The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 8


__ADS_3

Hari pesta ulang tahun putri mahkota tiba, Semua orang sampai masyarakat di ibukota ikut merayakannya. Lalu kediaman count juga tidak kalah sibuknya untuk mendadani Grace agar terlihat cantik. Walaupun para pelayan tidak seheboh seperti merias Grace, Tapi bagi Ethan justru sebaliknya, biasanya dia berganti dan menyisir rambut sendiri tapi sekarang hampir lima pelayan wanita ada di kamar untuk membantu Ethan memakai pakaian dan merias diri.


" Yang benar saja , Padahal kan hanya tamu undangan kenapa harus tampil berlebihan." Guman nya dalam hati. " Di tambah lagi para pelayan yang ada di kamarku ini benar benar membuatku tidak nyaman, untung saja aku tidak mengiyakan permintaan mereka untuk memandikannya ku." Sambungnya bergumam dan merasa tertekan dengan situasinya.


Begitupun di kamar Grace. " Nona diam lah saya akan membuat anda terlihat sangat cantik hari ini." Ucap Lena pelayan yang biasa mendandani Grace.


" Aku tidak mau terlalu berlebihan Lena." Ucap Grace.


" Tidak Nona, Percayakan pada saya." Balas pelayan nya.


Berbeda dengan Grace dan Ethan, Count Etienne justru bersiap sendiri dan hanya di bantu Pelayan pribadinya. Karena ini kunjungannya kekaisaran setelah sekian lama. Sebenarnya dia sangat tidak suka datang kekaisaran kalau bukan undangan resmi.


Setelah selesai bersiap Count turun lebih dulu ke ruang utama sambil menunggu Grace dan Ethan. Tidak lama setelah itu Grace Turun. Count yang melihat Grace Turun terdiam karena terpana melihat keponakan nya yang cantik itu, Saat itu dia sadar kalau keponakan nya itu sudah beranjak dewasa.


" Wah Kau terlihat cantik sekali Grace. " Ucap Count.


" Terimakasih paman." Balas Grace, " Paman Juga tampan sekali hari ini. " Sambung nya memuji paman nya.


" Terimakasih ya." Balas pamannya, " Sekarang tinggal tunggu Ethan." sambung nya.


Tidak lama terdengar suara orang menuruni tangga, Count juga Grace langsung menoleh ke arah suara itu, Ternyata Ethan. Mata Ethan dan Grace yang saling bertatapan membuat mereka diam, keduanya saling terpana. Ethan Yang terpana melihat Grace yang cantik seperti malaikat rasanya kecantikan nya benar benar tidak nyata, Lalu Grace yang terpesona melihat ketampanan Ethan yang baru di lihatnya. Ethan berjalan mendekat ke arah mereka.


" Wah Ethan apa ini kau benar benar tampan sangat tampan. " Ucap Grace, Lalu tersadar ada yang berbeda dengan Matanya." Warna Matamu berubah. " Sambung nya.


" Kamu juga sangat cantik Grace." Balas Ethan,


" Aku harus menyembunyikan warna mataku selama di sana Grace." Sambung nya.


" Kenapa?"


" Karena aku tidak mau jadi pusat perhatian nanti, hanya karena warna mataku."


" Kau benar benar mirip ayahmu Ethan." Ucap Count yang ada di situ.


" Terima kasih Tuan." Balas Ethan sambil tersenyum.


" Kalau sudah siap semua, Ayo kita berangkat."


mereka menaiki kereta kuda Khusus yang biasa di gunakan untuk acara resmi Milik count. Selama Perjalanan Grace tidak ada habisnya melihat Ethan yang duduk di depannya.


" Grace jangan memandang orang seperti itu, itu membuat orang tidak nyaman." tegas paman nya dengan nada lembut.


" Tapi paman coba lihat Ethan, Rasanya dia seperti tidak nyata."


" Haha kau ada ada saja Grace , Kalau aku tidak nyata berarti aku hantu?" Gurau Ethan.


" Bukan seperti itu, Maksudku kau terlihat seperti wah.. gitu." Oceh Grace dengan wajahnya yang polos.


