The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 20


__ADS_3

" Argh..." gerutu Ethan yang geram setelah membaca dokumen terkait Duke Ainsley. " pemimpin wilayah satu ini ternyata pintar berbicara ya, pantas saja dia memiliki banyak pengikut di kalangan bangsawan, Selain itu dia berdiri di pihak putra mahkota. Pantas saja dia selalu ingin menyingkirkan ku, Tapi caranya memimpin wilayah cukup baik. Tapi di sisi lain dia benar benar terlihat sangat membenciku, ternyata orang seperti ini juga ada di dunia novel. Membenci sampai mengusik orang, padahal orang itu tidak pernah menganggu nya atau mengusik nya." Guman Ethan saat membaca dengan seksama dokumen itu.


" Tapi guild ilegal yang dia gunakan berasal dari pasar gelap bukan? dari mana dia mendapatkan koneksi untuk masuk kesana? Jika sudah seperti ini pasti ada sesuatu yang dia rencanakan." Pikir Ethan kala itu.


Sementara itu, Count Etienne yang baru sampai mansion Dawson. Ia langsung turun dari kereta kuda begitu sampai, Sebenarnya dia khawatir dengan kondisi Ethan tapi saat di istana ada sesuatu yang menahannya sehingga tidak bisa cepat kembali. Sampai ruang utama dia langsung menanyakan Ethan ke salah satu kesatrianya Ethan yang tanpa sengaja'berpapasan.


" Hei apa kau melihat Ethan, apa dia sudah kembali?"


" Granduke sudah kembali dari tadi siang, Mungkin Sekarang beliau di ruang kerjanya." Ucap Kesatria itu.


" Baiklah terimakasih." Ucap Count, lalu bergegas ke ruang kerja Ethan. " Tunggu, dia kembali naik apa? Kereta kudanya saja tadi masih menunggu di istana." Ucap Count sambil berjalan ke arah ruang kerja Ethan, Sampai di depan pintu ia langsung mengetuk pintu. " Tok, Tok, Tok." Suara Count mengetuk pintu.


" Masuklah." Balas Ethan dari dalam ruangan. Count membuka pintu dan masuk kedalam.


" Ethan apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Count yang melihat Ethan sedang fokus membaca dokumen.


" Oh tuan?" Ucap Ethan sambil meletakan dokumen yang dia baca. "Anda baru datang?" Tanya Ethan.


" Iya, Tadi Baginda kaisar memanggilku ke ruangannya."


" Baginda? Membahas apa?" Tanya Ethan.


" Nanti akan aku ceritakan, Sebelum itu kau sampai sini menggunakan apa?" Count Balik bertanya.


" Oh, Aku pulang dengan kuda, aku meminjam salah satu kuda yang ada di istana." Balas Ethan.


" Hah... syukurlah." Count bernafas lega. " Apa yang sedang kau cari tahu ethan ?" Sambung nya bertanya setelah melihat tumpukan dokumen Yanga ada di atas meja Ethan.


" Aku sedang mencari tau tentang Duke Hilmar dan Ainsley, Tapi tuan aku merasa ada yang janggal dengan Duke Ainsley setelah membaca semua hal terkait dengannya." Balas Ethan.


" Janggal seperti apa?" Tanya Count bingung juga khawatir.


" Entahlah bagaimana aku menjelaskan, Walaupun caranya memimpin wilayah Cukup baik, Banyak hal negatif di belakang nya. Maksudku hampir semua koneksi yang digunakan Duke Ainsley adalah dari pasar gelap dan itu bukanlah suatu hal yang baik untuk kekaisaran, jika dia bisa menutupi sampai saat ini, berarti banyak hal yang dia korbankan atau justru sebaliknya dia punya seseorang yang bisa menutupi semua ini."Jelas Ethan.


Count Etienne sedikit tercengang dengan penjelasan Ethan, Bagaimana mungkin Ethan bisa berfikir sampai sejauh itu. Bahkan dia sendiri yang sedang menyelidiki Duke Ainsley tidak terpikirkan sejauh itu karena terlalu fokus dengan apa yang dia lakukan terhadap Ethan.


" Memang apa yang tuan bahas dengan Baginda?" Tanya Ethan.


