
Hukuman count Wilberg sudah di tetapkan, sesuai apa yang dikatakan Ethan pada kaisar. Kaisar menghukum Count Wilberg dengan Mengambil semua aset nya sebagai bangsawan dan mengasingkannya ke wilayah terpencil. Lalu keesokan harinya Ethan pergi bersama Count Etienne untuk menghadiri pertemuan bangsawan yang akan di adakan kaisar. Pertemuan kali ini di datangi oleh kepala keluarga bangsawan di kekaisaran verhant, ada sekitar lima belas bangsawan di kekaisaran yang akan datang dalam pertemuan tersebut. Lima di antaranya adalah bangsawan terkuat dan paling berpengaruh di kekaisaran, Mereka adalah Dawson, Xavier, Etienne, Hilmar dan Ainsley. Lima keluarga bangsawan tersebut adalah penyokong terbesar kekaisaran, meskipun begitu Duke Ainsley adalah pemimpin keluarga yang paling banyak pengikut di kalangan bangsawan kekaisaran.
" Apa kau sudah siap bertemu dengan mereka Ethan?" Tanya count saat dalam perjalanan kala itu.
" Siap tidak siap,aku harus siap tuan karena biar bagaimanapun sekarang aku adalah kepala keluarga Dawson yang memimpin wilayah Utara." Balas Ethan.
Count tersenyum, " Benar sekarang kau yang memimpin wilayah Utara, Jadi tidak perlu ada yang kau khawatirkan." Ucap Count.
Sesampainya di istana Ethan dan Count Etienne jalan berdampingan menuju ruang pertemuan bangsawan di adakan. Sesampainya di ruangan itu Ethan langsung menjadi pusat perhatian entah karena apa, di sana juga sudah ada beberapa bangsawan yang datang di antaranya Marques Xavier, Duke Hilmar dan beberapa bangsawan lainya. Ethan dan Count Etienne duduk bersebelahan, seperti yang orang tau bahwasanya Count Etienne selalu berada di pihak Ethan apapun yang terjadi. Saat duduk bersebelahan masih ada beberapa mata yang memandang mereka dengan penuh rasa tidak suka. Tidak lama setelah mereka duduk, Duke Ainsley datang memasuki ruangan. Ethan terus memandanginya dengan tatapan tajam dari awal di masuk ruangan itu sampai duduk di kursi yang posisinya berseberangan dengannya. Duke Ainsley yang menyadari nya merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam Ethan.
" Kenapa anda terus memandang saya?" Tanya Duke Ainsley di ruangan yang hening itu seketika, Semua orang di ruangan itu langsung melihat ke arah Duke Ainsley karena tidak tau pertanyaan itu di tujukan pada siapa. Begitupun dengan Ethan, dia hanya diam mendengar pertanyaan itu.
" Saya bertanya pada anda Grand Duke muda Dawson, Kenapa anda terus memandang saya dengan tatapan tajam." Ucap Duke untuk yang kedua kalinya.
" Oh, kau berbicara dengan ku? Aku kira kau hanya berbicara sendiri karena kau tidak menunjukan pertanyaan itu pada siapapun yang ada di sini. " Balas Ethan.
" Harusnya anda sadar, yang dari tadi memandang saya hanya anda di tempat ini." Kata Duke Ainsley yang mulai kesal.
" Entahlah aku tidak merasa begitu, mungkin itu hanya perasaan mu saja." Ucap Ethan dengan gayanya yang santai saat berbicara.
" Granduke muda Dawson!" Ucap Duke Ainsley dengan nada cukup tinggi.
" Hei Axton, hentikan kenapa emosimu mudah sekali tersulut hanya karena hal sepele." Ucap Duke Hilmar menyela ucapan Duke Ainsley, " Lagipula Ethan memiliki mata untuk melihat, wajar saja dia memperhatikan sekelilingnya." Sambung nya.
" Tapi Erland, dia terus memandang ku dengan tatapan tajam, itu sama sekali membuatku tidak nyaman." Ucap Duke Ainsley yang membela diri.
" Mungkin itu hanya perasaanmu saja." Balas Duke Hilmar.
