The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 12


__ADS_3

Alex berlari dengan terburu-buru ke ruang kerja Duchess, " Brak!" Suara pintu yang terbuka dengan kencang. " Nyonya, Tuan Muda Kembali." Ucap Alex dengan nafas terengah-engah. Mata Duchess langsung terbuka lebar saat mendengar kabar itu, Dia langsung beranjak dari tempat duduk nya dan berlari keluar, di susul Alex yang ikut berlari di belakang.


" Buka pintunya. " Ucap Ethan pada kesatria yang menjaga pintu Kastel, Dia Masuk ke dalam di ikuti Zach di belakang nya. Saat di dalam kastel semua Pelayan dan kepala pelayan membuat barisan yang saling berhadapan dan menundukkan kepalanya untuk menyambut Ethan. " Selamat datang Yang mulia Granduke." Ucap mereka bersamaan. Panggilan yang rasanya sangat mengesalkan untuk di dengar itu membuat Ethan muak , Ethan terus berjalan mengabaikan mereka.


" Ethan!!" Suara teriakan seseorang memanggil namanya dari lantai atas, Langkahnya pun terhenti saat mendengar suara itu. Iya mendongak ke atas untuk melihat nya, " Ibu.." Ujarnya dalam hati. Duchess langsung berlari menuruni tangga,


" Jangan, Jangan berlari ibu." Ucap nya dalam hati, Ethan yang melihatnya langsung berlari menghampiri Duchess, Karena dia takut ibunya akan terjatuh dari tangga. Benar saja dugaan Ethan saat sedang menuruni tangga kaki Duchess tersandung dan hampir mau jatuh , untung saja Ethan dengan sigap menangkap nya. Duchess langsung memeluk Ethan dengan erat" Aku kan sudah bilang jangan lari ibu. " Ucap Ethan membalas pelukan ibu nya. " Ethan.. Kenapa kau baru kembali." Ucap Duchess memeluk erat Ethan Lalu melihat wajah anaknya dengan jelas,


" Kemana saja kau selama ini nak, Ibu kira tidak akan bisa melihat wajahmu lagi." Sambil meraba wajah anaknya, Ethan melihat Duchess cukup lama. Dia membayangkan wajah ibunya yang menangis mengkhawatirkannya, Yang merindukan wajah anaknya, " Apa kalau aku masih hidup di sana ibu juga akan seperti ini, Di ingat ingat ibu selalu menyambut hangat setiap anak anak dan suaminya sampai di rumah. Apa Duchess juga orang yang hangat seperti ibu?" Ucap Ethan dalam hati bertanya tanya. " Aku jadi sangat merindukan ibu, Sama seperti ku yang merindukan ibu Duchess pasti sangat merindukan anaknya." Ujar Ethan dalam hati lalu memeluk erat Duchess.


" Maafkan aku ibu, Maafkan aku jika membuat ibu khawatir, dan Maafkan aku karena membuat ibu kesepian."


Untuk pertama kali dalam hidupnya Duchess mendengar anaknya mengungkapkan perasaan seperti itu, Karena selama ini Ethan selalu menutup diri dari orang lain bahkan orang tuanya sendiri jadi kadang tidak bisa menebak perasaan Anaknya. Mendengar Ethan bicara seperti itu dia merasa tersentuh dan langsung memeluk erat Anaknya.


Semua orang di tempat itu juga ikut terharu melihat tuan mereka bisa mengungkapkan perasaannya.


...****************...


Ethan menyuruh Zach untuk kembali ke Country tiga hari lagi, Agar dia bisa istirahat. Sebenarnya Ethan menahan Zach karena ingin menitipkan sesuatu untuk Grace.


Dikamar nya Ethan merenung Sambil melihat ke luar jendela, Sedikit demi sedikit dia ingat Alur cerita di mulai.


