The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 14


__ADS_3

Dua bulan kemudian, Ethan dan pasukan nya masih di tengah hutan untuk membasmi para monster di wilayah selatan. " Sial ini sudah dua bulan, tapi masih saja banyak monster di tempat ini. " Guman Ethan sambil menebas monster yang menyerang nya. Dia mulai terbiasa dengan lingkungan hutan dan berbagai monster yang tiba tiba menyerang.


" Yang mulia, seperti nya sudah tidak ada monster lagi di hutang bagian barat." Kata salah satu kesatria yang datang bersama lalu menghampiri Ethan.


" Tetap saja jangan sampai lengah." Tegas Ethan.


" Baik yang mulia."


" Kalau begitu ikut aku untuk membasmi monster yang tersisa di tempat ini."


" Baik yang mulia." Mereka mengikuti Ethan dari belakang. Setelah menghabisi setengah monster di tempat itu Ethan dan Kesatria lainnya kembali ke basecamp untuk Istirahat, Lalu di susul Alex yang datang bersama ksatria yang lain.


" Ethan sepertinya sudah tidak ada monster di hutan bagian barat daya, Haruskah kita sudahi saja pembasmian ini?" Tanya Alex yang baru sampai di basecamp.


" Kita tinjau lagi dua sampai tiga hari ke depan, Kalau memang sudah tidak ada monster, Kalian boleh akhiri pembasmian ini." Ujar Ethan.


" Apa maksudmu kita yang akhiri pembasmian ini, Lalu bagaimana dengan mu? " Tanya Alex.


" Tentu saja aku harus melawan bos dari para monster, Maksudku pemimpin dari para monster itu. Terlalu berbahaya kalau kalian ikut jadi aku akan pergi sendiri." Tegas Ethan.


" Mana Mungkin Ethan, Kau gila!!" Teriak Alex.


" Tidak mana mungkin aku gila."


" Tapi yang mulia, tugas kami adalah melindungi anda. " Ucap salah satu Kesatria di sana.


" Dan tugas ku juga melindungi kalian." Balas Ethan.


" Kita tidak bisa membiarkanmu pergi ke sarang naga sendiri Ethan! " Tegas Alex yang mulai emosi dengan perkataan Ethan.


" Yasudah terserah kalian saja , aku mau istirahat." Ucap Ethan lalu masuk ke dalam tenda.


...****************...

__ADS_1


Setelah tiga hari menyusuri hutan dan memastikan sudah tidak ada monster di wilayah selatan, Mereka berkumpul untuk mendatangi tujuan terakhir. Dalam perjalanan ke goa Naga yang ada di bagian Utara hutan wisteria ,Ethan mendengar suara dari balik semak semak.


" Srak.. Srak..Srak." Suara yang terdengar di Telinga Ethan. " Berhenti." Sambil memberi isyarat pada pasukan nya, Alex menghampiri Ethan yang ada di depan nya. " Ada apa Ethan?"


" stt..ada yang mengikuti kita. " Ucap Ethan lirih.


" Aneh, Tapi rasanya aku bisa tau sebentar lagi ada yang menyerang." Guman Ethan dalam hati sambil membaca situasi. Benar saja, Dari arah barat Ethan melihat anak Panah yang melesat dengan cepat. " Semuanya merunduk!!!" Teriak Ethan. Anah panah yang melesat semakin banyak, Mereka semua masih merunduk untuk melindungi diri. " Semua nya berpencar, Jangan sampai ada yang terluka!" Teriak Ethan.


Mereka semua berpencar untuk melindungi diri, Ethan bersama kudanya terus berlari tanpa tau arah, Untuk menghindari serangan panah itu.


" Sialan! serangan dari siapa lagi ini, Siapa yang mengirim mereka. Orang yang mengusulkan namaku pada kaisar atau ulah putra mahkota." Ujar Ethan dalam hati sambil terus berlari, Sampai akhirnya berada di ujung tebing di hutan itu.


Ethan turun dari kudanya dan bersiap menyerang siapapun yang akan dia lawan.


"Bats!" Panah yang mengenai Ethan. Lalu sekelompok pembunuh bayaran datang mendekati Ethan. " Siapa yang menyuruh Kalian?"


