
Ethan berjalan ke ruangan kaisar untuk memberi laporan padanya. Namun saat berjalan tanpa sengaja ia berpapasan dengan Putra mahkota. " Kau pasti mau menemui ayah." Ucap putra mahkota tanpa basa-basi saat berpapasan dengan nya.
" Salam bagi matahari kecil kekaisaran verhant." Menyapa putra mahkota sambil menundukkan kepalanya.
" ya, Terimakasih untuk salammu, Apa kau mau menemui ayah Ethan? " Tanya putra mahkota.
" Benar, saya mau menemui Banginda kaisar." Balas Ethan dengan sopan.
" Baiklah." Ucap putra mahkota, Lalu berbisik pada Ethan."Jangan terlalu menunjukkan bahwa dirimu paling hebat Ethan, aku tidak menyukainya." Lalu putra mahkota pergi begitu saja. Ethan Hanya mengerenyitkan dahi, " Aku tidak peduli." guman Ethan dalam hati lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan kaisar. Tepat di depan ruang kaisar Ethan bertemu dengan dua kesatria yang menjaga pintu. "Beritahu Baginda kaisar aku sudah datang" Ucap Ethan pada kesatria yang menjaga pintu.
" Granduke muda Dawson telah tiba." Ucap kesatria itu sambil membuka pintu besar yang ada di depannya. Ethan masuk ke ruangan itu, di dalam ia hanya melihat kaisar seorang diri yang duduk di singgasananya. Ethan berjalan agar berjarak lebih dekat lagi dengan kaisar, sampai di depan kaisar Ethan menundukkan kepalanya. " salam bagi matahari kekaisaran verhant. " Ucap Ethan memberi salam.
" Kau sudah datang Ethan?" Tanya kaisar.
" Sudah Baginda, saya menghadap hari ini memenuhi panggilan Baginda kemarin." Balas Ethan dengan gaya bicara nya yang lugas serta berkharisma.
" Baiklah." Ucap kaisar sambil beranjak dari singgasana nya, Ia. berjalan menghampiri Ethan lalu menepuk pundak Ethan, " Ayo ikut ke ruang kerjaku, tempat ini tidak cocok untuk berbicara empat mata." Ajak kaisar.
Ethan langsung tersadar saat kaisar menepuk pundaknya, Lalu mengikuti kaisar dari belakang. Ethan hanya diam sambil mengikuti langkah kaisar dari belakang.
" Bagaimana kabarmu Ethan?" Tanya kaisar yang memulai pembicaraan.
" Kabar saya baik Baginda." Balas Ethan.
" Kau ternyata masih sama seperti dulu, Kau sangat pendiam dan menutup diri." Ucap kaisar sambil terus berjalan.
" Maafkan saya Baginda." Ucap Ethan karena tidak tau harus membalas apa.
" Kenapa minta maaf kau kan tidak membuat kesalahan." Kata kaisar sambil membuka pintu ruang kerjanya. " Nah masuklah, Aku sudah menyiapkan wine dan cemilan untuk kita berdua." Sambung kaisar menyuruh Ethan masuk ke ruang kerja nya dan duduk di sofa yang ada di sana.
" Jadi dari mana kau akan menjelaskannya Ethan, Aku akan mendengarkan semuanya." Ucap kaisar sambil duduk dan meneguk segelas wine yang ada di tangannya. Ethan menjelaskan semua yang dia alami selama di wilayah selatan, dari dia yang mendapati masyakarat di sana yang kelaparan dan dan di paksa bekerja oleh count Wilberg, sampai dia yang membuat kontrak dengan Naga. Kaisar yang mendengar Ethan membuat kontrak dengan Naga cukup terkejut, Bagaimana Ethan bisa mengambil langkah sejauh itu. Menukar nyawa demi melindungi kekaisaran, Saat bangsawan lain menolak perintah nya justru Ethan mengobarkan nyawanya. " Kenapa kau sampai menukar nyawamu, padahal kau bisa bisa langsung membunuh naga itu ?" Tanya Kaisar.
