The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 15


__ADS_3

"akh, Kenapa kepala dan badanku rasanya sakit sekali." Ucap Ethan yang baru saja sadar. " Dimana ini." Melihat sekelilingnya yang gelap.


" Kau sudah sadar anak manusia." Suara yang tiba tiba muncul di tempat yang gelap itu.


"Siapa itu!" Ucap Ethan dengan lantang.


" Apa jiwamu yang masuk ke tubuh anak itu berasal dari dunia lain." Ucap suara dalam gelap itu.


Ethan langsung terkejut mendengar ucapannya, "Bagaimana dia bisa tau jiwaku bukan berasal dari dunia ini." Guman Ethan dalam hati. " Siapa kau, dan bagaimana kau bisa tau.?" Tanya Ethan dengan lantang.


" adu duh... aku tersinggung, padahal aku di depanmu." Ucapnya, Lalu Mata biru yang besar seperti berlian bersinar terang terbuka perlahan.


" Mata ini, Jangan jangan ini mata naga." Ucap Ethan dalam hati dengan mata terbelalak refleks menjauh dari mata itu. " Kenapa kau takut padaku anak manusia?" Tanya naga itu. " Aku penasaran kenapa banyak anak buahku yang mati ternyata itu ulah mu ya." Sambung nya.


" kami tidak akan membunuh mereka , Kalau mereka tidak merusak permukiman warga." Balas Ethan.


" Yah itu memang salah sih, Aku janji tidak akan mengganggu wilayah ini dan membantu wilayah ini agar lebih subur. Tapi ada syaratnya." Ucap Naga itu sambil memejamkan mata.


" Syarat apa yang kau mau?" Tanya Ethan.


" Kita buat kontrak, Serahkan nyawamu padaku dan aku akan serahkan nyawaku untuk mu. Jika salah satu dari kita ada yang melanggar kontrak itu, Maka kita akan mati." Ucap Naga itu dengan mudah.


" Kenapa harus nyawaku?" Ethan bertanya.


" Nyawamu itu sangat berharga untuk ku, Tubuh yang kosong itu kalau jiwamu tidak ada dia hanya akan jadi mayat hidup. Biarpun hidup dia tidak akan pernah sadar." Ucap Naga itu.


" sama seperti koma ternyata. " Guman Ethan dalam hati. " Lalu bagaimana dengan jiwa yang ada di tubuh ini?" Tanya Ethan.


" Jiwa yang ada di tubuh itu sudah mati karena ulah seseorang yang ingin membunuhnya, Kurasa melihat anak ini hidup akan membuat nya kesal dan terus berusaha membunuh nya." Balas Naga itu.


" Kenapa Naga ini tau segalanya tentangku, Apa dia memiliki kekuatan yang bisa menerawang masa lalu. Tidak mungkin di novel tidak di ceritakan hal semacam itu, kenapa semakin jauh langkah ku semakin banyak hal yang tak terduga."


Pikiran Ethan penuh dengan perkataan Naga yang harus nya dia bunuh, Tapi keadaan malah sebaliknya.


" Gadis yang sekarang dekat denganmu, dia akan jadi wanita yang memiliki kekuatan hebat dan kelak akan di manfaatkan untuk kepentingan kerajaan. " Ucap Naga itu.


Ethan terkejut mendengar ucapan Naga itu dan masih terdiam cukup lama memikirkan jawaban nya. " Memang nya apa keuntunganku kalau membuat kontrak dengan mu?" Tanya Ethan.


" Kau bisa memanfaatkan kekuatan ku jika kau mau, Kalau kau mau jadi kaisar aku juga bisa membantu mu." Balas Naga itu.


" Tidak, cukup kekuatan mu saja, Aku tidak ingin jadi kaisar itu merepotkan. " Ujar Ethan. " Baiklah Ayo kita lakukan kontrak itu." Sambungnya.


" Keputusan yang bagus anak manusia." Balasnya sambil tersenyum. " Teteskan darahmu di permata biru ini, Batu itu adalah bagian dari jantung ku. Misi mu adalah membawa jantung ku kehadapan kaisar kan. " Ucap Naga itu sambil melempar permata biru pada Ethan, Dia langsung menyayat telapak tangannya untuk mengeluarkan darah. Begitu tetesan darah mengenai batu permata itu langsung bersinar, Mata biru yang besar kembali terbuka. " Mendekatlah padaku anak manusia, Aku akan menyembuhkan lukamu." Ucap Naga itu.


