The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 5


__ADS_3

Tang!Tang!Tang!" Suara pedang yang beradu. Kastel count malam itu benar benar kacau, seperti istana yang di serang pemberontak. walaupun tujuan awal para pembunuh bayaran itu adalah membunuh Ethan, Tapi mereka datang dalam jumlah banyak untuk menyerang. Count Etienne yang tadinya ada di ruang kerja juga ikut turun tangan untuk menangkap mereka, dia sediri bingung bagaimana para penjahat ini bisa masuk kediaman nya.


Sedangkan para kesatria yang menjaga kastel bagian dalam, melarang semua orang untuk keluar. Grace yang mendengar keributan dari luar jadi terbangun. " Ada apa sebenarnya, Kenapa di luar ribut sekali, dan suara pedang siapa itu, Apa ada yang berlatih tengah malam begini." Ucapnya sambil mengintip dari jendela. Grace berjalan dan membuka pintu kamarnya, melihat pelayan yang mondar-mandir membuatnya bingung


" Lena, Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Grace pada salah satu pelayan di tempat itu.


" Itu Nona, Kastel sedang di serang oleh sekelompok orang tidak di kenal."


" Bagaimana bisa!"


" Saya juga kurang tau Nona, Sebaiknya anda kembali ke kamar saja." Ucap pelayan itu.


Lalu salah satu kesatria yang sering menjaganya berlari ke arah Grace.


"Nona!" Teriak nya, "Apa yang anda lakukan, Kembali lah ke kamar anda!" Sambungnya.


"Sir Rocco, Apa yang terjadi?"


" Sepertinya ada sekelompok pembunuh bayaran yang menyerang kastel ini, Oleh karena itu kembali lah ke kamar nona" Ucap ke satrianya.


Seketika terlintas di pikiran Grace Ethan yang terbaring sakit tadi siang dan ingat hari dimana dia menemukan Ethan waktu itu.


" Bagaimana dengan Ethan?Apa dia masih ada di kamarnya." Tanya Grace panik.


"Saya tidak tau teman anda ada di mana Nona."


Jawab kesatria nya.


Mendengar jawaban itu Grace langsung berlari kearah kamar Ethan, "Bagaimana jika para pembunuh bayaran itu mau menangkap Ethan, Dia masih sakit harusnya dia masih di kamar." Guman Grace dalam hati sambil berlari.


"Nona tunggu!" Teriak kesatrianya sambil mengejar Grace.


Grace langsung membuka pintu kamar,"Brak!" Suara pintu yang terbuka kencang. " Ethan!" Teriak Grace saat membuka pintu, Dia bingung karena Ethan tidak ada di kamarnya. " Kemana dia." Grace membalikkan badan dan berlari lagi untuk mencari Ethan. " Tidak,Jangan , Jangan sampai Ethan terluka lagi. Aku mohon jangan sampai terluka."


Grace terus berlari sambil menuruni tangga," Nona hati hati anda bisa terjatuh." Teriak kesatria yang masih mengejarnya. Lalu langkahnya terhenti karena di depan pintu ada dua kesatria yang menjaga. "Nona anda di larang keluar oleh tuan." Ucapnya.


" Minggir, aku tidak peduli."

__ADS_1


" Maaf Nona ini adalah perintah tuan, bahaya jika ada keluar sekarang."


Karena kesal terus di larang, Grace menendang tulang kaki kedua kesatria itu, Lalu keluar dari tempat itu. Grace kembali berlari, " Kalau sudah seperti ini aku yakin pasti Ethan ada di tempat latihan kesatria." Lalu langkahnya terhenti karena lelah. "Nona, Saya bilang berbahaya apa nona tidak mendengarkan saya." Ucap kesatrianya.


"Kau berisik sekali sih."


" Saya seperti ini karena khawatir pada Nona."


"Sudah diamlah, Temani aku sampai ke tempat latihan. " Ucapnya, Sambil berjalan.


" Kenapa kesana?"


" Karena aku yakin dia ada di sana."


"Hah..." Menghela nafas," Baiklah Nona tapi saya mohon tetaplah di belakang saya dan waspada. Walaupun tuan sudah menangkap hampir semua dari mereka kita tetap berhati hati." Sambung nya.


" Iya." Balasnya singkat.


Sesampainya di tempat latihan langkah Grace dan kesatria nya terhenti, Melihat Ethan mengalahkan semua pembunuh bayaran yang menyerang nya. Grace terkejut dan terdiam cukup lama melihat pemandangan di depan matanya, di sisi lain dia juga takut untuk melangkahkan kakinya. Tapi dalam hati dan pikirannya terus memerintahkan untuk menyelamatkan Ethan yang hampir kehilangan kendali saat melawan para pembunuh bayaran itu, "Ethan!! Berhenti ku mohon." Teriak Grace.


Tangan Ethan yang menggenggam pedang berhenti menyerang saat mendengar suara Grace, "Bats_" Suara tebasan pedang mengenai tanganya.


" Diam lah, Aku tidak mau mendengar omong kosong mu." Balas Ethan masih dengan tatapan yang tajam.


" Ethan!!" Teriak Grace berjalan ke arahnya.


" Berhenti!" Teriak Ethan. " Kau bisa terluka." Sambungnya.


