The Evil Granduke

The Evil Granduke
Bab 16


__ADS_3

Sesampainya di kastel Duchess langsung menyambut putra nya yang baru kembali dari misi itu. Ia merasa lega bisa melihat kembali wajah anaknya setelah dua bulan lamanya, Karena kejadian sebelumnya Duchess selalu di selimuti rasa cemas dan khawatir karena takut kejadian yang sama terulang lagi.


Malam harinya Ethan dan Duchess makan malam bersama setelah sekian lama.


" Maaf ya ibu, kalau aku pergi terlalu lama." Ucap Ethan di tengah makan malam sambil mengawali pembicaraan.


" Tidak papa Ethan, justru ibu bersyukur bisa melihatmu lagi." Ucap ibunya sambil tersenyum.


Ethan tersenyum sambil melihat wajah ibunya. " Untung aku sudah menyuruh mereka tutup mulut untuk kejadian waktu itu, Aku tidak ingin membuat ibu khawatir." Ucapnya dalam hati.


Mereka melanjutkan makan malam itu dan mengakhiri nya saat duchess pergi ke kamarnya.


Sedangkan Ethan pergi ke ruang kerja nya untuk mengecek dokumen yang sudah di kumpulkan Abel selama di sana. Dia menarik kursi dan mulai memeriksa dokumen satu persatu.


" Apa apaan ini." Ucap Ethan saat memeriksa salah satu dokumen yang berisi laporan keuangan Count Wilberg.


" Bagaimana bisa dia memakai semua anggaran yang di berikan kaisar untuk kepentingan dirinya sendiri. " Ucap Ethan yang kesal setelah memeriksa dokumen selanjutnya. " Dia juga menyuruh masyarakat di tempat itu untuk bekerja memperbaiki jalan tapi tidak memberikan upah sepeserpun. Bahkan banyak penduduk desa yang meninggal juga karena kelaparan. " Gerutu Ethan sudah diselimuti amarah setelah selesai memeriksa setengah dari dokumen itu. " Memang nya ini jaman penjajahan? Bisa bisanya dia memaksa penduduk desa bekerja , bahkan sampai ada yang mati kelaparan." Ethan kembali menggerutu, Setelah memeriksa dan membaca secara seksama semua dokumen yang di kumpulkan Abel dia termenung sampai pagi, memikirkan hukuman apa yang pantas untuk Pemimpin yang memakan uang rakyat nya dan apa yang harus dia lakukan untuk membantu masyakarat di wilayah selatan.


" Di pikirkan berulang kali, semua yang terjadi tidak ada yang sama dengan yang di novel. Karena sudah terlanjur sampai sini aku harus menyelesaikan nya. " Pikir Ethan.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja nya,"Tok_Tok_Tok." Suara ketukan pintu. Ternyata Alex, Dia terkejut saat melihat Ethan masih di ruang kerja nya dengan dokumen yang berserakan.


" Ethan!"


" Apa Alex, Kenapa kau kesini pagi pagi?" Tanya Ethan dengan ekspresi dingin.


" Aku setiap pagi memang ke sini untuk merapikan ruang kerja mu." Balas Alex.


" Begitu yaa."


" Kau sendiri dari semalam di sini dan belum tidur? " Alex balik bertanya.


" Iya." Balas Ethan singkat. " Alex kesabaran ku kali ini benar benar sudah habis, Tolong bawa count Wilberg saat kita ke istana lusa nanti. Aku ingin memberi hukuman yang pantas untuk nya." Sambungnya.


Melihat Ethan yang seperti itu dia sadar kalau temannya saat itu sedang marah besar dan tidak ada seorangpun yang bisa menggangu nya. " Baiklah akan ku utus Ksatria untuk pergi ke wilayah selatan dan membawa count Wilberg hari ini. " Balas Alex.


" Terimakasih, aku minta tolong rapikan ruangan ini, Aku mau istirahat." Ucap Ethan sambil beranjak dari tempat duduk nya.


" Baiklah, serahkan saja padaku." Balas Alex.


Ethan meninggalkan ruangan itu, dan pergi ke kamar nya untuk istirahat. Alex yang membereskan ruang kerja Ethan tanpa sengaja melihat salah satu dokumen yang ada di meja nya.


" Pantas saja dia sampai Semarah itu, Ethan dia orang yang menjunjung tinggi keadilan kalau hal seperti ini terjadi pasti dia akan kesal dan marah." Ucap Alex.


...****...