"Aku sekarang ingat, Tidak lama setelah Kejadian ini Ethan pergi kekaisaran bersama ibunya untuk memenuhi panggilan kaisar, Di sana banyak bangsawan yang datang. Lalu Kaisar mengumumkan Sayembara untuk membasmi Monster di wilayah selatan dan juga membawa kepala Naga Yang menghuni wilayah itu. Karena Laporan yang terus datang dari wilayah selatan kalau tempat hunian mereka sering di ganggu oleh para monster. Semua bangsawan yang datang saat itu tidak ada yang mau menerima sayembara dari Kaisar karena itu terlalu berbahaya bagi mereka. Pada Akhirnya Kaisar langsung menunjuk Ethan Tanpa meminta persetujuan nya seperti dahulu." Ujarnya, " Hah.. menyebalkan sekali, Pantas saja Ethan di dunia novel terkenal dingin dan bengis karena dia terus pergi ke tempat berbahaya seperti itu, Yah liat saja apa yang akan terjadi nanti." Sambung nya lalu merebahkan badan nya di atas kasur dan memejamkan matanya.


Tiga hari kemudian .


" Zach ini tolong berikan surat ini pada Grace Nanti." Sambil memberikan Amplop surat.


" Baiklah Tuan."


" menginap lah beberapa hari lagi, Jangan terburu-buru pulang." Ucap Ethan.


" Tidak tuan, Terimakasih saya harus segera kembali." Balas Zach dengan sopan.


" Hah..." Menghela nafas. " Kalau seperti itu, Bisa kau ikut ke ruangan ku sebentar?" Tanya nya.


Zach hanya mengangguk, lalu mengikuti Ethan dari belakang. Sampai di ruangan Ethan, dia mengambil salah satu pedang koleksinya. Lalu memberikan nya pada Zach. " Zach ini terimalah, Ini salah satu pedang yang aku suka, dan ada kekuatan magisnya." Kata Ethan sambil memberikan pedang itu pada Zach.


Zach yang melihatnya langsung terkejut, " Tidak tuan bagaimana bisa saya merima barang berharga anda." Balas Zach.


" Memang benar sih Ethan di dunia novel tidak akan memberikan barangnya dengan mudah pada orang lain, Tapi aku juga harus memberikan tanda terimakasihku padanya." Guman nya dalam hati.


" Tidak papa, Terimalah ini. Kalau kau tidak mau menerima nya sebagai hadiah, Maka anggap saja aku memberikan pedang ini untuk melindungi Grace. " Ucap Ethan.


" Tapi tuan." Sela Zach.


" Aku bicara sungguh sungguh Zach, Aku mungkin bukan tuan Count yang merupakan majikanmu, Tapi secara pribadi tolong gunakan pedang ini untuk melindungi Grace juga Count." Kata Ethan.


Zach langsung menundukkan kepalanya,


" Bagaimana saya bisa menolak permintaan Tuan Muda jika itu yang anda inginkan, Baiklah saya terima pedang ini dan akan saya gunakan untuk melindungi Tuan Count juga nona Grace." Ucapnya dengan sopan.


" Baiklah, Terimakasih ya."


" Justru saya yang berterima kasih tuan" Ucap Zach. " Ternyata beliau tidak seperti yang di bicarakan orang orang, Beliau ternyata orang yang baik." Pikir Zach.


Selesai mengantar Zach, Ethan pergi menemui ibunya untuk makan bersama.


" Ibu, Maaf jadi lama menunggu. " Ucap Ethan lalu duduk berhadapan dengan ibunya.


" Tidak papa Ethan ibu juga belum lama menunggu mu." Ucap ibunya. " Hari ini ibu yang pilihkan menu nya, semoga kamu suka." Sambung nya.


" Apapun yang ibu berikan aku menyukainya." Balas Ethan sambil tersenyum.


Melihat anaknya tersenyum Hati Duchess merasa senang. " Rasanya aneh melihat Ethan yang hangat dan manis seperti ini, Tapi aku bersyukur bisa melihat nya lagi. Kalau Gioto melihatnya dia pasti senang." Ujarnya dalam hati.


" Ibu kenapa ibu memandangku seperti itu, Apa aku aneh?" Tanya Ethan yang bingung dengan tatapan ibunya.

__ADS_1


" Tidak , Ibu hanya senang bisa melihatmu lagi nak. Rasanya masih seperti mimpi." Ucap ibunya yang terus menatap Ethan.