" Sudahlah Ainsley, sebagai bangsawan jaga sedikit sikapmu di istana. Walaupun Ethan masih muda dia tetap kepala keluarga bangsawan di kekaisaran ini, Jadi jaga sedikit sikapmu." Ucap Marques Xavier mencoba menghentikan sikap Duke Ainsley yang tidak bisa menahan amarahnya.
Ethan yang ada di tempat itu hanya melihat Duke Ainsley, Rasa penasaran kenapa dia mengirim pembunuh bayaran untuk nya saat menjalankan misi terus terlintas di benaknya. Rasa benci dan dendam menyelimuti dirinya saat melihat Duke Ainsley, Mungkin karena semua hal yang dia lakukan adalah untuk membunuh Ethan. Tidak lama setelah keributan kecil di ruangan itu, Kaisar datang. " KAISAR MEMASUKI RUANGAN." Teriak kesatria yang menjaga pintu. Kaisar bejalan melewati meja itu dan duduk di depan memimpin pertemuan bangsawan hari itu. Semua bangsawan di tempat itu berdiri dan menyapa Kaisar.
" Salam Bagi matahari kekaisaran verhant." Ucap mereka serentak.
" Terimakasih, kembalilah ke tempat duduk kalian." Balas kaisar.
" Aku mengadakan pertemuan ini untuk membahas beberapa hal yang terjadi belakangan ini, serta mengumumkan hadiah atas keberhasilan Grand Duke muda Dawson. " Ucap kaisar mengawali pembahasan. " Aku mengucapkan banyak terimakasih pada Pemimpin wilayah Utara sekaligus keponakanku Ethan, karena sudah menyelesaikan kasus yang bahkan aku tidak ketahui sama sekali dan berhasil membantai monster di wilayah selatan, serta aku ingin minta maaf atas apa yang terjadi di wilayah selatan. Ternyata masih banyak yang perlu di perbaiki dalam sistem kepemimpinan ku, Oleh karena itu aku mohon kerjasama kalian kedepannya. Lalu untuk hadiah yang akan ku berikan pada Ethan, aku berencana memberikan wilayah selatan pada nya. " Sambung kaisar menjelaskan semuanya.
" Maaf Baginda, Memberikan wilayah selatan pada Duke Dawson bukan kah itu berlebihan." Sela Duke Ainsley setelah kaisar selesai bicara.
" Berlebihan? Apa anda tidak salah mengatakan Duke Ainsley, Kalau begitu kenapa bukan anda saja yang pergi saat itu untuk membasmi Monster di wilayah selatan." Balas Ethan.
" Berhubung aku tidak ada di tempat waktu itu, karena tugas dari Baginda kaisar jadi aku tidak tau. Tapi yang di katakan Ethan ada benarnya Axton, Kenapa bukan kau saja yang pergi saat itu kalau kau bilang hadiah dari Baginda untuknya terlalu berlebihan? Baginda kaisar juga memberikan hadiah sesuai dengan apa yang dia kerjakan." Sela Duke Hilmar di tengah tengah pembicaraan sambil menatap Duke Ainsley.
" Aku juga setuju dengan yang di katakan Hilmar, Bahkan dari kalian semua yang ada di sini tidak ada yang mau memenuhi perintah Baginda untuk ke wilayah selatan. Justru kau sendiri yang mengajukan Ethan untuk pergi dari wilayah selatan padahal saat itu dia baru sembuh dari sakitnya. " sanggah Marques Xavier.
" Aku mengajukan nya karena dia sebelumnya berhasil menjalan kan misi untuk membasmi monster. " Balas Duke Ainsley.
" Benarkah, apa kau yakin Duke Axton Ainsley, apa tidak ada maksud lain bagimu mengajukan Ethan pergi ke wilayah selatan?" Tanya Count Etienne kala itu.
" Apa maksud mu Eryk? Kau mau menuduhku membahayakan Ethan ?" Balas Duke Ainsley.
__ADS_1
" Aku tidak bicara seperti itu. " Balas Count Etienne.
