The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 17


__ADS_3

" Aku hanya butuh dua sampai lima tetes darahmu bodoh, kau meneteskan terlalu banyak." Kata Naga itu kesal.


" memang akan berpengaruh pada dirimu?." Tanya , Ethan dengan santai.


" Tidak sih, Tapi itu akan berdampak buruk pada tubuhmu nanti." Balas naga itu.


" Aku tidak peduli." Ucap Ethan singkat.


Semua mata langsung tertuju pada Ethan, bahkan pasukan yang ikut dengan nya saat itu juga terkejut melihat apa yang ada di depan mata mereka. Kaisar yang melihatnya merasa heran bagaimana Ethan bisa membawa dan menjinakkan Naga itu.


" Anak ini, bagaimana bisa dia menjinakkan pemimpin monster sampai bisa sedekat itu. Aku tau dia cukup hebat di Medan perang tidak kusangka hal seperti ini pun dia bisa tangani." Guman Kaisar sambil memperhatikan Ethan. Kaisar beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ethan.


" Ethan, Apa kamu yakin Naga itu tidak berbahaya?" Tanya kaisar saat itu.


" Saya yakin dia tidak akan berbahaya sama sekali." Balas Ethan.


" Bagaimana kau bisa begitu yakin? padahal aku kan menyuruh mu untuk membunuhnya dan membawa jantung nya ke hadapan ku tapi di luar dugaan kamu malah membawa nya. " Kata kaisar sambil bertanya pada Ethan.


" Maaf sebelumnya yang mulia jika saya lancang melakukan hal ini." Kata Ethan yang mencoba menjelaskan tapi kaisar lebih dulu menyela perkataan nya.


" Baiklah, datanglah keruangan ku nanti. Aku ingin mendengar dengan jelas apa saja yang kau alami selama di wilayah selatan." Tegas kaisar kala itu.


" Baiklah Baginda terimakasih." Balas Ethan dengan sopan.


" Kau bisa menyuruh nya kembali jika ingin Ethan, Karena aku sudah lihat hasil dari kerja kerasmu selama di wilayah selatan." Ucap kaisar, Lalu berbalik berjalan meninggalkan Ethan dari tempat itu. " Baiklah kalian bisa lanjutkan pesta ini, bersenang senang lah. Karena penguasa Dawson berhasil menyelesaikan misi dan kembali dengan selamat." Ucap kaisar yang berdiri di tengah tengah bangsawan. Ethan langsung menundukkan kepalanya dan berterima kasih pada kaisar karena apresiasi yang di berikan.


" Kau mau mengembalikan ku sekarang anak manusia?" Tanya Naga itu.


" Iya , Terimakasih sudah membantu ku." Ucap Ethan.


" Baiklah kalau begitu." Balas naga itu, Lalu menghilang perlahan bersamaan dengan cahaya yang bersinar terang. Setelah naga itu pergi gemuruh tepukan tangan memenuhi tempat itu, mengapresiasi atas hasil kerja keras Ethan. Ethan hanya tersenyum sambil melihat sekelilingnya, Lalu pesta berjalan sebagaimana mestinya. Ethan kembali menghampiri ibunya yang berada di tengah bangsawan.


"Ibu, apa ibu masih mau di sini?" Tanya Ethan yang berhadapan dengan ibunya kala itu.


" Kau sudah mau pulang nak?" Duchess balik bertanya.


" yah mau apa lagi berlama lama di sini ibu, toh kita akan pulang ke mansion karena aku akan memenuhi panggilan kaisar nantinya." Balas Ethan.


" Kau tidak ingin menyapanya dulu, dari tadi dia terus memperhatikan mu." Ucap Duchess sambil melihat ke arah Grace. " Temui dia Ethan, sapa dan ajak dia berbicara." Sambung berbicara dengan lembut pada Ethan.


" Baiklah, Ibu juga jangan pergi kemana mana. Aku akan menemui Count dan Grace." Ucap Ethan kemudian berjalan menghampiri Count Etienne dan Grace.


" Salam untuk pedang kekaisaran Verhant." Ucap Count dan Grace bersamaan.


" Terima kasih atas salam nya tuan." Balas Ethan. " Bagaimana kabarmu Grace." Sapa Ethan agak canggung.


" Kabar saya baik Yang mulia Granduke muda Dawson." Balas Grace di akhiri dengan senyuman.