Ethan yang melihat ibunya hanya bisa tersenyum,


" Setidaknya karena ada ibu, aku tidak kesepian dan merasa asing di dunia ini." Ucapnya dalam hati. Ethan meraih tangan Duchess, Menggenggam lalu mengusap nya seperti dia saat menenangkan Grace. " Ibu tidak perlu khawatir aku tidak akan pergi atau meninggalkan ibu lagi, Aku akan terus menjaga ibu." Ucap Ethan. " Sudahlah sekarang kan waktu nya makan ibu kenapa suasana nya jadi sendu begini." Sambung Ethan mencoba mencairkan suasana. Duchess hanya tertawa " Hahaha... benar juga ya, Kalau gitu cepat hidangkan makanan nya." Ucap Duchess. " Dias tolong cepat hidangkan makanan nya." Memberi perintah pada pelayan yang ada di sana.


" Baik nyonya." Lalu menyajikan makanan nya.


...****************...


Benar saja , Undangan kaisar datang ke kediaman Dawson setelah satu bulan Ethan di sana. Ethan yang menghela nafas saat melihat surat undangan itu merasa frustasi.


" Hah... Ini kan baru satu bulan, Kenapa sih datang nya secepat ini. Padahal baru saja aku bisa merasakan menikmati hidup di dunia ini, Dengan bicara dengan ibu dan latihan dengan pasukan. Kenapa cepat sekali datang nya sih. " Ethan menggerutu sambil meremas surat itu.


"Ethan." Panggil ibunya yang datang ke ruang kerja nya.


" Iya ibu, Apa kau sudah membaca undangan dari kaisar. " Berjalan menghampiri Ethan.


" Sudah ibu." Balas Ethan.


" Kalau kau tidak mau datang, Kau tidak perlu datang."


" Tidak ibu, Kita harus datang. " Kata Ethan dengan ekspresi wajah serius.


" Baiklah aku akan persiapkan semuanya. " Ucap Duchess lalu menggenggam tangan Ethan,


" Tenang saja nak, Ibu akan selalu di samping mu." Sambung nya.


Satu Minggu kemudian, Ethan dan Duchess bersiap pergi kekaisaran. Mereka berencana menginap di Mansion Dawson yang ada di ibu kota sebelum datang ke istana, jadi akan banyak waktu senggang selama mereka di sana. Setelah selesai bersiap, Mereka langsung berangkat ke ibu kota di kawal oleh dua kesatria yang sebelumnya datang dengan Duchess di pesta ulang tahun putri mahkota. Ethan berencana pergi dengan portal lintas waktu untuk ke ibu kota agar sampai lebih cepat. Selama perjalanan mereka berbincang layaknya ibu dan anak.


" Ethan kau belum cerita bagaimana bisa ada di tempat Eryk selama ini? " Tanya ibunya dengan lembut.


" Entahlah aku tidak terlalu ingat, Yang aku ingat Grace yang menolongku saat terbaring dan sekarat di tengah hutan. Lalu setelah bangun count berusaha menyembunyikan identitasku." Ujar Ethan.


" Begitukah, Lain kali ibu akan mengucapkan terimakasih secara langsung pada Gadis itu."


Duchess hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan anaknya, " Dia anak yang baik dan cantik, Dia juga anak yang sangat ceria. Saat di dekatnya rasanya seperti ada aura positif dari anak itu. " Balas Ibunya.


" Aku juga berfikir seperti itu. " Ujar Ethan.


Di tengah perjalanan mereka berhenti untuk makan siang , Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan mereka. Sampai di kawasan menara sihir wilayah Utara Ethan menunjukkan identitasnya, Selesai pemeriksaan mereka langsung melewati portal itu. Butuh waktu sekitar dua jam dari menara sihir dekat ibu kota ke Mansion Dawson, Sesampainya di Mansion mereka di sambut hangat oleh pelayan yang menjaga rumah itu.


...****************...


Lima hari kemudian hari dimana Ethan harus datang ke istana tiba, Ethan bersiap dari pagi karena harus pergi di siang hari. Begitupun dengan Duchess, Setelah selesai bersiap Duches turun ke bawah untuk menemui Ethan yang sudah siap lebih dulu. Dia terdiam cukup lama saat melihat Ethan yang berpenampilan rapih ,dan terlihat gagah. Ethan tersenyum melihat ibunya yang sedang menuruni tangga, Senyuman yang baru saja ia lihat dari wajah Ethan benar benar mengingatkan nya pada mendiang suaminya. Ethan yang sekarang di lihat mirip sekali dengan mendiang ayahnya, Hanya topeng yang terpasang di wajah nya yang membedakan mereka berdua.