" Karena naga itu yang menyelamatkan saya, Saat saya di ambang kematian. Mungkin Baginda tidak mengetahuinya tapi ini kedua kalinya saya di incar pembunuh bayaran saat menjalankan misi, Entah bangsawan mana yang mengirim nya. Saya harap jika pelakunya tertangkap Banginda bisa menghukumnya dengan tegas." Ucap Ethan Dengan tegas pada kaisar.
" Baiklah, Aku akan menghukumnya dengan tegas." Kata kaisar, " Lalu hadiah apa yang kau inginkan Ethan?" Sambung kaisar bertanya.
" Untuk itu saya serahkan kepada Baginda, Dan saya meminta Baginda untuk menghukum count Wilberg dengan tegas." Balas Ethan.
" Bagaimana kalau ku serahkan hukuman Count Wilberg padamu?" Kaisar meminta pendapat Ethan.
" Entahlah, saya bisa berbelas kasih atau tidak saat menghukum nya. Saya meminta pada Baginda, mungkin saja baginda akan lebih berbelas kasih padanya." Kata Ethan lalu mengambil gelas wine di depannya.
" Memang hukuman apa yang akan kau berikan?" Tanya kaisar dengan tatapan serius.
"sebenarnya saya ingin memotong tangannya, Lalu menarik semua aset yang dia miliki sebagai bangsawan, dan mengasingkan dia di wilayah terpencil di pelosok kekaisaran." Balas Ethan. " setelah ku pikirkan berkali kali memotong tangannya terlalu kejam, jadi cukup cabut semua aset nya sebagai bangsawan dan asingkan dia Baginda." Sambung Ethan.
" Sebenarnya aku tidak masalah hukuman apapun yang kau berikan padanya, karena kau yang mendapatinya melakukan penyalahgunaan dana dan kau yang menyelesaikan kasus ini." Jelas kaisar.
" Saya menyerahkan pada Baginda karena Baginda yang memimpin kekaisaran ini, dan Baginda adalah orang yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan secara mutlak." Balas Ethan.
Kaisar tersenyum mendengar balasan dari Ethan, ia cukup terkesan mendengar perkataan itu. " Tidak ku sangka anak ini bisa berfikir sejauh ini." guman kaisar dalam hati.
" Baiklah, aku akan membawanya ke pengadilan istana besok untuk menetapkan hukuman yang di berikan. Dan datanglah lusa , aku akan mengadakan pertemuan bangsawan untuk mengumumkan hadiah yang akan kuberikan padamu." Ucap kaisar menginfokan pada Ethan.
" Baiklah Baginda, kalau begitu saya pamit undur diri." Kata Ethan sambil beranjak dari sofa dan menundukkan kepala pada kaisar. Kaisar hanya tersenyum saat melihat Ethan, ia merasa senang saat bisa berbincang dengannya. " Ethan, sebelum kau pergi aku ingin bertanya sesuatu padamu." Ucap kaisar yang menghentikan langkah kaki Ethan.
__ADS_1
" Pertanyaan apa Baginda."
" Maukah kau jadi kaisar di masa depan nanti?" Tanya kaisar. Itu pertanyaan paling mencengangkan yang pernah Ethan dengar selama dia ada di dunia ini. " Tidak Baginda, itu terlalu merepotkan saya tidak suka hal merepotkan." Balas Ethan tanpa basa basi. Kaisar hanya terkekeh mendengar ucapan Ethan,
" Hahaha." Kaisar tertawa, " Baiklah, berhati-hatilah saat pulang." Sambung kaisar mengizinkan Ethan pergi. Kaisar meneguk segelas wine yang ada di tangannya, sambil memperhatikan langkah Ethan yang meninggalkan ruangan itu.
" Akankah Arthur bisa berfikir sejauh Ethan jika ada di posisinya, anak itu semakin lama semakin menarik perhatianku." Guman kaisar sambil tersenyum melihat Ethan.
...******...