" Bagaimana kabarmu Ethan ? Bukankah kau mau menceritakan semua kejadian selama di wilayah selatan Kemarin?" Tanya Count Etienne.


Ethan hanya terkekeh, " Haha, Menginap Lah di mansion Dawson malam ini tuan bersama Grace, Nanti aku akan menjelaskan semuanya." Ucap Ethan sambil tersenyum.


" Baiklah, Aku terima undangan mu Ethan. Kalau begitu aku titip Grace karena harus bertemu seseorang." Count langsung pergi Setelah berbicara.


Ethan dan Grace saling bertatapan tanpa berbicara, karena sudah lama tidak bertemu mereka merasa canggung saat bicara.

__ADS_1


" Kalau begitu lady Grace Ilona xavier, Maukah anda menemaniku di pesta ini." Ucap Ethan sambil menawarkan telapak tangannya.


" Dengan senang hati yang mulia." Ucap Grace dengan etiket bangsawannya lalu menerima uluran tangan Ethan.


Karena terlalu banyak orang di tempat itu, jadi tidak ada yang memperhatikan mereka berdua. Berhubung Ethan tidak terlalu suka keramaian jadi mereka memisahkan diri dan berjalan ke taman belakang istana.


" Bagaimana kabarmu Grace?" Tanya Ethan yang mengawali pembicaraan.


" kabarku baik Ethan, bagaimana denganmu?"


" Kabarku baik Grace, Kau selalu cantik seperti biasanya. " Ucap Ethan.


" Terima kasih, Kau selalu mengatakan itu saat berdua dengan ku." Ucap Grace diakhiri senyuman, sambil membalikkan badannya Grace menggenggam salah satu tangan Ethan ia berjalan mundur sambil mengayunkan tangan Ethan. " Ethan, apa kau tau. aku pikir kau akan melupakan ku setelah kembali ke wilayah Utara, di tambah kau yang ku temui terkahir kali terlihat sangat dingin seperti bukan dirimu yang biasa bersama ku." sambung Grace.


" Sungguh? Mana mungkin aku seperti itu, maaf ya lain kali aku tidak akan seperti itu. " Balas Ethan.


" hmm..tidak papa, aku mengerti posisimu dan aku sangat bersyukur kau bisa kembali dengan selamat. " Ucap Grace masih dengan posisi yang sama.


" Lucunya hihi, rasanya aku sangat senang bisa melihat gadis ini di depan mataku lagi." Guman Ethan yang memperhatikan Grace terus mengoceh di depannya. " hei perhatikan jalanmu, nanti kau jatuh Grace." Ucap Ethan sambil terkekeh.


" Kan ada kamu yang menangkap ku kalau jatuh." Kata Grace meledek Ethan.


" Sungguh?" Ucap Ethan sambil menarik Grace ke pelukannya, "Dasar anak perempuan satu ini, tetap saja kau harus memperhatikan jalanmu Grace." Sambil mencubit hidung gadis itu kemudian memeluknya. " Aku juga merindukan kamu Grace, terimakasih ya untuk semuanya." sambungnya yang masih memeluk erat gadis itu. Grace membalas pelukan hangat Ethan "Terimakasih juga sudah kembali dengan selamat Ethan."


...***...


Lalu mereka kembali ke halaman tempat pesta di selenggarakan, mereka berjalan beriringan menuju tempat itu, beberapa mata juga terus memperhatikan mereka tapi Ethan maupun Grace tidak peduli dengan tatapan atau omongan mereka.


" Oh ya Ethan, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." Kata Grace berbisik tepat di telinga Ethan.


" wah, apa itu?" Tanya Ethan dengan mimik wajah penasaran.


" Baiklah."


Duchess yang melihat anaknya berjalan beriringan dengan Grace merasa senang, karena bisa melihat Ethan bisa dekat dengan seseorang. Duchess langsung menghampiri mereka berdua.


" Hai Grace." Sapa Duchess.


" Salam hangat untuk nyonya grand duchess Dawson." Balas Grace sambil menundukkan kepalanya.


" wah kau cantik sekali kau hari ini Grace."


" Terimakasih nyonya, anda juga terlihat cantik hari ini." Balas Grace seperti biasanya yang di akhiri dengan senyuman.


" Kalau begitu Grace, aku akan kembali ke mansion lebih dulu karena harus menyiapkan kamar untukmu dan Count." Ucap Ethan.