Duchess berjalan menghampiri Ethan. Sambil meraba wajahnya,


" Anakku tampan sekali, Kau sangat mirip dengan ayahmu Ethan. Tidak terasa ya sudah hampir sembilan belas tahun kau lahir ke dunia ini, Tapi aku tidak bisa menyaksikan kau tumbuh seperti anak anak seusiamu karena harus turun di Medan perang sejak kecil, Maafkan ibu Ethan. " Ucap Duchess.


Ethan merasa sedih saat ibunya mengatakan itu,


" Tidak ibu, ibu tidak salah semua ini sudah jalannya. Dan terima kasih sudah melahirkan dan jadi ibu yang hebat untuk ku." Balas Ethan sambil menyeka air mata Ibunya. " Sudah ibu jangan menangis nanti cantiknya hilang. " Gurau Ethan.


Duchess langsung tersenyum mendengar gurauan anaknya, Lalu mereka berjalan beriringan untuk naik kereta kuda.


" walaupun Ethan di dunia ini tidak bisa menunjukkan perasaannya, tapi satu hal yang jelas dia juga sangat menyayangi ibunya. Kalau Duchess tau aku yang ada di tubuh anaknya ini adalah orang lain dia pasti sedih. " Ujar Ethan dalam hati yang seketika merasa bersalah.


" Ethan selama kamu di mansion kenapa tidak mampir ke Kediaman Eryk atau menemui Grace? " Tanya ibu nya yang duduk di sampingnya kala itu.


" Tidak papa, Hanya saja kalau aku bertemu dengan Grace aku merasa bersalah. " Balas Ethan.


" Aku merasa bersalah karena tidak bisa berpamitan dengan benar saat akan kembali , Dan dia juga tidak mau menemui ku saat itu." Ujar Ethan dalam hati.


" Kenapa begitu?"


" Bukan apa apa Bu. " Balas Ethan sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah satu jam perjalanan dari mansion, Akhirnya mereka sampai di istana kekaisaran. Mereka berdua turun dari kereta kuda dan menjadi pusat perhatian.


" Astaga bukanya itu Granduke muda yang baru saja di Lantik kemarin."


" Iya kabarnya setelah menerima misi dari kaisar dia terbaring sakit hampir satu bulan lamanya."


" Astaga lemah sekali dia."


Desas desus gosip yang terdengar jelas di telinga Ethan membuat nya kesal, " Dasar bodoh aku bisa dengar , setidaknya kalau mau berbisik pelan kan lagi suara kalian." Gerutu Ethan kesal, Tapi yang jadi perhatian Ethan bukan lah omongan para bangsawan itu, Melainkan perasaan ibunya. Melihat ibu nya langsung murung begitu dia langsung menggenggam erat tangan ibunya, Duchess langsung melihat anaknya dan tersenyum.


Mereka terus berjalan melewati para bangsawan yang ada di ruangan itu untuk menghadap kaisar, Mereka merindukan kepala dan menyilangkan salah satu tangan nya ke dada, " Salam bagi matahari kekaisaran. " Ucap Ethan dengan sopan.


Kaisar hanya tersenyum melihat Ethan,


" Bagaiman kabarmu keponakan ku, Aku dengar kau baru sembuh dari sakit mu." Ucap Kaisar.


" kabar saya baik berkat anda Baginda." Balas Ethan.


" Kalau begitu silahkan nikmati jamuan nya." Ucap kaisar.


" Terimakasih Baginda." Sambil menundukkan kepalanya dan pergi dari tempat itu.


Saat menyapa tamu yang datang di sana, Tanpa sengaja Ethan berpapasan dengan Count dan Grace. Count menundukkan kepala dan menyapa Ethan, " Salam bagi pedang kekaisaran Verhant."


" Terimakasih Tuan. " Balas Ethan.


" Bagaimana kabar anda yang mulia?" Tanya Count.


" Kabar saya baik, berkat anda Tuan count."