" Baginda sedang mencurigai Duke Ainsley dan menyuruhku menyelidik nya secara diam diam. " Balas Count.


" Apa yang Baginda curigai?" Tanya Ethan penasaran.


" Baginda Curiga pada Duke Ainsley, ia merasa ada yang dia sembunyikan, Karena itu Baginda memberi perintah ini secara diam diam dan sebenarnya Baginda juga curiga dia yang melakukan penyerangan terhadap mu." Count menjelaskan pada Ethan.


" Hmm begitu ya, Wajar jika Baginda curiga Duke Ainsley dari sekali lihat saja aku bisa tau kalau dia penuh tipu muslihat, yah bisa dibilang licik." Ujar Ethan. " Hah..." dia menghela nafas.


" Kepalaku jadi sakit memikirkan nya, sudahlah tuan lebih baik kita istirahat. " Ucap Ethan beranjak dari tempat duduknya.


" Baiklah, kau istirahat duluan saja Ethan." Balas count.


" Baiklah Tuan, Aku duluan. " Ucap Ethan, lalu pergi meninggalkan ruangan nya.


" iya Ethan."


Count terdiam cukup lama setelah Ethan meninggalkan ruangan itu, untuk sekian kalinya ia merasa tertinggal dari Ethan saat Ethan memikirkan hal hal yang bahkan tidak pernah terfikir olehnya. Dan membuat Count sadar akan satu hal, ia merasa semakin banyak langkah yang di ambil Ethan, Semakin terlihat kemampuan nya sebagai pemimpin wilayah tidak perlu di ragukan lagi. " Setiap berbicara dengannya aku selalu di kejutkan dengan hal baru, cara berfikir nya yang jeli kadang membuatku tercengang. Syukurlah sebagai pemimpin wilayah kemampuan nya tidak perlu di ragukan lagi, Gioto tidak salah mendidik nya." Ujar Count yang masih di ruang kerja Ethan kala itu.


...*****...

__ADS_1


Sudah hampir satu Minggu Ethan dan ibunya menetap di mansion Dawson di ibu kota, sudah satu Minggu juga Count dan Grace menginap di sana dan sudah satu Minggu pula Ethan di sibukan oleh banyak hal. Rasanya Ethan benar benar muak setelah satu Minggu mengurus hal yang sama dan belum menemukan jawaban yang jelas, " Argh..." Gerutunya geram. " Sudah cukup! Aku ingin istirahat aku butuh sesuatu untuk menyegarkan pikiran ku." Ujarnya di ruang kerjanya kala itu. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya, " Tok,tok." Suara ketukan pintu, tidak lama muncul Alex yang menunjukkan dirinya dari balik pintu.


" Ethan aku masuk." Ucap Alex, berjalan menghampiri Ethan.


" Ada apa?"


" Ini aku lupa memberikan nya, ada dokumen yang Dateng dari istana tadi siang. Aku tidak tau apa isinya, tapi ini dari kaisar."Ucap Alex, memberikan dokumen itu pada Ethan.


" Hah..." Keluhnya setelah melihat dokumen itu, " Alex kamu tau sekarang pukul berapa?" Tanya Ethan.


" Empat pagi." Jawab Alex.


" Karena dokumen itu datang di pagi buta, aku akan melihatnya lusa." Ujar Ethan lalu meletakkan dokumen itu di atas mejanya.


" Kenapa lusa?"


" Aku akan break, salah maksudnya aku akan istirahat selama dua hari, jadi kalau ada dokumen apapun itu letakkan saja di atas mejaku." Ucap Ethan.


" Baiklah, nanti akan ku letakan di atas mejamu." Balas Alex.


" Baiklah, terimakasih."


Lalu Ethan pergi meninggalkan ruangan kerjanya, untuk istirahat. Di kamarnya ia langsung menyalakan lilin aroma favoritnya sebelum merebahkan tubuhnya di atas kasur. setelah serangkaian ritual selesai, ia langsung membanting kan tubuhnya di atas tempat itu yang empuk dan lembut itu. " Hah... rasanya nikmat sekali bisa tidur setelah lima belas jam aku menghabiskan waktu di ruangan itu untuk menyelidiki bangsawan bangsawan di kekaisaran ini yang merupakan pengikut Ainsley. kalau di duniaku sebelum nya aku akan di bayar berapa kira kira kalau kerja seharian seperti itu, di pikir pikir harta yang di miliki Dawson sangat banyak dan seperti nya tidak akan habis juga. " Ujar Ethan sambil memandang langit langit kamarnya, " Besok apa yang harus ku lakukan ya, sepertinya aku harus makan bersama ibu dan pergi piknik kecil kecilan dengan Grace." Pikir Ethan kala itu, tidak lama matanya terpejam dan tertidur pulas.


