The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 2


__ADS_3

Sampai di Kediaman Etienne, Gadis itu langsung turun dari kereta kuda.


" Sir leon, Tolong panggilkan dokter untuk memeriksanya. " Kata gadis itu, Memberi perintah pada kesatria nya.


"Sir Rocco, Tolong bawa pria itu ke kamar tamu. "


" Tapi nona, sebenarnya siapa dia kenapa nona membawanya, kalau tuan tau dia bisa marah. " Kata kesatrianya.


" Urusan paman biar aku yang urus, kalian tenang saja. " Balasnya." Aku tau apa yang kalian khawatir kan dan aku juga tidak akan membiarkan kalian kena amuk paman ku. " Sambung nya, lalu melihat ke arah sir Leon. " Dan aku juga tidak sekejam itu, untuk menebas kepala orang. " Ucapnya dengan ekspresi dingin.


" Nona apa nona bisa membaca pikiran?" Tanya nya.


" Ya kurang lebih begitu. Sudahlah jangan buang buang waktu cepat panggil dokternya. " Balasnya.


" Baik nona.


Eryk Cyrilo Etienne adalah salah satu bangsawan yang berpengaruh di Kekaisaran verhant. Terutama dalam bidang pertahanan dan perdagangan, Setiap di medan perang count Etienne selalu mengirimkan pasukan terbaiknya, Dalam perdagangan jasa nya juga benar-benar membantu keuangan negara. Sedangkan Grace ilona xavier adalah anak ke- tiga dari kakak kandung nya yaitu Marquess Isak Louis xavier yang juga salah satu bangsawan paling berpengaruh di Kekaisaran. Alasan Grace sering menetap di kediaman paman nya karena dia yang selalu di abaikan kedua orang tua nya, karena hanya dia yang tidak memiliki kemampuan layaknya darah xavier di keluarga nya, Karena Xavier adalah darah di mana setiap keturunan nya memiliki kemampuan yang unggul dan akan berguna untuk masa depan, Entah pengendali Mana atau pemanggil spirit.


Tidak seperti kakak perempuan nya yang bisa bisa memanggil spirit di usia lima tahun, atau kakak laki-laki nya yang bisa mengendalikan Mana dengan baik di usia muda.


Count Etienne yang melihat grace awalnya merasa sedih dan memutuskan untuk membawa ke kediamannya.


Sepuluh tahun lalu di kediaman xavier, Di taman belakang kastel mereka berbicara berdua.


" Kakak, Kalau kau izinkan aku ingin membawa Grace ke county." Kata Etienne kala itu.


"Bawa saja anak tidak berguna itu. " Balas kakak nya tidak peduli.


" Kenapa kau bilang seperti itu, padahal dia juga anakmu. " Tanya nya.


" Tentu saja karena dia tidak berguna di keluarga ini, kau juga melihat nya kan, dia tidak seperti ke-dua kakaknya."


" Padahal masih terlalu dini kamu menyimpulkan nya. " Ucapnya, " Kalau memang tidak berguna coret saja dia dari kartu keluarga, aku dengan senang hati mengangkat nya sebagai putriku." Sambung nya tanpa ragu.


" Apa istri mu tidak bisa membuatkan mu keturunan, sampai ingin mengangkat anakku jadi putri mu. Lakukan saja semau mu, jika ingin membawa nya bawa saja, tapi aku tidak akan mengizinkan mu untuk mengangkat nya sebagai putri mu. "


Count Etienne yang mendengar ucapan saudara nya kala itu juga merasa sangat geram, dan ingin memukul nya tapi dia menahan nya.


" Haha, Baiklah jika itu mau mu, Apa kau berfikir dia akan berguna suatu saat nanti sampai tidak ingin mengeluarkan nya dari keluarga mu. " Ucapnya dengan tenang sambil memberi tatapan tajam.


" Benar. " Jawabnya singkat nya sambil tersenyum.


" Baiklah, kurasa sampai di sini saja obrolan kita kak, Aku pamit undur diri. " Katanya lalu meninggalkan kakaknya begitu saja, Karena sudah tidak ingin berurusan dengan kakaknya.