" Baiklah, hati hati ya aku akan menyusul dengan paman nanti." Balas Grace dengan lembut.


Ethan membalas perkataan Grace dengan tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya. Ia kembali menggenggam tangan ibunya dan pergi menemui kaisar untuk berpamitan. Setelah serangkaian formalitas yang di lakukan berakhir, Ethan langsung bergegas kembali ke mansion untuk istirahat juga menyiapkan kamar untuk count juga Grace yang akan berkunjung.


selesai menyiapkan kamar dan membersihkan diri, Ethan langsung pergi ke ruang kerjanya yang ada di mansion itu. Sambil mengecek dokumen yang sudah di letakkan Alex di mejanya. Alex yang membawa count Wilberg dari wilayah selatan baru saja sampai di mansion sekitar lima jam lalub, dan mengurung count Wilberg di penjara bawah tanah mansion sebelum membawanya ke istana. Ethan termenung dalam waktu cukup lama memikirkan semua hal yang terjadi padanya selama di dunia ini sama sekali tidak sama dengan di novel, mungkin alurnya kejadian sama tapi peristiwa yang ia alami hampir tidak pernah di ceritakan. " Kenapa ya, semua yang ku alami sama sekali tidak pernah tertulis di novel. Apa karena aku tokoh antagonis jadi tidak banyak yang diceritakan tentang Ethan, dan hanya sisi buruk nya saja yang di ceritakan." Pikir Ethan kala itu. Saat sedang terhanyut dalam pikiran, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, " tok tok tok." Suara pintu dari luar.


" Masuklah." Ucap Ethan dari dalam.


Saat melihat orang yang masuk ke dalam ruangan nya adalah Count Etienne, Ethan langsung terkejut. " Loh tuan, sudah datang."

__ADS_1


" Iya aku langsung bergegas kesini setelah menemui kaisar dan Marques Xavier." Ucap count sambil duduk di sofa ya g ada di ruangan itu.


Ethan beranjak dari tempat duduk nya lalu berpindah ke tempat count duduk. " Bukankah Marques Xavier adalah saudara tuan? Memang apa yang kalian bicarakan." Tanya Ethan.


" Bukan apa apa, aku hanya memberi laporan pada kaisar, lalu membicarakan pesta kedewasaan untuk Grace." Balas Count.


" sungguh? kapan itu akan di adakan?" Tanya Ethan seketika antusias.


" Bukan hal yang penting, itu masih dua tahun lagi."


" Kenapa masih lama sekali?" Tanya Ethan.


" upacara serta pesta kedewasaan Grace akan di laksanakan di usianya yang ke tujuh belas tahun, sedangkan Grace baru lima belas tahun. Kedua orang tuanya ingin Grace melaksanakan upacara kedewasaan di kediaman mereka. Tapi Grace menolaknya." Count menjelaskan pada Ethan.


" Mungkin Marques dan Marchioness Xavier adalah orangtuanya, tapi tuan yang selalu ada untuk nya. Mungkin Grace lebih memilih merayakan di kastel Etienne karena dia sudah menemukan rumah tempat dia harus pulang." Ucap Ethan.


" Entahlah, aku selalu menyerahkan keputusan pada anak itu jika itu menyangkut dirinya." Balas Count sambil menghela nafas. " Kalau begitu bagaimana kau bisa memanggil Naga Ethan ? Aku tau kau kuat kekuatan magis mu juga hebat kau bisa mengendalikan mana dalam tubuh mu dengan baik. Tapi apa yang kau pertaruhkan untuk memanggil Naga, Mahluk itu tidak akan dengan mudah muncul menunjukan dirinya karena dia merupakan mahluk kuat yang menjaga juga menjadi pemimpin Monster di wilayah selatan." Sambung count bertanya.


" Aku melakukan kontrak dengan Naga itu tuan." Balas Ethan.


" kontrak!" Count terkejut mendengar jawaban Ethan. " Kontrak apa yang kau lakukan?" Sambungnya bertanya.


" Kontrak yang jaminannya nyawaku juga nyawa Naga itu." Ucap Ethan dengan ekspresi datar. Count langsung terkejut mendengar jawaban itu, ia meremas pundak Ethan. " Kenapa harus nyawa yang kau pertaruhkan Ethan." Ucap count dengan suara sedikit parau karena count sendiri tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungi anak berusia delapan belas tahun itu remaja yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri, ia menundukkan kepalanya saat berbicara dengan Ethan.