Ke empat bangsawan di tempat itu rasanya seperti memihak Ethan, Kaisar yang melihat mereka berdebat hanya diam saja sambil memperhatikan situasi.
" Memang apa yang salah jika aku memberikan wilayah selatan pada Ethan, coba jelaskan alasannya Axton." Ucap kaisar melihat ke arah nya.
" Duke Dawson masih terlalu muda untuk mengurus dua wilayah Baginda, dan Wilayah Utara sudah cukup sejahtera dengan kekayaan nya, kalau Duke Dawson memimpin dua wilayah bukan kah terlalu berlebihan." Jelas Duke Ainsley.
Ethan yang mulai kesal dengan perkataan Duke Ainsley tidak lagi bisa menahan emosinya, " Brak!!" Ethan memukul meja dengan tangannya.
" Dengar Duke Axton Ainsley, Aku tidak mau tau apapun urusan mu atau apapun yang kau lakukan, tapi dengar kesejahteraan wilayah Utara Samapi saat ini itu semua atas kerja keras ayahku sebagai pemimpin wilayah juga panglima perang saat kekaisaran ini di ujung tanduk, Aku yang masih berusia empat belas tahun ikut ayah ke Medan perang dan mempertaruhkan nyawa kami. Sampai akhirnya ayah membawa kemenangan untuk kekaisaran." Ucap Ethan dengan nada cukup tinggi karena tidak bisa menahan emosinya, " Kau bilang itu berlebihan? apa yang kau tidak suka kau ingin harta? apa kau ingin tambang berlian yang ada di wilayah Utara atau tambang emas milik Dawson di wilayah timur ? Jawab aku Duke Ainsley , Aku masih bisa terima kau menjelek-jelekan ku apapun itu aku masih bisa terima, tapi Kalau kau sampai menyebut nama wilayah yang di pimpin oleh mendiang ayahku, aku tidak akan diam saja. " Sambung Ethan dengan nada yang sama dan tatapan yang tajam pada Duke Ainsley. Matanya yang berwarna merah langsung tersorot karena pandanganya.
" Ethan Clark Dawson!" panggil kaisar yang menghentikan Ethan berbicara.
" Tenangkan dirimu Ethan, jaga sedikit sikapmu sebagai pemimpin wilayah. " Ucap kaisar dengan tegas.
Ethan langsung melihat ke arah kaisar, ia tidak merasa marah ataupun kesal padanya. hanya saja dia sudah di selimuti emosi karena ucapan Duke Ainsley, Ethan langsung beranjak dari tempat duduknya. " Maafkan saya Baginda, saya pamit undur diri karena sikap saya yang lancang dan tidak bisa menahan amarah ini membuat Baginda tidak nyaman. Dan hadiah apapun yang Baginda berikan untuk saya, akan saya terima dengan lapang dada. kalau begitu saya pamit undur diri dari pertemuan ini terima kasih. " Ucap Ethan sambil menundukkan kepalanya, Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Ruangan itu jadi hening seketika, semua mata langsung tertuju pada Duke Ainsley. Tatapan penuh kebencian dari tiga bangsawan teratas itu seperti menyerang Duke Ainsley.
" Ainsley jaga sikapmu, kau bukan anak remaja yang tidak bisa mengendalikan emosimu. Sikapmu kali ini benar benar keterlaluan Ainsley." Tegas kaisar di tempat itu.
" Maafkan saya Baginda." Balas Duke Ainsley.
" Minta maaflah pada Ethan secara langsung." Ucap kaisar padanya. " Apapun pendapat mu, bukan apapun pendapat kalian keputusan ku untuk memberikan wilayah selatan pada Ethan sudah bulat. " Sambung kaisar menegaskan pada seluruh bangsawan di tempat itu. Lalu kaisar menegaskan satu hal lagi pada mereka semua, " Dan satu hal lagi, Aku dengar keponakan ku hampir terbunuh saat menjalankan misi kemarin. Untuk saat ini aku memang belum mengetahui pelaku nya, Tapi kalau pelakunya adalah salah satu bangsawan di kekaisaran ini. Aku tidak akan mengampuni nya sedikit pun itu." Gertak kaisar dalam ruangan itu.