Ethan mendekat tanpa ragu, Naga itu hanya menatap Ethan dengan tajam. Lalu muncul sinar biru yang mengelilingi nya, dan lukanya perlahan membaik. " Bawalah permata itu dan keluarlah dari sini, Tenang saja monster itu tidak akan lagi menyerang atau merusak permukiman warga." Ucap Naga itu.


" Apa ini? dia terlalu baik untuk ukuran pemimpin monster, Apa dia sedang berusaha menipuku." Guman Ethan yang masih tidak percaya walaupun dia sudah melakukan transaksi dengan naga itu.

__ADS_1


" Aku tidak akan menipumu, nyawaku saja ada di genggamanmu sekarang."


" ngomong ngomong aku punya nama, Jangan panggil aku anak manusia." Balas Ethan sambil Melihat nya.


" Tapi kau kan memang anak manusia." Ujar Naga itu.


" Hah..." Menghela Nafas. " Terserah kau saja." Sambung nya.


" Kalau kau mau memanggilku teteskan saja darahmu di batu itu sampai batu itu mengeluarkan sinar, Maka aku akan langsung datang. Sekarang keluarlah dari goa ini Helios akan mengantarmu sampai keluar dari hutan ini. Nah sekarang keluarlah lah Aku mau istirahat. " Ujar Naga itu lalu memejamkan mata.


Ethan hanya mendengarkan ocehan naga itu lalu keluar dari dalam goa itu, tidak lama dia bertemu serigala berukuran besar yang mendekati nya. Ethan langsung menghindar saat melihat serigala itu, dan teringat dengan ucapan Naga itu " Apa kau Helios." Ucap Ethan. Serigala itu hanya mengangguk, lalu Ethan mengelus kepala serigala itu. " Aku minta tolong untuk membawaku keluar dari hutan ini."


...****************...


" Alex apa kalian selamat?" Tanya count yang baru turun dari kuda langsung menghampiri Alex dan kesatria lainya di hutan itu.


" Count." Alex sedikit kebingungan karena count tiba tiba datang ke hutan. " Bagaimana anda bisa ada di sini?" Tanya Alex.


" Karena aku dengar kabar kalian di serang."


" Memang benar, Tapi dari mana anda dengar kabar itu?" Tanya Alex yang curiga.


" Aku mencari tau tentang seseorang selama misi kalian berjalan, dan mendapat informasi kalian diserang." Count menjelaskan pada Alex.


Emosi dan amarah langsung menyelimuti Alex kala itu, " Siapa orang yang berani mengirim mereka Count, Karena dia kami jadi terpisah lagi dengan Ethan." Ujar Alex dengan kesal.


" Kami berpencar saat di serang, lalu berhasil membunuh mereka. Kesatria yang lain juga masih ada yang belum kembali. " Jelasnya.


" Baiklah ayo kita cari Ethan bersama, Biar pasukanku juga mencari Ksatria Dawson yang lain. " Ucap Count.


Mereka berpencar untuk mencari Ethan juga kesatria lain yang belum kembali. Mereka terus menyusuri hutan untuk mencari Ethan, Sedangkan di sini lain Ethan yang baru sampai di basecamp bersama Helios. " Kemana perginya orang orang, Apa mereka tidak selamat." Ucap Ethan yang baru sampai di tempat itu. Sambil melihat lihat barang barang yang masih tersimpan dalam tenda, ia meraba satu persatu. " Sepertinya tempat ini baru di rapikan, Syukurlah kalau mereka selamat mungkin mereka sedang mencariku." Guman Ethan dalam hati, Lalu kembali keluar dan menghampiri Helios.


" Hei, Helios kau mau ikut aku saja ke kastel. Rasanya sayang kalau aku meninggalkan mu di hutan ini." Tanya Ethan sambil mengusap kepala Helios. Serigala itu merasa sangat senang saat Ethan mengusap kepalanya. " Srak_Srak_Srak." suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka, Ethan dengan siaga mengambil pedang matanya mengawasi setiap sudut tempat itu berjaga-jaga jika sesuatu menyerangnya tiba tiba.


Tapi di luar dugaan , ternyata itu adalah salah satu kesatrianya yang baru kembali.


" Yang Mulia, Anda baik baik saja. " Teriaknya yang terkejut melihat Ethan, Lalu berlari ke arah nya.


" Aku baik baik saja." Balasnya, " Bagaimana dengan mu?" Ethan balik bertanya.


" Saya baik baik saja yang mulia." Balas Kesatria itu.


" Syukurlah, Kita tunggu sampai matahari terbenam jika yang lain belum kembali kita susul yang lain." Ucap Ethan yang mengusap usap kepala Helios.


" Oh iya!" Ucapnya terkejut. " Yang lain memang nya kemana yang mulia?" Sambungnya bertanya.