Dua hari kemudian, Kediaman Dawson yang sudah sibuk dari pagi hari karena Ethan dan Juga Duchess akan pergi ke istana untuk memberi laporan atas misi nya kemarin. Lalu yang akan hadir di istana bukan hanya mereka berdua tapi semua bangsawan yang ada di kekaisaran. Sehari sebelum kepergiannya ke istana, Ethan sudah merencanakan semuanya mulai dari Kesatrianya yang membawa Count Wilberg dari wilayah selatan dan keberangkatan nya langsung dari wilayah Utara ke ibukota.


Malam harinya sebelum keberangkatannya ke ibu kota, Ethan memandang batu permata biru yang merupakan bagian dari jantung Naga. " Apakah dia benar benar akan datang kalau aku meneteskan darah di batu ini." Ucap Ethan. " Bagaimana kalau dia tidak datang. " Sambung nya sambil berfikir.


" Aku bisa mendengar mu anak manusia. " Suara yang tiba tiba keluar dari batu itu.


Ethan langsung terkejut mendengar suara itu. " Loh kok ada suaranya!"


" Dasar anak manusia bodoh." balas suara dari batu itu. " Aku bisa mendengar semua yang kau ucapkan selama batu itu ada di dekatmu, Kalau kau tidak percaya dengan ku, Coba saja kau teteskan darah ke batu itu. "


" Tubuhmu kan besar, memang kau muncul di mana?" Tanya Ethan.


" Benar juga ya, Tapi kau bodoh." Ledek suara dari batu itu.


" wahh.. menyebalkan juga ya kau untuk ukuran Naga yang merupakan pemimpin monster." Balas Ethan.

__ADS_1


" Kau juga menyebalkan anak manusia."


" Sudah berapa kali ku beri tau, panggil aku Ethan." Ucap Ethan yang mulai geram.


" Tidak mau, Aku lebih suka panggilan itu." balas nya.


"Apaansih.... Jadi naga keras kepala banget." Gerutu Ethan dalam hati, " kalau gitu aku akan memanggilmu sesuka hati." Ucap Ethan.


" Aku tidak keberatan."


" Bima, Aku akan memanggilmu Bima."


" Nama yang Aneh." Balas naga itu dari batu permata.


" Heh, Jangan diremehkan ya... Nama itu memiliki arti yang bagus."


" Hah... aku tidak peduli, Kalau kau sudah selesai bicara aku mau tidur." Ucapnya.


" Eh, tunggu dulu ada yang mau kutanya kan."


" Apa?"


" Apa kau bisa membuat lingkaran sihir untuk teleportasi?" Tanya Ethan dengan serius.


" Bukan hal yang sulit, Sebenarnya dengan kekuatan mu saja kau bisa membuat lingkaran semacam itu walaupun butuh waktu lama, Tapi aku bisa langsung membuatnya dengan kedipan mata hahaha.." Ucap Naga itu menjelaskan sambil menyombongkan diri.


" ih sombong amat." Pikir Ethan spontan, " Kalau seperti itu bantu aku buatkan lingkaran sihir untuk teleportasi besok." Ucap Ethan.


" Baiklah, kau cukup siapkan lahan yang luas, Lalu masukan kekuatan magismu di batu ini dan ucapkan apa yang mau kau buat. Nanti lingkaran sihir untuk teleportasi itu akan tercipta." Jelas Naga itu.


" Baiklah terimakasih." Balas Ethan.


" Dengan begini aku tidak perlu menginap di ibukota seperti waktu itu, Kira kira bagaimana yaa kabar Grace sekarang apakah dia akan datang ke istana besok." Pikir Ethan malam itu.


...****...


" Antar kereta kudanya ke halaman belakang kastel." Ucap Ethan pada kesatria yang membawa kereta kudanya.


Karena Ethan sudah membuka lingkaran sihir dari dini hari, Jadi mereka hanya perlu menyebrang.


" Baik Yang Mulia." Balas ksatria itu.


Kereta kuda itu berjalan ke halaman belakang, Lalu mulai menyebrangi lingkaran sihir yang di buatnya.


" Sejak kapan ada lingkaran sihir di sini Ethan? " Tanya Duchess yang duduk di depan Ethan.


" Aku membuatnya tadi pagi ibu, Terlalu memakan waktu kalau kita harus ke wilayah menara sihir. " Kata Ethan menjelaskan.


" Kau yang membuatnya ? Sejak kapan kau bisa melakukan hal semacam ini." Tanya Duchess bingung.


" Sejak tadi ibu." Balas Ethan sambil tersenyum. " Nanti kita akan keluar di danau dekat ibu kota, bukan dekat menara sihir. Aku membuat ini karena ingin langsung sampai di ibukota tanpa harus menginap di mansion terlebih dulu." Sambung Ethan.