" Ternyata hanya berbincang dengan kaisar bisa memakan waktu selama ini, Untung saja semua hal mengenai count Wilberg sudah akan selesai." Ucap Ethan sambil berjalan keluar dari istana. Saat dalam perjalanan pulang Ethan termenung cukup lama, memikirkan hal hal yang mungkin tidak terlalu penting. Sebenarnya dia hanya ingin istirahat dengan tenang walau itu hanya sehari, tapi setelah semua yang ia alami dia merasa tidak akan bisa merasakan itu. Sesampainya di mansion, Ethan langsung turun dari kereta kuda. Seperti biasa ia di sambut saat Memasuki ruang utama, Ethan hanya berjalan melewati mereka, saat berjalan dia mendengar seseorang memanggil namanya. " Ethan!" Suara teriakan yang terdengar lirih di Telinga nya, langkahnya terhenti dan langsung menoleh ke arah suara itu. Gadis berusia lima belas tahun datang menghampiri nya sambil berlari dengan langkah kecil, " Oh ternyata dia, Aku sampai lupa kalau count dan Grace masih menginap di sini." Guman Ethan dalam hati. Dengan wajahnya yang ceria gadis itu menghampiri Ethan, " Hai Ethan bagaimana kabarmu hari ini, kau habis dari mana?" Tanya Grace.
" Aku baru pulang dari Istana Grace, kabarku baik." Balas Ethan.
" Apa kau lelah?"
" yah , cukup lelah. Kalau begitu aku mau membersikan badan dulu ya Grace." Balas Ethan.
" Apa kau tidak makan malam dulu,Nyonya sudah menunggu mu." Ucap Grace.
" Aku akan makan nanti, kau makanlah dulu tolong temani ibuku ya." Kata Ethan sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu selamat istirahat ya." Ucap Grace di akhiri senyuman.
" Terimakasih Grace." Balas Ethan lalu pergi meninggalkan Grace. Grace yang melihat Ethan kala itu tidak merasa kecewa dengan sikap Ethan yang mungkin saja berbeda dari biasanya. Dia hanya memaklumi Ethan yang seperti itu, karena dia tau kalau Ethan sedang tidak ingin di ganggu.
Sampai di kamarnya Ethan langsung berendam sambil menyalakan lilin aroma favoritnya, ia memejamkan mata dengan otak yang di penuhi banyak hal. " hah..." Menghela nafas.
" Ternyata kehidupan bangsawan lebih memuakkan dari yang ku kira, tatapan mereka yang penuh kebencian saat menatap ibu rasanya aku ingin mencongkel matanya. Di tambah putra mahkota, apa maksud nya jangan menunjukan diri paling hebat apa dia takut takhtanya akan di ambil? Lagi pula aku juga tidak tertarik walaupun kaisar sendiri yang menawarkannya." Pikir Ethan kala itu. " Hah sudahlah untuk apa aku memikirkan hal yang blm tentu terjadi." Gerutu Ethan yang frustasi sendiri dengan pikiran nya. Ia langsung mengeringkan badan nya setelah selesai berendam dan membersihkan diri. Ethan berjalan sambil memandang ke luar jendela, Sejuknya angin malam yang tertiup kala itu membuat pikiran nya lebih tenang lalu ia kembali memejamkan matanya sejenak sambil bersandar di tembok sambil menikmati angin malam yang menyejukkan. Setelah merasa lebih tenang ia kembali membuka matanya, dan berencana untuk istirahat, Tapi saat Ethan mau beranjak dari tempat itu tanpa sengaja melihat Grace yang sedang duduk di taman belakang mansion seorang diri. " Sedang apa anak itu sendirian di sana?" Ucap Ethan. " Sebentar, aku seperti melupakan sesuatu saat melihat nya. Astaga dia bilang kan mau menunjukan sesuatu tapi aku malah mengabaikan nya. " Ethan tiba tiba teringat. Ia langsung merapikan diri dan bergegas ke bawah untuk menemui Grace.
" Aku melihatmu di sini, jadi sekalian saja aku menemui mu ?." Balas Ethan lalu duduk di samping Grace.
" Kamu melihatku dari mana?"
" Dari jendela kamar ku."
" Memang kamarmu di mana? " Mendengar Grace mengajukan pertanyaan berkali kali, membuat suasana hatinya jadi lebih baik. Ethan tersenyum sambil melihat Grace, " Kalau dari sini tidak akan terlihat." Kata Ethan.
