The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 13


__ADS_3

...Hei, Grace kenapa kau tidak mau menemuiku sama sekali setelah hari itu. Jujur aku bingung kenapa kau seperti itu, Bahkan saat aku pergi kau juga tidak menemuiku. Apa aku membuat kesalahan sehingga kau menghindari ku seperti itu Grace, Aku harap saat kita bertemu lagi nanti kau tidak lagi menutup dirimu seperti ini....


...salam Ethan Clark Dawson...


Grace membaca surat yang di titipkan pada Zach sehari setalah dia Samapi di kastel. Saat membaca surat itu tanpa sadar Grace menangis, ia merasa bersalah karena tidak menemui Ethan hari itu. Tapi dia juga tidak bisa membalas surat itu, Karena tidak tau harus membalas apa. Grace hanya menyimpan surat itu di laci tempat dia biasa meletakan barang berharganya.


Tiba hari di mana dia harus pergi ke istana kekaisaran bersama paman nya karena undangan dari kaisar. Saat di sana Grace tanpa sengaja berpapasan dengan Ethan, Rasa canggung yang ada antara mereka membuat mereka hanya diam dan saling menatap tanpa mengatakan apapun.


Grace terkejut mendengar pengumuman yang di katakan kaisar, Yang ada di pikiran nya bagaimana kalau yang akan di utus pergi ke sana. Benar saja Kaisar mengutus Ethan pergi ke wilayah selatan untuk membasmi monster yang ada di sana dan membunuh Naga yang merupakan pemimpin dari para monster, Itu semua Karena ucapan Duke Axton Ainsley. " Kenapa Duke mengatakan itu, kenapa harus Ethan yang pergi kesana, Bagaimana kalau dia terluka lagi nanti. " Pikir Grace kalau itu, Dia lebih terkejut lagi saat Ethan mengiyakan permintaan kaisar. dengan wajah yang dingin dan di selimuti rasa kesal Ethan pergi dari tempat itu. Grace yang melihatnya mencoba untuk menahan Ethan, Tapi dia tetap pergi dari tempat itu meninggalkan mereka.


Saat dalam perjalan pulang ke kastel.


" Paman, Apa paman tidak merasa aneh dengan Duke Ainsley." Tanya Grace.


" Aneh seperti apa maksud mu Grace."


" Dia seperti sengaja menyarankan Ethan untuk pergi ke wilayah selatan. " Ucap Grace sambil berfikir.


" Benar juga ya."


" Paman! Kita harus menyelidikinya. "


Count langsung terkejut mendengar perkataan Grace, dia tersenyum tipis sambil mengusap rambut Grace. " Baiklah ayo kita selidiki." Ucap Count. " Ternyata Grace sudah lebih dewasa dalam berfikir, Aku tidak menyangka dia memikirkan gerak gerik Ainsley sejeli ini. Padahal di mataku dia masih seperti anak anak." Guman Count dalam hati sambil memandang keponakan nya.


...****************...


Satu Minggu kemudian, Ethan yang baru sampai di wilayah selatan. " wah Ternyata ini wilayah selatan, Cukup buruk ya keadaannya di sini. Sebenarnya kemana anggaran negara yang di berikan wilayah ini. " Ujar Ethan dalam hati, Sambil melihat wilayah yang gersang dan tandus itu dari atas kuda. Lalu Ethan kembali jalan dan di ikuti pasukan di belakangnya, Ethan menghentikan kudanya dan memanggil Alex.


" Alex apa kamu tau siapa yang memimpin wilayah ini?" Tanya Ethan.


" Seingat Ku yang memimpin wilayah ini masih Count wilberg."


" Apa kau tau di mana tempat tinggal nya?"

__ADS_1


" Sepertinya tidak jauh dari sini." Balas Alex.


" Baiklah ayo kita kesana, Aku ingin menanyakan sesuatu padanya."


" Baiklah Tuan." Ucap Alex kemudian memimpin jalan ke kediaman count Wilberg.


Sampai di sana Ethan langsung menemui Count wilberg yang baru saja menyambut nya.


" Ada keperluan apa yang mulia sampai datang ke tempat saya."


Melihatnya yang gemuk dan segar, tidak seperti penduduk nya yang kurus kering karena wilayah gersang dan hampir tidak ada bahan pangan yang tersedia. " Dia tidak terlihat kekurangan sedikitpun, Bagaimana mungkin pemimpin wilayah membiarkan penduduk nya kelaparan sedangkan dia memakan uang yang di berikan negara." Gerutu Ethan dalam hati kesal.