Sesuai dengan rencananya, Ethan mengawali harinya dengan makan pagi bersama ibunya.


" Ibu maafkan aku ya, kalau selama satu Minggu ini aku sibuk dan tidak ada waktu untuk ibu." Ucap Ethan di tengah waktu makan.


" tidak papa nak, ibu mengerti." Balas Duchess sambil tersenyum. " Lagi pula ada Grace, jadi ibu tidak terlalu kesepian." sambungnya.


" Tapi tetap saja aku salah karena, terlalu sibuk dengan hal yang ku kerjakan."


" Tentu saja Ethan dengan senang hati, terimakasih ya sudah menjadi putra ibu, pangeran kecil ibu." Ucap Duchess.


" Tentu saja Bu. "


Menghabiskan waktu bersama Duchess adalah salah satu hal yang membuat Ethan bisa merasa lebih tenang dari apapun.


Setelah menghabiskan waktu bersama Duchess, Ethan menemu Grace yang sudah menunggu nya di halaman belakang. Dengan perasaan bahagia Ethan berjalan kesana. " Akhirnya aku bisa istirahat dari pekerjaan ku yang menjemukan, tapi kalau di pikir pikir aku kan pemimpin wilayah harusnya aku bisa istirahat atau libur semauku. Tapi kalau aku melakukannya pekerjaanku semakin menumpuk." ujar Ethan saat berjalan.


" Kubilang apa, kau itu bodoh! Untuk apa kau punya anak buah tapi masih mengerjakan sendiri." Suara dari Saku celananya.


" Ah aku lupa kalau membawa batu ini." Guman Ethan dalam hati.


" Terkadang ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus sendiri, tidak bisa hanya mengandalkan mereka saja. " Balas Ethan.


" tapi kau itu terlalu sibuk mengerjakan semuanya sendiri, Sampai lupa dengan dirimu." Ucap batu itu.


" oho, jadi kau sedang mengkhawatirkan ku?" Tanya Ethan meledek Bima.


" Tidak, ah sudahlah lah kau berisik sekali, Jangan ganggu aku."


Balas Batu itu.


Ethan hanya terkekeh mendengar ucapan Bima, " Dasar Naga Posesif." Ucap Ethan.


Dari jauh tampak Grace melambaikan tangannya pada Ethan, Ethan yang melihatnya membalas lambaian tangan itu dan bergegas menghampiri nya. Berbeda dengan taman mansion bangsawan lainya yang biasanya taman dengan konsep indoor seperti rumah kaca yang di penuhi bunga warna warni, Atau taman dengan konsep outdoor yang di penuhi tanaman warna warni sepanjang jalan dan memiliki tempat khusus untuk berbincang. Di mansion Dawson taman mereka memang di penuhi tanaman hias namun dengan warna warna yang lembut sehingga membuat mata terasa sejuk saat melihat nya, lalu tidak jauh dari taman itu ada danau kecil dengan hamparan gunung serta bukit yang hijau. Karena Duke sebelumnya juga Duchess tau di wilayah Utara tidak ada pemandangan seperti itu, sedangkan Ethan sangat suka melihat pemandangan sambil berdiam diri. Jadi Duke juga duchess sengaja membuat taman itu untuk Ethan.

__ADS_1


" Hai Grace, kau sudah lama menunggu. " Sapa Ethan yang baru sampai.


" Ah tidak Ethan, aku juga baru sampai lima menit lalu." Balas Grace. " Aku tidak tau di mansion Dawson ada taman seindah ini." Sambung Grace sambil melihat pemandangan.


" Iya, ayah dan ibu sengaja membuat taman ini untuk ku dulu." Kata Ethan kemudian duduk di samping Grace.


" Tuan Grand Duke dan nyonya?" Tanya Grace.