Duchess langsung menatap dengan lekat, Lalu Menggenggam tangan Ethan perlahan. " Maafkan ibu ya Ethan, dari dulu kau selalu terjun ke tempat yang berbahaya bahkan sampai sekarang." Ucap sambil mengusap wajah putra nya.


Ethan merasa terenyuh mendengar perkataan ibunya itu, ia menggenggam tangan yang mengusap wajah nya. " Ibu tidak perlu khawatir aku tidak papa, tugas ibu hanyalah terus mendoakan ku di mana pun aku berada dan tetaplah sehat serta panjang umur. " Kata Ethan dengan lembut.


" Ibu Sangat bersyukur nak, Memiliki putra yang tampan juga lembut seperti mu. Ibu bersyukur kau yang sekarang mau lebih terbuka dengan orang orang di sekitar mu, Karena dari dulu kau selalu menutup diri ibu jadi khawatir akan semakin jauh darimu nak." Ucap Duchess.


" Ibu tenang saja, Aku tidak akan menutup diri lagi seperti dulu terutama pada ibu. " Balas Ethan kemudian memeluk ibunya.


" Ethan yang di dalam novel memang menutup diri karena dia tidak tau caranya bersosialisasi dengan orang sekitar nya, Ditambah tatapan orang orang yang membencinya membuat nya semakin dingin dan menutup diri." Ucap Ethan dalam hati mengingat alur cerita novel nya.

__ADS_1


Setelah keluar dari lingkaran sihir itu, Kereta kuda yang di tumpangi Ethan juga Duchess berjalan menuju ke ibukota untuk ke istana. Ethan sengaja memisahkan diri dari pasukan nya, Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian saat melewati ibu kota, Jika sesuai aturan kerajaan Ethan harus melewati ibu kota bersama pasukan kesatria. Jadi ia lebih memilih untuk memutar jalan, Saat pasukan sudah sampai gerbang Istana, Tidak lama Kereta kuda yang di naiki Ethan sampai. Mereka memasuki gerbang istana, semua mata yang ada di istana langsung melihat ke arah rombongan dari wilayah Utara itu.


Dengan gagah Ethan turun dari kereta kuda bersama ibunya, Ia berjalan di ikuti pasukan nya untuk menghadap kaisar. Karena pertemuan kali ini di adakan di halaman istana yang luas, jadi cukup banyak ruang untuk orang banyak. " Syukurlah pertemuan kali ini di selenggarakan di ruang terbuka, jadi masih ada ruang untuk memanggil Bima." Guman Ethan dalam hati sambil memperhatikan sekelilingnya. Sampai di hadapan kaisar Ethan memberi salam.


" Salam bagi matahari serta bulan Kekaisaran Verhant." Ucap Ethan sambil menundukkan kepalanya di ikuti pasukan nya.


" Terimakasih untuk salam mu Ethan, Bagaimana apakah pembasmian di wilayah selatan berjalan lancar?" Tanya Kaisar.


" Semua berjalan lancar Baginda." Balas Ethan.


" Lalu apa kau membawa jantung Naga yang merupakan para pemimpin monster itu Ethan?"


" Saya membawanya yang mulia, Tapi sebelum itu saya ingin memberi laporan atas semua yang saya lihat selama di wilayah selatan." Ucap Ethan tanpa ragu.


" Baiklah, laporan apa yang ingin kau sampaikan Ethan?" Tanya kaisar sambil tersenyum.


" Berbeda dengan wilayah Barat, Timur , Utara dan ibu kota, dimana setiap penduduk wilayah bisa hidup layak serta mendapat bahan pangan yang cukup, kondisi di wilayah selatan Cukup memprihatinkan.Di luar permukiman warga yang di rusak oleh para monster, Kondisi di wilayah itu sangat gersang serta tanah yang tandus dan sama sekali tidak ada bahan pangan, membuat penduduk di tempat itu kelaparan sampai meninggal." Kata Ethan menjelaskan depan kaisar yang juga di dengar oleh bangsawan lain.


" Bagaimana mungkin hal seperti itu bisa terjadi? Aku selalu mengirim anggaran yang sama di setiap wilayah, harusnya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk." Balas Kaisar bertanya tanya.


" Anda bisa melihat dokumen yang saya kumpulkan selama di sana jika anda bersedia Baginda." Ucap Ethan.


" Baiklah, aku ingin melihatnya."