" Begitu ya." Balas Grace singkat, Lalu ia diam cukup lama sambil mengayun ayunkan kaki. Rasanya canggung bagi Grace untuk memulai pembicaraan saat melihat Ethan, Entah kenapa.
Ethan yang juga terdiam dalam waktu cukup lama saat melihat Grace merasakan hal yang sama, Tapi berbeda dengan Grace yang merasa Canggung.
Saat melihat gadis itu Ethan merasa sangat tenang rambut nya yang berkilau saat terkena sinar bulan, Warnanya yang menyejukkan mata membuatnya merasakan ketenangan yang tidak bisa di jelaskan. Ethan mengambil beberapa helai rambut Grace yang selembut sutra lalu menciumnya, Grace yang terdiam dari tadi terkejut melihat Ethan yang tiba tiba mencium rambutnya dengan lembut. " Ad..a apa Ethan." Ucap Grace terbata bata karena kaget.
" Rambutmu sangat lembut Grace, Rasanya sangat menenangkan." Ucap Ethan.
Grace hanya terdiam melihat Ethan yang seperti itu, Karena dia sendiri tidak tau harus berbuat apa. " Apa kau baik baik saja?" Tanya Grace.
" Tidak papa, aku hanya merasa frustasi dengan beberapa hal, Maafkan aku." Kata Ethan lalu beranjak dari posisinya. " Oh iya, Apa yang ingin kau tunjukan padaku?" Sambung nya bertanya.
" Oh itu, kamu jangan ceritakan hal ini pada siapapun, Aku juga masih merahasiakannya nya dari paman." Kata Grace mengisyaratkan rahasia pada Ethan.
" Baiklah, Memang apa itu ? " Tanya Ethan dengan ekspresi penasaran.
" Jadi selama dua bulan kau pergi ke wilayah selatan, aku terus berada di kastel. Sesekali aku membantu paman di menyelidiki tentang Duke Axton Ainsley, Tapi di sisi lain aku juga mempelajari ilmu magis. Dan kau tau Ethan?" Tanya Grace Setelah menjelaskan.
__ADS_1
" Karena paman pernah memberi hadiah spirit tone padaku setelah menyelesaikan misi, Aku mencoba memanggil roh spirit dengan kekuatan magis yang ku pelajari sendiri, Dan ternyata aku bisa Ethan, Aku bisa memanggil roh spirit." Kata Grace dengan ekspresi girang.
" Sungguh?" Ucap ethan,yang sebenarnya sudah tau hal ini akan terjadi karena ucapan dari naga saat mereka pertama bertemu. " Jika Grace yang sekarang sudah bisa memanggil spirit dalam waktu yang cukup singkat, Berarti ucapan Bima saat itu benar akan terjadi." Guman Ethan dalam hati.
" Coba lihat ini Ethan." Ucap Grace sambil membuka telapak tangannya, Lalu memanggil roh spirit. " Lux." Roh spirit seukuran peri peri yang ada di buku dongeng muncul. Ethan yang melihat nya terdiam cukup lama memperhatikan spirit itu, Lalu mahluk itu mengenalkan diri. " Halo saya Lux spirit cahaya tingkat rendah."
" Halo Lux bagaimana kabarmu?" Tanya Grace sambil tersenyum senang.
" Kabarku baik kontraktor. " Balas spirit itu sambil tersenyum lalu memeluk jari Grace dengan ekspresi gembira.
" Kenalkan dia Ethan, teman baikku." Ucap Grace mengenalkan Ethan.
" Senang bertemu denganmu Lux." Sapa Ethan.
Spirit itu hanya tersenyum menanggapi sapaan Ethan," Apa ada yang anda perlukan kontraktor." Tanya roh spirit pada Grace.
" Tidak , aku memanggilmu karena ingin menunjukkan pada, Maaf kalau menganggu kau boleh pergi jika ingin." Balas Grace di akhir senyuman.
" Baiklah Kontraktor, Kalau begitu saya pamit." Ucap roh spirit itu, Kemudian menghilang dalam sekejap.