" Baginda kaisar mengutus ku untuk membasmi monster yang sering menganggu pemukiman di wilayah ini, Tapi sepertinya kau terlihat baik baik saja. Rumahmu juga aman dan sangat layak huni." Ucap Ethan dengan tatapan tajam.


Count Wilberg mencoba mengalihkan pandangannya dari Ethan. " haha... bagaimana mungkin seperti itu yang mulia, Saya juga kesulitan karena monster itu selalu mengusik pemukiman warga." Balas Count.


" Sepertinya tidak seperti itu, Aku kesini hanya memberi laporan saja. " Balas Ethan lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Ethan merasa sangat kesal saat keluar dari tempat itu, Rasa tidak adil yang membuatnya terus berfikir keras, Bagaimana pemimpin wilayah tega melakukan itu. " Abel." panggilnya.


" Ya Tuan ada apa? "


" Tolong selidiki semua tentang Count Wilberg, Jangan sampai terlewat sedikitpun. Itu tugas Khusus yang ku berikan untukmu." Ucap Ethan dengan tegas.


" Baik Tuan." Balas Abel.


Semua pasukan mengikuti Ethan untuk pergi ke hutan wisteria yang merupakan hutan di wilayah selatan juga sarang monster di sana. Sedangkan Abel dia memisahkan diri dari pasukan dan menyamar sebagai rakyat biasa untuk mencari informasi tentang Count Wilberg.


Sampai di depan hutan, Ethan menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nafas perlahan. Dia menyiapkan keberanian untuk mengahadapi apapun yang ada dalam sana.


" DENGAR!! MULAI DARI SINI TETAP DI BELAKANG KU, JAGA DIRI KALIAN DAN JANGAN SAMPAI TERLUKA." Ucap Ethan dengan lantang.


" Baik yang mulia. " Jawab pasukan nya serentak.

__ADS_1


Saat mereka memasuki hutan langsung di sambut oleh sekelompok monster Tingkat rendah yang menyerang mereka. Dengan mudah mereka menebas dan melawan mereka, Semakin dalam mereka memasuki hutan semakin Kuat monster yang menyerang mereka. Karena hari sudah semakin malam dan Matahari sudah terbenam mereka memutuskan untuk bermalam.


" Sudah malam, Lebih baik kita istirahat dulu, dirikan tenda untuk bermalam." Ucap Ethan memberi perintah.


" Baik yang mulia." Balas mereka.


Ethan juga pasukan nya mendirikan tenda bersama sama, Lalu memasak untuk makan malam. Setelah selesai mereka istirahat, untuk melanjutkan pertarungan besok. Ethan terbangun di tengah malam, ia duduk sambil memandang langit. "Hah..." menghela nafas, " Kira kira sampai kapan aku akan membasmi monster di sini. " Ucap Ethan.


Lalu seseorang datang dengan membawa lentera.


" Apa yang kau lakukan di tengah malam seperti ini Ethan? " Suara seseorang bertanya padanya lalu duduk di sebelah Ethan, Ethan menoleh ke arah suara itu, Alex rupanya. " Oh kau, Kau sendiri kenapa keluar malam malam seperti ini?" Ethan balik bertanya.


" Aku suntuk." Balas Alex.


" Kalau begitu aku juga. " Ucap Ethan sambil tersenyum.


" Ethan, aku merasa aneh melihat dirimu yang sekarang." Kata Alex.


Ethan langsung tersentak saat mendengar perkataan Alex. " Aneh bagaimana ?"


" Aneh saja, Kau yang sekarang lebih terlihat lebih manusiawi, Rasanya agak asing melihatmu seperti itu. Tapi itu lebih baik, Ibumu juga terlihat lebih bahagia dengan dirimu yang sekarang." Ucap Alex.


" Begituya.. Itu semua karena ada seseorang bersikap lembut padaku, padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya. " Ujar Ethan kembali memandang langit.


" Oho, siapa itu. pasti nona Grace. " Ledek Alex.


" Sudahlah Sana kembalilah tidur." Kata Ethan mengusir Alex dari tempat itu.


" Ya sudah seperti ini, kenapa tidak sekalian saja bergadang sampai pagi." Balas Alex.


" Terserah kau saja."


Malam itu Wajah Grace yang tersenyum kulit nya yang seputih salju, dan rambut berwarna biru langit yang berkilauan teringat jelas di kepala Ethan , Seketika dia merasa sangat merindukan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2