" Hahaha" pembunuh bayaran itu tertawa puas, " Jadi itu kelemahanmu." Lalu menghilang dalam sekejap di depan matanya, Ethan yang melihat itu mencari cari kemana penjahat itu pergi.


" Grace!" Suara Count yang baru tiba di tempat itu bersama kesatria yang lain, Melihat pembunuh bayaran itu mendekap dan mengarahkan pedang pada Grace.


Ethan langsung menengok ke arah suara itu, melihat apa yang terjadi di depan matanya benar-benar membuat nya marah, " Singkirkan tangan kotormu darinya." Ucap Ethan.


Grace yang merasa ketakutan kala itu hanya diam saja.


" Coba saja, kalau dari kalian semua ada yang melangkah ke arahku, aku benar benar akan memisahkan kepala wanita ini dari tubuhnya." Mengancam semua orang yang ada di situ.

__ADS_1


Ethan tidak mengingat pasti seperti apa tokoh Ethan yang ada di dalam novel, Tapi yang dia ingat jelas Ethan di dalam novel memiliki kemampuan teleportasi, Artinya dia bisa berpindah tempat dengan cepat. Ethan yang tadinya ada di depan mata penjahat itu tiba tiba menghilang, dan tiba tiba ada di sampingnya. "Heh, Jangan kira aku selemah itu" berbisik di samping telinganya. " Aku bilang singkirkan tangan kotormu itu darinya, Dengar pedangku ada di belakang lehermu aku bisa memisahkan kepala dari tubuhmu kapan saja." Sambung Ethan mengancamnya.


Penjahat itu melihat wajah Ethan yang benar benar marah, dan cahaya berwarna merah kebiruan yang semakin terang darinya, membuat pembunuh bayaran itu ketakutan. Pembunuh bayaran itu langsung menurunkan pedang nya, dan melepaskan Grace.


Ethan langsung menarik Grace ke pelukannya, mendekap nya dengan erat agar dia tidak melihat wajah penjahat itu. " Diamlah di sisiku, dan tutup matamu." Bisik Ethan.


Grace menuruti kata Ethan, dia menutup mata dan memeluk erat Ethan.


"Dengar, aku tidak akan memberimu ampun atau belas kasih , karena sudah sudah menyerang kastel ini." Ancam Ethan sambil mengarahkan pedang nya. "Karena kau sudah berani menyentuhnya dan berusaha membunuhku, aku benar benar tidak akan mengampuninya mu. Tapi karena aku harus mencari informasi dari mu, untuk saat ini aku akan menghukum mu karena berani menyentuh nya." Menegaskan pada pembunuh bayaran itu.


Dengan tatapan yang tajam dan dingin, Ethan memotong salah satu tangan pria yang merupakan pemimpin dari pembunuh bayaran itu tanpa perasaan "Bats!!" Suara pedang Ethan.


" Argh!! Suara kesakitan.


" Itu belum seberapa." Ucap Ethan.


Setelah melihat Ethan yang menghukum pembunuh bayaran itu tanpa belas kasih, Semua kesatria dan Count Etienne yang ada di situ terdiam dalam waktu yang lama.


"Klontang!" Ethan melempar pedang yang ada di tangannya, Warna merah kebiruan yang tadinya mengelilingi tubuhnya perlahan menghilang. Count Etienne yang melihat Ethan sedikit lebih tenang berjalan mendekatinya, " Ethan."


" Tuan , Maaf atas keributan ini." Ucap Ethan menundukkan kepalanya.


" Tidak masalah."


"Tolong bawa Grace Kembali ke kamarnya." Ucap Ethan, melepas dekapan nya lalu memberikan Grace pada pamannya. "Tapi Ethan , Kamu mau kemana." Tanya count.


"Aku akan kembali ke kamar."


Saat Ethan melangkahkan kakinya, Tangan Grace menahannya, " Jangan pergi kumohon, Setidaknya obati lukamu." Ucap Grace khawatir melihatnya.


" Ini bukan apa apa." Balasan dengan wajah yang sama sekali tidak berekspresi, Lalu melepaskan tangan Grace darinya. " Jangan sentuh aku, tubuhku bau darah. Kembalilah ke kamar dan gantilah pakaianmu." Sambungnya, lalu melangkah pergi menjauh dari orang orang di sana.


" Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan air untuk membersihkan tubuhmu." Ucap count.


" Tidak perlu, air di kamar mandi juga sudah cukup. Aku sedang ingin sendiri tuan jadi aku minta tolong jangan ada yang ke kamarku." Ucap Ethan sambil menundukkan kepala.


" Baiklah jika itu yang kamu mau."

__ADS_1


Grace yang melihat Ethan membalikkan badan lalu berjalan menjauh dari pandangan nya dengan kondisi seperti itu membuat hatinya terasa sakit. Count Etienne juga tidak bisa berbuat banyak, dia langsung menyuruh pasukannya untuk menyingkirkan mayat dan mengurung pembunuh bayaran yang masih hidup. Terutama pemimpin dari pembunuh bayaran itu, Count memerintahkan kesatrianya untuk mengurungnya di penjara bawah tanah, dan mengintrogasi untuk mendapat informasi lebih jelas kenapa pembunuh bayaran itu menyerang kastel ini, lebih tepatnya mengincar Ethan yang identitasnya masih di sembunyikan olehnya, Sebenarnya bagaimana orang orang itu bisa tau kalau Ethan ada di kediaman Etienne.



__ADS_2