
Kaisar dan keluarga nya turun ke bawah untuk menyapa para tamu , sedangkan putra mahkota memisahkan diri dari Kaisar dan permaisuri untuk menyapa tamu yang lain. Lalu Langkahnya terhenti di antara Kerumunan Count dan Duchess.
" Salam untuk yang mulia Putra mahkota." Count Memberi salam terlebih dahulu, Lalu di ikuti yang lainya. " Salam untuk yang mulia Putra mahkota."
" Terimakasih, Dan terima kasih juga kalian sudah berkenan hadir di acara ulang tahun adikku." Balasnya.
" Sudah sewajarnya yang mulia. " Ucap Count.
" Bibi juga datang kesini ternyata." Ujar Putra mahkota.
" Tentu saja saya harus datang jika itu undangan dari kekaisaran yang mulia." Balas Duchess.
" Jangan seperti itu bibi, Begini begini aku juga masih keponakan mu." Ucap Putra mahkota sambil tersenyum.
" Bagaimana mungkin saya lancang memanggil anda seperti itu."
" Baiklah Terserah bibi saja." Balasnya.
" Wah benar benar putra mahkota satu ini, Melihat wajah nya saja aku ingin muntah." Ucap Ethan dalam hati.
Lalu pesta semakin meriah , Saat lagu dansa pertama di putar. Putra mahkota berjalan kearah Grace yang sedang berdiri di samping nya.
" Karena lagu dansa pertama sudah di putar, Apakah lady Xavier yang sangat cantik malam ini mau menjadi pasangan dansa saya." Ucap Putra mahkota pada Alice yang berdiri di sebelah Grace.
" Dengan senang hati yang mulia." Lalu mereka berjalan ketengah aula dan berdansa bersama.
" Kalau gitu Grace ayo berdansa dengan kakakmu ini. " Ajak Felix pada adiknya.
" Tidak mau." Sambil mendekap erat tangan Ethan. " Aku mau berdansa dengan Ethan.
" Ayo Ethan." Ucap Grace sambil menarik Ethan ketengah aula itu.
Duchess langsung tersentak saat mendengar Grace memanggil nama Ethan.
" Eryk, Apa itu tadi? Kenapa Grace memanggil nya Ethan?" Tanya Duchess yang kebingungan.
" Hah" Menghela nafas, " Naluri ibu memang tidak pernah salah ya Retha." Kata count. " Kalau begitu Retha aku akan menjelaskan semua nya, sebelum itu ayo kita berdansa satu lagu terlebih dahulu."
" Hah kau ini, Awas saja kalau aku tidak mendengar penjelasan apapun dari mu! " Tegas Duchess. Count dan Duchess pergi ke pergi ke tengah aula untuk berdansa.
" Hah, jadi cuma aku yang tidak punya partner dansa." Ujar Felix kesal. " Sudahlah lebih baik aku minum yang banyak saja." Gerutunya.
...****************...
Di tengah para tamu yang berdansa.
" Kamu jangan salahkan aku ya kalau kakimu terinjak , Aku tidak terlalu pandai dalam berdansa."
Ucap Grace.
" Sungguh, Harusnya kau yang lebih pandai berdansa Grace karena kau yang mengajakku." balas Ethan. " Kalau seperti itu aku akan sesuaikan gerakan ku dengan mu, Jadi jangan ragu dan percaya dirilah." Sambung nya sambil tersenyum.
" Baiklah, Terimakasih ya." Ucap Grace di akhiri dengan senyuman.
Di saat bersamaan Count dan Duchess, Sambil berdansa ia menjelaskan semua pada duchess.
" jadi dari mana kamu akan menjelaskan nya Eryk.?" Tanya Duchess.
__ADS_1
" Tenang saja aku akan menjelaskan dari awal Retha." Balas Count. " Semua berawal dari Grace yang membawa nya dengan penuh luka ke kastel, lalu aku bisa tau dari Topeng yang di tunjukan Grace. Dan aku mencari tau lagi agar lebih jelas tapi ternyata itu memang anakmu Retha, Aku memutuskan untuk menyembunyikan identitas nya selama tinggal di kastel ku." Menjelaskan semuanya pada duchess.
" Hah kau ini benar benar membuatku kesal saja, tapi syukurlah kalau dia selama ini baik baik saja." Ucap Duchess sambil bernafas lega.
" Yah kau bisa tanyakan sendiri pada nya nanti, Tapi ada satu hal yang menjadi masalah."