Ethan terdiam cukup lama setelah melihat apa yang ada di depan matanya, teringat ucapan Bima kalau suatu hari Grace akan menjadi wanita yang hebat dan akan dimanfaatkan oleh kekaisaran. " Grace kamu belum memberi tahu siapapun kan, kalau kau bisa mengendalikan spirit?" Tanya Ethan seketika dengan ekspresi serius.
" Belum."
" Syukurlah."
" Aku takut jika paman tau, tidak lama kemudian ayah dan ibuku tau lalu mereka akan membawa ku kembali ke kediaman Xavier dan aku akan meninggalkan paman.Aku tidak mau itu terjadi." Ucap Grace yang merasa sedih seketika.
Mendengar gadis itu berbicara seperti itu Ethan menghela nafas, Lalu mengelus kepala Grace. " Kau tidak perlu takut, tidak papa jika kau masih ingin menyembunyikan nya dan berlatih lagi agar lebih baik. Jangan khawatirkan Apapun, Kalaupun Count tau dia juga akan memberikan semangat padamu." Ucap Ethan.
Perasaan Grace menjadi tenang seketika, kekhawatiran dan kecemasan nya hilang seketika kala itu. " Terimakasih ya Ethan." Ucap Grace sambil tersenyum.
" Iya." Balas Ethan sambil tersenyum, " Sekarang istirahat lah, Karena sudah larut malam." Sambungnya.
" Baiklah." Grace beranjak dari tempat duduknya, dan memberi salam pada Ethan dengan sangat sopan dan anggun.
Ethan memperhatikan Grace yang berjalan meninggalkan nya dari kursi di taman, Saat memastikan Grace sudah tidak terlihat dari padangannya dia langsung beranjak dari tempat itu. Ia bergegas pergi ke kamarnya untuk menanyakan sesuatu pada Bima. Saat sampai di kamarnya Ethan langsung mengambil batu permata Naga yang ia letakkan di lacinya. Dengan cepat dia langsung bertanya, " Bima apa kau mendengar ku ? " Tanya Ethan.
" Ya aku mendengar mu anak manusia, ada apa?" Balas Naga itu dari batu permata.
" Apa perkataan mu mengenai Grace benar akan terjadi?"
" Tentu saja, bukankah kau berfikir seperti itu karena apa yang kukatakan padamu ada menjadi kenyataan." Ucap Bima.
" iya kau benar." Balas Ethan. " Kalau begitu apa kau tau, kapan hal itu akan terjadi?" Sambungnya bertanya.
" Aku tidak bisa memastikan itu anak manusia, Kadang sesuatu itu bisa saja terjadi lebih cepat ataupun lambat jadi aku tidak bisa memastikan nya." Balas Bima.
" Baiklah kalau seperti itu."
" Jika kau membutuhkan bantuan, panggil saja aku anak manusia." kata Bima.
" Baiklah." Balas Ethan singkat.
Setelah itu Ethan terdiam lagi cukup lama, sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia memikirkan cara untuk menyelamatkan Grace agar tidak di manfaatkan oleh kekaisaran nantinya. " Kira kira apa yang harus kulakukan untuk melindungi Grace, Kemampuan nya sekarang memang belum terlalu terlihat. Tapi jika hal itu terjadi, mungkin aku akan mengacak acak kekaisaran ini. Mungkin ada satu cara walaupun sedikit gila, Aku harus menikahinya" Pikir Ethan kala itu. Karena kekaisaran verhant termasuk wilayah yang makmur dan sejahtera, Tanpa adanya Dawson mungkin bukan apa apa. Karena kontribusi nya yang cukup besar pada kekaisaran, Kaisar pun cukup segan untuk memerintah nya. Jika Ethan menikahi Grace besar kemungkinan kekaisaran tidak akan memanfaatkan Grace nantinya. " Tapi usia Grace sekarang masih terlalu muda untuk menikah, aku tidak bisa melakukan itu. " Guman Ethan lalu Menghela nafas. "Hah..."
__ADS_1
" Karena hal itu masih belum jelas kapan akan terjadi, aku harus melindungi Grace apapun resikonya."