri."


Setelah dokter keluar, Count mengunci pintu rapat-rapat. Hanya mereka berdua di ruangan itu.


" Nah sekarang ayo kita bicara Ethan."


" Baiklah."


" Sebelum lampu itu jatuh apa kau melihat seseorang?" Tanya Count dengan ekspresi serius.


" Ya aku melihatnya, Tapi itu bukan pelayan yang berbisik dengan putra mahkota. " ucapnya.


" Hmm begitu yaa.." Sambil berfikir. " Baiklah aku akan urus sisanya , Anggap saja kejadian hari ini adalah kecelakaan." Ucapnya. " Dan kau istirahat di sini dulu Karena putri mahkota ingin bertemu denganmu." Sambungnya.


" Denganku?" Tanya Ethan bingung.

__ADS_1


" Iya denganmu, Baginda kaisar juga tapi aku melarang nya, Jika ingin hanya putri saja. " Balas count.


" Count melarang kaisar, Wah hebat sekali. " Ucap Ethan.


" Hah, Berisik sekali kau Ethan, Yah intinya seperti itu, Aku sudah berusaha agar kaisar tidak mencari tau lebih jauh tentang mu." Count menjelaskan situasinya pada Ethan. " Aku juga sudah menyuruh ibumu untuk pulang dan menunggu di rumah, Walaupun tadinya enggan untuk pergi setelah ku jelaskan dia mau mengerti, Sedangkan Grace dia masih menunggumu di luar. Aku sudah menyuruh nya untuk pulang tapi dia benar benar enggan pergi, jadi aku mengalah. " Sambungnya.


" Hah..Grace masih di luar?" Tanya Ethan terkejut.


" Iya dia masih menangis dari tadi."


Ethan langsung beranjak dari tempat tidur, Lalu berlari keluar. Count yang melihat Ethan berlatih hanya bisa menghela nafas. " Rasanya aku sangat lelah kalau bicara dengan anak itu." Guman nya dalam hati.


...****************...


" Grace!!"


" Ethan, huhuhu.." Grace langsung memeluk Ethan.


" Kenapa kau tidak pulang saja?" Ucap Ethan sambil melihat Grace.


" Bagiamana aku bisa pulang sebelum Melihat mu." Ucap Grace masih menangis tersedu-sedu.


"sudah jangan menangis, Aku sudah tidak papa." Sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya, Lalu memeluk sambil mengusap pundak nya. " Sudah sudah, Masuk saja ke kamar kalau di sini kau bisa sakit." Ucapnya sambil membantu Grace berdiri, Lalu mereka masuk ke kamar.


" Kau masih di sini Grace, Bukan kah aku menyuruh mu pulang tadi. " Ucap Count sat di dalam kamar.


" Paman saja masih di sini." Balas Grace.


" Aku kan harus menjaga Ethan."


" Aku juga mau menjaganya bukan hanya paman."


Mereka saling tatap tatapan karena kesal tidak ada yang mau mengalah. " Hah... sudahlah. " Ucap count sambil menghela nafas. " Sejak kapan Grace jadi keras kepala seperti ini " Gimana nya dalam hati.


" Kalian diam lah di sini , jangan kemana mana. aku mau keluar untuk mengurus sesuatu dulu. " Ucap Count lalu meninggalkan mereka berdua di kamar itu.


Mereka duduk di atas sofa, Sambil berbincang tentang kejadian tadi.


" Kau benar baik baik saja Ethan?" Tanya Grace.


" Iya Grace, Kau tidak perlu khawatir."


" Janji jangan bertindak bodoh seperti tadi lagi Ethan. " Ucap Grace sambil menunjukan jari kelingking nya.

__ADS_1


" Baiklah aku janji." Balasnya sambil menautkan jari kelingking nya dengan Grace.


Setelah berbincang dan bercerita panjang lebar, Mereka berdua tertidur di sofa itu karena kelelahan. Ethan terbangun di tengah malam, melihat Grace yang tertidur pulas membuat nya merasa tenang. " Kenapa wajahmu sangat menenangkan Grace, aku tidak pernah mengira akan bertemu denganmu di dunia ini, Aku kira aku akan hidup sendiri tanpa tau arah di dunia ini, Terimakasih sudah menolongku waktu itu Grace. " Ucapnya sambil meraih Rambut Grace yang selembut sutra, " Karena kau sudah menyelamatkan hidupku, Aku janji akan selalu melindungi mu walau nyawaku taruhan nya. " Sambung nya.


__ADS_2