" Masalah apa ?" Tanya Duchess.
" Sepertinya dia hilang ingatan? Jadi saat di Kembali jangan buru buru bertanya banyak hal padanya, cukup dengarkan saja ceritanya."
Mendengar ucapan count Duchess yang sedang berdansa tiba terhenti dan terhuyung.
" Retha, Kau baik baik saja ? " Tanya count khawatir.
"Ba.. bagaimana bisa Ethan kehilangan ingatan nya." Ucap nya tidak percaya.
" hah.. ya seperti itu yang terjadi."
tidak lama setelah itu lagu berhenti dan semua tamu selesai berdansa.
...****************...
" Grace, Kau hampiri kakakmu, Ajak dia ngobrol sepertinya dia merindukan mu." Ucap Ethan.
" Kamu memang mau kemana?"
" Aku mau cari udara segar dulu, Dan mau menetes mata. " Ujarnya.
" Baiklah , kamu hati hati ya jangan jauh jauh."
" Baiklah Grace." Balasnya.
Akhirnya dia bisa bernafas lega, Hembusan angin malam itu benar benar membuatnya lebih tenang.
" Memang yaa, aku tidak pernah cocok dengan keramaian, entah itu di sini atau di dunia ku sebelum nya." Ucapnya saat sedang sendiri. Tidak lama terdengar suara mendekat kearah Ethan, " Rupanya kau di sini." Ternyata itu Count, Sambil membawa dua gelas wine.
" Ah tuan, bagaimana anda bisa tau aku ada di sini?"
" Mudah saja , dari dulu kau sangat tidak suka keramaian." Ucapnya sambil memberikan gelas segelas wine yang ada di tangannya pada Ethan.
" ini minumlah."
"Ah terimakasih tuan, seperti nya anda sangat hafal dengan kebiasaan saya. " Ujarnya sambil memandang ke depan menikmati hembusan angin malam.
" Tentu saja, Karena aku sering memperhatikan mu dulu." Ucap Count sambil meneguk gelas wine itu. " Aku sudah menceritakan semua pada ibumu, aku tidak heran kalau dia bisa mengenali mu dengan cepat.Tapi kau tenang saja, Kau masih bisa memutuskan nanti." Sambungnya menceritakan pada Ethan.
" Begitu yaa, Yah kita liat saja nanti tuan." Balas Ethan karena tidak mau ambil pusing dan memikirkan hal lain.
" Oh warna matamu sudah kembali ya." Menyadari warna mata Ethan yang berubah.
" Iya , Aku ingin meneteskan nya lagi."
Saat mau meneteskan Ramuan itu ke matanya, Tiba tiba seorang kesatria berteriak dari teras sebrang tempat mereka berdiri.
" Tuan muda Ethan!" Teriaknya.
Ethan dan count langsung menoleh ke arah d
__ADS_1
suara itu, " Benar itu yang mulia Granduke." Ujarnya.
" Tunggu kami di sana tuan, Kami akan kesana." Teriak kesatria itu.
" Tuan siapa mereka ? Kenapa bisa mengenali ku?" Tanya nya kebingungan.
" Kamu tidak ingat?" Count balik bertanya.
" Tidak." Balasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Itu Alex dan Abel , Kstaria yang paling kau percaya dan juga teman mu di kastel Dawson" Ujar count.
Ethan terdiam sambil mengingat ingat. Lalu dua Kstaria itu tiba tiba sudah ada di depan Ethan dan Count.
" Ethan kau dari mana saja, Kenapa kau menghilang hari itu. Kau tidak tau betapa khawatir nya kami." Ucap kesatria itu.
" Aku tersesat." Balasnya.
Salah satu dari kesatria itu merasa aneh dengan respon Ethan yang sedikit kebingungan. " Ethan, Kau tau siapa aku?" Tanya nya.
" Kau Alex atau Abel?" Balik bertanya.
" Sebenarnya apa yang terjadi padamu , bagaimana kau bisa melupakan kita." Ucapnya.
Lalu Count menengahi mereka. " Sttt___ Kalian tidak perlu khawatir, dia baik baik saja selama ini dia bersamaku. Dia hilang ingatan setelah hari itu, dan ingatan nya juga masih sama samar. Kalian juga jangan berisik karena aku masih menyembunyikan identitas nya." Ucap Count menjelaskan pada dua kesatria itu.