" Iya, dulu waktu aku berusia Sekitar tujuh atau delapan tahun, kami sering ke ibukota. Karena aku tidak suka berbaur dengan orang lain dan lebih memilih menyendiri sambil memandang ke luar jendela melihat bukit bukit yang jauh di sebrang sana, ayah dan ibu jadi membuatkan taman ini untuk ku. " Jelas Ethan.


" Sebenarnya semua itu adalah peristiwa yang ku baca di novel." guman Ethan dalam hati.


" Mereka sangat menyayangi mu ya." Ucap Grace." Kalau kau bisa mengingat itu, berarti ingatanmu sudah kembali ya Ethan, Syukurlah." Sambung Grace sambil tersenyum.


"yah, sedikit demi sedikit ingatanku mulai kembali. Walaupun datangnya secara acak." Balas Ethan. " Bagaimana dengan latihanmu dalam memanggil spirit?" Tanya Ethan.


" Aku terus berlatih, sekarang aku sudah bisa memanggil spirit cahaya tingkat tengah dan spirit air tingkat rendah." Balas Grace.


" secepat itu?" terkejut mendengar jawaban Grace.


" Apakah itu termasuk cepat? menurutku tidak." Balas Grace dengan ekspresi heran. " Kau mau lihat tidak?" Sambung Grace bertanya dan tidak lama memanggil spirit cahaya tingkat tengah. " Lexi." spirit tingkat tengah muncul bersamaan dengan cahaya putih yang menyilaukan mata. " Saya Lexi, spirit cahaya tingkat tengah." Mahluk bertubuh seperti anak kecil berusia tujuh tahun itu mengenalkan dirinya.


" Hai Lexi, terimakasih sudah memenuhi panggilan ku." Ucap Grace dengan ramah.


" Dengan senang hati kontraktor."


" Kenalkan ini Ethan, dia adalah orang yang dekat denganku." Ucap Grace mengenalkan Ethan.


Ethan hanya terpana melihat apa yang terjadi di depannya, perkembangan Grace dalam mengendalikannya spirit terasa begitu cepat, padahal baru satu minggu yang lalu Ethan melihat Grace memanggil spirit tingkat rendah, sekarang dia sudah bisa memanggil spirit tingkat tengah.


" Hei anak manusia, hentikan dia kekuatan spirit yang dia panggil terasa begitu kuat. berbahaya jika kuil suci atau menara merasakan nya, aku yang berada jauh darimu saja bisa merasakan kekuatan nya." Ucap batu yang ada di saku Ethan secara tiba tiba.


" Tapi kenapa?" Tanya Ethan dengan suara lirih.


" Akan ku jelaskan nanti, sekarang hentikan lah dia." Balas batu itu.


" Grace, aku sudah melihat nya. sekarang kembalikan saja dia." Ucap Ethan sambil tersenyum.


" kenapa?"


" tidak papa, tapi lebih baik kalau kau pulangkan saja dia." Ucap Ethan.


" Baiklah." Balas Grace, " Lexi, kembalilah." Ucap Grace lalu mahluk itu menghilang bersamaan dengan cahaya.


" Kenapa Ethan? Apa ada yang mengusik pikiran mu?" Tanya Grace penasaran.


" Tidak."


" Lalu kenapa menyuruhku memulangkan Lexi, padahal baru saja aku memanggil nya." Ucap Grace bingung, " Dan kau juga seperti ketakutan saat aku memanggil Lexi tadi." sambung nya.


" Tidak papa Grace, maafkan aku yaa. Aku tidak bermaksud membuat mu bingung, hanya saja aku masih belum bisa menjelaskan situasinya." Jelas Ethan.


" Situasi seperti apa yang kau maksud?"


" Bukan apa apa, sudahlah jangan terlalu di pikirkan." Ucap Ethan. " Kau mau mencoba mengelilingi danau ini tidak dengan perahu?" Sambung Ethan bertanya.


" Memang nya ada ya ?"

__ADS_1


" Ada kok, ayo ikut dengan ku." Ajak Ethan sambil menggenggam tangan Grace. Ia mengajak Grace berjalan ke tempat perahu kecil itu bersandar di tepi danau, setelah menaiki perahu Ethan mengajak Grace mengelilingi danau sambil menikmati pemandangan di sore hari.



__ADS_2