Walaupun saudara kandung hubungan mereka tidak terlalu baik karena mereka berbeda ibu, Marquess xavier selalu merasa paling hebat karena dia anak sah dari Marques dan Marciones sebelum nya. Sedangkan Etienne adalah anak dari istri kedua Marquess Xavier yang merupakan rakyat biasa, walaupun begitu Marquess sebelum nya tetap menyayangi mereka setulus hati. Dengan pengetahuan dan pengalaman nya dia mencalonkan diri sebagai kesatria, sampai dia di angkat sebagai Ksatria terbaik oleh Kekaisaran karena jasa yang besar dalam menyusun strategi untuk mengalahkan lawan. Setelah perang berakhir kaisar Verhant memberinya gelar sebagai hadiah atas jasa nya. Dari situ dia melepas nama Xavier yang melekat di dirinya, Lalu mengganti Nama belakang nya jadi Etienne sesuai daerah yang di pimpinya.


Hari itu Etienne membawa keluar Grace dari kediaman yang mungkin saja seperti neraka bagi gadis kecil itu.

__ADS_1


***


Di kamar, Dokter memeriksa dan mengobati luka pria yang di tolong Grace. Sementara menunggu dokter mengobati luka pria itu, Grace pergi menemui Count di ruang kerja nya untuk memberi penjelasan. Karena dia membawa orang asing tentu saja kabar itu akan sangat cepat sampai ke telinga sang paman. Count Etienne yang sejak tadi sudah menunggu Grace di ruang kerja nya, akhirnya melihat keponakan kesayangan nya itu masuk. " Paman, Bagaimana kabar paman. " Ucap Grace dengan tersenyum ceria.


" Kamu sudah datang, duduklah aku sudah menyiapkan teh. "


Grace duduk di kursi, di susul dengan paman nya. Mereka berhadapan, Count Etienne memandang Grace cukup lama sampai akhirnya meminum teh yang di sajikan depan meja, Artinya sudah saatnya bicara.


" Grace, kenapa kamu membawa pria yang bahkan tidak kamu kenal kesini. Kamu tau kan paman paling tidak suka ada orang asing di sini. " Tegas pamannya.


" Paman aku minta maaf, Tapi apakah aku harus membiarkan orang sekarat di depan mata ku begitu saja? Sedangkan aku bisa membantu nya. " Balas nya. "Di tambah sepertinya dia bukan orang biasa, Dari penampilan nya saja jelas dia seorang bangsawan. " sambung nya.


" Tapi, bukan berarti kamu harus membawa nya. "


" Terus aku harus membiarkan nya mati di tengah hutan begitu saja. " Balas Grace dengan gigih saat itu.


" Bukan begitu maksudku, tapi kalau dia orang yang berbahaya, bagaimana?"


" Kalau dia orang yang berbahaya aku akan bertanggung jawab." Tegas Grace dengan yakin.


" Omong kosong macam apa itu Grace!" Kata paman nya dengan suara tinggi. " Hah.. " Menghela nafas.


"Memang nya kamu mau bertanggung jawab seperti apa seperti apa?. " Tanya paman nya yang tidak habis pikir dengan perkataan Grace saat itu.


" Aku akan menyuruhnya pergi, dan aku juga akan pergi dari kediaman paman dan kembali ke kastel xavier. dan tidak akan menginjakkan kaki di sini lagi." Ucapnya dengan sangat yakin.


" Aku tidak mengancam paman, Lagi pula aku di sini juga karena paman membawaku yang selalu di abaikan oleh ayah dan ibu." Kata Grace yang menyadari posisinya. " Dan aku juga ingin memberikan ini pada paman. " Sambil meletakan topeng yang dikenakan pria tadi di atas meja. Count cukup terkejut saat melihat topeng itu. "Ini..."


"Itu Topeng yang terpasang di wajah pria yang ku temukan, Sepertinya di situ ada yang aku sendiri tidak paham bentuk ukiran itu. Jadi aku berikan pada paman, karena mungkin saja paman tau. " katanya menjelaskan.


Count Hanya terdiam mendengar penjelasan Grace sambil terus memandang benda itu. Lalu tersadar saat Grace akan meninggalkan tempat itu.


"Saya rasa saya sudah selesai bicara paman. Kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, saya pamit undur diri. " Ucapnya sambil merunduk layaknya etiket para lady bangsawan lalu pergi meninggalkan ruang kerja pamannya. Count Hanya terdiam saat melihat Grace meninggalkan ruangan itu. Di saat itu pula dia menyadari kalau Grace sudah mulai berfikir dewasa dan mengambil keputusan sendiri , di umurnya yang masih lima belas tahun. " Rasanya aku jadi rindu grace yang berumur lima tahun." Guman nya dalam hati.