Mereka terdiam sesaat, " Baiklah, Terimakasih Count telah menyelamatkan tuan saya." Ucap Kesatria itu sambil menundukkan kepala.
" Kalau begitu pergilah , Ethan aman bersamaku." Sambil memberi isyarat kepada mereka untuk segera pergi.
" Baiklah Count, Saya titip yang mulia."
" Yaya, Sekarang pergilah."
Lalu mereka berdua pergi dari hadapa mereka.
" Nah Ethan, Ayo kita kembali sekalian pamit untuk pulang." Ucap Count.
...****************...
Dari Balik tembok lantai dua Count dan Ethan memperhatikan Putra mahkota dari atas sebelum turun ke bawah. Mereka memperhatikan gerak gerik putra mahkota tapi tidak menemukan hal yang aneh. Sampai akhirnya ada salah satu pelayan di tempat itu yang menghampiri putra Mahkota,Lalu mereka berbisik.
" Tuan, Apakah anda lihat itu ? " Tanya Ethan.
" Iya."
" Anda turun lah lebih dulu dan awasi dia, saya akan memantau dari atas."
" Baiklah." Count turun ke ruang aula pesta. Sedangkan Ethan terus mengawasi dari atas, Dari atas situ juga dia bisa melihat ibunya yang sedang bermain dengan putri Mahkota di bawah. Entahlah perasaan apa yang ada di benaknya saat itu, Dia merasa lega dan juga senang saat wanita paruh baya itu tersenyum. Tidak lama setelah itu, dia mendengar suara aneh "ngik___ ngik___"
" Suara apa itu, Sepert engsel pintu yang rusak." Ujarnya. Ethan terus memperhatikan sekelilingnya, Sampai di tersadar. Bagian engsel yang menyanggah Lampu pesta di Aula saat itu mulai longgar. Lalu dia menyadari lagi satu hal, Dia melihat orang dari sebrang jauh dari tempat dia berdiri saat itu mencoba untuk memotong tali yang menahan lampu besar itu. Pikirannya langsung kacau, " Tidak kalau sampai lampu itu jatuh akan banyak korban, Terlebih lagi yang tepat di bawah lampu itu Ibu dan putri mahkota. " Ucap Ethan sambil bergegas turun ke bawah.
" Dasar gila bisa bisa dua mau membunuh orang ya g terlihat seperti kecelakaan, Terlebih lagi adiknya sendiri. Cukup sudah kau mengusik Ethan di dunia ini, Karena aku tidak akan diam saja. " Gerutunya dalam hati. Tepat sebelum Lampu itu jatuh ke bawah Etha berteriak, " AWAS!!! MENYINGKIRLAH!! " Teriak Ethan dengan Lantang.
Duchess juga putri mahkota yang mendengar suara itu cukup terkejut dan tidak sempat menyingkir. Dengan cepat Ethan menarik mereka berdua, Dan melindungi mereka. Lalu dengan cepat lampu itu jatuh Ke bawah "PRANG!!" Lalu semua orang di ruangan itu berteriak ketakutan. Baginda Kaisar juga permaisuri langsung pergi kearah suara itu, Di susul Putra mahkota dan yang lainnya termasuk Marques dan Marchioness Xavier.
" Akh!" Suara Ethan Kesakitan , Karena sebagian Pecahan Kaca juga kerangka lampu ada yang menancap di tubuhnya. "Hah, Sial sekali aku jadi tokoh antagonis, Masa belum masuk ke inti cerita aku sudah seperti ini." Ucap Ethan dalam hati sambil menahan rasa sakit. Duchess dan Putri mahkota yang ada dalam dekapan Ethan merasa ketakutan terutama putri mahkota. " Tenang Tuan putri semua nya baik baik saja , Jangan khawatir anda baik baik saja, Pejamkan saja mata anda. " Bisik Ethan di telinga putri untuk menenangkan nya. Duches yang mendengar Suara itu, Langsung mencoba membuka mata. Tetesan darah yang mengenai wajah karena Ethan melindungi mereka dari puing pecahan kaca dan kerangka lampu benar benar membuatnya sakit, siapa sangka anaknya yang sudah menghilang hampir satu bulan harus terluka untuk melindungi nya. " Eth...Ethan." Suaranya terdengar parau seperti tertahan.
__ADS_1
" Stt.. ibu jangan berisik, Nanti tuan putri ketakutan." Ucap Ethan lirih sambil tersenyum.
Duchess hanya langsung memejamkan mata dan menangis sejadi-jadinya.