"Pftz.. " Count dan Ethan menahan tawa setelah mendengar ocehan Grace.


" Jangan tertawa aku tidak suka." Ucap Grace lalu cemberut setelah nya.


Perjalanan menuju kekaisaran sore itu jadi menyenangkan karena Senda gurau yang di awali dengan tingkah Grace.


...****************...


Rombongan Count Sampai sekitar pukul tujuh malam, Karena perjalanan dari kediamannya sampai kekaisaran memakan waktu cukup lama.


Saat sampai di kekaisaran, Pengawal membukakan pintu kereta kudanya. Count Etienne turun dari kereta kuda di susul Ethan dan Grace di belakangnya, Sampai di depan pintu aula tempat pesta di adakan, Umumkan kedatangan kami.


" Count Eryk Cyrilo Etienne ,serta Nona Grace illona Xavier, Memasuki ruangan." Teriak salah seorang petugas pengumum yang mendaftar tamu undangan.


Mereka memasuki ruangan bersama, Nama Ethan tidak ikut di sebut karena count yang meminta. Meskipun begitu Ethan masih boleh ikut masuk Bersama nya, Saat masuk kedalam ruangan itu semua orang langsung melihat ke arah mereka. Tentu saja Ethan dan Grace yang menjadi pusat perhatian, tapi mereka tidak ambil pusing dan berjalan seperti biasa. Tidak lama beberapa lady menghampiri Grace.

__ADS_1


" wah Nona Grace bagaimana kabar anda?" Tanya salah satu lady yang menghampiri nya.


" Ah kabarku baik." Balasnya.


" Oh syukurlah, Omong omong siapa pria yang berdiri di samping Nona, Boleh kenalkan pada kami." Tanya lady yang lainya.


" Maaf kalau itu tidak bisa, Karena dia tidak nyaman." Balas Grace lalu Pergi meninggalkan tempat itu.


" Apa apaan itu, kita kan hanya ingin berkenalan. Lagi pula kenapa pria itu diam saja apa dia bisu." Oceh para lady yang tidak terima dengan sikap Grace.


" Ternyata pesta ulang tahun putri mahkota bisa seramai ini ya." Ucap Ethan yang masih membiasakan diri dengan situasinya.


" Tentu saja semua bangsawan di kekaisaran ini akan datang untuk merayakan ulangtahun Putri mahkota, Jadi bisa seramai ini."


" Memang putri mahkota seperti apa? , Sampai masyarakat juga ikut merayakannya dengan suka cita." Tanya Ethan.


" Dia gadis yang manis kok, usianya baru sepuluh tahun." Balas Grace sambil tersenyum. "kudengar pesta ini bukan hanya merayakan ulangtahun Putri mahkota tapi juga kembali nya putra mahkota dari Kekaisaran Vorkeyst ( Nama kekaisaran di bagian selatan) sebagai utusan diplomasi negara untuk mencegah perang yang berkepanjangan. Karena putra mahkota berhasil jadi kaisar juga ingin merayakannya." Sambung nya menjelaskan.


" Oh begitukah." Ujar Ethan singkat menanggapi cerita Grace,karena dia tidak terlalu tertarik dengan itu. Saat berjalan sambil mengobrol tiba tiba seseorang menyapa Grace. " Lama tidak. bertemu Grace." Ucap seorang wanita berusia dua puluh tahun. Grace hanya terdiam sat Melihat nya, Lalu di susul pria berusia sekitar dua puluh lima tahun. " Bagaimana kabarmu adikku, Lama tidak bertemu."


setelah cukup lama terdiam Grace menundukkan kepala dan menjawab sapaan mereka, " Lama tidak bertemu juga Kakak."


"oh iya Ethan, Kenalkan mereka berdua kakakku." Ucap nya mengenalkan ke-dua kakaknya. Ethan menundukkan kepalanya untuk mengenalkan diri.


" Perkenalkan namaku Alice illona Xavier dan dia kakakku Felix Louis Xavier." Ucap kakak perempuan Grace mengenalkan dirinya dan saudara nya.