" Mungkin mereka sedang mencariku" Balas Ethan.

__ADS_1


" Hmm begitu ya, " Ucapnya, " Ngomong ngomong, kenapa yang mulia terus mengusap kepala serigala itu?" tanyanya setelah memperhatikan serigala yang terus menempel pada Ethan seperti anjing peliharaan.


" Oh, Dia yang menemaniku selama tersesat dan membawaku keluar dari hutan sampai ke sini. Rencananya aku akan membawa nya ke kastel." Jelasnya.


" Wah, Memang nya anda tidak takut. Tapi memang sih bulunya yang putih seperti kapas dan bersih sama sekali tidak terlihat seperti serigala liar. " Ucapnya sambil melihat serigala itu.


" Benar kan, Walaupun terlihat cantik sebenernya dia laki-laki. Namanya Helios." Ucap Ethan.


" Benarkah Nama yang indah yang mulia." Balas kesatria itu.


Tidak lama setelah mereka mengobrol tiba tiba terdengar suara yang berteriak memanggil nama Ethan.


" ETHAN!! KAMU SELAMAT." berlari menghampiri Ethan yang masih terdiam karena kebingungan. " Loh ? Count Etienne kenapa bisa ada di sini." Guman Ethan dalam hati yang masih bingung dengan situasi nya. Count langsung memeluk erat Ethan, " Syukurlah kamu selamat, Aku khawatir. " ucapnya lalu melepas pelukan nya sambil menatap Ethan.


" Tuan bagaimana anda bisa ada di sini?"


" karena aku mendengar kabar kalian di serang, jadi aku datang untuk memastikan nya. " Balas count.


" Tapi bagaimana anda bisa mengetahui nya?"


" Akan ku jelaskan nanti, Aku benar benar bersyukur kau selamat." Ucap count sambil mengusap pundak Ethan.


Alex dan pasukan lainnya ikut menghampiri Ethan dan menanyakan kondisinya. " Yang mulia apakah anda baik baik saja?"


" Seperti yang kalian lihat, aku baik baik saja. Bagaimana dengan kalian ? " Balik bertanya.


" Kami semua selamat yang mulia walaupun sempat tersesat saat di tengah hutan." Balas salah satu kesatrianya.


" Syukurlah jika sudah seperti ini, Ku rasa sudah saat nya bagi kita untuk kembali." Kata Ethan sambil tersenyum.


" Memang kau sudah mendapatkan jantung Naga itu? " Tanya Count.


" Sudah, Aku akan menunjukkan nya saat sampai di kekaisaran nanti." Balas Ethan lalu kembali ke tenda.


Dua hari setelah semua kesatria Ethan kembali, dan memastikan tidak ada lagi monster yang menyerang rumah warga. Rombongan Ethan juga Count Etienne kembali ke kekaisaran, di tengah perjalanan Count Rombongan Count Etienne dan Ethan berpisah, Karena Ethan berencana untuk kembali ke wilayah Dawson sebelum pergi ke istana untuk memberi laporan.


Sesampainya di wilayah Utara Ethan akhirnya bisa bernafas lega, " Akhirnya setelah dua bulan di hutan, Aku bisa menghirup udara bebas." Ucapnya dengan perasaan senang.


" Sepertinya kau sangat senang bisa keluar dari hutan itu." Ucap Alex yang berada di samping nya kala itu.


" Tentu saja, Rasanya aku bisa bernafas lega dan bisa melihat wajah ibu lagi." Balas Ethan, " Omong omong Apakah Abel sudah kembali? " Sambung nya bertanya.


" Sudah , Dia ada di barisan paling belakang sambil membawa dokumen informasi selama di sana."


" Wah, dia mengerjakan dengan baik rupanya" Ucap Ethan, " Baiklah ayo kita ke Kastel, ibu pasti sudah menunggu ku." Sambung nya memimpin jalan.


Alex yang sudah mengenal Ethan dari kecil tau sekali seperti apa sifat Ethan, Dia sama sekali tidak bisa mengekspresikan diri, bahkan saat terluka dia juga tidak menangis atau merintis kesakitan seperti anak anak pada umumnya. Walaupun begitu Alex tetap berada di sampingnya dan mencoba untuk mengajaknya bermain, Entah dia yang merasa aneh atau memang Ethan yang sudah berubah. Alex merasa Ethan yang sekarang dia lihat seperti di rasuki orang lain, sikapnya yang lebih lembut dari biasanya dan juga caranya mengekspresikan diri, Biarpun begitu Alex merasa lega. Pikirnya sambil memandang Ethan dari belakang yang sedang memimpin jalan.

__ADS_1


__ADS_2