Lalu mata Grace dan Ethan tanpa sengaja berpapasan. " Salam bagi pedang kekaisaran Verhant." Ucap Grace memberi salam.


" Dia harusnya mengenaliku kan." Pikir Ethan. " Ah terimakasih." Balas Ethan.


" Bagaimana kabarmu Retha, Tidak kusangka kau akan datang ke sini." Ucap Count.


" Kabar ku baik Eryk, Tentu Saja aku harus datang menemani anakku. " Balasnya.


" Ah aku jadi canggung memulai pembicaraan, Karena Grace juga belum membalas suratku Sampai sekarang." Guman Ethan dalam hati dan mengalihkan pandangan nya.


Tidak lama setelah mereka mengobrol, Kaisar mengumumkan Sayembara.


" Nah, Ku Undang kalian semua untuk berkumpul di sini karena ada yang ingin ku umumkan. Karena wilayah selatan sering di serang para monster, Banyak laporan dan keluhan dari masyarakat yang tinggal di wilayah selatan belakangan ini. Aku akan mengadakan sayembara untuk mengalahkan para monster di wilayah selatan dan membawa jantung Naga yang merupakan pemimpin para monster itu ke hadapan ku, Tentu saja hadiah nya setimpal dari bahaya yang akan kalian hadapi. " Ucap kaisar.


" Maaf Baginda, bagaimana kami bisa terjun langsung ke wilayah selatan yang jelas jelas itu membahayakan nyawa kami." Ucap salah seorang bangsawan.


" Benar Baginda, Kami tidak mau membahayakan nyawa kami." Sahut salah satu dari mereka.


" Bagaimana ya, apa kalian benar benar tidak mau. Aku tidak memang tidak memaksa tapi kalau seperti ini sulit juga. Marques Xavier akan aku kirim sebagai utusan ke wilayah barat, Jadi tidak ada lagi yang bisa aku utus." Ucap kaisar sambil berfikir.


" Baginda, bukankah masih ada Granduke muda Dawson." Kata salah seorang bangsawan yang ada di sana.


Ethan, Duchess, Dan Count langsung melihat ke arah suara itu. Ethan mengepal kuat tangan nya karena kesal, " Siapa orang yang mengatakan hal bodoh itu, Rasanya aku ingin memukul mulutnya." Gerutu Ethan dalam hati.


" Ah, Tapi dia baru sehat bagaimana mungkin aku mengutus nya. Tapi terakhir aku memberi misi kau berhasil kan Ethan. Apakah kau tidak keberatan kalau harus pergi membasmi monster lagi Ethan." Tanya kaisar.


Keadaan hening seketika di sana, Lalu Ethan menjawab, " Jika itu perintah saya akan laksanakan Baginda." Sambil menundukkan kepala.


" Baiklah Ethan, Sudah di tetapkan Granduke muda Dawson akan berangkat ke wilayah selatan untuk membasmi monster." Ucap Kaisar dengan lantang. " Lalu hadiah apa yang kau inginkan Ethan." Sambung kaisar bertanya.


" Untuk itu akan saya pikirkan nanti Baginda." Balas Ethan.


Wajah Ethan berubah jadi dingin seketika, rasa kesal dan marah menyelimuti dirinya. " Ada yang aneh, ini berbeda dengan yang di novel. Siapa orang yang mengajukan Ethan untuk pergi ke wilayah selatan. Aku harus mencari tau nya." Guman Ethan dalam hati.


" Abel tolong jaga dan antar ibu besok ke duchy." Ucap nya pada salah satu Kesatria nya. " Dan kau Alex ikut aku, Aku akan kembali ke Duchy sekarang juga. " Ucap Ethan sambil mengajak kesatria satunya.


Saat Ethan mau pergi, tiba tiba ada tangan yang menahan nya. " Ethan kau mau kemana?" Ternyata Grace. Ethan langsung melepas genggaman tangan itu. " Mau kemana lagi tentu saja aku harus kembali untuk menyiapkan segalanya." Ucap Ethan dengan dingin, Lalu pergi meninggalkan Grace. " Maaf Grace, Lain kali aku akan menemui dengan benar, dan kita bisa menghabiskan waktu bersama seperti waktu dulu. "

__ADS_1


__ADS_2