Kaisar melihat Dokumen yang Ethan berikan, dan Membaca secara seksama. Ekspresi kaisar langsung berubah saat melihat dokumen itu. " Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi, Baiklah aku akan mengurusnya nanti." Ucap kaisar usai membaca dokumen itu, Kaisar hanya tersenyum sambil melihat ke arah Ethan entah apa yang sedang dipikirkan kaisar saat itu.


" Dan mohon maaf sebelumnya Baginda, saya membutuhkan lahan yang cukup luas untuk memanggil Naga yang saya tangkap saat pembasmian monster kemarin." Ucap Ethan.


" Baiklah lakukan apa yang ingin kau lakukan Ethan." Balas Kaisar dengan santainya.


Saat kaisar mengatakan itu, tiba tiba ada bangsawan yang menyanggah percakapan mereka. " Tunggu dulu Baginda! Seharusnya Grand Duke Dawson membawa jantung Naga yang merupakan pemimpin monster di wilayah selatan, Apa maksudnya dia akan memanggil Naga itu Baginda?!" Ucap Bangsawan itu dengan lantang sampai semua mata memperhatikan nya. Kaisar langsung memandang nya dengan tajam,karena dia tidak suka ada orang yang menyela pembicaraannya. " Duke Axton Ainsley, Sejak kapan kau di izinkan bicara?"


" It..u saya tidak bermaksud menyanggah percakapan Baginda,Tapi akan berbahaya kalau naga itu di panggil ke sini." Balasnya dengan percaya diri.


" Begitukah? aku heran kenapa kau berani sekali menjawab memangnya kau tau apa yang akan terjadi?, justru sebaliknya karena Ethan sudah bicara aku yakin dia tidak akan membahayakan orang orang di sini." Balas kaisar.


Ethan langsung melihat ke arah bangsawan itu, " Oh jadi dia yang mengutus aku pergi ke wilayah selatan,lalu berencana untuk membunuhku seakan-akan itu adalah kecelakaan." Guman Ethan kesal sambil menatap nya dengan tajam.


" Kalau begitu Banginda, saya mohon izin untuk memanggilnya." Ucap Ethan dengan sopan.


Kaisar hanya mengangguk, Artinya dia mengizinkan Ethan.


Ethan berjalan ke tempat yang luas, tapi masih bisa di pandang oleh orang orang di tempat itu. " yah.. seperti nya tempat ini cukup luas untuk memanggil Bima, aku memang tidak tau besar tubuhnya seperti apa tapi kurasa ini cukup. " Guman Ethan sambil memperhatikan sekelilingnya. Para bangsawan di tempat itu langsung memperhatikan Ethan yang ada di sebrang tempat mereka berdiri, Mereka penasaran dengan apa yang di lakukan.


" Kau mau memanggilku anak manusia?" Tanya naga itu dari batu yang ada di tangannya.


" Iya , Kau sudah siap kan?" Balik bertanya.


" Jangan remehkan aku, Aku selalu siap kapanpun itu."


" Memang sejak kapan aku meremehkan mu?" Tanya Ethan.


" Ah sudahlah, Kau cukup berisik yaaa. Cepat letakkan batu itu lalu teteskan darahmu, Aku akan melakukan teleportasi." Ucap Naga itu.


" yang dari tadi mengoceh kan dia, Kenapa aku yang di bilang berisik." Guman Ethan dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Ethan langsung meletakan batu itu di tanah lalu menyayat tangannya dan meneteskan darah di atas batu itu. Tidak lama setelah itu cahaya biru yang bersinar terang muncul dari batu itu. Cahaya yang semakin terang itu seperti meledak dan menyilaukan pandangan semua orang di tempat itu, "Pats_" Suara dari cahaya itu. " wush!" Sesuatu yang besar muncul dari batu itu. Naga yang besar berwarna hitam dengan mata biru yang besar seperti permata terbang mengitari tempat itu sebelum mendekati Ethan. Semua mata di tempat itu langsung memandang ke atas melihat naga itu, mereka takjub juga kaget saat bisa melihat Naga itu. Setelah mengepakkan sayapnya dengan leluasa dia terbang dan mendarat perlahan mendekati Ethan. Sampai di depan Ethan Naga itu langsung menundukkan kepalanya, Ethan mendekati nya lalu mengelus kepala Naga itu.


Dengan gagah dan berwibawa Ethan memegang kepala Naga itu dan berkata, " Aku Ethan Clark Dawson, Pemimpin wilayah Utara kekaisaran verhant menyatakan Misi pembantaian Monster di wilayah selatan telah berhasil di lakukan, Dan aku membawa Naga yang merupakan pemimpin monster dari wilayah selatan sebagai bukti selesai nya misi. "


__ADS_1


__ADS_2