Count Etienne yang mendengar hal itu langsung termenung cukup lama, ia berfikir bagaimana kaisar bisa tau mengenai hal itu. Di sisi lain Duke Ainsley merasa ketakutan seketika.
" Kalau begitu aku sudahi pertemuan hari ini, aku minta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi hari ini, terimakasih." Ucap kaisar, lalu meninggalkan ruangan itu.
...****...
Ethan dengan kencang menunggang kuda menuju mansion nya, Sesampainya di mansion Ethan membuat semua orang di sana terkejut, karena kedatangan nya yang tiba-tiba bukan bersama Count Etienne melainkan seorang diri. dan kedatangan Ethan saat sampai mansion di selimuti amarah yang membuat semua orang takut untuk mendekati nya, Abel yang melihatnya mencoba mengejarnya. " Ada apa Ethan, apa ada sesuatu yang terjadi? " Sambil mengikuti langkah Ethan yang begitu cepat.
" Panggil Alex dan kalian berdua datang ke ruangan ku secepatnya, aku tidak mau menunggu terlalu lama." Ucap Ethan memberi perintah.
" Baiklah." Langkah Abel terhenti saat Ethan memberi perintah, tapi sebaliknya langkah Ethan terus melaju tanpa mempedulikan sekitar nya. Abel langsung berbalik untuk mencari Alex, walaupun ada yang berubah dari sikap Ethan yang menjadi lebih lembut namun saat marah dia tetap sama. Ethan yang sekarang benar benar tidak bisa di dekati maupun di ganggu.
Setelah memanggil Alex, Mereka berdua bergegas keruangan kerja Ethan. Benar saja sampai di sana Ethan sudah menunggu di ruang kerja nya, ia duduk di tempatnya sambil termenung dengan ekspresi serius.
" Ada apa Ethan?" Tanya Alex.
" Carikan informasi secepat mungkin mengenai Duke Axton Ainsley dan juga Duke Hilmar, Bagaimanapun caranya aku ingin mengetahui nya saat ini juga. Kuberikan waktu sampai jam makan malam ,apa kalian bisa." tanya Ethan dengan tegas.
" Tentu saja kami bisa, akan aku Carikan informasi itu sekarang." Balas Alex dengan cepat.
"Abel kau bantulah Alex untuk mencari informasi tersebut." Ucap Ethan.
" Baiklah aku akan membantu nya." Balas Abel.
" Baiklah kalau begitu aku mohon bantuannya, Terimakasih." Ucap Ethan kemudian meninggalkan ruang kerjanya.
__ADS_1
" Hei Alex, kita kira apa ya yang membuat Ethan sampai Semarah itu?" Tanya Alex penasaran.
" Entahlah, mungkin ada sesuatu yang terjadi selama pertemuan bangsawan tadi. Mungkin hanya dugaanku saja, kurasa penyebab utamanya adalah Duke Ainsley." Balas Alex sambil berjalan keluar dari ruangan itu. " Hah, sudahlah kita harus cepat." Sambung Alex yang mengintruksikan untuk cepat bergerak.
...****************...
Semenjak di dunia novel ini, berendam sambil menyalakan lilin aroma menjadi metode baginya untuk menenangkan pikiran sejenak, Menurutnya itu ada metode terbaik saat pikiran nya benar benar kacau. Dia sendiri tidak mengerti kenapa bisa Semarah itu saat di istana, tapi perkataan Duke Ainsley benar benar sudah melewati batas untuk nya.
" Ternyata orang yang serakah akan harta di dunia ini juga ada, sejak awal aku melihatnya aku sudah tidak menyukainya. Setelah di perhatikan lagi dia orang egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri." Guman Ethan seorang diri,
" Hah...". Menghela nafas, " Aku tidak suka karena dia bicara seenaknya tentang diriku dengan mudahnya , dari dulu aku paling tidak suka saat orang membicarakan ku dengan mudahnya padahal dia sendiri tidak tau apa yang ku alami. Sama seperti yang di lakukan Duke Ainsley hari ini, itu benar benar membuatku marah." Sambungnya yang masih berendam sambil memejamkan mata. Selesai berendam dan mengeringkan tubuhnya, ia mengeringkan tubuhnya lalu memakai pakaian yang membuatnya nyaman. " Ternyata hanya di rumah aku bisa merasakan nyaman, menjadi diriku tanpa harus bertemu orang banyak dan menutup wajahku." Ucap Ethan sambil melihat ke cermin.