" Tenanglah Count, aku tidak papa. Aku juga berfikir ratusan kali untuk mengambil keputusan itu di tengah kondisiku yang merenggang nyawa, kupikir itu bukan keputusan yang buruk karena aku bisa memanfaatkan kekuatan naga itu saat aku perlu, dan Naga itu juga yang menyelamatkanku saat jatuh dari jurang." Kata Ethan mencobanya menenangkan Count sambil menjelaskan semuanya.


" Jadi kau sampai jatuh ke jurang saat di serang sekelompok pembunuh bayaran?" Tanya count yang langsung menatap Ethan.


" iya, kukira aku sudah mati saat itu, Tapi. Naga itu menyelamatkan ku. Di luar dugaan dia juga menawarkan hal hal yang mungkin bisa aku capai, tapi aku menolak nya." Balas Ethan sambil tersenyum tipis.


" Memang apa yang dia tawarkan?"


" Dia bilang kalau aku mau jadi kaisar, dia akan membantuku. Aku langsung menolak karena itu hal yang merepotkan. Mungkin saat ini aku tidak akan terlalu memanfaatkan nya, tapi suatu saat kalau aku membutuhkan nya aku akan menggunakan kekuatan Naga itu." Jelas Ethan.


" Baiklah aku mengerti sekarang, lalu apa konsekuensi dari nyawa kalian yang jadi jaminan?"


" Kalau salah satu dari kami ada yang melanggar kontrak itu, maka akan langsung mati." Balas Ethan dengan serius.


" kalau begitu Ethan berjanjilah padaku untuk terus bertahan, aku akan selalu berada. di belakang untuk melindungi mu apapun itu. Aku akan mengurus orang yang mengirim pembunuh bayaran itu." Ucap count dengan teguh dan yakin.


" Baiklah terimakasih tuan sudah mau membantu ku sejauh ini, aku akan serahkan urusan terkait Duke Ainsley pada tuan." Ucap Ethan.


" Baiklah serahkan saja padaku, aku akan mengurus nya."


" Karena sudah malam istirahat lah tuan, ini sudah hampir tengah malam. Aku juga akan istirahat, tadinya aku mau menemui Grace tapi sepertinya anak itu juga sudah tidur jadi aku akan menemui nya besok saja." Ucap Ethan, sambil beranjak dari sofa.


Di susul Count yang beranjak sofa lalu mereka keluar dari ruangan itu Bersamaan. Saat berjalan beriringan melewati lorong itu count memandang Ethan yang berada di sampingnya kala itu cukup lama. " Bagaimana aku bisa melindungi mu Ethan, saat kau sendiri saja selalu memposisikan dirimu dalam bahaya. kau hampir mengorbankan nyawa demi kekaisaran, yang bahkan tidak tau rasa sakit mu dan apa yang kau alami di luar sana." Guman Count sambil melihat Ethan. Ethan langsung menoleh ke arah Count, " Ada Tuan, kenapa melihat saya seperti itu?" Tanya Ethan.


" Tidak bukan apa apa."


" Kalau begitu, selamat istirahat tuan. Aku mau menemui Alex terlebih dahulu sebelum pergi tidur karena ada yang haru aku periksa." Ucap Ethan, lalu berjalan meninggalkan Count.


...****...


Di penjara bawah tanah mansion Dawson, Ethan menuruni tangga perlahan dan menemui Alex yang sudah menunggu nya di bawah tangga. " Bagaimana Alex ?"

__ADS_1


" Aku sudah membawanya dia ada di sebelah sana." Sambil menunjukan jalan ke Ethan.


Ethan masuk ke dalam ruangan yang redup, memang tempat itu biasa di gunakan untuk mengurung orang yang berbuat kesalahan. Dia melihat Count Wilberg yang di ikat di kursi dengan penutup mata. "Siapa itu!!" Teriak Count Wilberg saat mendengar suara langkah kaki seseorang. Ethan hanya diam dan tak bersuara, lalu keluar dari ruangan itu. " Bawa dia ke istana besok, Karena aku juga akan menemui kaisar besok. Akan aku selesaikan semua nya besok." Ucap Ethan dengan tegas lalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2