" Siapa dia Grace , apa dia teman mu?" Tanya Felix dengan ekspresi curiga.


" Iya, Dia temanku. Dia anak dari sahabat dekat paman yang sedang berkunjung ke kastel." Balas Grace.


" Apa dia bisu, dari tadi hanya diam saja." Kata Felix dengan ketus, mungkin tidak suka dengan Ethan yang dekat dengan Grace.


" Tidak!" Tegas Grace. "Dia diam karena dia pendiam." Sambung nya.


" Untuk apa? Kakak kan sibuk."


"sesibuk sibuknya aku masih bisa kok mengunjungi mu."


" Hah omong kosong. "


" Mana mungkin hanya omong kosong Grace."


" Itu kenyataanya ya kak."


" Sudah Ayo kita pergi ke paman, Ayah dan ibu juga di sana." Ucap Alice sambil merangkul mereka berdua.


Ethan hanya mengikuti dari belakang tanpa bicara sepatah kata pun selama di sana.


" Kukira hubungan mereka buruk karena tinggal terpisah, Ternyata cukup baik ya. Syukurlah" Ucap Ethan dalam hati sambil memperhatikan mereka.


" Sekarang aku mengerti kanapa Ethan di dunia ini sangat suka memakai topeng, Karena orang orang selalu memperhatikannya. Dan cara mereka melihatnya bukan lah tatapan kagum atau senang tapi tatapan benci penuh intimidasi. Walaupun Ethan tidak terlalu peduli,teta saja itu membuat tidak nyaman. Untung saja penyamaran ku berhasil meski masih ada orang orang yang memperhatikan." Ujarnya dalam hati sambil berjalan mengikuti mereka.


Langkah kaki mereka terhenti saat bertemu dengan Count Etienne Dan Marques Xavier.


" Paman." Panggil Grace.


" Oh Grace , Kamu dari mana saja?" Tanya Count.


" Aku hanya berjalan, Tanpa sadar kita terpisah dan bertemu dengan Kak Felix dan Alice." Kata Grace menjelaskan pada paman nya.


" Sungguh, Bagaimana dengan Ethan?"


" Dia terus mengikuti ku, Tanpa berbicara sepatah katapun." Balas Grace.

__ADS_1


" Paman lama Tidak bertemu." Sapa Alice di ikuti dengan Felix sambil menundukkan kepalanya.


" Oh Felix, Alice, Bagaimana kabar kalian?"


" Kabar kami sejauh ini baik paman." Balas Alice.


" Syukurlah."


" Paman tadi aku melihat Ayah dan ibu di sini, Sekarang mereka kemana?" Tanya Felix.


" Oh mereka sedang menyapa tamu tamu lainnya?"


" Selalu saja seperti itu,Padahal ada Grace tapi malah memilih menyapa tamu." Gerutu Felix.


Sambil mengelus pundak Felix untuk menenangkan nya. " Tidak papa Felix, Ayah mu itu orang penting dan berpengaruh di kekaisaran jadi wajar saja." Ucap paman nya.


Tidak lama setelah obrolan itu, Ada tamu yang datang dan menjadi pusat perhatian orang orang di ruangan itu. " Grand Duchess Dawson, Nyonya Aretha Clark Dawson memasuki Ruangan!" Ucap petugas pengumum tamu dengan lantang. Wanita paruh baya itu memasuki ruangan dengan Elegan dan di Kawal dua kesatria membuat orang orang memperhatikannya dalam waktu lama. Bukan hanya kedatangan nya di pesta itu , Tapi penampilan nya yang cantik dan berkarisma juga menjadi pusat perhatian. Ethan Yang mendengar nama itu hanya terdiam, Sambil terus melihat nya.


" Ibu..." Ucap Ethan dalam hati terkejut. " Apa dia ibu nya Ethan di dunia ini." Sambung nya. Lalu saat duchess berjalan ke arah Count untuk menemuinya, Langkah Grand Duchess terhenti saat melihat pria remaja yang berdiri di samping Grace, Mata mereka saling bertatapan.