Aura membunuh yang sudah lama tidak terlihat, kali ini terlihat jelas. Warna merah kebiruan yang mengelilinginya seketika membuat sekelompok pembunuh bayaran itu takut, lalu mereka langsung menyerang Ethan. Ethan berhasil membunuh mereka semua, dengan nafas terengah-engah kepala Ethan rasanya seperti berputar setelah melawan para pembunuh.


" Akh!" Ethan memegang kepalanya, " Kenapa kepala ku sakit sekali. " Ucap Ethan sambil meringis kesakitan. Saat pandangannya mulai kabur Ethan mendengar suara seseorang mendekati nya, tapi dia tidak bisa melihat nya dengan jelas. Lalu orang itu mendorong Ethan dari tepi tebing.


...****************...


" Paman , Kenapa dokumen ini tidak ada yang mencurigakan, semua nya bersih." Kata Grace.


Count tersentak mendengar suara Grace, " Iya tidak ada yang aneh ternyata." Balas Count.


" Tidak paman, ada yang jelas ada yang janggal." Kata Grace keras kepala.


" Iya Grace, Aku tau tapi aku harus mencari tau lebih dalam lagi." Ucap Count dengan lembut.


" Aku tidak bisa memberi tau tentang pembunuh bayaran yang mengincar Ethan, Yang ada dia akan semakin penasaran. " Guman Count dalam hati.


" paman, apa paman menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya Grace yang curiga pada paman nya.

__ADS_1


" Mana mungkin Grace." Balas pamannya.


" Sudahlah paman pasti sedang berbohong aku tau itu." Balas gadis itu memalingkan wajah dari paman nya.


" Maafkan paman, Terkadang ada hal yang perlu tidak kamu tau. " Ucap Count dengan lembut.


" Tak apa paman, Aku mengerti. Aku juga akan mencari tau sendiri." Ujar Grace lalu meninggalkan ruangan itu.


" Hah..." Menghela nafas. " Kenapa Grace jadi keras kepala sekali yaa." Ucapnya Frustasi.


Tidak lama suara ketukan terdengar, " Tok, Tok." Lalu Zach membuka pintu. " Tuan saya membawa informasi lagi." Ujar nya menghampiri count.


" Informasi apa?"


" Duke Ainsley, Ternyata memiliki nama samaran di kalangan Guild ilegal. Dan dia juga menyewa sekelompok pembunuh bayaran untuk pergi ke Wilayah selatan." Ujar Zach yang memberi laporan. Mata Count langsung terbuka lebar, "Apa!" Ujar Count kaget mendengar kabar itu.


" Bagaimana bisa, Tidak bukan itu yang jadi pertanyaan. Zach siapkan pasukan untuk pergi ke wilayah selatan, segeralah pergi kesana dan lihat keadaan apa yang terjadi." Ucap Count. " Semoga saja kita tidak terlambat." Sambung nya.


Count langsung menyiapkan pasukan dan bergegas pergi ke wilayah selatan. Sebelum berangkat ia pamit pada Grace.


" Grace, Paman pergi dulu. Kamu tolong jaga kastel dan jangan kemana mana." Ucap Count.


" Paman mau kemana?"


" Paman ada urusan mendesak sayang. " Ujar Count dengan lembut.


" Apa ini ada kaitannya dengan Ethan?"


" Iya ada, Makanya kau tolong tetaplah di rumah jangan kemana mana." Balas Count sambil mengelus rambut gadis itu.


Grace meraih tangan Count, " Tolong selamatkan Ethan paman." Ucap Grace memohon.


" Pasti Grace." Lalu memeluknya.

__ADS_1


Count kembali berkumpul dengan pasukan nya, dan berencana pergi memutar jalan agar tidak mengundang perhatian orang. Ia Pergi bersama Zach dan lima kesatria lainnya ke wilayah selatan.


"Ainsley, sebenarnya apa yang kau inginkan, sampai mau membunuh anak berusia delapan belas tahun." Guman Count dalam hati sambil terus berlari dengan kudanya.


__ADS_2