Setelah selesai menyegarkan badan Ethan keluar untuk pergi keruang kerjanya, Saat berjalan ke arah ruang kerjanya tanpa sengaja ia berpapasan dengan Grace. " Ethan." Sapa Grace.
" Hai Grace." Ucap Ethan sambil tersenyum, Langkah Ethan terhenti saat di sapa Grace.
" Kau mau kemana? "
" Aku mau ke ruang kerjaku, ada beberapa hal yang perlu ku selesaikan." Balas Ethan.
" Kau tidak mau makan malam, kau sudah melewatkan dua kali makan malam bersama nyonya." Kata Grace dengan ekspresi khawatir.
Melihat Grace yang seperti itu Ethan mengelus rambutnya dengan lembut, " Maaf Grace, akhir akhir ini aku benar benar sibuk, tolong temani ibu ku lagi ya."
" Ada apa, apa terjadi sesuatu di Istana? Kenapa kau dan paman tidak pulang bersama, dan paman juga belum kembali." Tanya Grace.
" Tidak terjadi apa apa, mungkin count juga sedang ada urusan jadi masih belum kembali. Kalau gitu aku pergi dulu ya." Balas Ethan dengan lembut.
" Baiklah."
Sesampainya di ruang kerjanya, Alex dan Abel sudah ada di sana sambil meletakan setumpuk dokumen di meja kerjanya.
" Kalian sudah menemukan nya?" Tanya Ethan berjalan ke mejanya sambil melihat salah satu dokumen yang ada di tumpukan itu.
" Sudah yang kau lihat itu adalah dokumen terkait Duke Hilmar." Ucap Alex.
" Dan Dokumen yang ada di sebelah kananmu itu, itu data milik Duke Ainsley." Ucap Abel.
" Baiklah, kalian boleh kembali." Kata Ethan yang fokus melihat dokumen.
" sudah? Kau tidak membutuhkan sesuatu lagi?" Tanya Alex.
" Tidak, Terimakasih untuk kerja keras kalian." Ucap Ethan.
" Sungguh,Kau tidak butuh sesuatu lagi,atau bantuan?" Abel bertanya untuk memastikan.
" Tidak." Jawab Ethan singkat.
" Baiklah, Kalau gitu kami pergi." Ucap Alex.
" Ya."
__ADS_1
" Erland kyne Hilmar, Penguasa wilayah timur laut kekaisaran verhant dia paling banyak berkontribusi untuk urusan diplomatik. Secara garis besar dia tidak memihak siapapun atau ada di fraksi manapun, dia hanya memihak kaisar sebagai pemimpin negeri ini. Dan dia juga memiliki hubungan cukup dekat dengan ayah? Sungguh?" Ujar Ethan dalam hati menyimpulkan semuanya setelah membaca salah satu dokumen itu. " Pantas saja, Kemarin dia seperti memihak ku." Guman Ethan. Setelah membaca semua dokumen tentang Duke Hilmar tidak ada yang aneh dan perlu di curigai, hubungan nya yang dekat dengan mendiang ayah Ethan itu di awali dari transaksi pembelian tambang emas di wilayah timur yang secara tidak langsung di urus juga oleh nya. Duke Hilmar adalah pemimpin wilayah yang ada di pihak kaisar, apapun yang terjadi dia hanya akan bergerak jika itu perintah kaisar.
" Nah sekarang, Giliran dokumen dari bangsawan yang paling menyebalkan yang harus ku lihat, kira kira sejauh apa hal yang dia sembunyikan selama ini. Dari awal aku melihat, aku bisa melihat dia adalah pemimpin wilayah yang tidak bisa di percaya." Guman Ethan yang mulai melihat dokumen itu.