" Ethan... apa ini hanya halusinasiku saja, Tapi wajahnya benar benar mirip dengan Ethan Walaupun Warna matanya berbeda. " Guman Duchess dalam hati saat melihat Ethan.


" Apa dia menyadari kalau aku anaknya." Ujar Ethan dalam hati.


Suasana jadi hening seketika di antara mereka.


" Ehem!" Suara Count berdeham, " Wah Retha, siapa sangka kau datang." Ucap count sambil mengangkat tangan Duchess perlahan lalu mencium punggung telapak tangannya, sebagai tanda hormat. Etitude seperti itu sering di gunakan untuk memberi hormat para lady, Khusus nya orang orang kekaisaran atau istimewa di mata para bangsawan.


" Oh Eryk, tentu saja aku harus datang, Apalagi itu undangan resmi dari Kekaisaran. Aku juga tetap harus datang setidak nya untuk absen dan mewakili anak ku." Ucapnya.


" Salam kami pada pedang kekaisaran." Alice dan Felix memberi hormat.


" Sudah tidak perlu seperti itu, Alice dan Felix kalian sudah sangat dewasa ya tidak terasa." Ucap Duchess di akhiri dengan senyum.


" Nyonya, aku juga sudah dewasa loh." Ucap Grace.


" Tentu saja Grace, Kamu juga akan bertambah dewasa." Ucap Duches sambil mengusap pipi nya yang lembut itu. " Lalu siapa dia Eryk, aku baru Melihat nya?" Sambung nya bertanya.


" Oh dia, Kenalkan dia anak sahabatku, dia sedang berkunjung ke kastel jadi aku ajak saja dia kesini." Jelasnya.


" Begitukah, Wajahnya seperti tidak asing bagiku." Ucap Duchess, Yang belum bisa melepaskan pandangan nya dari Ethan.


" Siapa Namanya?" Sambung nya bertanya pada Count.


" Namanya, Eth__" Saat mau memberitahu nama itu, Suara Terompet yang kencang memenuhi ruangan pertanda kalau Baginda kaisar juga keluarga nya datang.


" Baginda kekaisaran Verhant Yang Mulia Aldrich Osbert verhant, Beserta permaisuri juga Putra mahkota dan putri mahkota. Yang mulia permaisuri Camila Osbert verhant, Yang Mulia Putra mahkota Arthur Osbert Verhant, Dan yang mulia Putri mahkota Agneta Camille Osbert verhant Memasuki ruangan." Teriak pengumum dari atas. Pintu Terbuka dengan penuh cahaya yang menyilaukan, Lalu tokoh utama di pesta itu memasuki ruangan,Semua mata langsung tertuju pada Mereka.


" Salam untuk Matahari juga bulan Kesaisaran." Ucap semua orang di ruangan itu Bersamaan.


" Jadi itu wajah putra mahkota yang sangat ingin membunuh Ethan di dunia ini." Guman Ethan saat melihat putra Mahkota.


Kaisar mengatakan kata kata pembukaannya sebagai pemimpin. " Terimakasih untuk kalian semua yang datang untuk merayakan ulangtahun Putri Ku tercinta, Aku harap dia akan menjadi gadis yang pintar juga bijaksana kelak serta selalu menjadi kebanggaan bagi keluarga nya. " Ucap kaisar sambil memandang wajah putrinya yang menginjak umur sepuluh tahun itu.


" Selamat untuk tuan putri,Semoga Kebahagiaan selalu menyertai Anda tuan putri. Berbahagialah tuan putri." Sorak tamu undangan di ruangan itu.


" Dan Aku juga ingin berterima kasih pada Putra mahkota yang sudah berusaha menjalin perdamaian dengan kekaisaran Vorkeyst, Untuk mencegah perang jangka panjang ini." Ucap Kaisar.


" Wah hebat , Selamat Putra mahkota, semoga berkat dewa matahari menyertai Anda." Sorak para tamu di ruangan itu.


" Nah kalau seperti itu Bersenang senanglah." Ucap kaisar sambil mengangkat gelas wine.


Lalu pesta itu di adakan dengan meriah malam itu.

__ADS_1


__ADS_2