***


Di kamar tamu, Grace menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur tempat pria itu berbaring. Setelah di bersihkan lukanya dan di obati Grace terus memandang pria itu dalam waktu yang cukup lama. Dia mengelus rambut pria itu dengan lembut.


"Setelah di lihat berkali kali kamu memang tampan ya, Apa yang kamu alami sampai seperti ini. Saat bangun ayo jadi teman ku, Apa bekas luka yang ada di tubuhmu ada kaitan nya dengan kejadian kemarin. Aku harap kamu segera bangun, Menghadapi paman tadi benar benar membuatku lelah."


Grace tertidur begitu saja sambil melipat kedua tangan di atas kasur, dan meletakan kepalanya di atasnya.


***


" Di mana ini, Aku tidak mengingat apapun kenapa aku di sini. Tangan yang dingin apa ada yang menyentuh kepala ku. Kenapa kepalaku terasa sangat sakit pusing"


Pria itu membuka matanya perlahan, dan melihat sekelilingnya sambil mengingat ingat yang terjadi padanya. Ia menoleh ke sebelah kanan, dan melihat gadis yang sedang tertidur pulas di sampingnya.

__ADS_1


" Siapa dia, apa dia yang menolong ku." Bertanya pada dirinya sendiri. Sambil melihat wajah gadis itu. Rambutnya yang berwarna biru langit dan kulit nya yang putih, benar benar membuatnya terpana. Dia hanya menatap gadis itu tanpa mengatakan apapun, Lalu beralih melihat keluar jendela.


" Sebenarnya aku dimana, Dan siapa aku." Ucapnya yang masih bertanya tanya. " Nyut_" Kepalanya terasa sakit."Kenapa kepalaku sakit sekali dari tadi." Lalu dia kembali memejamkan matanya untuk meredakan rasa sakitnya.


***


Di malam hari, Grace yang masih tertidur di kamar itu di bangunkan oleh sir Leon, kesatria yang bertugas menjaganya.


" Nona bangun." Ucapnya di samping telinga Grace. Grace yang mendengar suara itu langsung merenggangkan tubuhnya, Seperti kucing yang baru bangu tidur. "Hmm Sir Leon." Ucapnya yang masih setengah sadar. " Kenapa kamu di sini." Sambung nya bertanya.


" Saya di suruh membangunkan nona." Balas nya.


" Kenapa kamu, memangnya tidak ada pelayan. "


"Entahlah, Tuan langsung menyuruh saya untuk membangun kan Nona, Dan tuan ingin makan malam bersama nona."


" Paman ingin makan malam bersama ku?"


" Iya, Kata tuan ada yang ingin di bicarakan dengan nona. "


" Baiklah, Aku mengerti, Aku akan bersiap dulu sebelum makan malam tolong sampaikan pada paman."


" Baiklah Nona."


Grace meninggalkan ruangan itu, lalu melihat kembali wajah pria yang ia selamatkan sebelum menutup pintu.


Setelah selesai bersiap, Grace langsung pergi ke ruang makan. Di Ruang makan hanya ada mereka berdua.


" Baiklah Grace, Kamu boleh merawatnya sampai di sembuh. " Katanya mengawali pembicaraan, Setelah menelan sepotong daging steak yang di depannya. Grace yang mendengar nya langsung merasa senang,


" Apakah paman serius?"


"Iya, Seperti dugaanmu dia adalah seorang bangsawan. " Balas pamannya.


" Selama masa penyembuhannya, aku akan mencari identitasnya. " Sambungnya.


"Apakah paman sudah tau identitasnya?"


"Ya kurang lebih seperti itu, Aku akan memastikan nya lagi, dan aku juga akan melihatnya nanti. " Ucap paman nya sambil tersenyum.


" wah Terima kasih banyak, Paman memang yang terbaik. " Ucap Grace dengan ekspresi sangat senang.


" Iya , Jadi sekarang makanlah, Jangan memikirkan hal lain saat sedang makan."


Makan malam hari itu berjalan dengan baik, Mereka berdua sama sama merasa senang.


__ADS_1


__ADS_2